Sabtu, 26 September 2026
21:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Persekusi

Persekusi

perlakuan buruk secara sistematis terhadap seseorang atau kelompok

Artikel ini bukan mengenai vigilante.
250px-Eino_Niemisen_pahoinpitely.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persekusi adalah perlakuan buruk secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya. Bentuk yang paling umum adalah persekusi agama, rasisme, dan persekusi politik. Menimbulkan penderitaan, pelecehan, pemenjaraan, pengasingan ketakutan atau rasa sakit adalah unsur-unsur yang dapat dikategorikan sebagai persekusi tetapi tidak semua tindakan yang menimbulkan penderitaan dan dianggap sebagai tindakan persekusi titik ambang batas keparahan persekusi setelah menjadi topik yang banyak diperdebatkan.

Persekusi (bahasa Inggris:persecution) adalah perlakuan buruk secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya. Bentuk yang paling umum adalah persekusi agama, rasisme, dan persekusi politik. Menimbulkan penderitaan, pelecehan, pemenjaraan, pengasingan, ketakutan atau rasa sakit adalah unsur-unsur yang dapat dikategorikan sebagai persekusi, tetapi tidak semua tindakan yang menimbulkan penderitaan dapat dianggap sebagai tindakan persekusi. Ambang batas keparahan persekusi telah menjadi topik yang banyak diperdebatkan.[1]

Hukum internasional

Sebagai bagian dari Prinsip Nuremberg, kejahatan terhadap kemanusiaan adalah bagian dari hukum internasional. Prinsip VI dalam Prinsip Nuremberg menyatakan bahwa:

Kejahatan yang selanjutnya ditetapkan dapat dihukum sebagai kejahatan menurut hukum internasional: ...

(c) Kejahatan terhadap kemanusiaan:

Pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, deportasi, dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang dilakukan terhadap penduduk sipil mana pun, atau persekusi atas dasar politik, ras, atau agama, ketika tindakan tersebut dilakukan atau persekusi tersebut dilakukan dalam pelaksanaan atau yang berhubungan dengan kejahatan apa pun terhadap perdamaian atau kejahatan perang.

Telford Taylor, yang merupakan Penasihat Penuntutan di Pengadilan Nuremberg menulis "[di] pengadilan kejahatan perang Nuremberg, pengadilan menolak beberapa upaya penuntut untuk membawa kekejaman 'domestik' seperti itu dalam lingkup hukum internasional sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan".[2] Beberapa perjanjian internasional berikutnya memasukkan prinsip ini, tetapi beberapa pihak telah membatalkan pembatasan "sehubungan dengan kejahatan apa pun terhadap perdamaian atau kejahatan perang apa pun" yang ada dalam Prinsip Nuremberg.

Dalam Pasal 7.1 Statuta Roma, persekusi terhadap suatu kelompok dianggap sebagai salah satu bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan:

Untuk keperluan Statuta ini, “kejahatan terhadap kemanusiaan” berarti salah satu dari perbuatan berikut ini apabila dilakukan sebagai bagian dari serangan meluas atau sistematik yang ditujukan kepada suatu kelompok penduduk sipil, dengan mengetahui adanya serangan itu: (h) Persekusi terhadap suatu kelompok yang dapat diidentifikasi atau kolektivitas atas dasar politik, ras, nasional, etnis, budaya, agama, gender sebagai didefinisikan dalam ayat 3, atau atas dasar lain yang secara universal diakui sebagai tidak diizinkan berdasarkan hukum internasional, yang berhubungan dengan setiap perbuatan yang dimaksud dalam ayat ini atau setiap kejahatan yang berada dalam jurisdiksi Mahkamah

Referensi

  1. ↑ Rempell, Scott (2011). "Defining Persecution". Utah Law Review. 2013 (1). Social Science Research Network. doi:10.2139/ssrn.1941006.
  2. ↑ Telford Taylor "When people kill a people", The New York Times, March 28, 1982.

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik sosiologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan