Senin, 21 September 2026
05:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Suku Merpas

suku bangsa di Indonesia

Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.

Suku Merpas, adalah salah satu suku yang berada di bawah adat Lampung, yang bermukim di Merpas. Merpas adalah desa di kecamatan Nasal kabupaten Kaur provinsi Bengkulu Indonesia.

Suku Merpas walaupun bermukim di wilayah provinsi Bengkulu, tetapi secara kultural dan adat, mereka lebih berkerabat dengan masyarakat di provinsi Lampung. Adat istiadat yang dijalankan oleh masyarakat suku Merpas adalah termasuk bagian dari adat Lampung. Selain itu Merpas adalah termasuk salah satu dari marga yang ada di Lampung.

Menurut penuturan masyarakat Merpas sendiri, dahulunya mereka memang berasal dari wilayah Lampung. Pada pertengahan abad 17, mereka telah bermigrasi ke wilayah Bengkulu tempat mereka sekarang ini. Wilayah pemukiman suku Merpas ini mereka hidup berdampingan dengan suku lain seperti suku Kaur yang asli penduduk Bengkulu. Walaupun secara kultural dan adat, suku Merpas ini masih berkerabat dengan suku-suku di Lampung, tetapi kebanyakan dari mereka sudah menganggap diri mereka adalah bagian dari masyarakat Bengkulu. Selain itu di antara mereka telah banyak terjadi perkawinan campur dengan suku-suku lain, yang terdapat di wilayah Bengkulu, termasuk dengan para pendatang yang juga bermukim di wilayah tersebut.

Suku Merpas sendiri berbicara dalam bahasa Merpas, yang mirip dengan bahasa Lampung, tetapi mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa di Bengkulu, termasuk mendapat pengaruh dari bahasa Melayu Pesisir..

Masyarakat Merpas, bertahan hidup pada bidang pertanian. Beberapa bergerak pada pertanian padi sawah, maupun ladang. Mereka juga menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan, termasuk tanaman keras seperti karet dan kopi.

Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan