Kamis, 08 Oktober 2026
19:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Konflik horizontal

istilah yang merujuk pada perseteruan perorangan atau kelompok yang memiliki kedudukan setara

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)

Konflik horizontal merupakan terminologi konflik yang terjadi antar individu atau kelompok organisasi yang memiliki kedudukan yang sama atau setara.[1][2] Konflik ini dapat terjadi sebagai akibat dari kurangnya komunikasi dua pihak yang setara, benturan persepsi yang ada di antara dua pihak yang setara yang dapat berupa benturan pendapat, dan atau faktor yang paling penting yaitu perbedaan yang jelas atau mencolok.[2][3][4]

Definisi Konflik

Pada dasarnya, konflik adalah hal yang normal di dalam kehidupan sosial masyarakat. Tidak ada masyarakat yang berdekatan yang tidak memilliki konflik dan tidak ada cara pamungkas untuk menyelesaikan konflik. Semakin bebas masyarakat, maka semakin besar peluang untuk terciptanya suatu konflik (Haris,2005).[2]

Penyebab Konflik Membesar

Salah satu penyebab konflik membesar adalah seberapa besar kebebasan di masyarakat itu (Haris,2005).[2] Dan yang menjadi pemicu utama konflik horizontal khususnya di Indonesia adalah karena adanya perbedaan, salah satunya yaitu terkait perbedaan suku dan sara.[3] Sentimen SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) diyakini dapat membuat suatu konflik horizontal yang skalanya kecil berkembang menjadi konflik horizontal skala besar.[3] Hal ini juga diperkuat oleh faktor masyarakat yang cenderung mempunyai sifat "sumbu pendek" atau mudah terpancing emosinya.[4] Pendeknya sumbu ini mengalangi akal sehat dan kesabaran untuk berpikir menghargai perbedaan. Hal-hal kecil dengan cepat meledak jika pelakunya berbeda dari sisi SARA, sementara hal-hal yang lebih besar akan mudah diterima jika pelakunya dari kelompok yang sama (Riyanta, 2016).[4][5]

Selain faktor SARA, konflik dengan mudah membesar jika masalah dibumbui oleh kesenjangan-kesenjangan seperti ekonomi. Pihak yang merasa marjinal atau yang mempunyai banyak massa akan dengan mudah sakit hati, dan cepat tersulut sehingga kerusuhan meledak.[4][6][7]

Otonomi daerah dan ketidakcakapan pemimpin bisa menjadi salah satu pemicu konflik horizontal. Pemimpin daerah yang cenderung menjadi raja-raja kecil di daerah akan memunculkan rasa kedaerahan/kesukuan yang kuat dan kurang menghargai negara sebagai entitas utama yang harus dijunjung tinggi.[2][4]

Penyebab lain konflik/kerusuhan membesar adalah lemahnya aparat keamanan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan dini potensi konflik. Tidak berwibawanya aparat keamanan di lapangan membuat pelaku konflik merasa negara tidak hadir dan hukum tidak ada. Apapun akan mereka lakukan demi meluapkan amarah, emosi, dan sentimen perbedaan yang mereka miliki.[4][8]

Selain itu, terutama pada saat pemilihan umum, kampanye hitam diyakini dapat menjadi sumber konflik horizontal.[9][10] Sebagai contoh adalah konflik horizontal yang terjadi terutama di warganet ketika Pemilihan umum legislatif Indonesia tahun 2014, Pemilihan umum presiden Indonesia 2014 serta Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 di dalam negeri.[11][12] Di luar negeri, terutama di Amerika Serikat, konflik horizontal yang dipicu pemilu terjadi setelah Pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2016.[13][14] Hal ini terlihat dari konflik yang terjadi di Charlottesville, Virginia pada Agustus 2017.[15]

Faktor adanya kelompok kepentingan atau vested interest juga diyakini dapat membuat konflik horizontal semakin membesar. Hal ini dapat terlihat ketika konflik yang terjadi di Maluku terutama di Kota Ambon pada akhir 1990-an.[16]

Contoh Konflik Horizontal

Referensi

  1. ↑ Sosiologi 2. Yudhistira Ghalia Indonesia. ISBN 9789796768264.
  2. 1 2 3 4 5 6 1957-, Haris, Syamsuddin,; Indonesia., Asosiasi Ilmu Politik; Indonesia., Partnership for Governance Reform in; Diponegoro., Universitas (2005). Desentralisasi dan otonomi daerah : desentralisasi, demokratisasi & akuntabilitas pemerintahan daerah (Edisi Cet. 2). Jakarta: LIPI Press. ISBN 9789799801418. OCLC 70921065.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. 1 2 3 "Mengapa Konflik Horizontal Mudah Terjadi di Indonesia?". www.neraca.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-05.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 Tohamaksun, M. (2016-08-02). "Mengapa Konflik Horizontal Mudah Terjadi di Indonesia?". ANTARA News. Diakses tanggal 2017-12-05.
  5. ↑ "Konflik Horizontal di Banggai Sulteng Berhasil Diatasi - Poskota News". Poskota News. 2017-08-28. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-06. Diakses tanggal 2017-12-05.
  6. 1 2 antaranews.com (2017-08-16). Marboen, Ade P (ed.). "Kiara desak pemerintah selesaikan konflik horizontal nelayan". ANTARA News. Diakses tanggal 2017-12-05.
  7. 1 2 "Konflik Horizontal di Sektor Transportasi". Sindonews.com. Diakses tanggal 2017-12-05.
  8. ↑ "Pemerintah Diminta Tangkal Penyebab Konflik Horizontal". BenarNews. Diakses tanggal 2017-12-05.
  9. 1 2 Zeky, Hikmah. Sari, Henny Rachma (ed.). "Bawaslu sebut kampanye negatif picu konflik horizontal". Merdeka.com. Diakses tanggal 2017-12-05.
  10. 1 2 Siregar, Asmadi Pandapotan (2014-02-19). "Zuhri: Pemilu dan Konflik Horizontal Dua Hal yang Saling terkait". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2017-12-05.
  11. 1 2 Kuwado, Fabian Januarius (2017-07-10). Asril, Sabrina (ed.). "Jokowi Minta Polri Antisipasi Konflik Horizontal dan Vertikal". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-05.
  12. 1 2 Dinillah, Mukhlis (2017-06-20). "Kalaupun Ada, Isu Agama di Pilgub Jabar tak Akan Timbulkan Konflik Horizontal". detikcom. Diakses tanggal 2017-12-05.
  13. ↑ CNN, Nicole Gaouette,. "Can Donald Trump be a CEO and a president?". CNN. Diakses tanggal 2017-12-05.{{cite news}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  14. ↑ CNN, Stephen Collinson,. "Donald Trump's GOP civil war". CNN. Diakses tanggal 2017-12-05.{{cite news}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  15. ↑ Stolberg, Sheryl Gay; Rosenthal, Brian M. (2017-08-12). "Man Charged After White Nationalist Rally in Charlottesville Ends in Deadly Violence". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2017-12-05.
  16. 1 2 John., Pieris, (2004). Tragedi Maluku : sebuah krisis peradaban : analisis kritis aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan (Edisi Ed. 1). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9789794615133. OCLC 60193833.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan