Minggu, 20 September 2026
17:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Suku Tobati

Suku Tobati

suku bangsa di Indonesia

Tobati
Tobati-Enggros
Youtefa Tobati
250px-Portret_van_de_korano_van_Tobadi_met_familie_-_Collectie_stichting_Nationaal_Museum_van_Wereldculturen_-_TM-60014995.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Portret Korano Tobati dan keluarganya, 1903
Jumlah populasi
100[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Papua (Kota Jayapura)
Bahasa
Tobati, Melayu Papua, dan Indonesia
Agama
Kristen, Islam[1]
Kelompok etnik terkait
Enggros Kayupulau Ormu

Suku Tobati (atau disebut juga Tobati-Enggros; dikenal juga sebagai Youtefa Tobati) adalah kelompok etnis yang mendiami Kota Jayapura, Indonesia.[2] Suku Tobati mendiami pesisir Teluk Youtefa seluas 1.675 ha yang termasuk di wilayah distrik Jayapura Selatan dan membangun pemukiman di atas laut.[3] Hingga kini, permukiman suku Tobati di sekitaran Teluk Youtefa umumnya dibangun di atas permukaan laut yang persis dibangun dekat ke darat.

Etimologi

Kata Tobati memiliki asal kata yang sama dengan Tabi yang berarti "matahari terbit". Kampung ini dipercaya didirikan oleh 'saudara matahari' sehingga bernama Tabati yang kemudian hari disebut Tobati.[4] Menurut sumber lain, nama Tobati berasal dari to artinya perintah Sultan dan bati yang artinya batas, artinya batas kekuasan Sultan Tidore sampai di Pulau Tobati ini.[5]

Sejarah

Suku Tobati adalah penduduk asli Kota Jayapura yang menjadi penghuni pertama di kawasan itu. Suku ini dikenal juga sebagai suku Tobati-Enggros. Tetapi, terkadang Enggros juga dianggap sebagai suku tersendiri, tetapi masih memiliki hubungan dekat dengan Tobati.[6] Selain dari suku Tobati, di Kota Jayapura juga terdapat suku asli lainnya, yakni suku Kayu Pulau, Kayu Batu, Nafri, Skouw, dan Sentani.[7] Sedangkan menurut sumber lain, nama Tanjung Hamadi berasal dari seorang keturunan Sultan Jailolo bernama Ahmadi yang melarikan diri dari perang di Maluku sampai wilayah Jayapura dan kawin dengan perempuan setempat, sehingga namanya yang kemudian lambat laun disebut menjadi Hamadi dijadikan fam oleh keturunannya.[5]

Tidak jauh dari pusat kota Jayapura, sekitar 20 menit menuju distrik Abepura, terdapat sebuah teluk yang bernama Teluk Youtefa. Ditempat inilah terdapat dua kampung tradisional suku Tobati, yakni kampung Tobati dan kampung Enggros yang telah lama menghuni daerah tersebut.[6]

Adat istiadat

Sistem kepemimpinan

Suku Tobati seperti suku-suku lain di Teluk Youtefa memiliki sistem kepemimpinan politik tradisional yang dipimpin oleh seorang ondoafi (pemimpin atau kepala kampung), sebuah jabatan yang diwarisi secara turun-menurun. Pada masa penginjil Bilt mulai melayani di wilayah tersebut, rakyat dipimpin oleh kepala suku yang bernama Jantewai. Karena Jantewai meninggal anaknya yang bernama Hamadi diangkat menjadi ondoafi. Hingga saat ini suku (marga) Hamadi masih menjabat ondoafi suku Tobati. Yang membawahi beberapa kepala marga/suku lain seperti Itaar, Afaar, Hanasbey, Mano, Ireeuw, Hasor, Merauje, Merahabia, Caay, Hanoeby, dan Dawir.[4]

Pernikahan

Dalam melakukan prosesi pernikahan, masyarakat suku Tobati harus melakukan 7 prosesi adat hingga sah menjadi keluarga. Prosesi pertama diawali dari pihak laki-laki yakni prosesi meminang. Keluarga mempelai laki-laki akan pergi ke rumah pihak perempuan dengan tujuan untuk meminta restu meminang anak perempuan dari pihak pengantin perempuan. Setelah itu, pada prosesi kedua, pihak perempuan akan membalas kunjungan pihak laki-laki dengan mengantar makanan ke rumah pihak laki-laki. Prosesi ketiga adalah, pihak laki-laki akan mengumpulkan sejumlah maskawin sesuai kesepakatan.[8] Prosesi keempat masih dari pihak laki-laki akan mengantar maskawin tersebut langsung ke pihak perempuan. Kemudian prosesi kelima, kedua belah pihak telah siap untuk melangsungkan pemberkatan pernikahan kudus di gereja dan sekaligus pencatatan sipil oleh pemerintah.[8] Setelah itu, prosesi keenam ialah pihak perempuan akan diantar ke rumah pihak laki-laki. Dan prosesi ketujuh ialah mengantar berbagai alat dapur dari pihak perempuan ke rumah pihak laki-laki. Semua prosesi telah selai dan akan diakhiri dengan penandatanganan berita acara penerimaan maskawin dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan dan diakhiri dengan jamuan kasih atau makan bersama.[8]

Arsitektur

Gaya arsitektur suku Tobati mirip dengan gaya arsitektur dari suku di pesisir utara Papua lainnya. Misalnya pada bentuk bangunan, dimana pada posisi atap bangunan umumnya berbentuk limas atau kerucut, demikian juga halnya dengan bangunan-bangunan lama suku Tobati berbentuk limas.

Sway

250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto jalan di Kampung Tobati tahun 1900-an, rumah Sway bisa dilihat dibelakang.

Tempat hunian sehari-hari suku Tobati disebut dengan rumah Sway. Rumah Sway hampir sama dengan rumah adat Kariwari, yang membedakan adalah pada pembagian atau fungsi dari ruangan-ruangannya. Hal ini dilakukan sebagai pengembangan dari bentuk bangunan rumah adat sehingga rumah adat dan rumah tempat tinggal bisa dibedakan tetapi masih menjadi bangunan khas suku Tobati. Untuk pembagian setiap ruangan di rumah Sway terdiri dari ruang tamu, ruang tidur dan ruang makan.[3]

Tata letak bangunan rumah Sway dibuat di pinggir atau di tepi jalan utama perkampungan dan orientasi bangunan terarah ke jalan utama, sehingga rumah-rumah penduduk akan saling berhadap-hadapan. Lebih detailnya tata letak ruang dalam bangunan rumah Sway terdiri dari bilik/kamar tidur, ruang tamu, ruang dapur (lebih tepatnya disebut ruang kerja kaum perempuan) dan ada teras belakang.[3]

Sementara untuk bagian dalam rumah, ruangan akan dibagi berdasarkan gender. Tempat kaum laki-laki posisinya ada di sebelah laut dan tempat kaum perempuan posisinya ada condong ke arah daratan.[3]

Kariwari

330px-Raiyani_Muharramah_Rumah_Karwari_Papua_DSC_8244.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kariwari di TMII

Rumah adat suku Tobati disebut Kariwari atau rumah mau. Rumah adat dengan tinggi 20-30 meter ini dikhususkan bagi laki-laki berusia 12 tahun ke atas, sekaligus juga difungsikan sebagai tempat upacara adat, serta tempat untuk mendidik anak laki-laki dalam mencari nafkah dan juga cara bertahan hidup.[9] Seperti cara memahat, membuat senjata, cara membuat perahu, dan cara berperang.

Bentuk dari bangunan ini sendiri berbentuk segi empat atau juga segi delapan menyerupai limas dengan pembagiannya terdiri dari 3 lantai utama yakni bagian kaki (lantai 1), bagian badan (lantai 2), dan bagian kepala (lantai 3). Lantai 1 digunakan sebagai tempat untuk mendidik anak laki-laki. Lantai 2 difungsikan sebagai ruang kepala suku dan ruang pertemuan dan tempat istirahat laki-laki. Sedangkan lantai 3 digunakan untuk tempat berdoa.[9]

Bentuk bangunan segi delapan ini dibuat supaya bangunan dapat menahan jika terjadi hembusan angin yang kuat. Sedangkan untuk bentuk atap yang kerucut, dalam adat Tobati agar mereka bisa lebih dekat dengan leluhur mereka.[9] Bagian lantai terbuat dari lapisan kulit kayu, kemudian dinding bangunan dibuat dari cacahan pohon bambu, dan untuk atap dibentuk dari daun sagu.[9]


Keramba

330px-Fishing_Papuans_from_Tobati_in_proas_-_Collectie_stichting_Nationaal_Museum_van_Wereldculturen_-_TM-10009793.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Tobati memancing dari perahu, 1903

Lokasi permukiman penduduk suku Tobati tepat dikawasan perairan atau laut. Maka, mencari ikan adalah salah satu aktivitas utama khususnya kaum laki-laki. Membuat Keramba (kandang ikan terapung) termasuk hal yang wajib bagi mereka. Ciri khas Keramba suku Tobati terbuat dari batangan bambu.[3] Keramba biasanya diletakkan dibawah rumah dengan jaring-jaring yang mengelilingi setiap tiang-tiang rumah.

Ikan bobara dan samandar, dua jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan oleh suku Tobati. Selain untuk menangkap ikan, Keramba juga digunakan untuk menampung berbagai ikan yang masih kecil untuk memancing masuknya ikan-ikan besar kedalam jaring-jaring yang telah dipasang di sekeliling bawah rumah.[3]

Agama

Sebelum masuknya ajaran Kekristenan dan Islam ke Jayapura, suku Tobati masih menganut animisme atau kepercayaan kepada leluhur. Salah satu bukti terlihat pada bangunan rumah Kariwari. Bentuk atap yang mengerucut atau berbentuk limas, dimaknai oleh suku Tobati sebagai bentuk penghormatan mereka kepada leluhur dan untuk mendekatkan mereka kepada tuhan.[3] Masyarakat Tobati saat itu juga telah menjalin hubungan komunikasi dengan Kesultanan Tidore yang kemudian menyebarkan agama Islam melalui Muhammad Asghar, seorang ulama dari Baghdad yang diutus oleh Kesultanan Ottoman.[10] Karena hal inilah, di kawasan Jayapura Selatan terdapat banyak peninggalan sejarah Islam, berupa masjid, yang beberapa diantaranya dijadikan sebagai museum.[10]

Sejak masuknya para misionaris Eropa, khususnya Belanda pada tahun 1910, Kekristenan lebih banyak memengaruhi kepercayaan suku Tobati dibanding pengaruh Kesultanan Tidore. Injil telah disebarkan di Papua termasuk kawasan kampung Tobati dan Enggros dan ajaran agama Kristen kemudian diterima oleh masyarakat sekitar. Hingga akhirnya bisa dikatakan bahwa pada saat ini umumnya masyarakat suku Tobati menganut Kekristenan.[1] Sejak kedatangan Belanda, rumah mau suku Tobati dianggap berhala dan tidak sesuai dengan ajaran Kristen sehingga rumah mau dihancurkan, tetapi yang terlihat saat ini adalah sisa-sisa tiang-tiang yang tertinggal.[10]

Sistem transportasi

Suku Tobati merupakan masyarakat yang mendiami kawasan perairan, maka dari itu transportasi utama masyarakatnya ialah perahu. Penduduk setempat menyebutnya wah yang artinya "perahu". Penduduk di kampung Tobati dan kampung Enggros menjadikan wah sebagai alat transportasi umum dan juga sebagai transportasi untuk menangkap ikan. Sebelumnya, untuk menjalankan wah harus menggunakan dayung,[11] tetapi dalam perkembangannya, mesin otomatis telah digunakan untuk memudahkan perjalanan menggunakan wah. Jika sebelumnya waktu perjalanan ke suatu tempat mencapai 30 menit, maka saat ini dengan menggunakan mesin perjalanan hanya menghabiskan waktu sekitar 4 menit.[11]

Galeri

  • 330px-Dancers_in_front_of_the_men%27s_house_-_Collectie_stichting_Nationaal_Museum_van_Wereldculturen_-_TM-60010052.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-De_constructie_van_een_te_bouwen_karriwarri_op_Nieuw_Guinea%2C_Wich..._-_Collectie_stichting_Nationaal_Museum_van_Wereldculturen_-_TM-60011990.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Dansers_op_een_platform_bij_een_mannenhuis_in_Tobadi_-_Collectie_stichting_Nationaal_Museum_van_Wereldculturen_-_TM-60010054.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Dansfeest_op_het_platform_bij_het_mannenhuis_in_Tobadi_-_Collectie_stichting_Nationaal_Museum_van_Wereldculturen_-_TM-60010050.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Groepsportret_van_Papoea_mannen_van_de_Von_Humboldt_Baai_in_Noord_Nieuw_Guinea_in_Ternate_TMnr_10008795.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. 1 2 3 "Yotafa, Tobati People in Indonesia". www.joshuaproject.net. Diakses tanggal 3 April 2019. {{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |web=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Sekilas Papua". www.papua.go.id. Diakses tanggal 2 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Arsitektur Tradisional Suku Tobati". www.sastrapapua.com. Diakses tanggal 4 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Marthen, Fadly (2012). Melihat Klaim dan Sengketa Tanah pada Orang Kayu Batu dan Kayu Pulo di Kota Jayapura (PDF) (Tesis). Universitas Indonesia. Diakses tanggal 2023-06-24.
  5. 1 2 Wanggai, Tony V. M. (2008). Rekonstruksi Sejarah Islam di Tanah Papua (PDF) (Tesis). UIN Syarif Hidayatullah. Diakses tanggal 2022-01-30.
  6. 1 2 "Menelusuri Asal Usul Penduduk Jayapura di Kampung Enggros dan Pulau Debi". www.indonesiakaya.com. Diakses tanggal 4 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Suku Bangsa (Etnis) dan Bahasa di Kota Jayapura". www.papua.go.id. Diakses tanggal 4 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 "Nilai-nilai Kearifan Lokal Suku Besar Enggros, Tobati, Terus Dijaga dan Dilestarikan". www.youtefapost.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-03. Diakses tanggal 4 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 3 4 "Rumah Adat Papua Kariwari". www.romadecade.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-31. Diakses tanggal 4 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 3 "Eksotisme Jayapura Dengan Pemandangan Laut Memikat". www.pesona.travel.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-04. Diakses tanggal 4 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 "Wah, Transportasi Tradisional Warga Tobati dan Enggros". www.kabarpapua.co. Diakses tanggal 4 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Suku bangsa di Sumatra
Batak
Melayu
Minangkabau
Melayu Bukit Barisan Selatan
Melayu Aborigin
Lampung
Kepulauan Barat Sumatera
Lain-lain
Tionghoa
Suku bangsa di Jawa

Baduy Banten Bawean Betawi Ciptagelar Cirebon Indo Jawa Kalang Kangean Madura Melayu Osing Peranakan Sunda Tengger

Abui Adang Adonara Alor Amarasi Anakalangu Atoni Bali Bilba Bima Blagar Boti Bunak Dela-Oenale Dengka Dhao Ende Hamap Helong Ile Ape Kabola Kafoa Kamang Kambera Kedang Kelon Kemak Ke'o Kepo' Kodi Komodo Kui Kula Lamaholot Lamalera Lamatuka Lamboya Lamma Laura Lembata Barat Lembata Selatan Levuka Lewo Eleng Lewotobi Lio Lole Melayu Loloan Kupang Larantuka Mamboru Manggarai Nage Nedebang Ngada Ngada Timur Palue Rajong Rembong Retta Ringgou Riung Rongga Sabu Sasak Sawila Sika So'a Sumba Sumbawa Tambora Tereweng Termanu Tetun Tewa Tii Uab Meto Wae Rana Wanukaka Wejewa Wersing

Suku bangsa di Kalimantan *

Abal Agabag Ampanang Aoheng Bahau Bakati' Bekati' Rara Bekati' Sara Bakumpai Banjar Basap Bawo Benyadu' Bentian Benuaq Berau Bidayuh (BiatahBukar-Sadong) • Bolongan Bukit (Pitap) • Bukitan Burusu Dayak Dusun (DeyahMalangWitu) • Embaloh Iban (MualangSeberuang) • Jangkang Kanayatn Kayan (BusangMahakamSungai KayanMendalamWahau) • Kebahan Kelabit Kembayan Keninjal Kenyah (KelinyauWahauLebu' Kulit) • Kohin Krio Kutai (Kota BangunTenggarong) • Lawangan Lengilu Lun Bawang Ma'anyan Mali Mayau Melayu Modang Ngaju (BarangasKatingan) • Okolod Ot Danum (Limbai) • Paku Pasir Pesaguan Punan (AputBukatHovonganKerehoMerahMerapTubu) • Putoh Ribun Sa'ban Sambas Sanjau Basap Sanggau Segai Selungai Murut Semandang Sembakung Murut Siang Murung Tagal Murut Taman Tausug Tawoyan Tidung Tunjung Uma' Lasan Uma' Lung Wehea

Suku bangsa di Sulawesi

Andio Aralle-Tabulahan Bada Bahonsuai Bajau Balaesang Balantak Bambam Banggai Bantik Baras Batui Behoa Bentong Bintauna Boano Bobongko Bolango Bonerate Budong-Budong Bugis Bungku Buol Busoa Buton (CiaciaKulisusuLasalimuWolio) • Campalagian Dakka Dampelas Dondo Duri Enrekang Gorontalo Kaidipang Kaili (Kaili Da'aKaili LedoKaili Unde) • Kaimbulawa Kalao Kalumpang Kamaru Kioko Kodeoha Konjo Pegunungan Konjo Pesisir Koroni Kumbewaha Laiyolo Lauje Lemolang Liabuku Lindu Lolak Luwu Maiwa Makassar Manado Malimpung Mamasa Mamuju Mandar Melayu Minahasa Moma Mongondow Mori (Mori AtasMori Bawah) • Moronene Muna Napu Onda'e Padoe Pamona Panasuan Pancana Pannei Pebato Pendau Polahi Ponosakan Rahambuu Rampi Ratahan Saluan Sangir Sarudu Sedoa Seko Padang Seko Tengah Selayar Suwawa Taje Tajio Talaud Taloki Talondo' Toala' Tolaki Tomadino Tombelala Tombulu Tomini Tondano Tonsawang Tonsea Tontemboan Topoiyo Toraja Totoli Tukang Besi Selatan Tukang Besi Utara Ulumanda' Uma Wana Waru Wawonii Wotu

Suku bangsa di Kepulauan Maluku

Alfur Alune Amahai Ambelau Ambon Aputai Asilulu Babar Tenggara Babar Utara Bacan Banda Barakai Bati Batuley Benggoi Boano Bobot Buli Buru Dai Damar Barat Damar Timur Dawera-Daweloor Dobel Elpaputih Emplawas Fordata Galela Gamkonora Gane Gebe Geser-Gorom Gorap Haruku Hitu Horuru Hoti Huaulu Hukumina Hulung Ibu Ili'uun Imroing Kadai Kaibobo Kamarian Kao Karey Kayeli Kei Kisar Koba Kola Kompane Kur Laba Laha Larike-Wakasihu Latu Leti Liana-Seti Lisabata-Nuniali Lisela Lola Loloda Lorang Loun Luang Luhu Maba Makian Barat Makian Timur Mangole Manipa Manombai Manusela Mariri Masarete Masela Barat Masela Tengah Masela Timur Masiwang Modole Moksela Naka'ela Nila Nuaulu (Naulu SelatanNaulu Utara) • Nusa Laut Oirata Pagu Palumata Patani Paulohi Perai Piru Roma Sahu Salas Saleman Saparua Sawai Seit-Kaitetu Selaru Seluwasan Sepa Serili Serua Sula Tabaru Taliabu Talur Tarangan Barat Tarangan Timur Tela-Masbuar Teluti Teor Ternate Ternateño1 Te'un Tidore Tobelo Tugun Togutil Tulehu Ujir Waioli Watubela Wemale (SelatanUtara) • Yalahatan Yamdena

Suku bangsa di Papua *

Abinomn 3 Abun 3 Airoran Ambai Amungme Anasi Ansus Arandai Arfak (HatamMoileSoughMeyah) • Arguni As Asmat (Asmat Pantai KasuariAsmat TengahAsmat UtaraAsmat Yaosakor) • Atohwaim Auye Awbono Awera Awyi Awyu Bagusa Baham Barapasi Bauzi Bayono Bedoanas Beneraf Berik Betaf Biak Biga Biritai Bonggo Burate Burmeso Burumakok Buruwai Busami Citak Dabe Damal Dani Dao Dem Demisa Dera Diebroud Dineor Diuwe Doutai Duriankere Dusner Duvle Edopi Ekari Elseng 3 Emem Eritai Erokwanas Fayu Fedan Foau Gresi Hupla Iau Iha Imekko (SuaboKaisPuragiKaburiKokoda) • Irarutu Iresim Isirawa Itik Iwur Jofotek-Bromnya Kaiy Kalabra Kamberau Kamoro Kapauri Kaptiau Karas Kaure Kauwera Kayagar Kayupulau Kehu 5 Keijar Kemberano Kembra 5 Kemtuik Ketengban Ketum Kimaghima Kimki Kimyal Kirikiri Kofei Kombai Komyandaret Konda Koneraw Kopkaka Korowai Kosare Kowiai Kuri Kurudu Kwer Kwerba Kwerba Mamberamo Kwerisa Kwesten Kwinsu Lani Lepki 5 Liki Maden Maibrat (AyamaruKaron DoriMareAifatAitinyo) • Mairasi Mander Mandobo Atas Mandobo Bawah Manem Mapia Marau Marind (Marind BianMaklew-YabKanumYei) • Masimasi Massep 3 Matbat Mawes Ma'ya (LaganyanKaweWauyai) • Mek (KosarekNipsanNalcaEipomek) • Mekwei Meoswar Mer Mlap Mo Moi Molof 5 Mombum Momuna Moni Mora Mor Morai Morori Moskona Mpur 3 Munggui Murkim 5 Muyu Nafri Nakai Namla 5 Narau Ndom Nduga Ngalik Ngalum Nggem Nimboran Ninggerum Nisa Obokuitai Onin Ormu Orya Papasena Papuma Pom Rasawa Riantana Roon Samarokena Saponi Sauri Sause Saweru Sawi Seget Sekar Semimi Sempan Sentani Serui-Laut Sikaritai Skou Sobei Sowanda Sowari Sunum Tabla Taikat Tamagario Tanahmerah Tandia Tangko Tarpia Tause Tebi Tefaro Tehit Tobati Tofanma 5 Towei Trimuris Tsaukambo Tunggare Una Uruangnirin Usku 5 Viid Vitou Wabo Waigeo Walak Wambon Wandamen Wanggom Wano Warembori Wares Waris Waritai Warkay-Bipim Waropen Wauyai Woi Wolai Woria Yahadian Yali Yaqay Yarsun Yaur Yawa Yeretuar Yetfa Yoke Zorop

Suku bangsa lain
Lihat pula: Pribumi-Nusantara
*Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan