Rabu, 30 September 2026
07:46 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Kerajaan Mapia

Kerajaan Mapia

Bagikan:

Kerajaan Mapia adalah sebuah kerajaan kecil yang pernah berdiri di Kepulauan Mapia, tepatnya di sebelah utara dari Pulau Papua. Kepulauan Mapia merupakan bagian terluar dari Provinsi Papua saat ini dan berbatasan langsung dengan Republik Palau.

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Oorspronkelijke_bewoners_van_het_eiland_Mapia_TMnr_10005851.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penduduk Kepulauan Mapia difoto saat ekspedisi Arthur Wichmann tahun 1903 di Papua, Raja Marwedi ketiga dari kanan.

Sejarah

Pada awalnya, Kepulauan Mapia dihuni oleh penduduk yang berbahasa dan berbudaya Austronesia sama seperti penduduk Kepulauan Pasifik pada umumnya, kesamaan yang paling terlihat adalah dengan penduduk Kepulauan Caroline di Mikronesia yakni dalam adat istiadat, kebiasaan penduduk, serta konstruksi rumah tradisional. Penduduk asli Kepulauan Mapia disebut sebagai orang Mapia yang berbahasa Mapia, yakni sebuah bahasa dalam rumpun Mikronesia.

Pada saat ini, Kepulauan Mapia tidak lagi dihuni oleh orang asli Mapia melainkan dihuni oleh orang Biak yang berasal dari Pulau Biak dan sekitarnya. Sebelum adanya kontak dengan orang-orang Nusantara lainnya dan para pedagang Eropa, diyakini orang-orang Papua dari Pulau Biak dan sekitarnya telah melakukan kontak perdagangan dan perburuan ke Kepulauan Mapia. Orang Biak yang sudah sampai di pulau ini akan menandai dirinya dengan tato Manmarmar (Mankabes) yaitu sebuah burung camar, maka dari itu pulau ini juga disebut dengan nama Myos Maninei (Pulau Burung Camar).

Pada abad ke-19, pemerintah Belanda mulai menguasai pulau ini dan mengangkat penduduk asli dengan gelar Sangaji Meraudi (Marawidi) dibawah Kesultanan Tidore.[1]

Daftar penguasa

  • Marwedi (pernah berkuasa pada tahun 1898)

Referensi

  1. ↑ "Kepulauan Mapia: Sejarah Penduduk Asli dan Bahasanya yang Lenyap". suarapapua.com. Diakses tanggal 2 Maret 2023.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan