Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Mukena" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan pembersihan diberikan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (2019) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Mukena adalah pakaian khusus yang digunakan oleh perempuan muslim saat melaksanakan salat. Biasanya terdiri dari dua bagian:[1]
- Bagian atas: Menutupi kepala hingga dada atau pinggang.
- Bagian bawah: Seperti rok panjang yang menutupi tubuh hingga ke kaki.
Mukena dikenakan di luar pakaian sehari-hari untuk memastikan aurat tertutup dengan sempurna sesuai syariat Islam saat beribadah. Biasanya terbuat dari bahan ringan dan nyaman seperti katun atau rayon, dan sering dihiasi dengan bordir atau renda.

Mukena atau busana perlengkapan salat untuk perempuan muslim khas Indonesia dan beberapa negara serumpun Melayu (seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura).[2] Mukena adalah budaya Indonesia yang pertama kali diperkenalkan oleh Wali Sanga pada abad ke-14 berupa satu potongan pakaian panjang menutup kepala hingga mata kaki yang terbuat dari katun. Pengenalan ini ialah upaya untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.[3] Sebenarnya dalam Islam tidak ada peraturan terperinci mengenai busana macam apa yang selayaknya dipakai untuk salat; yang ada hanyalah prinsip-prinsip umum bahwa busana untuk salat hendaknya menutupi aurat dan bersih dari noda atau kotoran.
Seiring berjalannya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, muncul beraneka ragam mukena dengan berbagai warna dan bahan kain yang dibutuhkan para kaum hawa.[4]
Jenis Mukena
Secara umum, ada 3 macam jenis mukena, yaitu one piece (terusan), abaya, dan two piece (potongan).
Referensi
- ↑ Karita Muslim Square, Karita (2008). Eksplorasi Mukena: 100 Kreasi Mukena Cantik - Karita Muslim Square. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 6. ISBN 9789792240825.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ "Arti kata mukena - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id. Diakses tanggal 2023-04-06.
- ↑ Liputan6.com (2023-01-13). "Sejarah Mukena, Pakaian Salat Wanita yang Diperkenalkan Wali Songo". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-03-04.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) - ↑ "Sejarah Awal Mula Adanya Mukena di Indonesia". Pesantren Nuris Jember (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-04.