Jumat, 06 November 2026
12:50 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Totok

Totok

Istilah Lain Untuk Peranakan

Bagikan:
Untuk pengobatan alternatif, lihat Akupresur.
250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasangan suami-istri Belanda 'Totok' mengenakan pakaian tradisional Belanda pada hari Tahun Baru.

Orang totok adalah istilah dari bahasa Indonesia, berasal dari bahasa Jawa[butuh rujukan] yang berarti "baru" atau "murni", dan digunakan untuk mendeskripsikan para pendatang Tionghoa, Arab, dan Eropa yang lahir di luar negeri serta "berdarah murni".[1][2][3][4] Pada masa Hindia Belanda, istilah ini dipakai untuk menunjuk orang Belanda (atau Eropa) yang lahir di luar Hindia Belanda.[5] Kata ini juga dipakai untuk menyindir orang Eropa yang baru datang, "vers van de boot" yaitu "baru turun dari kapal". Istilah lain, yaitu Peranakan (Babah), memiliki arti yang berkebalikan dan digunakan untuk menyebut penduduk yang telah bercampur dengan warga pribumi di Indonesia.[6]

Awalnya istilah ini digunakan di antara masyarakat Tionghoa-Indonesia untuk membedakan kelompok masyarakat mereka yang masih kental budaya Tionghoanya dengan mereka yang telah berasimilasi dengan budaya lokal.[7] Dalam literatur masa Hindia Belanda, istilah tersebut digunakan untuk membedakan warga Belanda dengan pribumi dan warga berdarah campuran yang disebut Orang Indo.[8]

Orang Belanda Totok yang terkenal

Ayah Totok dengan istri dan anak Indo bersama pembantu pribumi.

Tionghoa Totok

Istilah totok juga dipakai untuk menyebut warga Tionghoa di Indonesia yang lahir di Tiongkok (Totok Tionghoa), terutama untuk membedakannya dengan Babah atau peranakan yang lahir di luar Tiongkok.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Rush, James R. (2007). Opium to Java: Revenue Farming and Chinese Enterprise in Colonial Indonesia, 1860-1910 (dalam bahasa Inggris). London: Equinox Publishing. hlm. 244. ISBN 978-979-3780-49-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Mobini-Kesheh & (1999), hlm. 133.
  3. ↑ Jacobson, Liesbeth Rosen (2018). 'The Eurasian Question': The Colonial Position and Postcolonial Options of Colonial Mixed Ancestry Groups from British India, Dutch East Indies and French Indochina Compared (dalam bahasa Inggris). Uitgeverij Verloren. hlm. 83. ISBN 978-90-8704-731-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Tan, Chee-Beng (2013). Routledge Handbook of the Chinese Diaspora (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 346. ISBN 978-0-415-60056-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Bosma, Ulbe; Raben, Remco (2008). Being "Dutch" in the Indies: A History of Creolisation and Empire, 1500-1920 (dalam bahasa Inggris). Singapura: NUS Press. hlm. 286–287. ISBN 978-9971-69-373-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Tan, Mely G. 2008. (in English and Indonesian), Etnis Tionghoa di Indonesia: Kumpulan Tulisan [Ethnic Chinese in Indonesia: Collected Writings], (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008) ISBN 978-979-461-689-5 P.1
  7. ↑ Mobini-Kesheh & (1999), hlm. 134.
  8. ↑ Willems, Wim "Tjalie Robinson; Biografie van een Indo-schrijver" Chapter: Een Totok als vader (Publisher: Bert Bakker, 2008) P.45 ISBN 978-90-351-3309-9
  9. ↑ Rubber by Madelon Szekely-Lulofs on DBNL website.
  10. ↑ Koelie by Madelon Szekely-Lulofs on DBNL website.

Bibliografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan