Rabu, 21 Oktober 2026
13:30 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Suku Dayak Bidayuh

Suku Dayak Bidayuh

sub-suku Dayak dari rumpun klemantan

Bagikan:
Dayak Bidayuh
Bidayeh / Bidoih
250px-Children_wearing_Dayaknese_traditional_clothes_in_Nyobeng_Rituals_by_Dayak_Bidayuh_tribe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak-anak suku Dayak Bidayuh dalam ritual adat Nyobeng
Daerah dengan populasi signifikan
Sanggau, Bengkayang, Kalimantan Barat: 275.914 (2008)[1]
Sarawak: 485.000 (2020).[2]
Bahasa
bahasa Bidayuh ( sdo )
Agama
Kristen Katolik,dan sedikit Kristen Protestan
Kelompok etnik terkait
Rumpun Klemantan, suku Dayak

Suku Dayak Bidayuh merupakan sub-suku dari suku Dayak rumpun Klemantan yang merupakan sub-bagian dari kelompok Bidayuhic yang terdiri atas Suku Dayak Ribun, Suku Dayak Sungkung, Suku Dayak Pandu, Suku Dayak Pompakng, Suku Dayak Lintang, Suku Dayak Pangkodatn, Suku Dayak Jangkang, Suku Dayak Simpakng, Suku Dayak Bisomu, Suku Dayak Simpakng, Suku Dayak Kancikgh, Suku Dayak Ntuka / Mentuka. Asal muasal Suku Dayak Bidayuh adalah dari Gunong Sungkung (Kalimantan Barat).

Daerah domisili

250px-Children_in_Dayaknese_traditional_clothes_trying_to_shelter_from_the_sun.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak-anak suku Dayak Bidayuh dari Kampung Adat Sebujit

Suku Dayak Bidayuh adalah salah satu dari tujuh suku besar Dayak di Kalimantan (Murut, Banuaka, Ngaju, Iban, Kayan, Ma'anyan, Bidayuh), yang sebagian besar populasinya mencakup wilayah kabupaten Sanggau, Bengkayang, dan sebagiannya menyebar di wilayah Sekadau, Ketapang, dan Sambas.

Suku Dayak Bidayuh mayoritas berdomisili di Kabupaten Sanggau di antaranya yaitu di Kecamatan Kapuas, Parindu, Jangkang, Bonti, Kembayan, Beduai, Sekayam, Entikong dan Kabupaten Bengkayang.

Manakala di Sarawak, Suku Bidayuh tertumpu di desa-desa di Samarahan dan Kuching. Beberapa ahli sempat meneliti asal mula Suku Bidayuh ini. Namun, tak satupun yang dapat dipastikan kebenarannya dan dapat menyangkut seluruh sendi kehidupan masyarakat Bidayuh. Menurut Prof. Richard McGinn, Suku Dayak Bidayuh memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan Suku Jebon layak Bukar-Sadong.[butuh rujukan]

Mata pencaharian

250px-A_traditional_Bidayuh_roundhouse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah adat suku Dayak Bidayuh bernama Baruk, bisa berbentuk segi delapan atau lingkaran

Kebanyakan mata pencaharian penduduk adalah berladang berpindah, petani karet, buruh serabutan. Hanya sebagian kecil yang berprofesi sebagai pegawai pemerintah dan pedagang, apalagi pejabat pemerintah. Hanya pada dekade ini ada beberapa putra daerah yang menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan.[butuh rujukan]

Alasan utama mata pencaharian penduduk demikian adalah kurangnya akses ilmu pengetahuan dan teknologi serta minimnya sarana pendidikan di sana. Anak-anak mesti berjalan sejauh puluhan kilometer dengan berjalan kaki untuk mencapai akses pendidikan. Banyak orang tua yang lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan ekonomi daripada pendidikan.

Ada satu hal yang menarik dari kehidupan masyarakat Dayak Bidayuh. Keadaan alam yang tidak mendukung usaha pertanian disikapi dengan membuka ladang pertanian, untuk kemudian dibakar. hal ini dilakukan untuk menggemburkan tanah. Keadaan alam yang demikian diimbangi dengan aneka tanaman hutan yang bisa dimanfaatkan sebagai makanan terutama buah-buahan. Masyarakat Bidayuh sangat jarang mengonsumsi sayuran. Makanan sehari-hari adalah nasi dan lauk pauk yang diolah sendiri, dengan bumbu-bumbu khas Dayak. Makanan mereka didominasi oleh rasa asin dan asam. Saat musim buah tiba, sebagian besar profesi berubah menjadi petani buah dadakan. Biasanya buah yang dipetik dari hutan dibawa ke pasar untuk dijual. Mereka telah mengenal uang seperti halnya kita.[butuh rujukan]

Agama

Mayoritas penduduk bidayuh di Kalimantan Barat menganut agama Kristen Katolik, sisanya adalah Kristen Protestan, manakala di Sarawak mempunyai bilangan Protestan dan Katolik yang hampir seimbang, dan segelintir yang memeluk agama Islam.[butuh rujukan]

Lagu Daerah Dayak Bidayuh

Tari Dayak Bidayuh

Pranala luar

Catatan kaki

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan