Sabtu, 17 Oktober 2026
23:58 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Suku Peminggir

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:
Orang Peminggir
Ulun Paminggir
Jelma Paminggir
Bahasa
Bahasa Lampung Api •Bahasa Indonesia
Agama
Islam
Kelompok etnik terkait
Krui •Ranau •Cikoneng •Merpas •Pubian •Abung •Komering •Melayu •Kaur •Nasal

Suku Paminggir atau Orang Peminggir (Lampung Api: Ulun/Jelema Paminggir, Lampung Nyo: Jamma/Jimouw Paminggir) adalah suatu kelompok masyarakat adat atau sub-suku dari suku Lampung di Provinsi Lampung (Indonesia) yang hidup berdampingan dengan sub-etnik/sub-etnis Lampung lainnya.

Selain disebut suku Peminggir, orang Peminggir juga biasa disebut "suku Lampung Pesisir/orang Lampung Pesisir" karena masyarakat Peminggir mendiami wilayah-wilayah dataran rendah terutama wilayah pesisir pantai atau yang berdekatan dengan laut, muara, hilir sungai, dan juga di sepanjang tepian sungai.[1]

Adapun istilah "Peminggir/Paminggir" mungkin bisa diartikan "pinggir/pinggiran" karena masyarakat Peminggir banyak menempati wilayah pinggiran Lampung yang merupakan wilayah dataran rendah hingga ke pinggiran laut, berbeda dengan masyarakat Lampung yang beradat dan berbudaya Pepadun seperti pada masyarakat Abung, Pubian, dan lainnya yang mendiami wilayah tengah provinsi Lampung lebih tepatnya wilayah dataran tinggi (pegunungan) atau di wilayah pedalaman. Masyarakat Peminggir mengikuti hukum adat/norma budaya Saibatin, yang merupakan salah satu dari dua adat-istiadat & kebudayaan besar suku Lampung di provinsi Lampung, yaitu: Saibatin & Pepadun.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ developer, lampost co (2019-07-14). "Turun Gunung, Orang Abung Menempati Wilayah Sungai". lampost.co. Diakses tanggal 2022-11-27.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan