Senin, 19 Oktober 2026
05:57 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Suku Sahu

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:
Suku Sahu
Daerah dengan populasi signifikan
Maluku Utara (Kabupaten Halmahera Barat)
Bahasa
Bahasa Sahu dan bahasa Indonesia
Agama
Kristen 65%, Islam 35%[1]
Kelompok etnik terkait
Suku Tobelo, Suku Tidore

Suku Sahu adalah suku asli pulau halmahera Indonesia yang kebanyakan bermukim wilayah kota Jailolo, kecamatan Sahu dan kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara. Wilayah sahu awal nya bernama Ji'o japung malamo(daerah cekungan besar). Suku Sahu memiliki struktur masyarakat yang terdiri dari struktur masyarakat pada masa kesultanan dan pada masa kini. Struktur masyarakat pada masa kesultanan Ternate yaitu: Walasae: Marga pimpinan; hanya dari rumpun Walasae yang menjadi pimpinan dalam masyarakat suku Sahu. Kapita: Sebagai panglima perang. Walangatom: Marga prajurit. Jou/Olan ma bala: Pegawai kesultanan; tugasnya mengumpulkan upeti. Jou guru / Gomater: Bertugas dalam bidang keagamaan (pemimpin ritual). Khalifa: Pendamping Gomater; tugasnya mempersiapkan berbagai perlengkapan dalam setiap upacara di bidang keagamaan. Ngoarepe: Masyarakat. Sedangkan struktur masyarakat Suku Sahu saat ini yaitu: Fomanyira: Pemimpin Gam (desa) atau pemimpin masyarakat. Gam Makale: Merupakan institusi masyarakat yang anggotanya terdiri dari Walasae dan Walangatom; tugasnya adalah mengatur dan menegakkan hukum-hukum adat. Babamasohi: Tua-tua kampung; Mereka mendampingi dan memberikan legitimasi kepada Gam Makale dalam mengatur dan menegakkan hukum adat. Ngoarepe: Masyarakat.

Konon menurut cerita warga Sahu, nama Sahu diberikan oleh Kesultanan Ternate. Nama itu diberikan karena pada saat itu seorang utusan dari sahu sangaji, orang yang memimpin daerah sahu dlm  bidang pemerintahan kesultanan saat itu/kepala camat untuk saat ini menemui sang Sultan tepat diwaktu Sahur,sultan pun berkata dalam bahasa ternate " hara kane si jou sahur, jadi kane suku ngana si golo ngana jiko sahu" sehingga Sultan memanggil mereka sebagai Orang Sahu.[2]

Kebudayaan

Rumah Adat Sasadu

Rumah adat menjadi bangunan utama dalam sebuah suku. Rumah adat suku Sahu disebut Sasadu. Rumah adat yang cukup sederhana ini menjadi simbol kebersamaan antar sesama suku Sahu. Pembuatannya yang tidak menggunakan paku, di dalamnya terkandung makna di mana suku Sahu sangat menghargai kaum perempuan.[3] Di dalam ruangan rumah Sasadu terdapat dua buah meja, satu untuk kaum perempuan diposisi paling depan, sedangkan satu lagi untuk kaum laki-laki diposisi paling belakang. Posisi meja kaum perempuan paling depan sebagai makna bahwa kaum perempuan lebih diutamakan dan kaum pria siap untuk selalu melindungi dari belakang.[3]

Di dalam rumah Sasadu ini diadakan berbagai kegiatan adat. Salah satunya acara orom Toma Sasadu sebuah acara ucapan syukur atas panen. Selain itu acara pemasangan bumbungan Sasadu (atap sasadu) juga menjadi acara penting di rumah Sasadu.[3]

Pemasangan Bumbungan Sasadu

Banyak budaya di Indonesia yang menjadikan Indonesia salah satu negara yang kaya akan keberagaman adat budaya yang tidak dimiliki negara lain. Salah satu di antaranya ialah Pemasangan Bumbungan Sasadu dalam suku Sahu. Kegiatan ini sesuatu yang sakral karena sangat jarang dilakukan sehingga dalam pelaksanaannya sangat dihargai oleh warga suku Sahu. Ini merupakan pemasangan bumbungan di atap rumah adat suku Sahu yakni di Sasadu, dalam bahasa Sahu disebut Sibere Wanat Sasadu.[4] Bumbungan atap rumah atau Wanat Sasadu ini dibuat dari daun pohon sagu, dilapisi pohon bambu lalu diikat menggunakan tali gumutu. Tali gumutu sebuah tali yang diolah dari serabut pohon enau.[4]

Sedangkan penyangga rumah Sasadu terbuat dari kayu Gofasa. Kayu ini cukup kuat dan tahan lama, dan diambil dari pedalaman pulau Halmahera sehingga untuk rumah Sasadu yang terlihat sangat sederhana tetapi harganya bisa mencapai Rp 150 juta. Rumah Sasadu tidak memiliki pintu dan jendela, tetapi atap dibangun tinggi sehingga ada sirkulasi udara di dalamnya.[5]

Pada kesempatan langka, pada tahun 1 Mei 2018 lalu, dilakukan peresmian rumah adat Sasadu di desa Akelamo, kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat bertepatan diadakannya Festival Teluk Jailolo 2018. Peresmian ini memikat warga Sahu dan warga sekitar.[5]

Untuk memulai acara ini, salah seorang tokoh adat akan memimpin dalam doa, supaya acara dapat berjalan dengan baik.[4] Selanjutnya, bumbungan atap Sasadu siap untuk dinaikan dan di atas beberapa orang pria terpilih bersiap untuk menarik dan menaikkan bumbungan atau wanat tersebut.[4]

Petugas penarik wanat menggunakan tali dan menarik wanat dengan mengikuti rel buatan yang terdiri dari dua batang pohon bambu supaya wanat mudah ditarik. Selama Prosesi pengangkatan hingga terpasangnya wanat, akan diiringi oleh lantunan gong dan musik Tifa yang berlangsung sekitar 30 menit. Momen sakral acara ini ditandai dengan terpasangnya Wanat di atas Sasadu.[4]

Kepercayaan

Kabupaten Halmahera Barat dikenal akan keberagamannya, termasuk di dalamnya keberagaman akan keyakinan atau agama di antara suku Sahu. Mayoritas di antara mereka telah memeluk agama Kristen Protestan sekitar 65% dan selebihnya memeluk agama Islam 35%.[6] Meskipun demikian, tingkat keharmonisan antar pemeluk agama di antara suku Sahu dapat terjaga dengan baik.

Makanan & Minuman Khas Sahu

Salah satu makanan khas dari suku Sahu ialah Nasi Jala atau disebut juga Nasi Kembar. Proses pembuatan nasi Jala ini sama dengan membuat lemang. Beras dibalut dengan daun pisang lalu dimasukkan kedalam bambu seukuran 1 meter lalu kemudian dibakar menggunakan arang atau patok kepala dengan api yang tidak terlalu besar, sehingga matangnya lebih sempurna.[5] Setelah matang, nasi Jala siap disajikan. Biasanya warga suku Sahu memakan nasi Jala bersamaan dengan ikan rica-rica.[2]

Sedangkan salah satu minuman khas suku Sahu ialah Saguer. Saguer adalah arak pada umumnya. Minuman ini sering disajikan pada acara ucapan syukur atas panen penduduk setempat yang diadakan di "Sasadu" rumah adat suku Sahu.[2] Tentunya minuman ini dikhususkan untuk warga yang sudah dewasa.

Pekerjaan

Kebanyakan warga suku Sahu bekerja sebagai petani, khususnya bertani sawah. Hal ini dibuktikan adanya acara adat suku Sahu yakni "orom Toma Sasadu" (orom artinya "makan", toma artinya "di", dan Sasadu adalah "rumah adat suku Sahu") yang dapat diartikan "makan di Sasadu".[2] Acara ini merupakan acara adat sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas panen sawah yang mereka dapat. Acara ini bisa dilakukan dua kali dalam setahun. Masa lalu acara ini bisa dilakukan beberapa hari, tetapi kini cukup hanya sehari saja. Selain makan, mereka juga akan bernyanyi bersama, menari, dan juga minum Saguer.[2]

Referensi

  1. ↑
  2. 1 2 3 4 5 "Berkenalan Dengan Suku Sahu, Penduduk Asli Jailolo di Halmahera Barat". Kumparan. Diakses tanggal 8 April 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 "Rumah Adat Sasadu Maluku Utara". www.situsbudaya.id. Diakses tanggal 8 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 Aprilia, Annisa. "Sakralnya Prosesi Pemasangan Bumbungan Atap Rumah Adat Suku Sahu". Okezone.com. Diakses tanggal 8 April 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Mustafa, Ardita. "Dansa dan Makan, Keseruan dalam Peresmian Rumah Adat Jailolo". CNN Indonesia.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |accesadate= diabaikan
  6. ↑
Suku bangsa di Sumatra
Batak
Melayu
Minangkabau
Melayu Bukit Barisan Selatan
Melayu Aborigin
Lampung
Kepulauan Barat Sumatera
Lain-lain
Tionghoa
Suku bangsa di Jawa

Baduy • Banten • Bawean • Betawi • Ciptagelar • Cirebon • Indo • Jawa • Kalang • Kangean • Madura • Melayu • Osing • Peranakan • Sunda • Tengger

Abui • Adang • Adonara • Alor • Amarasi • Anakalangu • Atoni • Bali • Bilba • Bima • Blagar • Boti • Bunak • Dela-Oenale • Dengka • Dhao • Ende • Hamap • Helong • Ile Ape • Kabola • Kafoa • Kamang • Kambera • Kedang • Kelon • Kemak • Ke'o • Kepo' • Kodi • Komodo • Kui • Kula • Lamaholot • Lamalera • Lamatuka • Lamboya • Lamma • Laura • Lembata Barat • Lembata Selatan • Levuka • Lewo Eleng • Lewotobi • Lio • Lole • Melayu Loloan • Kupang • Larantuka • Mamboru • Manggarai • Nage • Nedebang • Ngada • Ngada Timur • Palue • Rajong • Rembong • Retta • Ringgou • Riung • Rongga • Sabu • Sasak • Sawila • Sika • So'a • Sumba • Sumbawa • Tambora • Tereweng • Termanu • Tetun • Tewa • Tii • Uab Meto • Wae Rana • Wanukaka • Wejewa • Wersing

Suku bangsa di Kalimantan *

Abal • Agabag • Ampanang • Aoheng • Bahau • Bakati' • Bekati' Rara • Bekati' Sara • Bakumpai • Banjar • Basap • Bawo • Benyadu' • Bentian • Benuaq • Berau • Bidayuh (Biatah • Bukar-Sadong) • Bolongan • Bukit (Pitap) • Bukitan • Burusu • Dayak • Dusun (Deyah • Malang • Witu) • Embaloh • Iban (Mualang • Seberuang) • Jangkang • Kanayatn • Kayan (Busang • Mahakam • Sungai Kayan • Mendalam • Wahau) • Kebahan • Kelabit • Kembayan • Keninjal • Kenyah (Kelinyau • Wahau • Lebu' Kulit) • Kohin • Krio • Kutai (Kota Bangun • Tenggarong) • Lawangan • Lengilu • Lun Bawang • Ma'anyan • Mali • Mayau • Melayu • Modang • Ngaju (Barangas • Katingan) • Okolod • Ot Danum (Limbai) • Paku • Pasir • Pesaguan • Punan (Aput • Bukat • Hovongan • Kereho • Merah • Merap • Tubu) • Putoh • Ribun • Sa'ban • Sambas • Sanjau Basap • Sanggau • Segai • Selungai Murut • Semandang • Sembakung Murut • Siang Murung • Tagal Murut • Taman • Tausug • Tawoyan • Tidung • Tunjung • Uma' Lasan • Uma' Lung • Wehea

Suku bangsa di Sulawesi

Andio • Aralle-Tabulahan • Bada • Bahonsuai • Bajau • Balaesang • Balantak • Bambam • Banggai • Bantik • Baras • Batui • Behoa • Bentong • Bintauna • Boano • Bobongko • Bolango • Bonerate • Budong-Budong • Bugis • Bungku • Buol • Busoa • Buton (Ciacia • Kulisusu • Lasalimu • Wolio) • Campalagian • Dakka • Dampelas • Dondo • Duri • Enrekang • Gorontalo • Kaidipang • Kaili (Kaili Da'a • Kaili Ledo • Kaili Unde) • Kaimbulawa • Kalao • Kalumpang • Kamaru • Kioko • Kodeoha • Konjo Pegunungan • Konjo Pesisir • Koroni • Kumbewaha • Laiyolo • Lauje • Lemolang • Liabuku • Lindu • Lolak • Luwu • Maiwa • Makassar • Manado • Malimpung • Mamasa • Mamuju • Mandar • Melayu • Minahasa • Moma • Mongondow • Mori (Mori Atas • Mori Bawah) • Moronene • Muna • Napu • Onda'e • Padoe • Pamona • Panasuan • Pancana • Pannei • Pebato • Pendau • Polahi • Ponosakan • Rahambuu • Rampi • Ratahan • Saluan • Sangir • Sarudu • Sedoa • Seko Padang • Seko Tengah • Selayar • Suwawa • Taje • Tajio • Talaud • Taloki • Talondo' • Toala' • Tolaki • Tomadino • Tombelala • Tombulu • Tomini • Tondano • Tonsawang • Tonsea • Tontemboan • Topoiyo • Toraja • Totoli • Tukang Besi Selatan • Tukang Besi Utara • Ulumanda' • Uma • Wana • Waru • Wawonii • Wotu

Suku bangsa di Kepulauan Maluku

Alfur • Alune • Amahai • Ambelau • Ambon • Aputai • Asilulu • Babar Tenggara • Babar Utara • Bacan • Banda • Barakai • Bati • Batuley • Benggoi • Boano • Bobot • Buli • Buru • Dai • Damar Barat • Damar Timur • Dawera-Daweloor • Dobel • Elpaputih • Emplawas • Fordata • Galela • Gamkonora • Gane • Gebe • Geser-Gorom • Gorap • Haruku • Hitu • Horuru • Hoti • Huaulu • Hukumina • Hulung • Ibu • Ili'uun • Imroing • Kadai • Kaibobo • Kamarian • Kao • Karey • Kayeli • Kei • Kisar • Koba • Kola • Kompane • Kur • Laba • Laha • Larike-Wakasihu • Latu • Leti • Liana-Seti • Lisabata-Nuniali • Lisela • Lola • Loloda • Lorang • Loun • Luang • Luhu • Maba • Makian Barat • Makian Timur • Mangole • Manipa • Manombai • Manusela • Mariri • Masarete • Masela Barat • Masela Tengah • Masela Timur • Masiwang • Modole • Moksela • Naka'ela • Nila • Nuaulu (Naulu Selatan • Naulu Utara) • Nusa Laut • Oirata • Pagu • Palumata • Patani • Paulohi • Perai • Piru • Roma • Sahu • Salas • Saleman • Saparua • Sawai • Seit-Kaitetu • Selaru • Seluwasan • Sepa • Serili • Serua • Sula • Tabaru • Taliabu • Talur • Tarangan Barat • Tarangan Timur • Tela-Masbuar • Teluti • Teor • Ternate • Ternateño1 • Te'un • Tidore • Tobelo • Tugun • Togutil • Tulehu • Ujir • Waioli • Watubela • Wemale (Selatan • Utara) • Yalahatan • Yamdena

Suku bangsa di Papua *

Abinomn 3 • Abun 3 • Airoran • Ambai • Amungme • Anasi • Ansus • Arandai • Arfak (Hatam • Moile • Sough • Meyah) • Arguni • As • Asmat (Asmat Pantai Kasuari • Asmat Tengah • Asmat Utara • Asmat Yaosakor) • Atohwaim • Auye • Awbono • Awera • Awyi • Awyu • Bagusa • Baham • Barapasi • Bauzi • Bayono • Bedoanas • Beneraf • Berik • Betaf • Biak • Biga • Biritai • Bonggo • Burate • Burmeso • Burumakok • Buruwai • Busami • Citak • Dabe • Damal • Dani • Dao • Dem • Demisa • Dera • Diebroud • Dineor • Diuwe • Doutai • Duriankere • Dusner • Duvle • Edopi • Ekari • Elseng 3 • Emem • Eritai • Erokwanas • Fayu • Fedan • Foau • Gresi • Hupla • Iau • Iha • Imekko (Suabo • Kais • Puragi • Kaburi • Kokoda) • Irarutu • Iresim • Isirawa • Itik • Iwur • Jofotek-Bromnya • Kaiy • Kalabra • Kamberau • Kamoro • Kapauri • Kaptiau • Karas • Kaure • Kauwera • Kayagar • Kayupulau • Kehu 5 • Keijar • Kemberano • Kembra 5 • Kemtuik • Ketengban • Ketum • Kimaghima • Kimki • Kimyal • Kirikiri • Kofei • Kombai • Komyandaret • Konda • Koneraw • Kopkaka • Korowai • Kosare • Kowiai • Kuri • Kurudu • Kwer • Kwerba • Kwerba Mamberamo • Kwerisa • Kwesten • Kwinsu • Lani • Lepki 5 • Liki • Maden • Maibrat (Ayamaru • Karon Dori • Mare • Aifat • Aitinyo) • Mairasi • Mander • Mandobo Atas • Mandobo Bawah • Manem • Mapia • Marau • Marind (Marind Bian • Maklew-Yab • Kanum • Yei) • Masimasi • Massep 3 • Matbat • Mawes • Ma'ya (Laganyan • Kawe • Wauyai) • Mek (Kosarek • Nipsan • Nalca • Eipomek) • Mekwei • Meoswar • Mer • Mlap • Mo • Moi • Molof 5 • Mombum • Momuna • Moni • Mora • Mor • Morai • Morori • Moskona • Mpur 3 • Munggui • Murkim 5 • Muyu • Nafri • Nakai • Namla 5 • Narau • Ndom • Nduga • Ngalik • Ngalum • Nggem • Nimboran • Ninggerum • Nisa • Obokuitai • Onin • Ormu • Orya • Papasena • Papuma • Pom • Rasawa • Riantana • Roon • Samarokena • Saponi • Sauri • Sause • Saweru • Sawi • Seget • Sekar • Semimi • Sempan • Sentani • Serui-Laut • Sikaritai • Skou • Sobei • Sowanda • Sowari • Sunum • Tabla • Taikat • Tamagario • Tanahmerah • Tandia • Tangko • Tarpia • Tause • Tebi • Tefaro • Tehit • Tobati • Tofanma 5 • Towei • Trimuris • Tsaukambo • Tunggare • Una • Uruangnirin • Usku 5 • Viid • Vitou • Wabo • Waigeo • Walak • Wambon • Wandamen • Wanggom • Wano • Warembori • Wares • Waris • Waritai • Warkay-Bipim • Waropen • Wauyai • Woi • Wolai • Woria • Yahadian • Yali • Yaqay • Yarsun • Yaur • Yawa • Yeretuar • Yetfa • Yoke • Zorop

Suku bangsa lain
Lihat pula: Pribumi-Nusantara
*Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan