Kamis, 05 November 2026
00:13 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Suku Wana

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:

Tau Taa Wana adalah subkelompok masyarakat yang mempertuturkan varian bahasa Ta'a di Sulawesi Tengah Timur, Indonesia.[1]

Suku Tau Taa Wana adalah suku pribumi yang tinggal di desa kecil atau lipu's di sekitar sungai Bulang dan Bongka. Sejak tahun 2000, suku Wana telah menerapkan pertanian rotasi untuk melestarikan keberadaan mereka. Sebelumnya mereka tinggal sebagai suku nomaden.[2]

Tau Taa Wana sedang terancam karena masalah kepemilikan tanah. Sejak 1994, dorongan dari program transmigrasi pemerintah Indonesia telah memengaruhi gaya hidup tradisional mereka.[1] Yayasan Merah Putih merupakan LSM nirlaba di Palu yang telah mendukung hak-hak warga Wana sejak 1999 dan juga memperkenalkan sekolah lipu's atau sekolah desa untuk membantu masyarakat Tau Taa Wana.[3]

Pranala luar

Catatan kaki

  1. 1 2 http://www.forestpeoples.org/documents/asia_pacific/indonesia_wana_visit_mc_mar09_eng.pdf
  2. ↑ Jane Monnig Atkinson, 1989, The Art and Politics of Wana Shamanship, University of California Press, Berkeley.
  3. ↑ http://www.ymp.or.id/

Bacaan

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan