Kamis, 15 Oktober 2026
02:12 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Suku Mek

Suku Mek

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:
Suku Mek
250px-TRADISIONAL_SUKU_MECK.YAHUKIMO_PAPUA_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah dengan populasi signifikan
 Indonesia (Papua Pegunungan)
Bahasa
bahasa Mek, bahasa Indonesia
Kelompok etnik terkait
Mek (Ketengban, Kimyal, Yalimek, Eipomek, Una Ukam) •Momuna

Suku Mek adalah kelompok etnis yang mendiami lembah-lembah di bagian timur Pegunungan Tengah di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang.[1][2][3]

Kehidupan suku Mek pernah dibahas di seri televisi dari Discovery Channel berjudul Living with the Mek (Tinggal bersama Suku Mek) yang disiarkan pada tahun 2008.[4]

Etimologi

Mek sama dengan Ok berarti "air" dan "sungai".[5] Umumnya nama Mek digunakan untuk mencakup semua suku yang berbahasa Mek, tetapi akhirnya lebih sering dikenal hanya untuk sub-suku Mek seperti Mek Nalca, Mek Nipsan, dan Mek Kosarek (Yale).[6] Sedangkan suku-suku lain memiliki panggilan sendiri seperti Eipo/Eipomek, Una-Ukam, Kimyal, Ketengban.[7]

Sejarah

Mite asal muasal suku-suku Mek dan juga Yali memiliki kesamaan dimana mereka percaya nenek moyang mereka berasal dari timur, sehingga merupakan asal muasal dari kata Yali yang berarti dari arah matahari terbit (timur). Nenek moyang ini disebut Yeli oleh suku Yali, atau Yale-enye oleh suku Eipo, yang merupakan tokoh pencipta dunia. Mereka yang diturunkan menyebut diri mereka Yelenang (seperti suku Kimyal) atau Yalenang (suku Yalimek) artinya orang orang dari timur, walaupun nama ini pada masa modern umumnya hanya digunakan untuk suku Yali (dan Yalimek). Sedangkan nama Mek adalah nama yang diberikan oleh peneliti barat.

Sub-suku

Berdasarkan dialek suku Mek dibagi menjadi:

  • Timur:
  • Barat:
    • Eipomek
    • Utara: Mek Kosarek, Mek Nipsan, dan Mek Nalca (Hmanggona)
    • Kimyal (Korupun-Sela)

Referensi

  1. ↑ Pamela J. Stewart; Andrew Strathern (2005). Expressive Genres and Historical Change: Indonesia, Papua New Guinea, and Taiwan. Ashgate. ISBN 0-7546-4418-9.
  2. ↑ "Merasa Tak Diperhatikan, 2 Distrik di Yahukimo Ingin Pindah ke Pegunungan Bintang Halaman all". KOMPAS.com. 2022-03-17. Diakses tanggal 2023-02-01.
  3. ↑ Godschalk, Jan Anthonie (1993). Sela Valley: an Ethnography of a Mek Society in the Eastern Highlands, Irian Jaya, Indonesia. Amsterdam: Vrije Universiteit.
  4. ↑ "Discovery Channel UK - Official Website". Discovery UK. Diakses tanggal Jul 30, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Cahyana, Ludhy (2020-07-08). "Di Pegunungan Bintang, Dulunya Mayat-Mayat Ada di Pohon". Tempo. Diakses tanggal 2024-07-02.
  6. ↑ "Provinsi Papua". Peta Bahasa. Diakses tanggal 2024-08-30.
  7. ↑ Suter, Edgar (2021-09-01). "The subject inflections of the Mek languages: a comparative reconstruction" (PDF). NUSA. 71. doi:10.15026/116867. ISSN 0126-2874. Diakses tanggal 2024-07-02.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan