Rabu, 28 Oktober 2026
14:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Suku Selayar

Suku Selayar

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:
Suku Selayar
To Silajara
250px-Pulau_Selayar%2C_old_man_smoking_%286969103379%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang lelaki tua Selayar sedang menghisap rokok tembakau.
Jumlah populasi
130.000 (2024)
Bahasa
Selayar dan Laiyolo (asli)
Makassar, Melayu Makassar, dan Indonesia
Agama
Islam Sunni
Kelompok etnik terkait
Bangsa Austronesia
(Makassar •Bugis •Bonerate •Bajau)

Suku Selayar (Selayar: To Silajara) adalah kelompok etnis asli dari Kepulauan Selayar, di ujung selatan Sulawesi, Indonesia. Secara umum, suku Selayar mirip dengan suku Makassar, dan kadang-kadang dianggap sebagai bagian darinya. Hal ini termasuk kesamaan dalam gaya hidup dan budaya.[1] Mereka adalah kelompok etnis yang bergantung pada kehidupan laut, termasuk sebagai pengembara laut, meskipun jangkauan mereka tidak seluas orang Bajau.[2]

Budaya

250px-UvA-BC_300.118_-_Siboga_-_volksspelen_te_Saleyer_%28Silaijara%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Selayar menunggang kuda dalam ekspedisi Siboga ke Hindia Belanda, dipimpin oleh Max Wilhelm Carl Weber, 1899–1900.
250px-Anak_muda%2C_Upacara_Penikah%2C_Pulau_Selayar%2C_Sulewesi_Selatan%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak laki-laki Selayar pada upacara penikah, 2007.
250px-Gadis_Muda%2C_Upacara_Penikah%2C_Pulau_Selayar%2C_Sulewesi_Selatan%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak perempuan Selayar pada upacara penikah, 2007.

Kebudayaan masyarakat Selayar identik dengan kebudayaan suku bangsa lain yang berkerabat, terutama dengan suku Makassar, karena hubungan kekerabatannya yang sudah terjalin selama berabad-abad. Rata-rata mereka bekerja sebagai nelayan, sama seperti tetangga mereka.[3] Suatu ketika mereka juga berada di bawah kekuasaan Kesultanan Gowa, monarki suku Makassar.[4] Misalnya saja budaya pernikahan masyarakat Selayar yang memiliki adat erang-erang bosara yang mirip dengan budaya masyarakat Makassar, dan banyak kesamaan lainnya.[5]

Meski memiliki banyak kemiripan dengan orang Makassar, mereka tidak serta-merta mau disebut sebagai orang Makassar. Masyarakat Selayar lebih memilih untuk berdiri sendiri sebagai kelompok etnis yang diakui. Meskipun mereka menganggap diri mereka berbeda dengan orang Makassar, dalam hal bahasa dan asal-usul, kemungkinan besar mereka memiliki sejarah asal-usul dan nenek moyang yang sama.[6]

Masyarakat Selayar dikenal memiliki karakter yang lemah lembut dan sopan, serta memiliki aturan sosial tersendiri. Aturan-aturan ini diwariskan dari generasi ke generasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aturan sosial ini adalah kapalli', yang berarti 'tabu' atau 'larangan'. Sesuatu yang tidak boleh dilakukan, karena jika dilakukan maka akan terjadi hal buruk kepada pelanggarnya.[7]

kapalli' dalam masyarakat Selayar, meliputi:

  • assalla (menghina orang lain)
  • anjai' bangngi (menjahit di malam hari)
  • akkelong ri'pa' palluang (bernyanyi di dapur)
  • attolong ri babaang (duduk di depan pintu)
  • muliang sa'ra' allo (pulang ke rumah saat salat Magrib)
  • pattolongi lungang (duduk di atas bantal)
  • bonting sampu' sikali (menikah dengan sepupu pertama)
  • a'dopa dopa (rentan)
  • ta'mea menteng (berdiri untuk buang air kecil)
  • akkanai (pembicaraan kotor)
  • ambokoi to nganre (meninggalkan orang yang sedang makan)

Bahasa

Masyarakat Selayar mempunyai bahasanya sendiri yaitu bahasa Selayar. Bahasa Selayar sangat berbeda dengan bahasa Makassar, meskipun masih termasuk dalam rumpun bahasa Makassar dari rumpun bahasa Sulawesi Selatan.[8] Beberapa kosakata dalam bahasa Selayar sama dengan bahasa Makassar, tetapi pengucapan dan intonasinya berbeda. Dalam bahasa Selayar tidak ada tingkatan bahasa, baik kasar maupun halus. Bahasa Selayar juga berkerabat dengan bahasa Konjo Pesisir yang dituturkan di wilayah pesisir Bulukumba, Sulawesi Selatan.[9]

Selain menggunakan bahasa Selayar sebagai bahasa utama, suku Selayar juga menggunakan bahasa Laiyolo di wilayah kecamatan Bontosikuyu, di bagian selatan Pulau Selayar, sebuah bahasa Wotu–Wolio dari rumpun bahasa Celebik.[10] Penuturnya berjumlah sekitar 800 pada tahun 1997 menurut Ethnologue.[11] Secara etnis, mereka tidak dianggap berbeda dengan orang Selayar pada umumnya, meskipun mereka berbicara bahasa yang berbeda.[12] Hal ini berbeda dengan orang Bonerate di Kepulauan Taka Bonerate yang walaupun secara wilayah administratif sama, tetapi berbeda secara linguistik dan etnis.[13]

Agama

250px-Pulau_Selayar%2C_muslim_women_%286969124081%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua wanita Muslim tua dari suku Selayar mengenakan mukena.

Hampir semua orang Selayar beragama Islam Sunni, sama seperti orang Makassar. Pengaruh Islam sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Selayar, terlihat dari budayanya yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Islam telah berakar di sana sejak awal penyebaran Islam di sana oleh Kesultanan Gowa yang sangat berpengaruh di wilayah tersebut.[14] Namun, ada juga beberapa kerajaan lokal kecil di Kepulauan Selayar yang membantu penyebaran Islam, seperti Kerajaan Gantarang.[15]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Armin, Mardi A. (2019). Budaya Dan Rantau Bugis Makassar: Sub Kajian Etnis Selayar. Universitas Hasanuddin. Makassar, Indonesia: UPT Unhas Press. hlm. 1–136. ISBN 978-979-530-211-7.
  2. ↑ Sultani. "Jelajah Terumbu Karang: Kearifan Lokal Selayar dalam Menjaga Laut". jelajah.kompas.id. Kompas. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  3. ↑ Khozin, M. (2018). "Sejarah Kebudayaan Maritim: Tinjauan Historis Kondisi Masyarakat Selayar". Surabaya, Indonesia: Universitas Airlangga. Diarsipkan 2019-04-03 di Wayback Machine
  4. ↑ Heersink, C. (1999). Dependence on green gold: a socio-economic history of the Indonesian coconut island Selayar. Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde; 184 (dalam bahasa Inggris). Leiden, the Netherlands: KITLV Press. hlm. 1–371. ISBN 9067181293.
  5. ↑ "Asal Usul Orang Selayar". www.galigo.tv. Galigo TV. 20 Februari 2021. Diakses tanggal 30 Oktober 2025.
  6. ↑ Itsnaini, Faqihah M. (6 Mei 2021). "Asal Usul dan Nilai Kebudayaan Suku Selayar dari Provinsi Sulawesi Selatan". www.detik.com. Detik. Diakses tanggal 30 Oktober 2025.
  7. ↑ Ahmadin, A. (2009). Kapalli': Kearifan Lokal Orang Selayar (Edisi 1). Makassar, Indonesia: Rayhan Intermedia. ISBN 978-602-95545-2-6.
  8. ↑ Basri, Hasan (1999). Phonological and syntactic reflections of the morphological structure of Selayarese (Ph.D. dissertation) (dalam bahasa Inggris). New York, Amerika Serikat: State University of New York at Stony Brook.
  9. ↑ Grimes, C.E.; B.E. Grimes (1987). Languages of South Sulawesi (dalam bahasa Inggris). Canberra, Australia: Department of Linguistics, Research School of Pacific Studies, Australian National University. doi:10.15144/PL-D78. ISBN 0858833522.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  10. ↑ Laidig, Wyn D.; Maingak, Sahabu Dg. (1999). Laidig, Wyn D. (ed.). Barang-barang phonology: a preliminary description. Studies in Sulawesi linguistics (dalam bahasa Inggris). Vol. VI. Jakarta, Indonesia: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. hlm. 46–83.
  11. ↑ Laiyolo di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  12. ↑ Zulkarnain, Z. (2022). Aktivitas Gerombolan DI/TII di Selayar (1953–1960) (PDF) (Tesis). Repository Unhas. Makassar, Indonesia: Universitas Hasanuddin. hlm. 1–66.
  13. ↑ Broch, Harald B. (1985). ""Crazy Women are Performing in Sombali": A Possession-Trance Ritual on Bonerate, Indonesia". Autumn (dalam bahasa Inggris). 13 (3). London, England: Ethos: 262–282. ISSN 1548-1352.
  14. ↑ Sila, M. Adlin (2015). "The Lontara': The Bugis-Makassar Manuscripts and their Histories". Maudu': A Way of Union with God (dalam bahasa Inggris). Australian National University. Canberra, Australia: ANU Press. hlm. 27–40. ISBN 978-1-925022-70-4. JSTOR j.ctt19893ms.10.
  15. ↑ Wardhani, Citra (29 April 2024). "Masjid Tua Lalang Bata: Jejak Sejarah Masuknya Islam di Kepulauan Selayar". selayar.quarta.id. Selayar Quarta. Diakses tanggal 30 Oktober 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Suku bangsa di Sumatra
Batak
Melayu
Minangkabau
Melayu Bukit Barisan Selatan
Melayu Aborigin
Lampung
Kepulauan Barat Sumatera
Lain-lain
Tionghoa
Suku bangsa di Jawa

Baduy • Banten • Bawean • Betawi • Ciptagelar • Cirebon • Indo • Jawa • Kalang • Kangean • Madura • Melayu • Osing • Peranakan • Sunda • Tengger

Abui • Adang • Adonara • Alor • Amarasi • Anakalangu • Atoni • Bali • Bilba • Bima • Blagar • Boti • Bunak • Dela-Oenale • Dengka • Dhao • Ende • Hamap • Helong • Ile Ape • Kabola • Kafoa • Kamang • Kambera • Kedang • Kelon • Kemak • Ke'o • Kepo' • Kodi • Komodo • Kui • Kula • Lamaholot • Lamalera • Lamatuka • Lamboya • Lamma • Laura • Lembata Barat • Lembata Selatan • Levuka • Lewo Eleng • Lewotobi • Lio • Lole • Melayu Loloan • Kupang • Larantuka • Mamboru • Manggarai • Nage • Nedebang • Ngada • Ngada Timur • Palue • Rajong • Rembong • Retta • Ringgou • Riung • Rongga • Sabu • Sasak • Sawila • Sika • So'a • Sumba • Sumbawa • Tambora • Tereweng • Termanu • Tetun • Tewa • Tii • Uab Meto • Wae Rana • Wanukaka • Wejewa • Wersing

Suku bangsa di Kalimantan *

Abal • Agabag • Ampanang • Aoheng • Bahau • Bakati' • Bekati' Rara • Bekati' Sara • Bakumpai • Banjar • Basap • Bawo • Benyadu' • Bentian • Benuaq • Berau • Bidayuh (Biatah • Bukar-Sadong) • Bolongan • Bukit (Pitap) • Bukitan • Burusu • Dayak • Dusun (Deyah • Malang • Witu) • Embaloh • Iban (Mualang • Seberuang) • Jangkang • Kanayatn • Kayan (Busang • Mahakam • Sungai Kayan • Mendalam • Wahau) • Kebahan • Kelabit • Kembayan • Keninjal • Kenyah (Kelinyau • Wahau • Lebu' Kulit) • Kohin • Krio • Kutai (Kota Bangun • Tenggarong) • Lawangan • Lengilu • Lun Bawang • Ma'anyan • Mali • Mayau • Melayu • Modang • Ngaju (Barangas • Katingan) • Okolod • Ot Danum (Limbai) • Paku • Pasir • Pesaguan • Punan (Aput • Bukat • Hovongan • Kereho • Merah • Merap • Tubu) • Putoh • Ribun • Sa'ban • Sambas • Sanjau Basap • Sanggau • Segai • Selungai Murut • Semandang • Sembakung Murut • Siang Murung • Tagal Murut • Taman • Tausug • Tawoyan • Tidung • Tunjung • Uma' Lasan • Uma' Lung • Wehea

Suku bangsa di Sulawesi

Andio • Aralle-Tabulahan • Bada • Bahonsuai • Bajau • Balaesang • Balantak • Bambam • Banggai • Bantik • Baras • Batui • Behoa • Bentong • Bintauna • Boano • Bobongko • Bolango • Bonerate • Budong-Budong • Bugis • Bungku • Buol • Busoa • Buton (Ciacia • Kulisusu • Lasalimu • Wolio) • Campalagian • Dakka • Dampelas • Dondo • Duri • Enrekang • Gorontalo • Kaidipang • Kaili (Kaili Da'a • Kaili Ledo • Kaili Unde) • Kaimbulawa • Kalao • Kalumpang • Kamaru • Kioko • Kodeoha • Konjo Pegunungan • Konjo Pesisir • Koroni • Kumbewaha • Laiyolo • Lauje • Lemolang • Liabuku • Lindu • Lolak • Luwu • Maiwa • Makassar • Manado • Malimpung • Mamasa • Mamuju • Mandar • Melayu • Minahasa • Moma • Mongondow • Mori (Mori Atas • Mori Bawah) • Moronene • Muna • Napu • Onda'e • Padoe • Pamona • Panasuan • Pancana • Pannei • Pebato • Pendau • Polahi • Ponosakan • Rahambuu • Rampi • Ratahan • Saluan • Sangir • Sarudu • Sedoa • Seko Padang • Seko Tengah • Selayar • Suwawa • Taje • Tajio • Talaud • Taloki • Talondo' • Toala' • Tolaki • Tomadino • Tombelala • Tombulu • Tomini • Tondano • Tonsawang • Tonsea • Tontemboan • Topoiyo • Toraja • Totoli • Tukang Besi Selatan • Tukang Besi Utara • Ulumanda' • Uma • Wana • Waru • Wawonii • Wotu

Suku bangsa di Kepulauan Maluku

Alfur • Alune • Amahai • Ambelau • Ambon • Aputai • Asilulu • Babar Tenggara • Babar Utara • Bacan • Banda • Barakai • Bati • Batuley • Benggoi • Boano • Bobot • Buli • Buru • Dai • Damar Barat • Damar Timur • Dawera-Daweloor • Dobel • Elpaputih • Emplawas • Fordata • Galela • Gamkonora • Gane • Gebe • Geser-Gorom • Gorap • Haruku • Hitu • Horuru • Hoti • Huaulu • Hukumina • Hulung • Ibu • Ili'uun • Imroing • Kadai • Kaibobo • Kamarian • Kao • Karey • Kayeli • Kei • Kisar • Koba • Kola • Kompane • Kur • Laba • Laha • Larike-Wakasihu • Latu • Leti • Liana-Seti • Lisabata-Nuniali • Lisela • Lola • Loloda • Lorang • Loun • Luang • Luhu • Maba • Makian Barat • Makian Timur • Mangole • Manipa • Manombai • Manusela • Mariri • Masarete • Masela Barat • Masela Tengah • Masela Timur • Masiwang • Modole • Moksela • Naka'ela • Nila • Nuaulu (Naulu Selatan • Naulu Utara) • Nusa Laut • Oirata • Pagu • Palumata • Patani • Paulohi • Perai • Piru • Roma • Sahu • Salas • Saleman • Saparua • Sawai • Seit-Kaitetu • Selaru • Seluwasan • Sepa • Serili • Serua • Sula • Tabaru • Taliabu • Talur • Tarangan Barat • Tarangan Timur • Tela-Masbuar • Teluti • Teor • Ternate • Ternateño1 • Te'un • Tidore • Tobelo • Tugun • Togutil • Tulehu • Ujir • Waioli • Watubela • Wemale (Selatan • Utara) • Yalahatan • Yamdena

Suku bangsa di Papua *

Abinomn 3 • Abun 3 • Airoran • Ambai • Amungme • Anasi • Ansus • Arandai • Arfak (Hatam • Moile • Sough • Meyah) • Arguni • As • Asmat (Asmat Pantai Kasuari • Asmat Tengah • Asmat Utara • Asmat Yaosakor) • Atohwaim • Auye • Awbono • Awera • Awyi • Awyu • Bagusa • Baham • Barapasi • Bauzi • Bayono • Bedoanas • Beneraf • Berik • Betaf • Biak • Biga • Biritai • Bonggo • Burate • Burmeso • Burumakok • Buruwai • Busami • Citak • Dabe • Damal • Dani • Dao • Dem • Demisa • Dera • Diebroud • Dineor • Diuwe • Doutai • Duriankere • Dusner • Duvle • Edopi • Ekari • Elseng 3 • Emem • Eritai • Erokwanas • Fayu • Fedan • Foau • Gresi • Hupla • Iau • Iha • Imekko (Suabo • Kais • Puragi • Kaburi • Kokoda) • Irarutu • Iresim • Isirawa • Itik • Iwur • Jofotek-Bromnya • Kaiy • Kalabra • Kamberau • Kamoro • Kapauri • Kaptiau • Karas • Kaure • Kauwera • Kayagar • Kayupulau • Kehu 5 • Keijar • Kemberano • Kembra 5 • Kemtuik • Ketengban • Ketum • Kimaghima • Kimki • Kimyal • Kirikiri • Kofei • Kombai • Komyandaret • Konda • Koneraw • Kopkaka • Korowai • Kosare • Kowiai • Kuri • Kurudu • Kwer • Kwerba • Kwerba Mamberamo • Kwerisa • Kwesten • Kwinsu • Lani • Lepki 5 • Liki • Maden • Maibrat (Ayamaru • Karon Dori • Mare • Aifat • Aitinyo) • Mairasi • Mander • Mandobo Atas • Mandobo Bawah • Manem • Mapia • Marau • Marind (Marind Bian • Maklew-Yab • Kanum • Yei) • Masimasi • Massep 3 • Matbat • Mawes • Ma'ya (Laganyan • Kawe • Wauyai) • Mek (Kosarek • Nipsan • Nalca • Eipomek) • Mekwei • Meoswar • Mer • Mlap • Mo • Moi • Molof 5 • Mombum • Momuna • Moni • Mora • Mor • Morai • Morori • Moskona • Mpur 3 • Munggui • Murkim 5 • Muyu • Nafri • Nakai • Namla 5 • Narau • Ndom • Nduga • Ngalik • Ngalum • Nggem • Nimboran • Ninggerum • Nisa • Obokuitai • Onin • Ormu • Orya • Papasena • Papuma • Pom • Rasawa • Riantana • Roon • Samarokena • Saponi • Sauri • Sause • Saweru • Sawi • Seget • Sekar • Semimi • Sempan • Sentani • Serui-Laut • Sikaritai • Skou • Sobei • Sowanda • Sowari • Sunum • Tabla • Taikat • Tamagario • Tanahmerah • Tandia • Tangko • Tarpia • Tause • Tebi • Tefaro • Tehit • Tobati • Tofanma 5 • Towei • Trimuris • Tsaukambo • Tunggare • Una • Uruangnirin • Usku 5 • Viid • Vitou • Wabo • Waigeo • Walak • Wambon • Wandamen • Wanggom • Wano • Warembori • Wares • Waris • Waritai • Warkay-Bipim • Waropen • Wauyai • Woi • Wolai • Woria • Yahadian • Yali • Yaqay • Yarsun • Yaur • Yawa • Yeretuar • Yetfa • Yoke • Zorop

Suku bangsa lain
Lihat pula: Pribumi-Nusantara
*Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan