Senin, 02 November 2026
00:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Suku Sangir

Suku Sangir

kelompok etnik asli Kepulauan Sangir

Bagikan:
Suku Sangir
Sangir / Sangihe / Sangil
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Vissersfamilie_op_het_strand_in_de_weer_met_net_Poelau_Sangihe_TMnr_10029483.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah keluarga nelayan berada di sebuah pantai dengan jaring di Pulau Sangir, Desember 1948.
Jumlah populasi
401.853[1]
Daerah dengan populasi signifikan
 Indonesia:[2]
Sulawesi Utara: 310,805
Gorontalo: 7,489
 Filipina:
Mindanao: 16,014 (2010)[3]
Bahasa
Agama
Kelompok etnik terkait

Suku Sangir (bahasa Sangir: Tau Sangér/Sangihẹ̌) adalah kelompok etnis dari Indonesia yang menghuni wilayah kepulauan Nusa Utara, yang merupakan rangkaian kepulauan antara Sulawesi dan Mindanao, Filipina bagian selatan. Bahasa asli suku ini adalah bahasa Sangir.[4]

Suku Sangir biasanya ditemukan di provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud Indonesia dan Wilayah Davao, Filipina.[5]

Suku ini memiliki kekayaan budaya yang khas, yakni seni musik bambu dan tarian tradisional seperti Tari Gunde dan tari Empat Wayer. yang merupakan manisfestasi ekspresi seni yang digunakan dalam upacara adat dan juga untuk menyambut tamu.[6]

Perekonomian Suku Sangir secara tradisional sangat bergantung pada potensi kelautan dan kekayaan lahan kepulauan. Sektor perikanan menjadi pilar utama mata pencaharian bagi mereka yang tiggal di pesisir. Sementara itu, di sektor pertanian, masyarakat sangir dikenal sebagai pengolah lahan dengan komoditas utama berupa kopra dan berbagai jenis rempah-rempah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan lintas batas. [7]

Referensi

  1. ↑ Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik. 2011. ISBN 9789790644175.
  2. ↑ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2003.
  3. ↑ "2010 Census of Population and Housing: Philippines" (PDF). {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ Kleinen, John (2010). Pirates, ports, and coasts in Asia : historical and contemporary perspectives. Singapore Leiden, Netherlands: Institute of Southeast Asian Studies International Institute for Asian Studies. ISBN 981-4279-07-2.
  5. ↑ Basa, Mick (9 Maret 2014). "The Indonesian Sangirs in Mindanao". Rappler (dalam bahasa bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "Tarian Ampa Wayer, Kab Kepulauan Sangihe » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-05-23.
  7. ↑ rri.co.id https://rri.co.id/tahuna/daerah-3t/1918527/pengelolaan-kawasan-perbatasan-dukung-pertumbuhan-ekonomi-masyarakat. Diakses tanggal 2026-05-23.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan