Kamis, 01 Oktober 2026
11:23 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama

Suku Gebe

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:
Gebe
Gebe, Minyaifuin
Jumlah populasi
2.700 (2000)[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Maluku Utara (Gebe dan Yu) dan Papua Barat Daya (Gag)
Bahasa
Gebe, Melayu Maluku Utara, dan Indonesia
Agama
Islam Sunni
Kelompok etnik terkait
Weda, Patani, Maba, dan orang Maluku lainnya

Suku Gebe, atau Minyaifuin, adalah kelompok etnis Austronesia yang mendiami provinsi Maluku Utara dan Papua Barat Daya, Indonesia. Wilayah persebarannya meliputi Pulau Gebe, Pulau Yu, dan Pulau Gag, yang terletak di antara Halmahera dan Waigeo.[2] Namun, terdapat juga migrasi orang Gebe ke wilayah lain, seperti di daratan Halmahera dan Waisai di Raja Ampat.[3]

Etimologi

Terdapat dua versi nama "Gebe" yang disampaikan oleh penduduk setempat. Pertama, kata "Gebe" berasal dari bahasa Tidore, di mana ge berarti 'di sana' dan be berarti 'di mana'.[4] Nama ini awalnya merujuk pada perjalanan utusan Kesultanan Tidore dari Gamrange ke Raja Ampat. Dalam perjalanan mereka, mereka bertemu sebuah pulau di malam hari dan bertanya tentang hal itu. Seseorang berkata mega ge? 'apa itu di depan?', seseorang menjawab be? 'di mana'. Kemudian seseorang menjawab ge 'di sana'. Gabungan antara kata ge dan be inilah yang menjadi awal nama Pulau Gebe. Kedua, nama "Gebe" berasal dari bahasa Gebe kuno, yaitu geb, yang berarti 'lunas kapal'. Menurut cerita, versi ini terkait erat dengan terbelahnya bahtera Nabi Nuh, yang bagian bawahnya (lunas) adalah Pulau Gebe. Namun kata geb kemudian diubah menjadi gebe pada masa kolonial Belanda.[5]

Sejarah

Secara historis, Pulau Gebe dan pulau-pulau lain yang dihuni oleh suku Gebe merupakan wilayah bagian dari Kesultanan Tidore, yang dipimpin secara lokal oleh seorang Sangaji Gebe. Awalnya, terdapat dua kelompok berbeda yang tinggal di Pulau Gebe, yaitu Wetef dan Wagiya. Seiring waktu, kedua kelompok tersebut berevolusi dan menghasilkan empat klan (keret), yaitu Umsipiyat, Umsandin, Umlati, dan Umsero, sehingga membentuk masyarakat awal suku Gebe.[4] Batas tanah ulayat masyarakat Gebe di Pulau Gebe dapat ditelusuri melalui pernyataan yang dikeluarkan oleh Sultan Tidore ke-32, yaitu Sultan Achmadul Mansur Sirajuddin Syah (1821–1856), tertanggal 6 Rajab 1241 H.[5]

Sebelum Islam tiba pada abad ke-15 hingga ke-16, atau paling lambat abad ke-17, kelompok penduduk awal Pulau Gebe percaya pada kekuatan gaib dan tinggal di gua-gua,[5] serta mengonsumsi sagu sebagai makanan pokok.[6] Konon, setiap hari mereka saling membunuh dan memakan satu sama lain. Berdasarkan legenda setempat, sekelompok orang datang dari Makkah untuk menyebarkan agama Islam. Namun setelah tiba, mereka dibunuh satu per satu oleh penduduk Pulau Gebe dan tidak ada yang tersisa. Barulah beberapa tahun kemudian, seorang ulama dari Palembang, Abdul Manaf, tiba di Pulau Gebe dan berhasil mengeluarkan mereka dari gua serta mengislamkan sebagian dari mereka.[5]

Masuknya agama Islam ke Gebe yang dibawa oleh Abdul Manaf, berkontribusi pada pembangunan pemukiman permanen pertama suku Gebe yang sekarang menjadi desa Sanafi. Sanafi adalah desa pertama di Pulau Gebe, tetapi karena seringnya terjadi konflik internal, beberapa penduduk melarikan diri dan membangun desa di tempat lain. Kemudian terbentuklah desa Umera, Umiyal, dan Yam. Dalam peta Landschap Tidore yang dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1932, tercatat tiga desa di Pulau Gebe, yaitu Senafi (Sanafi), Oemera (Umera), dan Oemyal (Umiyal) di bawah Onderafdeling Weda.[7] Sementara itu, desa Kacepi, Kapaleo, Sanafkacepo, dan Elfanun terbentuk setelah kedatangan PT. Aneka Tambang (Antam) pada tahun 1979. Sejak didirikan, konflik horizontal antara masyarakat asli Gebe dan pendatang (pekerja Antam) sering terjadi akibat sengketa yang belum terselesaikan.[5]

Kedatangan orang Gebe ke Pulau Gag pertama kali tercatat pada tahun 1940-an, terutama dari desa Umera di ujung tenggara Pulau Gebe. Namun, hingga kini status mereka belum diakui sebagai masyarakat hukum adat Papua.[8] Awalnya mereka datang untuk mencari dan membuka lahan pertanian untuk berkebun.[9] Masyarakat suku Gebe di Pulau Gag hidup berdampingan dengan penduduk asli Papua lainnya, yaitu suku Biak Betew dan Ma'ya.[10] Secara historis, masyarakat Gebe memiliki hubungan penting dengan komunitas-komunitas di sepanjang pesisir timur Halmahera hingga Semenanjung Kepala Burung di Papua. Hal ini, karena suku Gebe sebagai masyarakat maritim telah bermigrasi melintasi pulau-pulau, mengembangkan budaya dan identitas sosial mereka sendiri yang unik.[11] Pengelompokan sosial di Pulau Gag, yang didominasi oleh suku Gebe, didasarkan pada kepemilikan tanah. Kepemilikan dan penguasaan lahan umumnya didominasi oleh penduduk asli Pulau Gag, yang terdiri dari 6 klan (keret), yaitu Umsipiyat, Umsandin, Magtublo, Magimai, Magbow, and Umlil. Kepemilikan tanah di Pulau Gag bersifat turun-temurun dan tidak diperjualbelikan.[9]

Bahasa dan distribusi

Artikel utama: Bahasa Gebe

Suku Gebe adalah penutur bahasa Gebe, sebuah bahasa Austronesia, yang khususnya terkait dengan bahasa-bahasa Gamrange di daratan tenggara Halmahera. Penutur bahasa ini ditemukan di Pulau Gebe, Yu, dan Gag. Pembagian suku Gebe berdasarkan dialek mereka meliputi Gebe (termasuk Umera), Yu (Umiyal), dan Gag (kemungkinan keturunan penduduk desa Umiyal berdasarkan kemiripan dialek mereka).[12]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Gebe". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris) (Edisi 18). Ethnologue. 2015.
  2. ↑ Amin, Mardan (21 September 2025). "Warga Pulau Gebe Bakar Rumah Tolak Klaim Tiga Pulau". indobisnis.co.id. IndoBisnis. Diakses tanggal 11 Februari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Budaya dan Warisan Budaya". kkprajaampat.com. BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  4. 1 2 Barends, M. Jaya (14 Februari 2025). "Sumber Pangan Terancam Musnah saat Tambang Nikel Sesaki Pulau Gebe". mongabay.co.id. Mongabay. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  5. 1 2 3 4 5 Husen, Imran (30 Januari 2017). "Perjuangan Orang Gebe Merawat Harapan". aman.or.id. Kabar Nusantara. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  6. ↑ Sawal, Rabul (07 Mei 2024). Kresna, Mawa (ed.). "Kampung Sagu Terakhir di Pulau Gebe Terancam Tambang Nikel". projectmultatuli.org. Hilirisasi Oligarki, Masyarakat Adat. Project Multatuli. Diakses tanggal 11 Februari 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ Ahmad, Irfan, ed. (10 Juli 2025). "Ketika Sejarah Dilupakan: Sengketa Sepihak Pulau Sain, Piyai, dan Kiyas". www.jejakmalut.com. Jejak Malut. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  8. ↑ Safwan (16 Juni 2025). Lamak, Petrus B. (ed.). "Belum Diakui sebagai Masyarakat Hukum Adat, Warga Kampung Gag Minta Pemetaan Wilayah di Raja Ampat". sorong.tribunnews.com. Tribun News. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  9. 1 2 Hastanti, Baharinawati W.; Triantoro, R.G. Nugroho (2012). "Kondisi Sosial, Ekonomi, dan Budaya Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi: Studi Kasus di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat" (PDF). Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 1 (2). Manokwari: Balai Penelitian Kehutanan Manokwari: 149–164. doi:10.18330/jwallacea.2012.vol1iss2pp149-164.{{cite journal}}: |chapter= diabaikan
  10. ↑ Wicaksono, Raden A. (4 April 2025). Suprayogi, Yosep (ed.). "Masyarakat Adat Raja Ampat Tolak Kehadiran Tambang Nikel". betahita.id. Betahita. Diakses tanggal 11 Februari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Suku Gebe". www.fagogoru.com. Jaringan Konservasi Halmahera dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI. Repositeri Budaya Fagogoru. Diakses tanggal 11 Februari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  12. ↑ Grimes, Charles E.; Grimes, Barbara D. (1984). "Maluku and Irian Jaya". Dalam Masinambow, E.K.M. (ed.). Languages of the North Moluccas: a preliminary lexicostatistic classification. Buletin LEKNAS III (1) (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LEKNAS-LIPI). hlm. 35–63. OCLC 54222413.
Suku bangsa di Sumatra
Batak
Melayu
Minangkabau
Melayu Bukit Barisan Selatan
Melayu Aborigin
Lampung
Kepulauan Barat Sumatera
Lain-lain
Tionghoa
Suku bangsa di Jawa

Baduy • Banten • Bawean • Betawi • Ciptagelar • Cirebon • Indo • Jawa • Kalang • Kangean • Madura • Melayu • Osing • Peranakan • Sunda • Tengger

Abui • Adang • Adonara • Alor • Amarasi • Anakalangu • Atoni • Bali • Bilba • Bima • Blagar • Boti • Bunak • Dela-Oenale • Dengka • Dhao • Ende • Hamap • Helong • Ile Ape • Kabola • Kafoa • Kamang • Kambera • Kedang • Kelon • Kemak • Ke'o • Kepo' • Kodi • Komodo • Kui • Kula • Lamaholot • Lamalera • Lamatuka • Lamboya • Lamma • Laura • Lembata Barat • Lembata Selatan • Levuka • Lewo Eleng • Lewotobi • Lio • Lole • Melayu Loloan • Kupang • Larantuka • Mamboru • Manggarai • Nage • Nedebang • Ngada • Ngada Timur • Palue • Rajong • Rembong • Retta • Ringgou • Riung • Rongga • Sabu • Sasak • Sawila • Sika • So'a • Sumba • Sumbawa • Tambora • Tereweng • Termanu • Tetun • Tewa • Tii • Uab Meto • Wae Rana • Wanukaka • Wejewa • Wersing

Suku bangsa di Kalimantan *

Abal • Agabag • Ampanang • Aoheng • Bahau • Bakati' • Bekati' Rara • Bekati' Sara • Bakumpai • Banjar • Basap • Bawo • Benyadu' • Bentian • Benuaq • Berau • Bidayuh (Biatah • Bukar-Sadong) • Bolongan • Bukit (Pitap) • Bukitan • Burusu • Dayak • Dusun (Deyah • Malang • Witu) • Embaloh • Iban (Mualang • Seberuang) • Jangkang • Kanayatn • Kayan (Busang • Mahakam • Sungai Kayan • Mendalam • Wahau) • Kebahan • Kelabit • Kembayan • Keninjal • Kenyah (Kelinyau • Wahau • Lebu' Kulit) • Kohin • Krio • Kutai (Kota Bangun • Tenggarong) • Lawangan • Lengilu • Lun Bawang • Ma'anyan • Mali • Mayau • Melayu • Modang • Ngaju (Barangas • Katingan) • Okolod • Ot Danum (Limbai) • Paku • Pasir • Pesaguan • Punan (Aput • Bukat • Hovongan • Kereho • Merah • Merap • Tubu) • Putoh • Ribun • Sa'ban • Sambas • Sanjau Basap • Sanggau • Segai • Selungai Murut • Semandang • Sembakung Murut • Siang Murung • Tagal Murut • Taman • Tausug • Tawoyan • Tidung • Tunjung • Uma' Lasan • Uma' Lung • Wehea

Suku bangsa di Sulawesi

Andio • Aralle-Tabulahan • Bada • Bahonsuai • Bajau • Balaesang • Balantak • Bambam • Banggai • Bantik • Baras • Batui • Behoa • Bentong • Bintauna • Boano • Bobongko • Bolango • Bonerate • Budong-Budong • Bugis • Bungku • Buol • Busoa • Buton (Ciacia • Kulisusu • Lasalimu • Wolio) • Campalagian • Dakka • Dampelas • Dondo • Duri • Enrekang • Gorontalo • Kaidipang • Kaili (Kaili Da'a • Kaili Ledo • Kaili Unde) • Kaimbulawa • Kalao • Kalumpang • Kamaru • Kioko • Kodeoha • Konjo Pegunungan • Konjo Pesisir • Koroni • Kumbewaha • Laiyolo • Lauje • Lemolang • Liabuku • Lindu • Lolak • Luwu • Maiwa • Makassar • Manado • Malimpung • Mamasa • Mamuju • Mandar • Melayu • Minahasa • Moma • Mongondow • Mori (Mori Atas • Mori Bawah) • Moronene • Muna • Napu • Onda'e • Padoe • Pamona • Panasuan • Pancana • Pannei • Pebato • Pendau • Polahi • Ponosakan • Rahambuu • Rampi • Ratahan • Saluan • Sangir • Sarudu • Sedoa • Seko Padang • Seko Tengah • Selayar • Suwawa • Taje • Tajio • Talaud • Taloki • Talondo' • Toala' • Tolaki • Tomadino • Tombelala • Tombulu • Tomini • Tondano • Tonsawang • Tonsea • Tontemboan • Topoiyo • Toraja • Totoli • Tukang Besi Selatan • Tukang Besi Utara • Ulumanda' • Uma • Wana • Waru • Wawonii • Wotu

Suku bangsa di Kepulauan Maluku

Alfur • Alune • Amahai • Ambelau • Ambon • Aputai • Asilulu • Babar Tenggara • Babar Utara • Bacan • Banda • Barakai • Bati • Batuley • Benggoi • Boano • Bobot • Buli • Buru • Dai • Damar Barat • Damar Timur • Dawera-Daweloor • Dobel • Elpaputih • Emplawas • Fordata • Galela • Gamkonora • Gane • Gebe • Geser-Gorom • Gorap • Haruku • Hitu • Horuru • Hoti • Huaulu • Hukumina • Hulung • Ibu • Ili'uun • Imroing • Kadai • Kaibobo • Kamarian • Kao • Karey • Kayeli • Kei • Kisar • Koba • Kola • Kompane • Kur • Laba • Laha • Larike-Wakasihu • Latu • Leti • Liana-Seti • Lisabata-Nuniali • Lisela • Lola • Loloda • Lorang • Loun • Luang • Luhu • Maba • Makian Barat • Makian Timur • Mangole • Manipa • Manombai • Manusela • Mariri • Masarete • Masela Barat • Masela Tengah • Masela Timur • Masiwang • Modole • Moksela • Naka'ela • Nila • Nuaulu (Naulu Selatan • Naulu Utara) • Nusa Laut • Oirata • Pagu • Palumata • Patani • Paulohi • Perai • Piru • Roma • Sahu • Salas • Saleman • Saparua • Sawai • Seit-Kaitetu • Selaru • Seluwasan • Sepa • Serili • Serua • Sula • Tabaru • Taliabu • Talur • Tarangan Barat • Tarangan Timur • Tela-Masbuar • Teluti • Teor • Ternate • Ternateño1 • Te'un • Tidore • Tobelo • Tugun • Togutil • Tulehu • Ujir • Waioli • Watubela • Wemale (Selatan • Utara) • Yalahatan • Yamdena

Suku bangsa di Papua *

Abinomn 3 • Abun 3 • Airoran • Ambai • Amungme • Anasi • Ansus • Arandai • Arfak (Hatam • Moile • Sough • Meyah) • Arguni • As • Asmat (Asmat Pantai Kasuari • Asmat Tengah • Asmat Utara • Asmat Yaosakor) • Atohwaim • Auye • Awbono • Awera • Awyi • Awyu • Bagusa • Baham • Barapasi • Bauzi • Bayono • Bedoanas • Beneraf • Berik • Betaf • Biak • Biga • Biritai • Bonggo • Burate • Burmeso • Burumakok • Buruwai • Busami • Citak • Dabe • Damal • Dani • Dao • Dem • Demisa • Dera • Diebroud • Dineor • Diuwe • Doutai • Duriankere • Dusner • Duvle • Edopi • Ekari • Elseng 3 • Emem • Eritai • Erokwanas • Fayu • Fedan • Foau • Gresi • Hupla • Iau • Iha • Imekko (Suabo • Kais • Puragi • Kaburi • Kokoda) • Irarutu • Iresim • Isirawa • Itik • Iwur • Jofotek-Bromnya • Kaiy • Kalabra • Kamberau • Kamoro • Kapauri • Kaptiau • Karas • Kaure • Kauwera • Kayagar • Kayupulau • Kehu 5 • Keijar • Kemberano • Kembra 5 • Kemtuik • Ketengban • Ketum • Kimaghima • Kimki • Kimyal • Kirikiri • Kofei • Kombai • Komyandaret • Konda • Koneraw • Kopkaka • Korowai • Kosare • Kowiai • Kuri • Kurudu • Kwer • Kwerba • Kwerba Mamberamo • Kwerisa • Kwesten • Kwinsu • Lani • Lepki 5 • Liki • Maden • Maibrat (Ayamaru • Karon Dori • Mare • Aifat • Aitinyo) • Mairasi • Mander • Mandobo Atas • Mandobo Bawah • Manem • Mapia • Marau • Marind (Marind Bian • Maklew-Yab • Kanum • Yei) • Masimasi • Massep 3 • Matbat • Mawes • Ma'ya (Laganyan • Kawe • Wauyai) • Mek (Kosarek • Nipsan • Nalca • Eipomek) • Mekwei • Meoswar • Mer • Mlap • Mo • Moi • Molof 5 • Mombum • Momuna • Moni • Mora • Mor • Morai • Morori • Moskona • Mpur 3 • Munggui • Murkim 5 • Muyu • Nafri • Nakai • Namla 5 • Narau • Ndom • Nduga • Ngalik • Ngalum • Nggem • Nimboran • Ninggerum • Nisa • Obokuitai • Onin • Ormu • Orya • Papasena • Papuma • Pom • Rasawa • Riantana • Roon • Samarokena • Saponi • Sauri • Sause • Saweru • Sawi • Seget • Sekar • Semimi • Sempan • Sentani • Serui-Laut • Sikaritai • Skou • Sobei • Sowanda • Sowari • Sunum • Tabla • Taikat • Tamagario • Tanahmerah • Tandia • Tangko • Tarpia • Tause • Tebi • Tefaro • Tehit • Tobati • Tofanma 5 • Towei • Trimuris • Tsaukambo • Tunggare • Una • Uruangnirin • Usku 5 • Viid • Vitou • Wabo • Waigeo • Walak • Wambon • Wandamen • Wanggom • Wano • Warembori • Wares • Waris • Waritai • Warkay-Bipim • Waropen • Wauyai • Woi • Wolai • Woria • Yahadian • Yali • Yaqay • Yarsun • Yaur • Yawa • Yeretuar • Yetfa • Yoke • Zorop

Suku bangsa lain
Lihat pula: Pribumi-Nusantara
*Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan