Senin, 28 September 2026
08:48 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Schutzstaffel

Schutzstaffel

organisasi militer Partai Nazi Jerman

"SS" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat SS (disambiguasi).
Schutzstaffel
120px-Schutzstaffel_SS.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo SS
250px-Bundesarchiv_Bild_183-H04436%2C_Klagenfurt%2C_Adolf_Hitler%2C_Ehrenkompanie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Bundesarchiv_Bild_101III-Lerche_Stereo-046-03%2C_Metz%2C_Sepp_Dietrich_bei_Ordensverleihung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Himmler_besichtigt_die_Gefangenenlager_in_Russland._Heinrich_Himmler_inspects_a_prisoner_of_war_camp_in_Russia%2C_circa..._-_NARA_-_540164.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Bundesarchiv_Bild_183-R97512%2C_Berlin%2C_Geheimes_Staatspolizeiamt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Majdanek_%28June_24%2C_1944%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Stroop_Report_-_Warsaw_Ghetto_Uprising_BW.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi lembaga
Dibentuk4 April 1925;101 tahun lalu (1925-04-04)[1]
Nomenklatur sebelumnya
DibubarkanMei 8, 1945;81 tahun lalu (1945-05-08) (de facto)
Oktober 10, 1945;80 tahun lalu (1945-10-10) (de jure)
JenisParamiliter
Wilayah hukumJerman Nazi dan Eropa di bawah pendudukan Jerman
Kantor pusatPrinz-Albrecht-Straße, Berlin
Pegawai800.000 (ca 1944)
Reichsführer
Lembaga indukPartai Nazi
Sturmabteilung (hingga Juli 1934)
Lembaga bawahan

Schutzstaffel (Jerman:[ˈʃʊtsˌʃtafl̩]ⓘ; terj. har. 'Skuadron Perlindungan';[a] SS; juga ditulis dengan gaya rune SS sebagai ᛋᛋ) adalah sebuah organisasi paramiliter utama di bawah Adolf Hitler dan Partai Nazi di Jerman, dan kemudian di seluruh Pendudukan Jerman di Eropa selama Perang Dunia II.

Organisasi ini bermula dari sebuah unit pengawal kecil yang dikenal sebagai Saal-Schutz yang terdiri dari sukarelawan partai untuk memberikan pengamanan bagi pertemuan-pertemuan partai di München. Pada tahun 1925, Heinrich Himmler bergabung dengan unit tersebut, yang pada saat itu telah direformasi dan diberi nama resminya. Di bawah kepemimpinannya (1929–1945), SS berkembang dari formasi paramiliter kecil selama masa Republik Weimar menjadi salah satu organisasi paling kuat di Jerman Nazi. Sejak naiknya Partai Nazi ke puncak kekuasaan hingga runtuhnya rezim tersebut pada tahun 1945, SS menjadi badan utama untuk keamanan, pengawasan massal, dan terorisme negara di Jerman dan Eropa pendudukan Jerman.

Dua kelompok penyusun utamanya adalah Allgemeine SS (SS Umum) dan Waffen-SS (SS Bersenjata). Allgemeine SS bertanggung jawab menegakkan kebijakan rasial Jerman Nazi dan kepolisian umum, sedangkan Waffen-SS terdiri dari unit-unit tempur SS yang bersumpah setia kepada Hitler. Komponen ketiga dari SS, yaitu SS-Totenkopfverbände (SS-TV; "Unit Kepala Tengkorak"[2]), mengelola kamp-kamp konsentrasi dan kamp pemusnahan. Subdivisi tambahan dari SS mencakup organisasi Gestapo dan Sicherheitsdienst (SD). Mereka ditugaskan untuk mendeteksi musuh nyata atau potensial dari Jerman Nazi, menetralisir oposisi, mengawasi rakyat Jerman terkait komitmen mereka terhadap ideologi Nazi, serta menyediakan intelijen dalam dan luar negeri.

SS merupakan organisasi yang paling bertanggung jawab atas genosida terhadap sekitar 6 juta orang Yahudi dan jutaan korban lainnya selama Holokaus.[3] Anggota dari seluruh cabangnya melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama Perang Dunia II (1939–1945). SS juga terlibat dalam perusahaan-perusahaan komersial dan mengeksploitasi penghuni kamp konsentrasi sebagai tenaga kerja budak. Setelah kekalahan Jerman Nazi, SS dan Partai Nazi dinyatakan sebagai organisasi kriminal oleh Mahkamah Militer Internasional di Nürnberg. Ernst Kaltenbrunner, kepala departemen utama SS dengan pangkat tertinggi yang selamat, dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan pada Pengadilan Nuremberg dan dihukum gantung pada tahun 1946.

Asal-usul

Cikal bakal SS

500px-Bundesarchiv_Bild_119-1486%2C_Hitler-Putsch%2C_M%C3%BCnchen%2C_Marienplatz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pendukung Partai Nazi dan prajurit badai (stormtrooper) di München selama upaya kudeta Bierkeller, 1923

Pada tahun 1923, Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler telah membentuk sebuah unit pengawal sukarela kecil yang dikenal sebagai Saal-Schutz untuk memberikan pengamanan dalam pertemuan-pertemuan mereka di München.[4][5] Pada tahun yang sama, Hitler memerintahkan pembentukan unit pengawal pribadi berukuran kecil yang khusus bertugas melayaninya. Ia menghendaki agar unit ini terpisah dari "massa yang mencurigakan" dalam partai, termasuk organisasi paramiliter Sturmabteilung (SA), yang tidak ia percayai.[6] Formasi baru ini diberi nama Stabswache.[7] Pada awalnya, unit ini terdiri dari delapan orang di bawah komando Julius Schreck dan Joseph Berchtold, serta dibentuk mengikuti model Brigade Angkatan Laut Ehrhardt, sebuah kelompok Freikorps pada masa itu. Unit tersebut kemudian berganti nama menjadi Stoßtrupp pada bulan Mei 1923.[8][9]

Stoßtrupp dibubarkan setelah kegagalan upaya kudeta Bierkeller pada tahun 1923, sebuah upaya Partai Nazi untuk merebut kekuasaan di München.[10] Pada tahun 1925, Hitler memerintahkan Schreck untuk mengorganisasi unit pengawal baru, yaitu Schutzkommando.[1] Unit ini ditugaskan untuk memberikan perlindungan pribadi bagi Hitler dalam acara dan kegiatan partai. Pada tahun yang sama, Schutzkommando diperluas menjadi organisasi berskala nasional dan berganti nama berturut-turut menjadi Sturmstaffel, dan akhirnya Schutzstaffel (SS).[11] Secara resmi, SS menetapkan tanggal pendiriannya pada 9 November 1925 (peringatan dua tahun upaya kudeta Bierkeller).[12] Organisasi SS yang baru ini melindungi para pemimpin partai di seluruh Jerman. Unit perlindungan pribadi SS untuk Hitler di kemudian hari diperbesar hingga mencakup unit-unit tempur.[13]

Komandan awal

Schreck, anggota pendiri SA dan orang kepercayaan dekat Hitler, menjadi kepala SS pertama pada bulan Maret 1925.[14] Pada 15 April 1926, Joseph Berchtold menggantikannya sebagai kepala SS. Berchtold mengubah gelar jabatan tersebut menjadi Reichsführer-SS ("Pemimpin Reich-SS").[15] Berchtold dinilai lebih dinamis dibandingkan pendahulunya, tetapi ia semakin frustrasi oleh wewenang besar yang dimiliki SA atas SS.[16] Hal ini memicunya untuk menyerahkan kepemimpinan SS kepada wakilnya, Erhard Heiden, pada 1 Maret 1927.[17] Di bawah kepemimpinan Heiden, kode disiplin yang lebih ketat diberlakukan melebihi apa yang dapat ditoleransi di lingkungan SA.[16]

Antara tahun 1925 dan 1929, SS hanya dianggap sebagai sebuah Gruppe ("batalyon") kecil dari SA.[18] Kecuali di wilayah München, SS tidak mampu mempertahankan momentum pertumbuhan jumlah anggotanya, yang justru merosot dari 1.000 menjadi 280 orang seiring dengan pesatnya pertumbuhan SA.[19] Saat Heiden berupaya menjaga agar SS tidak dibubarkan, Heinrich Himmler menjadi wakilnya pada bulan September 1927. Himmler menunjukkan kemampuan organisasi yang jauh lebih baik daripada Heiden.[18] SS kemudian mendirikan sejumlah Gau (wilayah atau provinsi). SS-Gaue tersebut terdiri dari SS-Gau Berlin, SS-Gau Berlin Brandenburg, SS-Gau Franken, SS-Gau Niederbayern, SS-Gau Rheinland-Süd, dan SS-Gau Sachsen.[20]

Penunjukan Himmler

500px-Bundesarchiv_Bild_146-1969-054-53A%2C_N%C3%BCrnberg%2C_Reichsparteitag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Heinrich Himmler (berkacamata, di sebelah kiri Adolf Hitler) adalah salah satu pendukung awal Partai Nazi.

Dengan persetujuan Hitler, Himmler menjabat posisi Reichsführer-SS pada bulan Januari 1929.[21][22] Terdapat berbagai versi mengenai alasan pemberhentian Heiden dari jabatannya sebagai kepala SS. Pihak partai mengumumkan bahwa hal itu disebabkan oleh "alasan keluarga".[23] Di bawah kepemimpinan Himmler, SS berkembang pesat dan memperoleh pijakan yang semakin kuat. Ia menganggap SS sebagai sebuah organisasi Nasional-Sosialis elit yang digerakkan oleh ideologi, sebuah "perpaduan antara ksatria Teutonik, Yesuit, dan samurai Jepang".[24] Tujuan utamanya adalah menjadikan SS sebagai organisasi paling kuat di Jerman dan cabang partai yang paling berpengaruh.[25] Ia memperluas keanggotaan SS hingga mencapai 3.000 orang pada tahun pertamanya sebagai pemimpin.[24]

Pada tahun 1929, SS-Hauptamt (kantor utama SS) diperluas dan diorganisasi ulang menjadi lima kantor utama yang menangani administrasi umum, personalia, keuangan, keamanan, dan urusan ras. Pada saat yang sama, wilayah SS-Gaue dibagi menjadi tiga wilayah SS-Oberführerbereiche, yaitu SS-Oberführerbereich Ost, SS-Oberführerbereich West, dan SS-Oberführerbereich Süd.[26] Tingkat-tingkat di bawahnya dalam struktur SS sebagian besar tidak mengalami perubahan. Meskipun secara resmi masih dianggap sebagai sub-organisasi dari SA dan bertanggung jawab kepada Stabschef (Kepala Staf SA), pada masa inilah Himmler mulai merintis kemandirian SS dari SA.[27] Ukuran dan kekuasaan SS terus berkembang berkat kesetiaan eksklusifnya kepada Hitler, berlawanan dengan SA yang dipandang semi-independen dan menjadi ancaman bagi hegemoni Hitler atas partai, terutama karena mereka menuntut "revolusi kedua" setelah revolusi yang membawa Partai Nazi ke puncak kekuasaan.[28] Pada akhir tahun 1933, jumlah anggota SS telah mencapai 209.000 orang.[29] Di bawah kepemimpinan Himmler, SS terus menghimpun kekuasaan yang lebih besar seiring semakin banyaknya fungsi negara dan partai yang diserahkan ke dalam kewenangannya. Seiring berjalannya waktu, SS hanya bertanggung jawab secara langsung kepada Hitler, sebuah perkembangan yang khas dalam struktur organisasi seluruh rezim Nazi, di mana norma-norma hukum digantikan oleh tindakan yang dijalankan berdasarkan Führerprinzip ("prinsip pemimpin"), di mana kehendak Hitler dianggap berada di atas hukum.[30]

Pada paruh kedua tahun 1934, Himmler mengawasi pembentukan SS-Junkerschule, yaitu lembaga tempat calon perwira SS menerima pelatihan kepemimpinan, doktrinasi politik dan ideologi, serta instruksi militer. Pelatihan tersebut menekankan kekejaman dan ketangguhan sebagai bagian dari sistem nilai SS, yang membantu menumbuhkan rasa superioritas di antara para anggotanya serta menanamkan rasa percaya diri.[31] Sekolah-sekolah pertama didirikan di Bad Tölz dan Braunschweig, dengan sekolah tambahan yang dibuka di Klagenfurt dan Praha selama perang.[32]

Ideologi

SS dianggap sebagai unit elit Partai Nazi.[33] Selaras dengan kebijakan rasial Jerman Nazi, pada masa-masa awal seluruh calon perwira SS harus menyerahkan bukti silsilah keturunan Arya hingga tahun 1750, sedangkan untuk jajaran pangkat lainnya hingga tahun 1800.[34] Setelah perang dimulai dan pembuktian silsilah keturunan menjadi semakin sulit, peraturan tersebut diubah sehingga calon anggota hanya perlu membuktikan bahwa kakek-nenek mereka berdarah Arya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nürnberg.[35] Persyaratan lainnya adalah kepatuhan mutlak kepada Führer serta komitmen terhadap rakyat dan bangsa Jerman.[36] Himmler juga berupaya menerapkan kriteria fisik berdasarkan penampilan dan tinggi badan, tetapi persyaratan ini hanya diterapkan secara longgar dan lebih dari separuh anggota SS tidak memenuhi kriteria tersebut.[37] Insentif seperti gaji yang lebih tinggi dan rumah yang lebih luas diberikan kepada anggota SS karena mereka diharapkan memiliki lebih banyak anak daripada keluarga Jerman pada umumnya, sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap doktrin Partai Nazi.[38]

500px-Gruft_der_Wewelsburg_%2810573265394%29_b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kripta di Wewelsburg dialihfungsikan oleh Himmler sebagai tempat untuk mengenang anggota SS yang gugur.[39] Karya seni yang memperingati Holokaus tergantung di dinding-dindingnya (2013).

Komitmen terhadap ideologi SS sangat ditekankan di seluruh proses perekrutan, keanggotaan, dan pelatihan.[40] Anggota SS didoktrinasi dalam kebijakan rasial Jerman Nazi dan diajarkan bahwa orang-orang yang dianggap inferior menurut kebijakan tersebut harus disingkirkan dari Jerman.[41] Ritual esoteris serta penganugerahan regalia dan insignia pada tahap-tahap penting dalam karier seorang anggota SS semakin menanamkan ideologi Nazi ke dalam diri mereka.[42] Para anggota diharapkan untuk melepaskan iman Kristen mereka, dan perayaan Natal digantikan dengan perayaan titik balik matahari (Solstice).[43] Pernikahan di gereja digantikan dengan Eheweihen SS, sebuah upacara pagan yang diciptakan oleh Himmler.[44] Ritus dan upacara semu keagamaan ini kerap berlangsung di dekat monumen khusus SS atau di tempat-tempat yang telah ditentukan oleh SS.[45] Pada tahun 1933, Himmler membeli Wewelsburg, sebuah kastel di Westfalen. Pada awalnya ia bermaksud menggunakannya sebagai pusat pelatihan SS, tetapi fungsinya berkembang hingga mencakup penyelenggaraan jamuan makan malam SS dan ritual neo-pagan.[46]

Pada tahun 1936, Himmler menulis dalam pamflet "Die Schutzstaffel als antibolschewistische Kampforganisation" (SS sebagai Organisasi Perjuangan Anti-Bolshevik):

Kami akan memastikan bahwa revolusi Yahudi-Bolshevik dari manusia inferior (Untermenschen) tidak akan pernah lagi dapat dikobarkan di Jerman, jantung Eropa, baik dari dalam maupun melalui utusan dari luar.[47]

Ideologi SS mencakup penerapan kebrutalan dan teror sebagai jalan keluar untuk masalah-masalah militer dan politik.[48] SS menekankan kesetiaan mutlak dan kepatuhan terhadap perintah hingga mati. Hitler menggunakan hal ini sebagai alat yang ampuh untuk memuluskan tujuan-tujuannya dan tujuan Partai Nazi. SS dipercayakan untuk melakukan kejahatan perang seperti pembunuhan warga sipil Yahudi. Himmler pernah menulis bahwa seorang anggota SS "tidak ragu-ragu sesaat pun, melainkan melaksanakan tanpa bertanya..." setiap Führer-Befehl (perintah Führer).[49] Semboyan resmi mereka adalah "Meine Ehre heißt Treue" ("Kehormatanku adalah Kesetiaan").[50]

Sebagai bagian dari fungsi yang berpusat pada ras selama Perang Dunia II, SS mengawasi pengisolasian dan pemindahan orang-orang Yahudi dari populasi di wilayah-wilayah taklukan, menyita aset-aset mereka, dan mendeporsikannya ke kamp-kamp konsentrasi dan ghetto, di mana mereka dijadikan tenaga kerja budak atau langsung dibunuh.[35] Dipilih untuk menjalankan Solusi Akhir yang diperintahkan oleh Hitler, SS merupakan kelompok utama yang bertanggung jawab atas pembunuhan terstruktur dan demosida terhadap lebih dari 20 juta orang selama Holokaus, termasuk sekitar 5,2 juta[51] hingga 6 juta[3] orang Yahudi dan 10,5 juta orang Slavia.[51] Sejumlah besar korban lainnya merupakan anggota kelompok ras atau etnis lain, seperti 258.000 orang Romani.[51] SS juga terlibat dalam pembunuhan orang-orang yang dipandang sebagai ancaman bagi higienitas ras atau ideologi Nazi, termasuk penderita disabilitas mental atau fisik, kaum homoseksual, dan pembangkang politik. Anggota serikat buruh dan orang-orang yang dianggap terafiliasi dengan kelompok yang menentang rezim (baik keagamaan, politik, sosial, maupun kelompok lainnya), atau mereka yang pandangannya bertentangan dengan tujuan pemerintah Partai Nazi, ditangkap dalam jumlah besar; mereka mencakup pemuka agama dari semua kepercayaan, Saksi-Saksi Yehuwa, Freemason, penganut Komunisme, dan anggota Klub Rotary.[52] Berdasarkan putusan-putusan yang dijatuhkan pada Pengadilan Nürnberg, serta berbagai penyelidikan dan pengadilan kejahatan perang yang digelar sejak saat itu, SS bertanggung jawab atas sebagian besar kejahatan perang Nazi. Secara khusus, SS merupakan organisasi utama yang melaksanakan Holokaus.[53]

Sebelum perang

250px-HimmlerAndHeydrich_1938.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reinhard Heydrich (kanan) adalah anak didik Himmler dan salah satu tokoh utama SS hingga pembunuhannya pada tahun 1942.

Setelah Hitler dan Partai Nazi naik ke puncak kekuasaan pada 30 Januari 1933, SS dianggap sebagai organisasi negara dan cabang dari pemerintah.[54] Penegakan hukum secara bertahap menjadi wewenang SS, dan banyak organisasi SS menjadi badan pemerintah secara de facto.[55]

SS mendirikan negara polisi di Jerman Nazi, dengan memanfaatkan polisi rahasia negara dan pasukan keamanan di bawah kendali Himmler untuk menumpas perlawanan terhadap Hitler.[56] Dalam perannya sebagai Menteri Presiden Prusia, Hermann Göring pada tahun 1933 mendirikan pasukan polisi rahasia Prusia, Geheime Staatspolizei atau Gestapo, dan menunjuk Rudolf Diels sebagai kepalanya. Khawatir bahwa Diels kurang kejam untuk memanfaatkan Gestapo secara efektif dalam mengimbangi kekuatan SA, Göring menyerahkan kendalinya kepada Himmler pada 20 April 1934.[57] Pada tanggal yang sama pula, menyimpang dari praktik lama di Jerman yang menempatkan penegakan hukum sebagai urusan negara bagian dan lokal, Hitler mengangkat Himmler sebagai kepala seluruh kepolisian Jerman di luar Prusia. Himmler mengangkat wakil sekaligus anak didiknya, Reinhard Heydrich, sebagai kepala Gestapo pada 22 April 1934. Heydrich juga tetap menjabat sebagai kepala Sicherheitsdienst (SD; dinas keamanan).[58]

Pengalihan kendali Gestapo kepada Himmler menjadi babak awal menuju Malam Pisau-Pisau Panjang, di mana sebagian besar pimpinan SA ditangkap dan kemudian dieksekusi.[59] SS dan Gestapo melancarkan sebagian besar aksi pembunuhan tersebut. Pada 20 Juli 1934, Hitler memisahkan SS dari SA, yang tidak lagi menjadi kekuatan berpengaruh setelah pembersihan tersebut. SS menjadi korps elit Partai Nazi yang hanya bertanggung jawab kepada Hitler. Gelar Reichsführer-SS milik Himmler kini menjadi pangkat resminya—dan merupakan pangkat tertinggi dalam SS, setara dengan pangkat Generalfeldmarschall (marsekal lapangan) dalam Angkatan Darat (pangkat sebelumnya adalah Obergruppenführer).[60] Seiring bertambah besarnya posisi dan wewenang Himmler, secara praktis pangkat yang disandangnya pun ikut meningkat.[61]

Pada 17 Juni 1936, seluruh kepolisian di seluruh Jerman disatukan di bawah kewenangan Himmler dan SS.[55] Dengan demikian, Himmler dan Heydrich menjadi dua tokoh paling berkuasa dalam administrasi negara tersebut.[62] Kepolisian dan pasukan intelijen yang ditempatkan di bawah kendali administratif mereka mencakup SD, Gestapo, Kriminalpolizei (Kripo; polisi penyelidik kejahatan), dan Ordnungspolizei (Orpo; polisi berseragam reguler).[63] Dalam kapasitasnya sebagai kepala kepolisian, Himmler secara nominal menjadi bawahan Menteri Dalam Negeri Wilhelm Frick. Namun dalam praktiknya, karena SS hanya bertanggung jawab kepada Hitler, penggabungan secara de facto antara SS dan kepolisian membuat lembaga kepolisian menjadi independen dari kendali Frick.[54][64] Pada bulan September 1939, badan-badan keamanan dan kepolisian, termasuk Sicherheitspolizei (SiPo; polisi keamanan) dan SD (tetapi tidak termasuk Orpo), dikonsolidasikan ke dalam Reichssicherheitsdienst (RSHA), yang dipimpin oleh Heydrich.[65] Hal ini semakin meningkatkan wewenang kolektif SS.[66]

Selama peristiwa Kristallnacht (9–10 November 1938), dinas-dinas keamanan SS secara rahasia mengoordinasikan kekerasan terhadap orang-orang Yahudi, sementara SS, Gestapo, SD, Kripo, SiPo, dan polisi reguler berupaya memastikan bahwa meskipun sinagoge dan pusat komunitas Yahudi dihancurkan, bisnis serta perumahan milik orang Yahudi tetap utuh agar kelak dapat disita.[67] Pada akhirnya, ribuan bisnis, rumah, dan pemakaman Yahudi dirusak dan dijarah, khususnya oleh anggota SA. Sekitar 500 hingga 1.000 sinagoge dihancurkan, sebagian besar melalui pembakaran.[68] Pada 11 November, Heydrich melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 36 orang, tetapi penilaian di kemudian hari memperkirakan jumlah kematian mencapai dua ribu orang.[69][70] Atas perintah Hitler, sekitar 30.000 pria Yahudi ditangkap dan dikirim ke kamp-kamp konsentrasi hingga 16 November.[71] Sebanyak 2.500 di antara mereka tewas dalam bulan-bulan berikutnya.[69] Sejak saat itulah "negara SS" secara sungguh-sungguh memulai kampanye terornya terhadap lawan-lawan politik dan keagamaan, yang mereka penjarakan tanpa pengadilan atau pengawasan peradilan demi "keamanan, pendidikan ulang, atau pencegahan".[72][73]

Pada bulan September 1939, wewenang SS semakin meluas ketika perwira senior SS di setiap distrik militer juga diangkat menjadi kepala kepolisian distrik tersebut.[74] Sebagian besar pemimpin SS dan polisi ini memegang pangkat SS-Gruppenführer atau yang lebih tinggi, dan bertanggung jawab langsung kepada Himmler untuk semua urusan SS di distrik mereka. Peran mereka adalah mengawasi populasi dan mengendalikan kegiatan para anggota SS di distrik masing-masing.[75] Dengan menyatakan keadaan darurat, mereka dapat melangkahi kantor-kantor administrasi distrik untuk SS, SD, SiPo, SS-Totenkopfverbände (SS-TV), dan Orpo, sehingga memperoleh kendali operasional langsung atas kelompok-kelompok tersebut.[76]

Pengawal pribadi Hitler

330px-Bundesarchiv_Bild_183-H15390%2C_Berlin%2C_Kaserne_der_LSSAH%2C_Vergatterung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Inspeksi pasukan Leibstandarte SS Adolf Hitler di Berlin, 1938

Seiring dengan berkembangnya ukuran dan pengaruh SS, kekuatan pengawal pribadi Hitler pun turut membesar.[77] Terdapat tiga kelompok utama SS yang ditugaskan untuk melindungi Hitler. Pada tahun 1933, unit pengawal pribadinya yang lebih besar (sebelumnya bernama SS-Standarte ke-1) dipanggil ke Berlin untuk menggantikan Pengawal Kanselir Angkatan Darat, yang ditugaskan melindungi Kanselir Jerman.[78] Sepp Dietrich memimpin unit baru tersebut, yang sebelumnya dikenal sebagai SS-Stabswache Berlin; namanya kemudian diubah menjadi SS-Sonderkommando Berlin. Pada bulan November 1933, namanya diubah lagi menjadi Leibstandarte Adolf Hitler. Pada bulan April 1934, Himmler mengubah namanya menjadi Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH). LSSAH menjaga kediaman pribadi dan kantor-kantor Hitler, menyediakan lingkaran perlindungan luar bagi Führer dan para tamunya.[79] Anggota LSSAH menjaga pos-pos penjagaan di pintu masuk Gedung Reichskanzlei lama dan Gedung Reichskanzlei baru.[80] Jumlah pengawal LSSAH ditingkatkan selama acara-acara khusus.[81] Di Berghof, kediaman Hitler di Obersalzberg, satu kontingen besar LSSAH berpatroli di zona keamanan terisolasi yang sangat luas.[82]

Sejak tahun 1941 dan seterusnya, Leibstandarte terbagi menjadi empat entitas terpisah: divisi Waffen-SS (tidak berhubungan langsung dengan perlindungan Hitler, melainkan sebuah formasi tempur Waffen-SS), Pengawal Kanselir Berlin, resimen keamanan SS yang ditugaskan di Obersalzberg, dan unit pengawal berbasis di München yang melindungi Hitler ketika ia mengunjungi apartemennya serta markas besar Partai Nazi, Braunes Haus ("Rumah Cokelat"), di München.[83][84] Meskipun unit tersebut secara nominal berada di bawah kendali Himmler, Dietrich adalah komandan sebenarnya yang menangani administrasi sehari-hari.[85]

Dua unit SS lainnya membentuk lingkaran dalam perlindungan Hitler. SS-Begleitkommando des Führers, yang dibentuk pada bulan Februari 1932, bertindak sebagai pengawal pengiring Hitler saat ia bepergian. Unit ini terdiri dari delapan orang yang bertugas secara bergantian selama 24 jam untuk melindungi Hitler dalam sistem sif.[86] Di kemudian hari, SS-Begleitkommando diperluas dan dikenal sebagai Führerbegleitkommando (Komando Pengawal Führer; FBK). Unit ini tetap berada di bawah komando terpisah dan bertanggung jawab atas perlindungan Hitler.[87] Führer Schutzkommando (Komando Perlindungan Führer; FSK) adalah unit perlindungan yang didirikan oleh Himmler pada bulan Maret 1933.[88] Pada awalnya, unit ini hanya ditugaskan untuk melindungi Hitler selama ia berada di dalam wilayah Bayern. Pada awal tahun 1934, mereka menggantikan SS-Begleitkommando untuk pengamanan Hitler di seluruh Jerman.[89] FSK berganti nama menjadi Reichssicherheitsdienst ("Dinas Keamanan Reich"; RSD) pada bulan Agustus 1935.[90] Johann Rattenhuber, kepala RSD, sebagian besar menerima perintah langsung dari Hitler.[90] Kepala FBK yang sedang menjabat bertindak sebagai wakilnya. Di mana pun Hitler tinggal, anggota RSD dan FBK selalu hadir. Anggota RSD berpatroli di area sekitar, sedangkan anggota FBK memberikan perlindungan jarak dekat di dalam gedung. RSD dan FBK bekerja sama untuk keamanan dan perlindungan pribadi selama perjalanan serta acara publik Hitler, tetapi mereka beroperasi sebagai dua kelompok terpisah dan menggunakan kendaraan tersendiri.[91] Pada bulan Maret 1938, kedua unit telah mengenakan seragam abu-abu lapangan (feldgrau) standar SS.[92] Seragam RSD memiliki lambang belah ketupat SD di lengan kiri bawah.[93]

Pendirian kamp konsentrasi

330px-Bundesarchiv_Bild_183-H26996%2C_KZ_Dachau%2C_Verbrennungsofen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Krematorium di Kamp konsentrasi Dachau, Mei 1945 (foto diambil setelah pembebasan)

SS sangat berhubungan dengan sistem kamp konsentrasi Jerman Nazi. Pada 26 Juni 1933, Himmler mengangkat SS-Oberführer Theodor Eicke sebagai komandan Kamp konsentrasi Dachau, salah satu kamp konsentrasi Nazi yang pertama.[94] Kamp ini dibentuk untuk menyatukan berbagai kamp kecil yang telah didirikan oleh pelbagai lembaga kepolisian dan Partai Nazi guna menampung tahanan politik.[95] Struktur organisasi yang diterapkan Eicke di Dachau menjadi model bagi seluruh kamp konsentrasi yang dibentuk kemudian.[96] Setelah tahun 1934, Eicke diangkat sebagai komandan SS-Totenkopfverbände (SS-TV), formasi SS yang bertanggung jawab mengelola kamp-kamp konsentrasi di bawah kewenangan SS dan Himmler.[97] Dikenal sebagai "Unit Kepala Tengkorak", SS-TV pada awalnya diorganisasi menjadi beberapa batalyon, yang masing-masing ditempatkan di salah satu kamp konsentrasi utama Jerman. Kepemimpinan di kamp-kamp tersebut dibagi menjadi lima divisi: komandan dan ajudan, divisi urusan politik, penahanan perlindungan, administrasi, serta personel medis.[98] Pada tahun 1935, Himmler memperoleh persetujuan Hitler beserta dana yang dibutuhkan untuk mendirikan dan mengoperasikan kamp-kamp tambahan.[99] Enam kamp konsentrasi[b] yang menampung 21.400 tahanan (sebagian besar tahanan politik) telah berdiri saat perang dimulai pada bulan September 1939.[101] Pada akhir perang, ratusan kamp dengan berbagai ukuran dan fungsi telah dibuat, menampung hampir 715.000 orang, yang sebagian besar ditargetkan oleh rezim karena faktor ras mereka.[102][103] Populasi kamp konsentrasi meningkat seiring dengan kekalahan-kekalahan yang dialami oleh rezim Nazi; semakin buruk malapetaka yang dihadapi, semakin besar ketakutan akan adanya pembangkangan, yang mendorong SS untuk meningkatkan tindakan represif dan teror mereka.[104]

SS dalam Perang Dunia II

Mendekati pecahnya Perang Dunia II, SS telah terkonsolidasi ke dalam bentuk resminya yang terdiri dari tiga organisasi utama: Allgemeine SS, SS-Totenkopfverbände, dan Waffen-SS—yang didirikan pada tahun 1934 sebagai SS-Verfügungstruppe (SS-VT) dan berganti nama pada tahun 1940.[105][106] Waffen-SS berkembang menjadi angkatan bersenjata kedua Jerman di samping Wehrmacht dan beroperasi berdampingan dengan mereka, khususnya dengan Heer (Angkatan Darat Jerman).[107] Meskipun demikian, unit ini tidak pernah memperoleh "kemandirian komando" secara penuh, dan tidak pernah menjadi "saingan berat" bagi Angkatan Darat Jerman. Para anggotanya tidak pernah bisa masuk ke jajaran Komando Tinggi Jerman dan sangat bergantung pada angkatan darat untuk urusan persenjataan berat dan perlengkapan.[108] Meskipun pangkat-pangkat dalam SS secara umum memiliki kesetaraan dengan matra lainnya, sistem kepangkatan SS tidak meniru istilah dan pangkat yang digunakan oleh cabang-cabang Wehrmacht. Sebaliknya, SS menggunakan pangkat-pangkat yang dibentuk oleh Freikorps pasca-Perang Dunia I dan SA. Hal ini terutama dilakukan untuk menegaskan bahwa SS berdiri independen dari Wehrmacht.[109]

Invasi ke Polandia

330px-Bundesarchiv_Bild_101I-380-0069-33%2C_Polen%2C_Verhaftung_von_Juden%2C_Transport.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Yahudi Polandia ditangkap oleh Sicherheitsdienst (SD) dan polisi, September 1939

Dalam invasi ke Polandia pada bulan September 1939, LSSAH dan SS-VT bertempur sebagai resimen infanteri bergerak yang terpisah.[110] LSSAH menjadi terkenal buruk karena membakar desa-desa tanpa pembenaran militer.[111] Anggota-anggota LSSAH melakukan kejahatan perang di sejumlah kota, termasuk pembunuhan 50 orang Yahudi Polandia di Błonie dan pembantaian 200 warga sipil, termasuk anak-anak, yang ditembaki dengan senapan mesin di Złoczew. Penembakan juga terjadi di Bolesławiec, Torzeniec, Goworowo, Mława, dan Włocławek.[112] Beberapa perwira senior Wehrmacht tidak yakin unit-unit tersebut telah siap sepenuhnya untuk bertempur. Unit-unitnya mengambil risiko yang tidak perlu dan memiliki tingkat korban jiwa yang lebih tinggi daripada angkatan darat.[113] Generaloberst Fedor von Bock bersikap cukup kritis; setelah kunjungannya pada bulan April 1940 ke divisi SS-Totenkopf, ia menilai bahwa latihan tempur mereka "tidak memadai".[114] Hitler menganggap kritik tersebut merupakan cerminan khas dari "konsep ksatria usang" yang dianut angkatan darat.[115] Sebagai pembelaannya, SS bersikeras bahwa formasi bersenjatanya telah terhambat karena harus bertempur secara terpecah-pecah serta tidak dilengkapi perlengkapan yang layak oleh angkatan darat.[113]

Setelah invasi tersebut, Hitler mempercayakan SS dengan aksi pemusnahan yang diberi nama sandi Operasi Tannenberg dan AB-Aktion untuk menyingkirkan para calon pemimpin yang dapat membentuk perlawanan terhadap pendudukan Jerman. Pembunuhan-pembunuhan tersebut dilakukan oleh Einsatzgruppen dengan dibantu oleh kelompok-kelompok paramiliter lokal. Personel untuk unit-unit Einsatzgruppen ditarik dari SS, SD, dan kepolisian.[116] Tujuh Einsatzgruppen dikerahkan di Polandia, dan empat di antaranya sangat aktif dalam melaksanakan pembunuhan massal.[117] Para korban mencakup nasionalis Polandia, rohaniwan Katolik Roma, orang Yahudi, anggota bangsawan dan kaum inteligensia, serta aktivis, cendekiawan, guru, dan mantan perwira. Pada akhir tahun 1939, unit-unit SS yang dibantu oleh pasukan pembantu etnis Jerman telah membunuh sekitar 50.000 warga Polandia, termasuk 7.000 orang Yahudi Polandia, dengan perkiraan kematian warga sipil Polandia yang lebih luas mencapai hingga 65.000 orang selama periode ini.[118][119][120] Einsatzgruppe Woyrsch memulai penembakan skala besar, terutama terhadap orang Yahudi, di kota-kota seperti Tarnów, Katowice, dan Sosnowiec selama minggu-minggu pertama bulan September 1939.[121][117] Ketika pimpinan angkatan darat mengajukan keluhan mengenai kebrutalan yang dilakukan oleh Einsatzgruppen, Heydrich memberi tahu mereka bahwa ia bertindak "sesuai dengan perintah khusus Führer."[122]

330px-Bundesarchiv_Bild_146-1968-034-19A%2C_Exekution_von_polnischen_Geiseln.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembunuhan warga sipil oleh Einsatzgruppen di Kórnik, Polandia, 1939

Puas dengan kinerja mereka di Polandia, Hitler mengizinkan ekspansi lebih lanjut dari formasi-formasi SS bersenjata, tetapi bersikeras agar unit-unit baru tersebut tetap berada di bawah kendali operasional angkatan darat.[123] Sementara SS-Leibstandarte tetap menjadi resimen independen yang berfungsi sebagai pengawal pribadi Hitler, resimen-resimen lainnya—SS-Deutschland, SS-Germania, dan SS-Der Führer—digabungkan untuk membentuk SS-Verfügungs-Division.[124][113] Divisi SS kedua, SS-Totenkopf, dibentuk dari para penjaga kamp konsentrasi SS-TV, dan divisi ketiga, SS-Polizei, dibentuk dari sukarelawan kepolisian.[125][126] Pada masa ini, SS memperoleh kendali atas sistem perekrutan, logistik, dan pasokannya sendiri untuk formasi-formasi bersenjatanya.[126] SS, Gestapo, dan SD memegang kendali atas administrasi militer sementara di Polandia hingga pengangkatan Hans Frank sebagai Gubernur Jenderal pada 26 Oktober 1939.[127][128]

Pertempuran Prancis

330px-Bundesarchiv_Bild_101III-Weill-059-04%2C_Metz%2C_Heinrich_Himmler_neben_Panzer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Himmler menginspeksi sebuah Sturmgeschütz III dari Divisi Panzer SS ke-1 "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di Metz, Prancis, September 1940

Pada 10 Mei 1940, Hitler melancarkan Pertempuran Prancis, sebuah serangan besar-besaran terhadap Prancis dan Negara-Negara Dataran Rendah.[129] SS menyiapkan dua dari 89 divisi yang dikerahkan.[130] LSSAH dan elemen-elemen dari SS-VT berpartisipasi dalam invasi darat ke Belanda.[131] Pada saat yang sama, pasukan lintas udara diterjunkan untuk merebut pangkalan udara, jembatan, dan jalur kereta api utama Belanda. Dalam kampanye militer selama lima hari tersebut, LSSAH bergabung dengan unit-unit angkatan darat dan pasukan lintas udara setelah beberapa kali bentrokan dengan pasukan pertahanan Belanda.[131]

Pasukan SS tidak ambil bagian dalam penerobosan melalui Ardennes dan Sungai Meuse.[131] Sebaliknya, SS-Totenkopf dipanggil dari cadangan angkatan darat untuk bertempur mendukung Divisi Panzer ke-7 pimpinan Generalmajor Erwin Rommel saat mereka bergerak maju menuju Selat Inggris.[132] Pada 21 Mei, pihak Inggris melancarkan serangan balasan lapis baja terhadap sayap Divisi Panzer ke-7 dan SS-Totenkopf. Pasukan Jerman kemudian menjebak pasukan Inggris dan Prancis dalam sebuah kantong besar di Dunkerque.[133] Pada 27 Mei, Kompi ke-4 SS-Totenkopf melakukan Pembantaian Le Paradis, di mana 97 prajurit dari Batalyon ke-2 Royal Norfolk Regiment ditembaki dengan senapan mesin setelah menyerahkan diri dan korban yang selamat dihabisi dengan sangkur. Dua prajurit berhasil selamat.[134] Pada 28 Mei, SS-Leibstandarte telah merebut Wormhout, berjarak 16 km (9,9 mi) dari Dunkirk. Di sana, prajurit dari Batalyon ke-2 bertanggung jawab atas Pembantaian Wormhoudt, di mana 81 prajurit Inggris dan Prancis dibunuh setelah mereka menyerahkan diri.[135] Menurut sejarawan Charles Sydnor, "kesembronoan yang fanatik dalam penyerangan, pertahanan bunuh diri terhadap serangan musuh, serta kekejaman brutal yang dilakukan saat sasaran terhambat" yang ditunjukkan oleh divisi SS-Totenkopf selama invasi tersebut merupakan ciri khas pasukan SS secara keseluruhan.[136]

Pada penghujung kampanye militer tersebut, Hitler menyatakan kepuasannya terhadap kinerja SS-Leibstandarte dan berkata kepada mereka: "Mulai saat ini, merupakan sebuah kehormatan bagi kalian yang menyandang namaku untuk memimpin setiap serangan Jerman."[137] SS-VT diubah namanya menjadi Waffen-SS dalam pidato yang disampaikan oleh Hitler pada bulan Juli 1940.[106] Hitler kemudian mengizinkan perekrutan "orang-orang yang dianggap berkerabat rasial", sebagaimana disampaikan oleh Himmler, untuk memperluas jajarannya.[138] Relawan dari Denmark, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Finlandia mendaftar untuk bertempur di dalam Waffen-SS di bawah komando perwira-perwira Jerman.[139] Mereka disatukan untuk membentuk divisi baru, yaitu SS-Wiking.[138] Pada bulan Januari 1941, Divisi SS-Verfügungs diubah namanya menjadi Divisi SS-Reich (Bermotor), dan dinamai ulang sebagai Divisi Panzer SS ke-2 "Das Reich" ketika diorganisasi ulang menjadi divisi Panzergrenadier pada tahun 1942.[140]

Kampanye militer di Balkan

Pada bulan April 1941, Angkatan Darat Jerman menginvasi Yugoslavia dan Yunani. LSSAH dan Das Reich diperbantukan ke korps Panzer angkatan darat yang terpisah. Fritz Klingenberg, seorang komandan kompi di divisi Das Reich, memimpin anak buahnya melintasi Yugoslavia menuju Beograd di mana sekelompok kecil pasukan garda depan menerima penyerahan kota tersebut pada 13 April. Beberapa hari kemudian, Yugoslavia menyerah.[141][142] Unit-unit kepolisian SS segera mulai menyandera warga dan melakukan aksi balasan, sebuah praktik yang kemudian menjadi hal lumrah. Dalam beberapa kasus, mereka dibantu oleh Wehrmacht.[143] Serupa dengan di Polandia, kebijakan perang Nazi di Balkan menghasilkan pendudukan yang brutal dan pembunuhan massal rasialis. Serbia menjadi negara kedua (setelah Estonia) yang dinyatakan Judenfrei ("bebas dari orang Yahudi").[144]

Di Yunani, Wehrmacht dan Waffen-SS menghadapi perlawanan dari Pasukan Ekspedisi Britania (BEF) dan Angkatan Darat Yunani.[145] Pertempuran sengit diperparah oleh medan pegunungan dengan celah-celah sempit yang dipertahankan secara ketat. LSSAH berada di garda terdepan dari tekanan Jerman.[146] BEF dievakuasi melalui laut ke Kreta, tetapi harus melarikan diri lagi pada akhir bulan Mei ketika pasukan Jerman tiba.[147] Seperti halnya di Yugoslavia, penaklukan atas Yunani membawa ancaman bahaya bagi warga Yahudi di sana, seiring langkah-langkah penindasan yang segera diambil oleh Nazi terhadap mereka.[148] Pada awalnya dikurung di ghetto-ghetto, sebagian besar dari mereka kemudian diangkut ke Kamp konsentrasi Auschwitz pada bulan Maret 1943, tempat mereka dibunuh di kamar-kamar gas sesampainya di sana. Dari 80.000 warga Yahudi di Yunani, hanya 20 persen yang selamat dari perang.[149]

Front Timur

Pada 22 Juni 1941, Hitler melancarkan Operasi Barbarossa, yaitu invasi ke Uni Soviet.[150] Perang yang meluas dan kebutuhan untuk mengendalikan wilayah-wilayah pendudukan memberikan kondisi bagi Himmler untuk semakin mengonsolidasikan organ-organ kepolisian dan militer SS.[151] Penguasaan cepat atas wilayah-wilayah yang sangat luas di Timur memberi beban berat bagi organisasi kepolisian SS saat mereka berjuang menyesuaikan diri dengan tantangan keamanan yang terus berubah.[152]

Brigade Infanteri SS ke-1 dan ke-2, yang dibentuk dari sisa penjaga kamp konsentrasi SS-TV, bersama Brigade Kavaleri SS bergerak masuk ke Uni Soviet di belakang pasukan tempur utama. Pada awalnya, mereka bertempur melawan partisan Soviet, tetapi pada musim gugur 1941, mereka menyerahkan peran anti-partisan kepada unit-unit lain dan secara aktif mengambil bagian dalam Holokaus. Saat membantu Einsatzgruppen, mereka membentuk regu tembak yang berpartisipasi dalam pemusnahan populasi Yahudi di Uni Soviet.[153][154]

Pada 31 Juli 1941, Göring memberikan wewenang tertulis kepada Heydrich untuk memastikan kerja sama para pemimpin administratif dari berbagai departemen pemerintah guna melaksanakan genosida terhadap orang-orang Yahudi di wilayah-wilayah di bawah kendali Jerman.[155] Heydrich memegang peranan krusial dalam melaksanakan pemusnahan ini, karena Gestapo telah bersiap mengorganisasi deportasi di Barat dan Einsatzgruppen miliknya sudah menjalankan operasi pembunuhan secara meluas di Timur.[156] Pada 20 Januari 1942, Heydrich memimpin sebuah pertemuan yang dinamakan Konferensi Wannsee untuk membahas pelaksanaan rencana tersebut.[157]

Selama pertempuran di Uni Soviet pada tahun 1941 dan 1942, Waffen-SS menderita kerugian korban jiwa yang sangat besar. LSSAH dan Das Reich kehilangan lebih dari separuh pasukan mereka akibat penyakit dan korban pertempuran.[158] Karena membutuhkan rekrutan baru, Himmler mulai menerima prajurit yang tidak memenuhi profil rasial awal SS.[159] Pada awal tahun 1942, SS-Leibstandarte, SS-Totenkopf, dan SS-Das Reich ditarik ke Barat untuk pemulihan dan perlengkapan ulang, serta dikonversi menjadi divisi Panzergrenadier.[160] Korps Panzer SS kembali ke Uni Soviet pada tahun 1943 dan berpartisipasi dalam Pertempuran Kharkov Ketiga pada bulan Februari dan Maret.[161]

Holokaus

330px-Einsatzgruppen_murder_Jews_in_Ivanhorod%2C_Ukraine%2C_1942.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembunuhan orang Yahudi oleh Einsatzgruppen di Ivanhorod, Ukraina, 1942

SS dibangun di atas budaya kekerasan, yang ditunjukkan dalam bentuk paling ekstrem melalui pembunuhan massal warga sipil dan tawanan perang di Front Timur.[162] Dengan tambahan personel dari Kripo, Orpo (Polisi Ketertiban), dan Waffen-SS,[163] Einsatzgruppen mencapai kekuatan total 3.000 orang. Einsatzgruppen A, B, dan C diperbantukan ke Grup Angkatan Darat Utara, Grup Angkatan Darat Tengah, dan Grup Angkatan Darat Selatan; Einsatzgruppe D ditugaskan ke Angkatan Darat ke-11. Einsatzgruppe Tujuan Khusus beroperasi di Polandia timur mulai bulan Juli 1941.[164] Sejarawan Richard Rhodes menggambarkan mereka berada "di luar batas-batas moralitas"; mereka adalah "hakim, juri, sekaligus algojo yang menyatu", dengan kewenangan untuk membunuh siapa saja sesuai diskresi mereka.[165] Menyusul Operasi Barbarossa, unit-unit Einsatzgruppen ini, bersama dengan Waffen-SS dan Polisi Ketertiban serta bantuan dari Wehrmacht, terlibat dalam pembunuhan massal populasi Yahudi di Polandia timur yang diduduki dan Uni Soviet.[165][166][167] Cakupan terbesar dari aksi Einsatzgruppen terjadi pada tahun 1941 dan 1942 di Ukraina dan Rusia.[168] Sebelum invasi tersebut, terdapat lima juta orang Yahudi yang terdaftar di seluruh Uni Soviet, dengan tiga juta di antaranya tinggal di wilayah-wilayah yang diduduki oleh Jerman; pada saat perang berakhir, lebih dari dua juta di antaranya telah dibunuh.[169]

Kegiatan pemusnahan oleh Einsatzgruppen umumnya mengikuti prosedur standar, di mana kepala Einsatzgruppen menghubungi komandan unit Wehrmacht terdekat untuk memberitahukan aksi yang akan dilakukan; hal ini dilakukan agar mereka dapat berkoordinasi dan mengendalikan akses ke lokasi eksekusi.[170] Pada awalnya, para korban ditembak, tetapi metode ini terbukti tidak praktis untuk operasi berskala sebesar ini.[171] Selain itu, setelah Himmler mengamati penembakan 100 orang Yahudi di Minsk pada bulan Agustus 1941, ia merasa khawatir akan dampak tindakan tersebut terhadap kesehatan mental para anggotanya. Ia memutuskan bahwa metode pembunuhan alternatif harus ditemukan, yang berujung pada pengenalan truk-truk gas.[172][173] Namun, metode ini pun tidak disukai oleh para anggota, karena mereka menganggap proses mengeluarkan mayat-mayat dari truk dan menguburnya sebagai hal yang tidak menyenangkan. Para tahanan atau pasukan pembantu sering kali ditugaskan untuk melakukan pekerjaan ini demi menghindarkan anggota SS dari trauma.[174]

Operasi antipartisan

Lihat pula: Bandenbekämpfung

Sebagai tanggapan atas kesulitan angkatan darat dalam menghadapi partisan Soviet, Hitler memutuskan pada bulan Juli 1942 untuk mengalihkan operasi antipartisan kepada kepolisian. Hal ini menempatkan urusan tersebut di bawah kewenangan Himmler.[175][176] Karena Hitler telah memerintahkan pada 8 Juli 1941 bahwa seluruh orang Yahudi harus dianggap sebagai partisan, istilah "operasi antipartisan" digunakan sebagai eufemisme untuk pembunuhan orang-orang Yahudi sekaligus pertempuran yang sebenarnya melawan elemen-elemen perlawanan.[177][178] Pada bulan Juli 1942, Himmler memerintahkan agar istilah "partisan" tidak lagi digunakan; sebagai gantinya, penentang kekuasaan Nazi akan digambarkan sebagai "bandit".[179]

Himmler mengerahkan SS dan SD untuk mengembangkan taktik anti-partisan tambahan dan melancarkan kampanye propaganda.[180] Pada bulan Juni 1943, Himmler mengeluarkan perintah Bandenbekämpfung ("penumpasan bandit"), yang secara bersamaan mengumumkan keberadaan Bandenkampfverbände ("formasi penumpasan bandit"), dengan SS-Obergruppenführer Erich von dem Bach-Zelewski sebagai kepalanya. Dengan mengerahkan pasukan yang utamanya berasal dari kepolisian SS dan Waffen-SS, Bandenkampfverbände memiliki empat komponen operasional utama: propaganda, kontrol dan koordinasi terpusat untuk operasi keamanan, pelatihan pasukan, dan operasi tempur.[181] Setelah Wehrmacht mengamankan sasaran-sasaran wilayahnya, Bandenkampfverbände terlebih dahulu mengamankan fasilitas komunikasi, jalan raya, jalur kereta api, dan jalur air. Selanjutnya, mereka mengamankan komunitas pedesaan dan instalasi ekonomi seperti pabrik dan gedung administrasi. Selain itu, mereka melindungi sumber daya pertanian dan kehutanan. SS mengawasi pengumpulan hasil panen, yang dianggap sangat krusial bagi operasi strategis.[182] Setiap orang Yahudi di area tersebut ditangkap dan dibunuh. Orang-orang Komunis dan orang keturunan Asia dibunuh secara praduga atas asumsi bahwa mereka adalah agen Soviet.[183]

Kamp kematian

330px-May_1944_-_Jews_from_Carpathian_Ruthenia_arrive_at_Auschwitz-Birkenau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang-orang Yahudi dari Rutenia Karpatia tiba di Kamp konsentrasi Auschwitz, 1944

Setelah perang dimulai, Himmler meningkatkan intensitas kegiatan SS di Jerman dan di wilayah Eropa yang diduduki Nazi. Semakin banyak orang Yahudi dan warga negara Jerman yang dianggap mencurigakan secara politik atau terasing secara sosial ditangkap.[184] Seiring rezim Nazi yang semakin represif, sistem kamp konsentrasi tumbuh dalam hal ukuran dan operasi yang mematikan, serta meluas cakupannya seiring dengan meningkatnya ambisi ekonomi SS.[185]

Peningkatan operasi pembunuhan terjadi pada akhir tahun 1941 ketika SS mulai membangun fasilitas penggasan permanen untuk menggantikan penggunaan Einsatzgruppen dalam pembunuhan massal.[186][187] Para korban di kamp-kamp pemusnahan yang baru ini dibunuh menggunakan gas karbon monoksida dari mesin mobil.[188] Selama Operasi Reinhard, yang dijalankan oleh perwira-perwira dari Totenkopfverbände yang disumpah menjaga kerahasiaan, tiga kamp pemusnahan dibangun di Polandia yang diduduki: Bełżec (mulai beroperasi pada Maret 1942), Sobibór (mulai beroperasi pada Mei 1942), dan Treblinka (mulai beroperasi pada Juli 1942),[189] dengan regu-regu pria Trawniki (kolaborator Eropa Timur) yang mengawasi ratusan tahanan Sonderkommando,[c] yang dipaksa bekerja di kamar-kamar gas dan krematorium sebelum mereka sendiri dibunuh.[190] Atas perintah Himmler, pada awal tahun 1942 kamp konsentrasi di Auschwitz diperluas secara besar-besaran hingga mencakup penambahan kamar-kamar gas, tempat para korban dibunuh menggunakan pestisida Zyklon B.[191][192]

Demi alasan administratif, seluruh penjaga kamp konsentrasi dan staf administrasi menjadi anggota penuh Waffen-SS pada tahun 1942. Kamp-kamp konsentrasi ditempatkan di bawah komando SS-Wirtschafts-Verwaltungshauptamt (Kantor Administrasi dan Ekonomi Utama SS; WVHA) di bawah Oswald Pohl.[193] Richard Glücks menjabat sebagai Inspektur Kamp Konsentrasi, yang pada tahun 1942 menjadi Kantor "D" di bawah WVHA.[194][195] Eksploitasi dan pemusnahan menjadi sebuah kompromi yang rumit seiring memburuknya situasi militer. Kebutuhan tenaga kerja bagi ekonomi perang, terutama untuk pekerja terampil, membuat sebagian orang Yahudi luput dari genosida.[196] Pada 30 Oktober 1942, akibat kekurangan tenaga kerja yang parah di Jerman, Himmler memerintahkan agar sejumlah besar orang yang bertubuh sehat di wilayah Soviet yang diduduki Nazi ditawan dan dikirim ke Jerman sebagai pekerja paksa.[197]

Pada tahun 1944, SS-TV telah diorganisasi menjadi tiga divisi: staf kamp konsentrasi di Jerman dan Austria, di wilayah-wilayah pendudukan, serta di kamp-kamp pemusnahan di Polandia. Pada tahun 1944 pula, rotasi anggota SS masuk dan keluar kamp telah menjadi praktik standar, sebagian didasarkan pada kebutuhan tenaga manusia, tetapi juga untuk memberikan penugasan yang lebih ringan bagi anggota Waffen-SS yang terluka.[198] Rotasi personel ini membuat hampir seluruh anggota SS mengetahui apa yang terjadi di dalam kamp-kamp konsentrasi, sehingga membuat pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dilimpahkan semuanya kepada organisasi ini.[199]

Kerajaan bisnis

250px-Bundesarchiv_Bild_192-269%2C_KZ_Mauthausen%2C_H%C3%A4ftlinge_im_Steinbruch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di kamp konsentrasi Mauthausen-Gusen, para tahanan dipaksa memikul blok-blok granit berat keluar dari tempat penggalian batu melalui "Tangga Kematian".

Pada tahun 1934, Himmler mendirikan usaha bisnis SS pertama, Nordland-Verlag, sebuah rumah penerbitan yang merilis materi propaganda dan manual pelatihan SS. Setelah itu, ia membeli Porselen Allach, yang kemudian mulai memproduksi memorabilia SS.[200] Akibat kekurangan tenaga kerja dan keinginan untuk memperoleh keuntungan finansial, SS mulai mengeksploitasi para tahanan kamp konsentrasi sebagai tenaga kerja paksa.[201] Sebagian besar bisnis SS mengalami kerugian hingga Himmler menempatkannya di bawah administrasi Verwaltung und Wirtschaftshauptamt (Kantor Utama Administrasi dan Bisnis; VuWHA) pimpinan Pohl pada tahun 1939.[195] Bahkan setelah itu, sebagian besar usaha tersebut tidak berjalan dengan baik, karena anggota SS tidak dipilih berdasarkan pengalaman bisnis mereka, dan para pekerja berada dalam kondisi kelaparan.[202] Pada bulan Juli 1940, Pohl mendirikan Deutsche Wirtschaftsbetriebe GmbH ("Perusahaan-Perusahaan Ekonomi Jerman"; DWB), sebuah korporasi induk yang mengambil alih administrasi seluruh unit bisnis SS.[203] Pada akhirnya, SS mendirikan hampir 200 perusahaan induk untuk bisnis-bisnis mereka.[204]

Pada bulan Mei 1941, VuWHA mendirikan Deutsche Ausrüstungswerke GmbH ("Pabrik Peralatan Jerman"; DAW), yang dibentuk untuk mengintegrasikan unit-unit bisnis SS dengan sistem kamp konsentrasi yang berkembang pesat.[205] Himmler selanjutnya mendirikan empat kamp konsentrasi utama yang baru pada tahun 1941: Auschwitz, Gross-Rosen, Natzweiler-Struthof, dan Neuengamme. Masing-masing kamp memiliki setidaknya satu pabrik atau tempat penggalian batu di dekatnya, tempat para tahanan dipaksa bekerja.[206] Himmler menaruh perhatian khusus dalam menyediakan tenaga kerja bagi IG Farben, yang sedang membangun pabrik karet sintetis di Auschwitz III–Monowitz.[207] Pabrik tersebut hampir siap untuk memulai produksi ketika dikuasai oleh pasukan Soviet pada tahun 1945.[208] Angka harapan hidup para tahanan di Monowitz rata-rata hanya sekitar tiga bulan.[209] Kondisi ini merupakan hal yang umum di kamp-kamp tersebut, karena para tahanan kekurangan gizi dan hidup dalam kondisi yang sangat buruk. Beban kerja mereka sengaja dibuat terlampau berat di luar batas kemampuan, di bawah kebijakan pemusnahan melalui kerja paksa.[210]

Pada tahun 1942, Himmler mengonsolidasikan seluruh kantor yang menjadi tanggung jawab Pohl menjadi satu, membentuk Kantor Utama Ekonomi dan Administrasi SS (Wirtschafts- und Verwaltungshauptamt; WVHA).[193] Seluruh sistem kamp konsentrasi ditempatkan di bawah kewenangan WVHA.[194] SS memiliki Sudetenquell GmbH, sebuah produsen air mineral di Sudetenland. Pada tahun 1944, SS telah membeli 75 persen produsen air mineral di Jerman dan berniat memperoleh monopoli.[211] Beberapa kamp konsentrasi memproduksi bahan bangunan seperti batu, batu bata, dan semen untuk Deutsche Erd- und Steinwerke ("Pabrik Tanah dan Batu Jerman"; DEST) milik SS.[212] Di wilayah-wilayah pendudukan di Timur, SS memperoleh monopoli produksi batu bata dengan menyita seluruh 300 pabrik batu bata yang ada.[211] DWB juga mendirikan Ost-Deutsche Baustoffwerke GmbH ("Pabrik Bahan Bangunan Jerman Timur"; ODBS) dan Deutsche Edelmöbel GmbH ("Mebel Mewah Jerman"). Perusahaan-perusahaan ini beroperasi di pabrik-pabrik yang telah disita SS dari orang-orang Yahudi dan Polandia.[213]

SS memiliki pertanian eksperimental, pabrik roti, tempat pengolahan daging, pabrik kulit, pabrik pakaian dan seragam, serta pabrik senjata ringan.[214][215] Di bawah arahan WVHA, SS menjual tenaga kerja kamp ke berbagai pabrik dengan tarif tiga hingga enam Reichsmark per tahanan per hari.[216] SS menyita dan menjual harta benda para tahanan kamp konsentrasi, menyita portofolio investasi dan uang tunai mereka, serta meraup keuntungan dari jenazah mereka dengan menjual rambut mereka untuk dibuat kain felt dan melebur tambalan gigi mereka untuk mendapatkan emas.[217] Nilai total aset yang dirampas dari para korban Operasi Reinhard saja (tidak termasuk Auschwitz) dicatat oleh Odilo Globocnik sebesar 178.745.960,59 Reichsmark. Barang-barang yang disita mencakup 2,90968 kg (6,4147 pon) emas senilai 843.802,75 RM, serta 18,73369 kg (41,3007 pon) perak, 1,514 kg (3,34 pon) platina, 249.771,50 dolar Amerika, 130 soliter intan, 2.511,87 karat berlian, 13.458,62 karat intan, dan 114 kg mutiara.[218] Menurut undang-undang Nazi, harta benda milik orang Yahudi adalah milik negara, tetapi banyak komandan dan penjaga kamp SS mencuri barang-barang seperti intan atau mata uang untuk keuntungan pribadi, atau mengambil bahan makanan dan alkohol yang disita untuk dijual di pasar gelap.[219]

Kemunduran militer

Pada 5 Juli 1943, Jerman melancarkan Pertempuran Kursk, sebuah serangan yang dirancang untuk menghancurkan tonjolan Kursk.[220] Tiga divisi lapis baja SS dari Korps Panzer SS II (1. SS "LSSAH", 2. SS "Das Reich", dan 3. SS "Totenkopf") berpartisipasi di samping divisi-divisi Panzer Wehrmacht.[221][222] Akibat perlawanan sengit Soviet, Hitler menghentikan serangan tersebut pada 12 Juli malam. Pada 17 Juli, ia membatalkan operasi itu dan memerintahkan penarikan mundur.[223] Setelah itu, Jerman terpaksa mengambil posisi bertahan ketika Tentara Merah mulai membebaskan wilayah Rusia Barat.[224] Kerugian yang dialami oleh Waffen-SS dan Wehrmacht selama Pertempuran Kursk terjadi hampir bersamaan dengan invasi Sekutu ke Italia, yang membuka perang dua front bagi Jerman.[225]

Pendaratan Normandia

250px-Bundesarchiv_Bild_101I-263-1580-05%2C_Atlantikwall%2C_Soldaten_der_Legion_%22Freies_Indien%22.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prajurit Legiun India dari Waffen-SS menjaga Tembok Atlantik di Bordeaux, Prancis, 21 Maret 1944

Resah oleh serangan terhadap Saint-Nazaire dan Dieppe pada tahun 1942, Hitler memerintahkan pembangunan benteng pertahanan yang ia sebut Tembok Atlantik di sepanjang pesisir Atlantik, dari Spanyol hingga Norwegia, untuk melindungi diri dari invasi Sekutu yang diperkirakan akan terjadi.[226] Kedudukan senjata beton dibangun di titik-titik strategis di sepanjang pantai, dan pancang kayu, tripod logam, ranjau, serta rintangan anti-tank berukuran besar ditempatkan di pantai untuk memperlambat pendekatan kapal pendarat dan menghambat pergerakan tank.[227] Selain beberapa divisi infanteri statis, sebelas divisi Panzer dan Panzergrenadier dikerahkan di dekatnya.[228][229] Empat dari formasi ini merupakan divisi Waffen-SS.[230] Selain itu, SS-Das Reich ditempatkan di Prancis Selatan, LSSAH berada di Belgia untuk menjalani pemulihan setelah bertempur di Uni Soviet, dan divisi Panzer yang baru dibentuk, SS-Hitlerjugend—yang terdiri dari anggota Hitlerjugend berusia 17 dan 18 tahun dengan didukung oleh veteran tempur serta Bintara berpengalaman—ditempatkan di sebelah barat Paris.[231] Pembentukan SS-Hitlerjugend merupakan tanda keputusasaan Hitler dalam membutuhkan lebih banyak pasukan, terutama mereka yang memiliki kepatuhan tanpa ragu.[232]

Pendaratan Normandia berlangsung mulai tanggal 6 Juni 1944. Divisi Panzer ke-21 di bawah pimpinan Generalmajor Edgar Feuchtinger, yang berada di selatan Caen, merupakan satu-satunya divisi Panzer yang berada dekat dengan pantai. Divisi tersebut mencakup 146 tank dan 50 meriam serbu, ditambah infanteri dan artileri pendukung.[233] Pada pukul 02.00, Generalleutnant Wilhelm Richter, komandan Divisi Infanteri Statis ke-716, memerintahkan Divisi Panzer ke-21 untuk bersiap melakukan serangan balasan. Namun, karena divisi tersebut merupakan bagian dari cadangan lapis baja, Feuchtinger wajib meminta izin dari OKW sebelum ia dapat mengerahkan formasinya.[234] Feuchtinger tidak menerima perintah hingga hampir pukul 09.00. Sementara itu, atas inisiatifnya sendiri ia membentuk sebuah kelompok tempur (termasuk tank) untuk bertempur melawan pasukan Britania di sebelah timur Sungai Orne.[235] SS-Hitlerjugend mulai dikerahkan pada 6 Juni sore hari, dengan unit-unitnya menjalankan aksi bertahan pada hari berikutnya. Mereka juga mengambil bagian dalam Pertempuran Caen (Juni–Agustus 1944).[236] Pada 7–8 dan 17 Juni, anggota SS-Hitlerjugend menembak mati dua puluh tawanan perang Kanada dalam Pembantaian Biara Ardenne.[237]

Sekutu terus membuat kemajuan dalam pembebasan Prancis, dan pada 4 Agustus Hitler memerintahkan serangan balasan (Operasi Lüttich) dari Vire menuju Avranches.[238] Operasi tersebut melibatkan LSSAH, Das Reich, Divisi Panzer ke-2, dan ke-116, dengan dukungan infanteri serta elemen-elemen dari Divisi Panzergrenadier SS ke-17 "Götz von Berlichingen" di bawah pimpinan SS-Oberst-Gruppenführer Paul Hausser. Pasukan-pasukan ini bertugas melancarkan serangan di dekat Mortain dan bergerak ke barat menembus Avranches menuju pantai. Pasukan Sekutu telah bersiap menghadapi serangan balasan ini, dan serangan udara terhadap unit-unit gabungan Jerman terbukti berakibat fatal.[239] Pada 21 Agustus, 50.000 prajurit Jerman, termasuk sebagian besar anggota LSSAH, dikepung oleh Sekutu di Kantong Falaise.[240] Sisa-sisa LSSAH yang berhasil meloloskan diri ditarik mundur ke Jerman untuk pemulihan dan perlengkapan ulang.[241] Pembebasan Paris terjadi pada 25 Agustus, dan pasukan Jerman terakhir ditarik melintasi Sungai Seine pada akhir bulan Agustus, mengakhiri kampanye militer Normandia.[242]

Pertempuran mempertahankan Jerman

250px-Bundesarchiv_Bild_183-J28510%2C_Ardennenoffensive%2C_deutsche_Infanterie_geht_im_Wald_vor..jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Infanteri Jerman berjalan kaki di Ardennes, Desember 1944

Unit-unit Waffen-SS yang selamat dari kampanye militer musim panas ditarik dari garis depan untuk menjalani pemulihan dan perlengkapan ulang. Dua di antaranya, Divisi Panzer SS ke-9 dan ke-10, melakukan hal tersebut di wilayah Arnhem, Belanda, pada awal bulan September 1944. Secara kebetulan, pada 17 September, Sekutu melancarkan Operasi Market Garden di wilayah yang sama, sebuah operasi gabungan lintas udara dan darat yang dirancang untuk merebut kendali atas bagian hilir Sungai Rhein.[243] Divisi Panzer ke-9 dan ke-10 termasuk di antara unit-unit yang berhasil memukul mundur serangan tersebut.[244]

Pada bulan Desember 1944, Hitler melancarkan Serangan Ardennes, yang juga dikenal sebagai Pertempuran Bulge, sebuah serangan balasan besar-besaran terhadap Sekutu Barat melalui kawasan Ardennes dengan tujuan mencapai Antwerpen sekaligus mengepung pasukan Sekutu di wilayah tersebut.[245] Ofensif tersebut dimulai dengan rentetan tembakan artileri sesaat sebelum fajar pada 16 Desember. Ujung tombak serangan tersebut adalah dua tentara Panzer (Panzerarmee) yang sebagian besar terdiri dari divisi-divisi Waffen-SS.[246] Kelompok-kelompok tempur (Kampfgruppe) mendapati bahwa pergerakan maju menembus hutan dan bukit-bukit berhutan di Ardennes terasa sulit di tengah cuaca musim dingin, walaupun pada awalnya mereka berhasil membuat kemajuan yang baik di sektor utara. Mereka dengan cepat menghadapi perlawanan sengit dari Divisi Infanteri ke-2 dan ke-99 AS. Pada 23 Desember, cuaca cukup membaik sehingga angkatan udara Sekutu dapat menyerang pasukan Jerman beserta konvoi pasokan mereka, yang menyebabkan krisis bahan bakar. Dalam kondisi yang kian memburuk, pergerakan maju Jerman melambat hingga akhirnya berhasil dihentikan.[247] Kegagalan serangan ini menelan kerugian 700 tank dan menghancurkan sebagian besar pasukan bergerak yang tersisa di Barat,[248] serta menghabiskan cadangan personel dan material yang tidak dapat digantikan lagi.[249]

Selama pertempuran tersebut, SS-Obersturmbannführer Joachim Peiper meninggalkan jejak kehancuran, termasuk pembunuhan tawanan perang AS dan warga sipil Belgia yang tidak bersenjata oleh prajurit-prajurit Waffen-SS di bawah komandonya dalam Pembantaian Malmedy.[250] Prajurit SS yang tertangkap merupakan bagian dari Kampfgruppe Peiper. Mereka kelak diadili setelah perang atas peran mereka dalam pembantaian ini beserta beberapa pembantaian lain di kawasan tersebut. Banyak dari pelakunya dijatuhi hukuman gantung, walaupun hukuman tersebut diringankan. Peiper sendiri dipenjara selama sebelas tahun atas perannya dalam pembunuhan-pembunuhan ini.[251]

250px-Bodies_of_U.S._officers_and_soldiers_slain_by_the_Nazis_after_capture_near_Malmedy%2C_Belgium._-_NARA_-_196544.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tawanan perang AS yang dibunuh oleh pasukan SS pimpinan Joachim Peiper dalam Pembantaian Malmedy selama Pertempuran Bulge, Desember 1944

Di timur, Tentara Merah melanjutkan serangannya pada 12 Januari 1945. Pasukan Jerman kalah jumlah dengan rasio dua puluh banding satu dalam hal pesawat terbang, sebelas banding satu dalam hal infanteri, dan tujuh banding satu dalam hal tank di Front Timur.[252] Pada akhir bulan tersebut, Tentara Merah telah membuat pangkal jembatan melintasi Sungai Oder, rintangan geografis terakhir sebelum Berlin.[253] Sekutu Barat juga terus bergerak maju, meskipun tidak secepat Tentara Merah.[254] Korps Panzer melancarkan operasi bertahan yang berhasil pada 17–24 Februari di Sungai Hron, yang menahan pergerakan maju Sekutu menuju Wina.[255] Korps Panzer SS ke-1 dan ke-2 bergerak menuju Austria, tetapi terhambat oleh kerusakan pada jalur kereta api.[256]

Budapest jatuh pada 13 Februari.[257] Hitler memerintahkan Angkatan Darat Panzer ke-6 pimpinan Dietrich untuk bergerak ke Hungaria demi melindungi ladang minyak dan kilang Nagykanizsa, yang ia anggap sebagai cadangan bahan bakar paling bernilai secara strategis di Front Timur.[258][255] Frühlingserwachsen (Operasi Membangunkan Musim Semi), serangan terakhir Jerman di timur, berlangsung pada awal bulan Maret. Pasukan Jerman menyerang di dekat Danau Balaton, dengan Angkatan Darat Panzer ke-6 bergerak ke utara menuju Budapest dan Angkatan Darat Panzer ke-2 bergerak ke timur dan selatan.[259] Pasukan Dietrich pada awalnya membuat kemajuan pesat, tetapi ketika mendekati Sungai Donau, kombinasi medan berlumpur dan perlawanan sengit Soviet menghentikan pergerakan mereka.[260] Pada 16 Maret, pertempuran tersebut berakhir dengan kekalahan.[261] Murka oleh kekalahan tersebut, Hitler memerintahkan unit-unit Waffen-SS yang terlibat untuk melepaskan pita lengan mereka sebagai tanda kehinaan. Dietrich menolak melaksanakan perintah tersebut.[262]

Pada saat ini, baik di Front Timur maupun Front Barat, kegiatan-kegiatan SS mulai terungkap jelas bagi Sekutu seiring dikuasainya kamp-kamp konsentrasi dan pemusnahan.[263] Pasukan Sekutu diliputi rasa tidak percaya dan jijik menyaksikan bukti-bukti kebrutalan Nazi di kamp-kamp tersebut.[264]

Pada 9 April 1945, Königsberg jatuh ke tangan Tentara Merah dan pada 13 April, unit SS pimpinan Dietrich terdesak keluar dari Wina.[265] Pertempuran Berlin dimulai pada pukul 03.30 tanggal 16 April dengan rentetan tembakan artileri masif.[266] Dalam kurun waktu seminggu, pertempuran telah berkecamuk di dalam kota. Di antara sekian banyak elemen yang mempertahankan Berlin terdapat pasukan Waffen-SS Prancis, Latvia, dan Skandinavia.[267][268] Hitler, yang kini berlindung di Führerbunker di bawah Reichskanzlei, terus berharap bahwa prajurit SS yang tersisa dapat menyelamatkan ibu kota. Meskipun situasi sudah tanpa harapan, anggota SS yang berpatroli di kota terus menembak atau menggantung prajurit dan warga sipil atas hal-hal yang mereka anggap sebagai tindakan penakut atau defaitisme.[269] Garnisun Berlin menyerah pada 2 Mei, dua hari setelah Hitler bunuh diri.[266] Merasa tidak akan mendapatkan belas kasihan dari Tentara Merah, para anggota SS berusaha bergerak ke barat untuk menyerahkan diri kepada Sekutu Barat alih-alih kepada Soviet.[270]

Unit dan cabang SS

Reichssicherheitshauptamt

Heydrich memegang gelar Chef der Sicherheitspolizei und des SD (Kepala Polisi Keamanan dan SD) hingga 27 September 1939, ketika ia menjadi kepala Reichssicherheitshauptamt (RSHA) yang baru dibentuk.[65][271] Sejak saat itu, RSHA bertanggung jawab atas dinas-dinas keamanan SS. Lembaga ini membawahi SD, Kripo, dan Gestapo, serta beberapa kantor untuk menangani keuangan, administrasi, dan pasokan.[65] Heinrich Müller, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala operasi Gestapo, diangkat menjadi kepala Gestapo pada saat itu.[272] Arthur Nebe menjabat sebagai kepala Kripo, dan kedua cabang SD dikomandani oleh serangkaian perwira SS, termasuk Otto Ohlendorf dan Walter Schellenberg. SD dianggap sebagai cabang elite SS, dan anggota-anggotanya berpendidikan lebih baik serta biasanya lebih berambisi dibandingkan dengan mereka yang berada di jajaran Allgemeine SS.[48] Anggota SD dilatih secara khusus dalam bidang kriminologi, intelijen, dan kontra-intelijen. Mereka juga meraih reputasi atas kekejaman dan komitmen tanpa ragu terhadap ideologi Nazi.[273]

Heydrich diserang di Praha pada 27 Mei 1942 oleh tim prajurit Ceko dan Slowakia terlatih Inggris yang dikirim oleh pemerintahan Cekoslowakia dalam pengasingan untuk membunuhnya dalam Operasi Anthropoid. Ia meninggal akibat luka-lukanya seminggu kemudian.[274][d] Himmler memimpin RSHA secara pribadi hingga 30 Januari 1943, ketika jabatan Heydrich diambil alih oleh Kaltenbrunner.[276]

SS-Sonderkommandos

Artikel ini berisi tentang unit-unit di dalam SS. Untuk tahanan Yahudi di kamp pemusnahan yang dipaksa membantu operasi kamp, lihat Sonderkommando.

Mulai tahun 1938 dan di sepanjang Perang Dunia II, SS memberlakukan prosedur yang memungkinkan kantor-kantor dan unit-unit SS membentuk sub-unit yang lebih kecil, yang dikenal sebagai SS-Sonderkommandos, untuk melaksanakan tugas-tugas khusus, termasuk operasi pembunuhan berskala besar. Penggunaan SS-Sonderkommandos berlangsung sangat meluas. Menurut mantan SS-Sturmbannführer Wilhelm Höttl, bahkan kepemimpinan SS sendiri tidak mengetahui berapa banyak SS-Sonderkommandos yang terus-menerus dibentuk, dibubarkan, dan dibentuk kembali untuk berbagai tugas, terutama di Front Timur.[277]

Sebuah unit SS-Sonderkommando yang dipimpin oleh SS-Sturmbannführer Herbert Lange membunuh 1.201 pasien psikiatri di rumah sakit jiwa Tiegenhof di Kota Bebas Danzig,[278] 1.100 pasien di Owińska, 2.750 pasien di Kościan, dan 1.558 pasien di Działdowo, serta ratusan warga Polandia di Fort VII, tempat truk gas bergerak dan bunker gas dikembangkan.[279][280] Pada tahun 1941–1942, SS-Sonderkommando Lange mendirikan dan mengelola kamp pemusnahan pertama di Chełmno, tempat 152.000 orang Yahudi dibunuh menggunakan truk-truk gas.[281]

Setelah Pertempuran Stalingrad berakhir pada bulan Februari 1943, Himmler menyadari bahwa Jerman kemungkinan besar akan kalah perang dan memerintahkan pembentukan Sonderkommando 1005, sebuah satuan tugas khusus di bawah pimpinan SS-Standartenführer Paul Blobel. Tugas unit tersebut adalah mendatangi kuburan-kuburan massal di Front Timur untuk menggali kembali jenazah dan membakarnya dalam upaya menutupi genosida yang telah dilakukan. Tugas ini tetap belum selesai hingga akhir perang. Banyak kuburan massal yang masih belum ditandai dan belum digali.[282]

Eichmann Sonderkommando adalah sebuah satuan tugas pimpinan Adolf Eichmann yang tiba di Budapest pada 19 Maret 1944, hari yang sama ketika pasukan Poros menginvasi Hungaria. Tugas mereka adalah mengambil peran langsung dalam deportasi orang-orang Yahudi-Hungaria ke Auschwitz. SS-Sonderkommandos meminta bantuan dari elemen-elemen antisemit gendarmeri Hungaria dan administrator pro-Jerman dari internal Kementerian Dalam Negeri Hungaria.[283] Penangkapan massal dimulai pada 16 April, dan sejak 14 Mei, empat kereta berkapasitas 3.000 orang Yahudi per hari meninggalkan Hungaria dan bergerak menuju kamp Auschwitz II-Birkenau, tiba melalui jalur kereta percabangan yang baru dibangun yang berakhir beberapa ratus meter dari kamar-kamar gas.[284][285] Antara 10 hingga 25 persen orang di setiap kereta dipilih sebagai pekerja paksa; sisanya dibunuh dalam kurun waktu beberapa jam setelah kedatangan.[284][286] Di bawah tekanan internasional, pemerintah Hungaria menghentikan deportasi pada 6 Juli 1944, di mana pada saat itu lebih dari 437.000 dari 725.000 orang Yahudi Hungaria telah dibunuh.[284][287]

Einsatzgruppen

250px-Bundesarchiv_Bild_183-A0706-0018-030%2C_Ukraine%2C_ermordete_Familie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembunuhan oleh SS di Zboriv, Ukraina, 1941; seorang remaja laki-laki dibawa untuk melihat keluarganya yang tewas sebelum ia sendiri ditembak

Einsatzgruppen berawal dari Einsatzkommando ad hoc yang dibentuk oleh Heydrich menyusul Anschluss di Austria pada bulan Maret 1938.[288] Dua unit Einsatzgruppen ditempatkan di Sudetenland pada bulan Oktober 1938. Ketika aksi militer ternyata tidak diperlukan karena adanya Perjanjian München, Einsatzgruppen ditugaskan untuk menyita berkas-berkas pemerintah dan dokumen kepolisian. Mereka mengamankan gedung-gedung pemerintah, menginterogasi pegawai negeri senior, serta menangkap sebanyak 10.000 orang komunis Ceko dan warga negara Jerman.[288][289] Einsatzgruppen juga bergerak mengiringi pasukan Wehrmacht dan membunuh calon-calon partisan.[290] Kelompok-kelompok serupa digunakan pada tahun 1939 untuk pendudukan Cekoslowakia.[291]

Hitler merasa bahwa rencana pemusnahan orang Yahudi terlalu sulit dan penting untuk dipercayakan kepada pihak militer.[292] Pada tahun 1941, Einsatzgruppen dikirim ke Uni Soviet untuk memulai genosida berskala besar terhadap orang-orang Yahudi, Romani, dan komunis.[293] Sejarawan Raul Hilberg memperkirakan bahwa antara tahun 1941 hingga 1945, Einsatzgruppen beserta badan-badan terkait membunuh lebih dari dua juta orang, termasuk 1,3 juta orang Yahudi.[294] Penembakan massal terbesar yang dilakukan oleh Einsatzgruppen terjadi di Babi Yar di luar Kiev, tempat 33.771 orang Yahudi dibantai dalam satu operasi tunggal pada 29–30 September 1941.[295] Dalam Pembantaian Rumbula (November–Desember 1941), 25.000 korban dari ghetto Riga dibunuh.[296] Dalam serangkaian penembakan massal lainnya (Desember 1941 – Januari 1942), Einsatzgruppe membantai lebih dari 10.000 orang Yahudi di Drobytsky Yar di Kharkov.[297]

Unit Einsatzgruppen terakhir dibubarkan pada pertengahan tahun 1944 (meskipun beberapa di antaranya terus berdiri di atas kertas hingga tahun 1945) akibat penarikan mundur pasukan Jerman di kedua front dan ketidakmampuan untuk melanjutkan kegiatan pemusnahan sebagai dampaknya. Mantan anggota Einsatzgruppen diberi penugasan di Waffen-SS atau kamp-kamp konsentrasi. Dua puluh empat komandan Einsatzgruppen diadili atas kejahatan perang setelah perang berakhir.[298]

Hauptamt SS-Gericht

Hauptamt SS-Gericht merupakan sistem hukum internal untuk mengendalikan penyelidikan, pengadilan, dan penghukuman terhadap anggota SS dan kepolisian. Lembaga ini memiliki lebih dari 600 pengacara yang bertugas di kantor-kantor utama di Berlin dan München. Persidangan dilakukan di 38 pengadilan regional SS di seluruh Jerman. Lembaga ini merupakan satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan untuk mengadili personel SS, kecuali bagi anggota SS yang sedang bertugas aktif di Wehrmacht (dalam kasus demikian, anggota SS bersangkutan diadili oleh tribunal militer standar). Pembentukannya menempatkan SS di luar jangkauan kewenangan hukum sipil. Himmler mengintervensi secara pribadi sesuai keinginannya terkait vonis dan hukuman.[299] Sejarawan Karl Dietrich Bracher menggambarkan sistem pengadilan ini sebagai salah satu faktor terciptanya negara polisi totalitarian Nazi, karena sistem ini meniadakan prosedur hukum yang objektif, yang membuat warga negara tidak berdaya menghadapi "keadilan seketika dari teror SS."[300]

Kavaleri SS

Sesaat setelah Hitler merebut kekuasaan pada tahun 1933, sebagian besar asosiasi berkuda diambil alih oleh SA dan SS.[301] Anggotanya menerima pelatihan tempur untuk bertugas dalam Reiter-SS (Korps Kavaleri SS).[302] Resimen kavaleri SS pertama, yang diberi sebutan SS-Totenkopf Reitstandarte 1, dibentuk pada bulan September 1939. Dipimpin oleh SS-Standartenführer saat itu, Hermann Fegelein, unit ini ditugaskan ke Polandia, tempat mereka mengambil bagian dalam pemusnahan inteligensia Polandia.[303][304] Skuadron-skuadron tambahan ditambahkan pada bulan Mei 1940, hingga berjumlah total empat belas skuadron.[305]

Unit tersebut dipecah menjadi dua resimen pada bulan Desember 1939, dengan Fegelein memimpin keduanya. Pada bulan Maret 1941, kekuatan mereka mencapai 3.500 orang.[306][307] Pada bulan Juli 1941, mereka ditugaskan dalam Pembantaian Rawa-Rawa Pripyat, dengan tugas menangkap dan memusnahkan orang-orang Yahudi serta partisan di rawa-rawa Pripyat.[308] Kedua resimen tersebut digabungkan menjadi Brigade Kavaleri SS pada 31 Juli, dua belas hari setelah operasi dimulai.[309] Laporan akhir Fegelein tertanggal 18 September 1941 menyatakan bahwa mereka membunuh 14.178 orang Yahudi, 1.001 partisan, dan 699 prajurit Tentara Merah, serta menawan 830 orang.[310][311] Sejarawan Henning Pieper memperkirakan jumlah sebenarnya orang Yahudi yang dibunuh mendekati 23.700 jiwa.[312] Brigade Kavaleri SS menderita kerugian besar pada bulan November 1941 dalam Pertempuran Moskow, dengan tingkat korban mencapai 60 persen di beberapa skuadron.[313] Fegelein diangkat sebagai komandan Divisi Kavaleri SS ke-8 "Florian Geyer" pada 20 April 1943. Unit ini bertugas di Uni Soviet dalam serangan terhadap partisan dan warga sipil.[314][315] Selain itu, resimen-resimen Kavaleri SS bertugas di Kroasia dan Hungaria.[316]

Korps Medis SS

250px-Selection_on_the_ramp_at_Auschwitz-Birkenau%2C_1944_%28Auschwitz_Album%29_1b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Yahudi Hungaria di Judenrampe ("peron Yahudi") setelah turun dari kereta pengangkut. Foto dari Album Auschwitz, Mei 1944

Korps Medis SS awalnya dikenal sebagai Sanitätsstaffel ("unit sanitasi"). Setelah tahun 1931, SS membentuk kantor markas besar Amt V sebagai kantor pusat untuk unit-unit medis SS. Sebuah akademi medis SS didirikan di Berlin pada tahun 1938 untuk melatih dokter-dokter Waffen-SS.[317] Personel medis SS jarang memberikan perawatan medis yang sebenarnya; tanggung jawab utama mereka adalah genosida berbasis medis.[318] Di Auschwitz, sekitar tiga perempat dari orang-orang yang baru tiba, termasuk hampir semua anak-anak, wanita dengan anak kecil, seluruh lansia, dan semua orang yang berdasarkan pemeriksaan singkat dan sekilas oleh dokter SS dianggap tidak sepenuhnya sehat, dibunuh dalam kurun waktu beberapa jam setelah kedatangan.[319] Dalam peran mereka sebagai Desinfektoren ("disinfektor"), dokter-dokter SS juga melakukan seleksi terhadap tahanan yang ada mengenai kelayakan mereka untuk bekerja dan mengawasi pembunuhan terhadap mereka yang dianggap tidak layak. Tahanan yang kesehatannya memburuk diperiksa oleh dokter SS, yang menentukan apakah mereka dapat pulih dalam waktu kurang dari dua minggu atau tidak. Mereka yang terlalu sakit atau terluka untuk pulih dalam jangka waktu tersebut dibunuh.[320]

Di Auschwitz, penyaluran gas secara langsung kepada para korban selalu ditangani oleh SS, atas perintah dokter SS yang mengawasi.[321][322] Banyak dokter SS juga melakukan eksperimen medis tak manusiawi terhadap tahanan kamp.[323] Dokter SS yang paling terkenal, Josef Mengele, menjabat sebagai perwira medis di Auschwitz di bawah komando Eduard Wirths dari korps medis kamp tersebut.[324] Mengele melakukan seleksi bahkan ketika tidak ditugaskan untuk itu demi menemukan subjek bagi eksperimennya.[325] Ia secara khusus tertarik untuk menemukan pasangan anak kembar.[326] Berbeda dengan sebagian besar dokter yang menganggap pelaksanaan seleksi sebagai salah satu tugas paling penuh tekanan dan mengerikan, Mengele menjalankan tugas tersebut dengan gaya flamboyan, sering kali tersenyum atau bersiul menyanyikan sebuah lagu.[327][328] Setelah perang, banyak dokter SS didakwa atas kejahatan perang atas eksperimen medis mereka serta peran mereka dalam seleksi kamar gas.[329]

Unit SS lainnya

Ahnenerbe

Ahnenerbe ("Organisasi Warisan Leluhur") didirikan pada tahun 1935 oleh Himmler dan menjadi bagian dari SS pada tahun 1939.[330] Lembaga ini merupakan organisasi payung bagi lebih dari lima puluh organisasi yang bertugas mempelajari identitas rasial Jerman serta tradisi dan bahasa Jermanik kuno.[330][331] Lembaga tersebut mensponsori ekspedisi arkeologi di Jerman, Skandinavia, Timur Tengah, Tibet, dan tempat-tempat lainnya untuk mencari bukti akar, pengaruh, dan keunggulan ras Arya.[332] Ekspedisi selanjutnya yang telah direncanakan ditunda secara tidak terbatas saat perang dimulai.[333]

SS-Helferinnenkorps

SS-Helferinnenkorps (terj. har. 'Korps Pembantu Wanita SS') merupakan anggota wanita pembantu dalam Waffen-SS.[334] Organisasi ini dibentuk untuk membebaskan pria agar dapat bertempur dengan menugaskan wanita pada peran-peran pendukung nontempur seperti administrasi, komunikasi, dan logistik.[335] Didirikan pada tahun 1942 di bawah arahan Ernst Sachs, Himmler berniat menciptakan sebuah "organisasi saudari bagi Schutzstaffel".[336] Sekitar 10.000 wanita bertugas dalam SS-Helferinnenkorps, di samping 15.000 pembantu kepolisian. Mereka berada di berbagai area, mulai dari Reichssicherheitshauptamt di Berlin hingga kamp-kamp konsentrasi.[337]

Pada tahun 1942, Himmler mendirikan Reichsschule für SS Helferinnen ("Sekolah Reich untuk Pembantu SS") di Oberehnheim untuk melatih wanita dalam bidang komunikasi, yang sekali lagi bertujuan membebaskan pria untuk peran-peran tempur. Himmler berniat mengganti seluruh pegawai sipil wanita di bawah naungannya dengan anggota SS-Helferinnen, karena mereka dipilih dan dilatih sesuai dengan ideologi Nazi.[338][339] Sekolah tersebut ditutup pada 22 November 1944 akibat pergerakan maju Sekutu.[340]

SS-Gefolge

SS-Gefolge (terj. har. 'pengiring SS') bertindak sebagai pegawai sipil tanpa keanggotaan resmi SS atau pelatihan tempur. Mereka terafiliasi dengan Waffen-SS. Peran mereka terutama bersifat administratif, bekerja sebagai penjaga dan tenaga pembantu di kamp-kamp konsentrasi, dengan 3.517 penjaga wanita (mencakup 10% dari total penjaga pada Januari 1945), termasuk sekitar 200 orang di Auschwitz. Sering kali dilatih di Ravensbrück, mereka mengucapkan sumpah setia dan menegakkan kebijakan kamp yang terikat dengan Holokaus, sterilisasi, dan eutanasia, serta mengawasi para tahanan, membantu kebijakan rasial Nazi.[341][342]

Legiun asing dan relawan

250px-Bundesarchiv_Bild_146-1980-036-05%2C_Amin_al_Husseini_bei_bosnischen_SS-Freiwilligen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mufti Agung Yerusalem Amin al-Husayni menyapa para relawan Waffen-SS Bosnia sebelum keberangkatan mereka ke Front Timur, 1943

Mulai tahun 1940, Himmler membuka perekrutan Waffen-SS bagi etnis Jerman yang bukan warga negara Jerman.[343] Pada bulan Maret 1941, Kantor Utama SS mendirikan Germanische Leitstelle ("Kantor Pengarah Jermanik") untuk membentuk kantor-kantor perekrutan Waffen-SS di Eropa yang diduduki Nazi.[344] Mayoritas unit asing Waffen-SS yang terbentuk mengenakan lencana kerah nasional yang khas dan mengawali gelar pangkat SS mereka dengan prefiks Waffen, bukan SS. Relawan dari negara-negara Skandinavia mengisi jajaran dua divisi, yaitu SS-Wiking dan SS-Nordland.[345] Warga Swiss penutur bahasa Jerman bergabung dalam jumlah yang signifikan.[346] Orang Fleming Belgia bergabung dengan orang Belanda untuk membentuk legiun SS-Nederland,[347] dan kompatriot Walloon mereka bergabung dengan SS-Wallonien.[348] Pada akhir tahun 1943, sekitar seperempat dari anggota SS adalah etnis Jerman dari seluruh Eropa,[349] dan pada bulan Juni 1944, separuh dari Waffen-SS merupakan warga negara asing.[350]

Unit-unit tambahan Waffen-SS ditambahkan dari orang-orang Ukraina, orang-orang Albania dari Kosovo, orang Serbia, Kroasia, Turkik, Kaukasus, Kozak, dan Tatar. Orang-orang Ukraina dan Tatar, yang mengalami penganiayaan di bawah Joseph Stalin, kemungkinan besar didorong terutama oleh penolakan terhadap pemerintah Soviet alih-alih kesepakatan ideologis dengan SS.[351] Mufti Agung Yerusalem dalam pengasingan, Amin al-Husayni, diangkat menjadi SS-Gruppenführer oleh Himmler pada bulan Mei 1943.[352] Ia kemudian memanfaatkan antisemitisme dan rasisme anti-Serbia untuk merekrut sebuah divisi Waffen-SS dari umat Muslim Bosnia, yaitu SS-Handschar.[353] Pendudukan Soviet selama setahun atas negara-negara Baltik pada awal Perang Dunia II menghasilkan relawan-relawan untuk unit-unit Waffen-SS Latvia dan Estonia. Legiun Estonia memiliki 1.280 relawan yang menjalani pelatihan pada akhir tahun 1942.[354] Sekitar 25.000 pria bertugas dalam divisi SS Estonia, dengan ribuan lainnya diwajibmiliterkan ke dalam batalyon-batalyon Kepolisian Depan dan unit-unit penjaga perbatasan.[355] Sebagian besar warga Estonia bertempur terutama untuk merebut kembali kemerdekaan mereka. Sebanyak 15.000 orang di antaranya tewas bertempur di samping pasukan Jerman.[356] Pada awal tahun 1944, Himmler bahkan menghubungi Pohl untuk menyarankan pembebasan tahanan Muslim dari kamp-kamp konsentrasi guna menambah pasukannya di SS.[357]

Legiun India merupakan unit Wehrmacht yang dibentuk pada bulan Agustus 1942, terutama berasal dari prajurit India yang tidak puas dari Angkatan Darat India Britania yang tertawan dalam Kampanye Afrika Utara. Pada bulan Agustus 1944, unit tersebut dialihkan ke bawah naungan Waffen-SS sebagai Indische Freiwilligen-Legion der Waffen-SS.[358] Terdapat pula sebuah divisi relawan Prancis, SS-Charlemagne, yang dibentuk pada tahun 1944 terutama dari sisa-sisa Legiun Relawan Prancis Melawan Bolshevisme dan Sturmbrigade Prancis.[359]

Pangkat dan seragam

SS menetapkan simbol, ritual, adat istiadat, pangkat, dan seragamnya sendiri untuk membedakan dirinya dari organisasi-organisasi lain. Sebelum tahun 1929, SS mengenakan seragam cokelat yang sama dengan SA, dengan tambahan dasi hitam dan topi pet hitam berhiaskan simbol tengkorak dan tulang Totenkopf ("tengkorak kematian"), lalu beralih ke seragam serba hitam pada tahun 1932.[14][360] Pada tahun 1935, formasi-formasi tempur SS mengadopsi seragam dinas berwarna abu-abu lapangan untuk pakaian sehari-hari. SS juga mengembangkan seragam lapangannya sendiri, yang mencakup jubah luar bolak-balik dan penutup helm bercorak kamuflase.[361] Seragam-seragam tersebut diproduksi di ratusan pabrik berlisensi, dengan sebagian pekerjanya merupakan tawanan perang yang melakukan kerja paksa. Banyak di antaranya diproduksi di kamp-kamp konsentrasi.[362]

Hitler dan Partai Nazi memahami kekuatan lambang dan simbol dalam memengaruhi opini publik.[363] Logo petir bergaya dari SS dipilih pada tahun 1932. Logo tersebut berupa sepasang rune dari sekumpulan 18 Rune Armanen yang diciptakan oleh Guido von List pada tahun 1906. Rune ini mirip dengan rune kuno Sowilō, yang menyimbolkan matahari, tetapi dinamai ulang sebagai "Sig" (kemenangan) dalam ikonografi List.[363] Totenkopf menyimbolkan kesediaan pemakainya untuk bertempur hingga titik darah penghabisan, sekaligus berfungsi untuk menakut-nakuti musuh.[364]

Perkiraan keanggotaan SS 1925–1945

Setelah tahun 1933, karier di SS menjadi kian menarik bagi elite sosial Jerman, yang mulai bergabung dengan gerakan ini dalam jumlah besar, biasanya didorong oleh oportunisme politik. Pada tahun 1938, sekitar sepertiga kepemimpinan SS merupakan anggota kelas menengah atas. Tren ini berbalik setelah serangan balasan pertama Soviet pada tahun 1942.[365]

Tahun Jumlah anggota Reichsführer-SS
1925 &&&&&&&&&&&&0200.&&&&&0200[9] Julius Schreck[366]
1926 &&&&&&&&&&&&0200.&&&&&0200[367] Joseph Berchtold[368]
1927 &&&&&&&&&&&&0200.&&&&&0200[367] Erhard Heiden[367]
1928 &&&&&&&&&&&&0280.&&&&&0280[369] Erhard Heiden[367]
1929 &&&&&&&&&&&01000.&&&&&01.000[370] Heinrich Himmler[371]
1930–1933 &&&&&&&&&&052000.&&&&&052.000[9]
(Nazi berkuasa pada 1933)[372]
Heinrich Himmler[371] (pembentukan Jerman Nazi)[373]
1934–1939 &&&&&&&&&0240000.&&&&&0240.000[374] Heinrich Himmler[371]
1940–1944 &&&&&&&&&0800000.&&&&&0800.000[375] Heinrich Himmler[371]
1944–1945 Tidak diketahui Heinrich Himmler[371] dan Karl Hanke[376]

Kantor-kantor SS

Pada tahun 1942, seluruh kegiatan SS dikelola melalui dua belas kantor utama.[377][378]

SS Austria

Artikel utama: SS Austria
330px-Bundesarchiv_Bild_183-45534-0005%2C_Kz_Mauthausen%2C_Besuch_Heinrich_Himmler%2C_Franz_Ziereis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ernst Kaltenbrunner, Himmler, August Eigruber, dan pejabat-pejabat SS lainnya mengunjungi kamp konsentrasi Mauthausen, 1941

Istilah "SS Austria" sering digunakan untuk menggambarkan bagian dari keanggotaan SS yang berasal dari Austria, tetapi organisasi ini tidak pernah menjadi cabang SS yang diakui secara resmi. Berbeda dengan anggota SS dari negara-negara lain, yang dikelompokkan ke dalam Germanische SS atau Legiun Asing Waffen-SS, anggota SS Austria merupakan personel SS reguler. Secara teknis lembaga ini berada di bawah komando SS di Jerman, tetapi sering kali bertindak secara independen mengenai urusan-urusan Austria. SS Austria didirikan pada tahun 1930 dan pada tahun 1934 bertindak sebagai kekuatan terselubung untuk mewujudkan Anschluss dengan Jerman, yang terjadi pada bulan Maret 1938. Pemimpin-pemimpin awal SS Austria adalah Kaltenbrunner dan Arthur Seyss-Inquart.[379] Anggota SS Austria bertugas di setiap cabang SS. Warga Austria menyusun 8 persen dari populasi Jerman Nazi dan 13 persen dari keanggotaan SS; 40 persen staf dan 75 persen komandan di kamp-kamp pemusnahan merupakan warga Austria.[380]

Setelah Anschluss, SS Austria digabungkan ke dalam SS-Oberabschnitt Donau. Resimen ketiga SS-Verfügungstruppe (Der Führer) dan resimen Totenkopf keempat (Ostmark) direkrut di Austria tidak lama setelah itu. Atas perintah Heydrich, penangkapan massal terhadap calon-calon musuh Reich dimulai segera setelah Anschluss.[381] Mauthausen merupakan kamp konsentrasi pertama yang dibuka di Austria menyusul Anschluss.[382] Sebelum invasi ke Uni Soviet, Mauthausen dianggap sebagai kamp yang paling kejam di Reich Jerman Raya.[383]

Hotel Metropole diubah menjadi markas besar Gestapo di Wina pada bulan April 1938. Dengan 900 staf (80 persen di antaranya direkrut dari kepolisian Austria), kantor ini merupakan kantor Gestapo terbesar di luar Berlin. Diperkirakan 50.000 orang diinterogasi atau disiksa di sana.[384] Gestapo di Wina dipimpin oleh Franz Josef Huber, yang juga menjabat sebagai kepala Badan Pusat Emigrasi Yahudi di Wina. Meskipun pemimpin de facto-nya adalah Adolf Eichmann dan kemudian Alois Brunner, Huber tetap bertanggung jawab atas deportasi massal orang-orang Yahudi Austria.[385]

Aktivitas dan dampak pascaperang

Menyusul runtuhnya Jerman Nazi, keberadaan SS pun juga berakhir.[386] Banyak anggota SS, yang sebagian besar di antaranya masih setia sebagai Nazi, tetap berkeliaran di Jerman dan di seluruh Eropa.[387] Pada 21 Mei 1945, pihak Britania menangkap Himmler yang sedang menyamar dan membawa paspor palsu. Di sebuah kamp interniran di dekat Lüneburg, ia bunuh diri dengan menggigit kapsul sianida.[388] Beberapa anggota terkemuka SS lainnya melarikan diri, tetapi sebagian berhasil ditangkap dengan cepat. Ernst Kaltenbrunner, kepala RSHA dan kepala departemen utama SS berpangkat tertinggi yang masih hidup setelah kematian Himmler, ditangkap dan ditahan di Alpen Bayern.[389] Ia termasuk di antara 22 terdakwa yang diadili di Tribunal Militer Internasional pada tahun 1945–1946.[390]

Beberapa anggota SS menjadi sasaran eksekusi cepat, penyiksaan, dan pemukulan di tangan para tahanan yang dibebaskan, orang terasing, atau prajurit Sekutu.[391][392] Prajurit Amerika dari Resimen ke-157, yang memasuki kamp konsentrasi di Dachau pada bulan April 1945 dan menyaksikan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh SS, menembak beberapa penjaga kamp SS yang tersisa.[393] Pada 15 April 1945, pasukan Britania memasuki Bergen-Belsen. Mereka memberi para penjaga SS jatah makanan yang sangat sedikit, mempekerjakan mereka tanpa istirahat, memaksa mereka menangani jenazah yang tersisa, serta menusuk mereka dengan sangkur atau memukul mereka dengan popor senapan jika pergerakan mereka melambat.[394] Beberapa anggota Korps Kontraintelijen Angkatan Darat AS menyerahkan penjaga kamp SS yang tertawan ke kamp-kamp orang terlantar, tempat yang mereka ketahui para penjaga tersebut akan menjadi sasaran eksekusi tanpa peradilan.[395]

Tribunal Militer Internasional di Nürnberg

Artikel utama: Sidang Nürnberg
330px-Dead_ernstkaltenbrunner.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenazah Ernst Kaltenbrunner setelah eksekusinya pada 16 Oktober 1946

Pihak Sekutu memulai proses hukum terhadap tokoh-tokoh Nazi yang ditawan dengan mendirikan Tribunal Militer Internasional di Nuremberg pada tahun 1945.[396] Pengadilan kejahatan perang pertama terhadap 24 tokoh terkemuka seperti Göring, Albert Speer, Joachim von Ribbentrop, Alfred Rosenberg, Hans Frank, dan Kaltenbrunner berlangsung mulai bulan November 1945. Mereka dituduh atas empat dakwaan: konspirasi, mengobarkan perang agresi, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang melanggar hukum internasional.[396] Dua belas orang dijatuhi hukuman mati, termasuk Kaltenbrunner, yang diputus bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan dieksekusi pada 16 Oktober 1946.[397] Mantan komandan Auschwitz, Rudolf Höss, yang bersaksi atas nama Kaltenbrunner dan yang lainnya, diadili dan dieksekusi pada tahun 1947.[398]

Persidangan dan pemidanaan tambahan terhadap SS menyusul setelahnya.[399] Banyak terdakwa berusaha membebaskan diri dari tuduhan dengan alasan bahwa mereka hanya menjalankan perintah atasan, yang harus mereka patuhi tanpa syarat sebagai bagian dari sumpah setia dan tugas mereka. Pengadilan tidak menganggap hal tersebut sebagai pembelaan yang sah.[400] Pengadilan terhadap 40 perwira dan penjaga SS dari Auschwitz berlangsung di Kraków pada bulan November 1947. Sebagian besar dinyatakan bersalah dan 23 orang dijatuhi hukuman mati.[401] Dua belas Pengadilan Nürnberg lanjutan berlangsung pada tahun 1946–1949; selain itu, diperkirakan 37.000 anggota SS diadili dan diputus bersalah di pengadilan-pengadilan Soviet. Hukuman yang dijatuhkan mencakup hukuman gantung dan kerja paksa berjangka waktu panjang.[402] Piotr Cywiński, direktur Museum Auschwitz-Birkenau, memperkirakan bahwa dari 70.000 anggota SS yang terlibat dalam kejahatan di kamp-kamp konsentrasi, hanya sekitar 1.650 hingga 1.700 orang yang diadili setelah perang.[403] Tribunal Militer Internasional menyatakan SS sebagai organisasi kriminal pada tahun 1946.[404]

Pelarian

Lihat pula: Lorong tikus
250px-WP_Eichmann_Passport.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paspor Palang Merah atas nama "Ricardo Klement" yang digunakan oleh Adolf Eichmann untuk memasuki Argentina pada tahun 1950

Setelah perang, banyak mantan anggota Nazi melarikan diri ke Amerika Selatan, terutama ke Argentina, tempat mereka disambut oleh rezim Juan Perón.[405] Pada tahun 1950-an, mantan tahanan Dachau Lothar Hermann menemukan bahwa warga Buenos Aires bernama Ricardo Klement sebenarnya adalah Adolf Eichmann, yang pada tahun 1948 telah memperoleh identitas palsu dan izin mendarat di Argentina melalui sebuah organisasi yang dipimpin oleh Uskup Alois Hudal, seorang rohaniwan Austria yang bersimpati pada Nazi dan saat itu tinggal di Italia.[406] Eichmann ditangkap di Buenos Aires pada 11 Mei 1960 oleh Mossad, badan intelijen Israel. Dalam pengadilannya di Yerusalem pada tahun 1961, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Eichmann dikutip pernah menyatakan, "Saya akan melompat ke dalam kubur saya sambil tertawa karena kenyataan bahwa kematian lima juta orang Yahudi [atau musuh-musuh Reich, sebagaimana yang kemudian diakuinya] yang berada dalam nurani saya memberikan kepuasan yang luar biasa."[407] Franz Stangl, komandan Treblinka, juga melarikan diri ke Amerika Selatan dengan bantuan jaringan Hudal. Ia dideportasi ke Jerman pada tahun 1967 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1970. Ia meninggal pada tahun 1971.[408]

Mengele, yang khawatir bahwa penangkapannya akan berujung pada hukuman mati, melarikan diri dari Jerman pada 17 April 1949.[409] Dengan dibantu oleh jaringan mantan anggota SS, ia bepergian ke Genoa, tempat ia memperoleh paspor atas nama alias "Helmut Gregor" dari Komite Internasional Palang Merah. Ia berlayar ke Argentina pada bulan Juli.[410] Karena menyadari bahwa dirinya masih menjadi buronan, ia pindah ke Paraguay pada tahun 1958 dan ke Brasil pada tahun 1960. Dalam kedua kesempatan tersebut, ia dibantu oleh mantan pilot Luftwaffe Hans-Ulrich Rudel.[411] Mengele mengalami stroke saat berenang dan tenggelam pada tahun 1979.[412]

Ribuan anggota Nazi, termasuk mantan anggota SS seperti penjaga Trawniki Jakob Reimer dan kolaborator Sirkasia Tscherim Soobzokov, melarikan diri ke Amerika Serikat dengan kedok pengungsi, terkadang dengan menggunakan dokumen palsu.[413] Anggota SS lainnya, seperti Soobzokov, perwira SD Wilhelm Höttl, pembantu Eichmann Otto von Bolschwing, dan tertuduh penjahat perang Theodor Saevecke, dipekerjakan oleh badan-badan intelijen Amerika untuk melawan Uni Soviet. Sebagaimana dicatat oleh perwira CIA Harry Rositzke, "Ini adalah urusan naluriah untuk memanfaatkan bajingan mana pun selama ia anti-Komunis. ... Keinginan atau hasrat untuk merekrut kolaborator berarti tentu saja Anda tidak memeriksa rekam jejak mereka terlalu cermat."[414] Demikian pula, Uni Soviet memanfaatkan personel SS setelah perang; Operasi Theo, misalnya, menyebarkan "rumor subversif" di wilayah Jerman yang diduduki Sekutu.[415]

Simon Wiesenthal dan yang lainnya berspekulasi tentang keberadaan jaringan buronan Nazi berjuluk kode ODESSA (akronim untuk Organisation der ehemaligen SS-Angehörigen, Organisasi Mantan Anggota SS) yang diduga membantu para penjahat perang menemukan tempat perlindungan di Amerika Latin.[416] Penulis Britania Gitta Sereny, yang melakukan wawancara dengan orang-orang SS, menganggap cerita tersebut tidak benar dan mengaitkan pelarian-pelarian tersebut dengan kekacauan pascaperang serta jaringan Hudal yang berbasis di Vatikan. Meskipun keberadaan ODESSA tetap tidak terbukti, Sereny mencatat bahwa "tentu saja terdapat berbagai jenis organisasi bantuan Nazi setelah perang—akan sangat mengherankan jika organisasi semacam itu tidak ada."[417]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Diterjemahkan secara harfiah dari bahasa Jerman: Schutz (kata benda) berarti "perlindungan" (berbeda dari Schützer yang berarti "pelindung"), sedangkan Staffel merujuk pada "skuadron" atau "regu" dalam konteks struktur organisasi/militer Jerman.
  2. ↑ Buchenwald, Dachau, Flossenbürg, Mauthausen, Ravensbrück, dan Sachsenhausen.[100]
  3. ↑ Tidak untuk disalahartikan dengan SS-Sonderkommandos, unit ad hoc SS yang menggunakan nama yang sama.
  4. ↑ Sebagai tindakan balasan, lebih dari 10.000 warga Ceko ditangkap dan 1.300 orang ditembak, termasuk seluruh penduduk laki-laki dari kota terdekat Lidice (tempat para pembunuh Heydrich diduga disembunyikan). Kota tersebut lalu diratakan dengan tanah.[275]

Referensi

  1. 1 2 Weale 2010, hlm. 26.
  2. ↑ McNab 2009, hlm. 137.
  3. 1 2 Evans 2008, hlm. 318.
  4. ↑ Evans 2003, hlm. 228.
  5. ↑ Michael & Doerr 2002, hlm. 356.
  6. ↑ McNab 2009, hlm. 14, 16.
  7. ↑ McNab 2009, hlm. 14.
  8. ↑ Weale 2010, hlm. 16.
  9. 1 2 3 McNab 2009, hlm. 16.
  10. ↑ Hein 2015, hlm. 10.
  11. ↑ Weale 2010, hlm. 26–29.
  12. ↑ Koehl 2004, hlm. 34.
  13. ↑ Cook & Bender 1994, hlm. 17, 19.
  14. 1 2 Laqueur & Baumel 2001, hlm. 604.
  15. ↑ Weale 2010, hlm. 30.
  16. 1 2 Weale 2010, hlm. 32.
  17. ↑ Hein 2015, hlm. 12.
  18. 1 2 Weale 2010, hlm. 45–46.
  19. ↑ Weale 2010, hlm. 32–33.
  20. ↑ Miller & Schulz 2012, hlm. 1–2.
  21. ↑ McNab 2009, hlm. 18.
  22. ↑ Weale 2010, hlm. 47.
  23. ↑ Longerich 2012, hlm. 113.
  24. 1 2 Burleigh & Wippermann 1991, hlm. 272–273.
  25. ↑ Weale 2010, hlm. 45–47, 300–305.
  26. ↑ Miller & Schulz 2012, hlm. 2–3.
  27. ↑ Kershaw 2008, hlm. 308–314.
  28. ↑ Baranowski 2010, hlm. 196–197.
  29. ↑ Zentner & Bedürftig 1991, hlm. 901.
  30. ↑ Zentner & Bedürftig 1991, hlm. 903.
  31. ↑ Laqueur & Baumel 2001, hlm. 606.
  32. ↑ Allen 2002, hlm. 112.
  33. ↑ Höhne 2001, hlm. 146, 147.
  34. ↑ Stackelberg 2002, hlm. 116.
  35. 1 2 Jacobsen 1999, hlm. 82, 93.
  36. ↑ Weale 2010, hlm. 62–67.
  37. ↑ Weale 2010, hlm. 63–65.
  38. ↑ Langerbein 2003, hlm. 19.
  39. ↑ Yenne 2010, hlm. 115.
  40. ↑ Höhne 2001, hlm. 148–149.
  41. ↑ Weale 2010, hlm. 65–66.
  42. ↑ Höhne 2001, hlm. 150–151.
  43. ↑ Yenne 2010, hlm. 93.
  44. ↑ Yenne 2010, hlm. 94.
  45. ↑ Laqueur & Baumel 2001, hlm. 608.
  46. ↑ Yenne 2010, hlm. 111–113.
  47. ↑ Himmler 1936.
  48. 1 2 Langerbein 2003, hlm. 21.
  49. ↑ Himmler 1936, hlm. 134.
  50. ↑ Weale 2012, hlm. 60–61.
  51. 1 2 3 Rummel 1992, hlm. 12–13.
  52. ↑ Rummel 1992, hlm. 12.
  53. ↑ International Military Tribunal 1946.
  54. 1 2 Williams 2001, hlm. 77.
  55. 1 2 Buchheim 1968, hlm. 157.
  56. ↑ Hein 2015, hlm. 66–71.
  57. ↑ Evans 2005, hlm. 54.
  58. ↑ Williams 2001, hlm. 61.
  59. ↑ Hildebrand 1984, hlm. 13–14.
  60. ↑ Kershaw 2008, hlm. 313, 316.
  61. ↑ McNab 2009, hlm. 9, 17, 26–27, 30, 46–47.
  62. ↑ Reitlinger 1989, hlm. 90.
  63. ↑ Dear & Foot 1995, hlm. 814–815.
  64. ↑ Longerich 2012, hlm. 204.
  65. 1 2 3 Longerich 2012, hlm. 470.
  66. ↑ Hein 2015, hlm. 70–71.
  67. ↑ Read 2005, hlm. 512–514.
  68. ↑ Evans 2005, hlm. 584.
  69. 1 2 Read 2005, hlm. 515.
  70. ↑ Evans 2005, hlm. 590.
  71. ↑ Evans 2005, hlm. 591.
  72. ↑ Hildebrand 1984, hlm. 61–62.
  73. ↑ Weale 2010, hlm. 85.
  74. ↑ Hildebrand 1984, hlm. 61.
  75. ↑ Koehl 2004, hlm. 144, 148, 169, 176–177.
  76. ↑ McNab 2009, hlm. 165.
  77. ↑ Spielvogel 1992, hlm. 102–108.
  78. ↑ Cook & Bender 1994, hlm. 8, 9.
  79. ↑ Cook & Bender 1994, hlm. 9, 12, 17–19.
  80. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 157, 160, 165.
  81. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 166.
  82. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 181–186.
  83. ↑ Cook & Bender 1994, hlm. 17–19.
  84. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 157, 160, 165, 166, 181–186.
  85. ↑ Cook & Bender 1994, hlm. 19, 33.
  86. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 32, 48, 57.
  87. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 36–48.
  88. ↑ Joachimsthaler 1999, hlm. 288.
  89. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 32.
  90. 1 2 Hoffmann 2000, hlm. 36.
  91. ↑ Felton 2014, hlm. 32–33.
  92. ↑ Hoffmann 2000, hlm. 36, 48.
  93. ↑ Felton 2014, hlm. 18.
  94. ↑ Padfield 2001, hlm. 128–129.
  95. ↑ Weale 2010, hlm. 95.
  96. ↑ Evans 2005, hlm. 85.
  97. ↑ Hilberg 1985, hlm. 222.
  98. ↑ Hein 2015, hlm. 63.
  99. ↑ Wachsmann 2010, hlm. 22.
  100. ↑ Weale 2010, hlm. 106–108.
  101. ↑ Weale 2010, hlm. 108.
  102. ↑ Evans 2008, hlm. 366–367.
  103. ↑ Weale 2010, hlm. 108–109.
  104. ↑ Ayçoberry 1999, hlm. 273.
  105. ↑ Stein 2002, hlm. 23.
  106. 1 2 Flaherty 2004, hlm. 156.
  107. ↑ Stein 2002, hlm. 285–287.
  108. ↑ Stein 2002, hlm. 18, 287.
  109. ↑ Mollo 1991, hlm. 1–3.
  110. ↑ Stein 2002, hlm. 27.
  111. ↑ Butler 2001, hlm. 45.
  112. ↑ Rossino 2003, hlm. 114, 159–161.
  113. 1 2 3 Flaherty 2004, hlm. 149.
  114. ↑ Hein 2015, hlm. 82.
  115. ↑ Stone 2011, hlm. 127.
  116. ↑ Longerich 2010, hlm. 144–145.
  117. 1 2 Rossino 2003, hlm. 90–92.
  118. ↑ Evans 2008, hlm. 14–15.
  119. ↑ Flaherty 2004, hlm. 109–111.
  120. ↑ Westermann 2025.
  121. ↑ Browning 2004, hlm. 17–18.
  122. ↑ Kershaw 2001, hlm. 246.
  123. ↑ Reynolds 1997, hlm. 6, 7.
  124. ↑ Stein 2002, hlm. 32.
  125. ↑ Stein 2002, hlm. 33–35.
  126. 1 2 McNab 2009, hlm. 66.
  127. ↑ Hildebrand 1984, hlm. 50.
  128. ↑ Weale 2010, hlm. 229.
  129. ↑ Hellwinkel 2014, hlm. 9.
  130. ↑ Reitlinger 1989, hlm. 147.
  131. 1 2 3 Stein 2002, hlm. 61.
  132. ↑ Butler 2003, hlm. 64.
  133. ↑ Manning 1999, hlm. 59.
  134. ↑ Sydnor 1977, hlm. 93.
  135. ↑ Weale 2012, hlm. 251.
  136. ↑ Sydnor 1977, hlm. 102.
  137. ↑ Flaherty 2004, hlm. 143.
  138. 1 2 Stein 2002, hlm. 150, 153.
  139. ↑ Koehl 2004, hlm. 213–214.
  140. ↑ Mattson 2002, hlm. 77, 104.
  141. ↑ Flaherty 2004, hlm. 162, 163.
  142. ↑ Weale 2012, hlm. 297.
  143. ↑ Bessel 2006, hlm. 110–111.
  144. ↑ Bessel 2006, hlm. 110.
  145. ↑ Flaherty 2004, hlm. 163, 165.
  146. ↑ Flaherty 2004, hlm. 163–166.
  147. ↑ Evans 2008, hlm. 155.
  148. ↑ Bessel 2006, hlm. 111.
  149. ↑ Frusetta 2012, hlm. 266.
  150. ↑ Glantz 2001, hlm. 7–9.
  151. ↑ Bracher 1970, hlm. 409.
  152. ↑ Blood 2006, hlm. 64.
  153. ↑ Windrow & Burn 1992, hlm. 9.
  154. ↑ Heer & Naumann 2000, hlm. 136.
  155. ↑ Browning 2004, hlm. 315.
  156. ↑ Hilberg 1985, hlm. 164.
  157. ↑ Kershaw 2008, hlm. 696–697.
  158. ↑ Flaherty 2004, hlm. 168.
  159. ↑ Flaherty 2004, hlm. 171.
  160. ↑ Reynolds 1997, hlm. 9.
  161. ↑ Flaherty 2004, hlm. 173.
  162. ↑ Fritz 2011, hlm. 69–70, 94–108.
  163. ↑ Krausnik 1968, hlm. 77.
  164. ↑ Longerich 2010, hlm. 185.
  165. 1 2 Rhodes 2003, hlm. 159–160.
  166. ↑ Bessel 2006, hlm. 118–119.
  167. ↑ Stackelberg 2007, hlm. 163.
  168. ↑ Laqueur & Baumel 2001, hlm. 164.
  169. ↑ Bessel 2006, hlm. 119.
  170. ↑ Zentner & Bedürftig 1991, hlm. 227.
  171. ↑ Evans 2008, hlm. 256–257.
  172. ↑ Longerich 2012, hlm. 547.
  173. ↑ Gerwarth 2011, hlm. 199.
  174. ↑ Rhodes 2003, hlm. 243.
  175. ↑ Blood 2006, hlm. 70–71.
  176. ↑ Longerich 2012, hlm. 625.
  177. ↑ Longerich 2010, hlm. 198.
  178. ↑ Longerich 2012, hlm. 626, 629.
  179. ↑ Longerich 2012, hlm. 627.
  180. ↑ Blood 2006, hlm. 71–77.
  181. ↑ Blood 2006, hlm. 121.
  182. ↑ Blood 2006, hlm. 152–154.
  183. ↑ Longerich 2012, hlm. 628–629.
  184. ↑ Wachsmann 2010, hlm. 27.
  185. ↑ Wachsmann 2010, hlm. 26–27.
  186. ↑ Gerwarth 2011, hlm. 208.
  187. ↑ Longerich 2010, hlm. 279–280.
  188. ↑ Evans 2008, hlm. 283.
  189. ↑ Evans 2008, hlm. 283, 287, 290.
  190. ↑ McNab 2009, hlm. 141.
  191. ↑ Evans 2008, hlm. 295, 299–300.
  192. ↑ Wachsmann 2010, hlm. 29.
  193. 1 2 Longerich 2012, hlm. 559.
  194. 1 2 Koehl 2004, hlm. 182–183.
  195. 1 2 Weale 2012, hlm. 115.
  196. ↑ Gruner 2012, hlm. 174–175.
  197. ↑ Longerich 2012, hlm. 629.
  198. ↑ Reitlinger 1989, hlm. 265.
  199. ↑ Stein 2002, hlm. 258–263.
  200. ↑ Weale 2012, hlm. 114.
  201. ↑ Flaherty 2004, hlm. 119, 120.
  202. ↑ Mazower 2008, hlm. 312–313.
  203. ↑ Longerich 2012, hlm. 485.
  204. ↑ Longerich 2012, hlm. 482.
  205. ↑ Allen 2002, hlm. 95.
  206. ↑ Longerich 2012, hlm. 480–481.
  207. ↑ Longerich 2012, hlm. 480.
  208. ↑ Steinbacher 2005, hlm. 129.
  209. ↑ Steinbacher 2005, hlm. 56.
  210. ↑ Longerich 2010, hlm. 316.
  211. 1 2 Longerich 2012, hlm. 484.
  212. ↑ Weale 2012, hlm. 114–115.
  213. ↑ Allen 2002, hlm. 102.
  214. ↑ Weale 2012, hlm. 115–116.
  215. ↑ Longerich 2012, hlm. 483.
  216. ↑ Frei 1993, hlm. 128.
  217. ↑ Weale 2012, hlm. 116.
  218. ↑ International Military Tribunal 1950.
  219. ↑ Baxter 2014, hlm. 67.
  220. ↑ Evans 2008, hlm. 486.
  221. ↑ Forczyk 2017, hlm. 13–15.
  222. ↑ Zetterling & Frankson 2016, hlm. 102–103.
  223. ↑ Evans 2008, hlm. 488–489.
  224. ↑ McNab 2009, hlm. 68, 70.
  225. ↑ Fritz 2011, hlm. 350.
  226. ↑ Ford & Zaloga 2009, hlm. 30.
  227. ↑ Ford & Zaloga 2009, hlm. 54–56.
  228. ↑ Whitmarsh 2009, hlm. 12, 13.
  229. ↑ Ford & Zaloga 2009, hlm. 60, 63, 122, 275.
  230. ↑ Stein 2002, hlm. 219.
  231. ↑ McNab 2013, hlm. 295.
  232. ↑ Rempel 1989, hlm. 233.
  233. ↑ Whitmarsh 2009, hlm. 73.
  234. ↑ Ford & Zaloga 2009, hlm. 230.
  235. ↑ Wilmot 1997, hlm. 282.
  236. ↑ McNab 2013, hlm. 297.
  237. ↑ McNab 2009, hlm. 73.
  238. ↑ Wilmot 1997, hlm. 399–400.
  239. ↑ Stein 2002, hlm. 222–223.
  240. ↑ Wilmot 1997, hlm. 420.
  241. ↑ McNab 2013, hlm. 197.
  242. ↑ Shirer 1960, hlm. 1085–1086.
  243. ↑ Weinberg 1994, hlm. 701.
  244. ↑ Murray & Millett 2001, hlm. 439–442.
  245. ↑ Weinberg 1994, hlm. 765–766.
  246. ↑ Murray & Millett 2001, hlm. 465.
  247. ↑ Weinberg 1994, hlm. 767–769.
  248. ↑ Weinberg 1994, hlm. 769.
  249. ↑ Stein 2002, hlm. 232.
  250. ↑ Murray & Millett 2001, hlm. 468.
  251. ↑ Parker 2012, hlm. 278.
  252. ↑ Kershaw 2011, hlm. 168.
  253. ↑ Beevor 2002, hlm. 70.
  254. ↑ Beevor 2002, hlm. 83.
  255. 1 2 Duffy 2002, hlm. 293.
  256. ↑ Ziemke 1968, hlm. 439.
  257. ↑ Beevor 2002, hlm. 82.
  258. ↑ Seaton 1971, hlm. 537.
  259. ↑ Duffy 2002, hlm. 294.
  260. ↑ Stein 2002, hlm. 238.
  261. ↑ Ziemke 1968, hlm. 450.
  262. ↑ Messenger 2001, hlm. 167–168.
  263. ↑ Wachsmann 2015, hlm. 542–548.
  264. ↑ Fritz 2004, hlm. 50–55.
  265. ↑ Stein 2002, hlm. 237.
  266. 1 2 Kershaw 2011, hlm. 302.
  267. ↑ Stein 2002, hlm. 246.
  268. ↑ McNab 2013, hlm. 328, 330, 338.
  269. ↑ Moorhouse 2012, hlm. 364–365.
  270. ↑ Stein 2002, hlm. 248–249.
  271. ↑ Headland 1992, hlm. 22.
  272. ↑ Weale 2010, hlm. 131.
  273. ↑ Langerbein 2003, hlm. 21–22.
  274. ↑ Höhne 2001, hlm. 494–495.
  275. ↑ Höhne 2001, hlm. 495–496.
  276. ↑ Longerich 2012, hlm. 661.
  277. ↑ Diner 2006, hlm. 123.
  278. ↑ Laqueur & Baumel 2001, hlm. 228.
  279. ↑ Montague 2012, hlm. 188–190.
  280. ↑ Friedlander 1997, hlm. 138.
  281. ↑ Stackelberg 2007, hlm. 220.
  282. ↑ Rhodes 2003, hlm. 258–260, 262.
  283. ↑ Laqueur & Baumel 2001, hlm. 195.
  284. 1 2 3 Longerich 2010, hlm. 408.
  285. ↑ Cesarani 2005, hlm. 168, 172.
  286. ↑ Cesarani 2005, hlm. 173.
  287. ↑ Cesarani 2005, hlm. 160, 183.
  288. 1 2 Streim 1989, hlm. 436.
  289. ↑ Longerich 2012, hlm. 405, 412.
  290. ↑ Stackelberg 2007, hlm. 161.
  291. ↑ Flaherty 2004, hlm. 109.
  292. ↑ Hilberg 1985, hlm. 102.
  293. ↑ Langerbein 2003, hlm. 15–16.
  294. ↑ Rhodes 2003, hlm. 257.
  295. ↑ Flaherty 2004, hlm. 120–123.
  296. ↑ Rhodes 2003, hlm. 210–214.
  297. ↑ Zentner & Bedürftig 1991, hlm. 228.
  298. ↑ Rhodes 2003, hlm. 274.
  299. ↑ McNab 2009, hlm. 37, 40, 41.
  300. ↑ Bracher 1970, hlm. 214.
  301. ↑ Krüger & Wedemeyer-Kolwe 2009, hlm. 34.
  302. ↑ Krüger & Wedemeyer-Kolwe 2009, hlm. 35.
  303. ↑ McNab 2013, hlm. 224–225.
  304. ↑ Pieper 2015, hlm. 38.
  305. ↑ McNab 2013, hlm. 225.
  306. ↑ Miller 2006, hlm. 308.
  307. ↑ Pieper 2015, hlm. 52–53.
  308. ↑ Pieper 2015, hlm. 81–90.
  309. ↑ Pieper 2015, hlm. 81–82.
  310. ↑ Pieper 2015, hlm. 119–120.
  311. ↑ Miller 2006, hlm. 310.
  312. ↑ Pieper 2015, hlm. 120.
  313. ↑ Pieper 2015, hlm. 146–147.
  314. ↑ McNab 2013, hlm. 182.
  315. ↑ Stockert 1997, hlm. 229.
  316. ↑ McNab 2013, hlm. 225–230.
  317. ↑ Proctor 1988, hlm. 86.
  318. ↑ Lifton 1986, hlm. 147.
  319. ↑ Levy 2006, hlm. 235–237.
  320. ↑ Lifton 1986, hlm. 148–149.
  321. ↑ Piper 1994, hlm. 170.
  322. ↑ Lifton & Hackett 1994, hlm. 304.
  323. ↑ Yahil 1990, hlm. 368.
  324. ↑ Yahil 1990, hlm. 369.
  325. ↑ Levy 2006, hlm. 248–249.
  326. ↑ Posner & Ware 1986, hlm. 29.
  327. ↑ Posner & Ware 1986, hlm. 27.
  328. ↑ Lifton 1985.
  329. ↑ Pringle 2006, hlm. 294–296.
  330. 1 2 Spielvogel 1992, hlm. 108.
  331. ↑ Yenne 2010, hlm. 132–133.
  332. ↑ Yenne 2010, hlm. 128–131, 139, 142.
  333. ↑ Yenne 2010, hlm. 141.
  334. ↑ Oepen, Rosen & Wunsch 2020, hlm. 339.
  335. ↑ Miles & Cross 2008, hlm. 163–164.
  336. ↑ Mühlenberg 2011b, hlm. 38–44.
  337. ↑ Schwarz 1997, hlm. 182.
  338. ↑ Century 2011.
  339. ↑ Rempel 1989, hlm. 223–224.
  340. ↑ Mühlenberg 2011a, hlm. 27.
  341. ↑ Ruda 2023, hlm. 389.
  342. ↑ Hayes 1991, hlm. 302.
  343. ↑ Flaherty 2004, hlm. 160.
  344. ↑ Koehl 2004, hlm. 212–213.
  345. ↑ Koehl 2004, hlm. 214–219.
  346. ↑ Gutmann 2017, Chapter 3.
  347. ↑ McNab 2013, hlm. 272–273.
  348. ↑ McNab 2013, hlm. 321–323.
  349. ↑ Höhne 2001, hlm. 458.
  350. ↑ Weale 2012, hlm. 306.
  351. ↑ Reitlinger 1989, hlm. 200–204.
  352. ↑ Reitlinger 1989, hlm. 199.
  353. ↑ Hale 2011, hlm. 264–266.
  354. ↑ Bishop 2005, hlm. 93.
  355. ↑ Bishop 2005, hlm. 93–94.
  356. ↑ Müller 2012, hlm. 169.
  357. ↑ Motadel 2014, hlm. 242.
  358. ↑ Stein 2002, hlm. 189.
  359. ↑ McNab 2013, hlm. 326–330.
  360. ↑ McNab 2013, hlm. 90.
  361. ↑ Flaherty 2004, hlm. 88–92.
  362. ↑ Givhan 1997.
  363. 1 2 Yenne 2010, hlm. 64.
  364. ↑ Yenne 2010, hlm. 69.
  365. ↑ Ziegler 2014, hlm. 132–134 and note 13.
  366. ↑ Weale 2012, hlm. 26.
  367. 1 2 3 4 Weale 2012, hlm. 32.
  368. ↑ Weale 2012, hlm. 30.
  369. ↑ Weale 2012, hlm. 46.
  370. ↑ Weale 2012, hlm. 49.
  371. 1 2 3 4 5 Weale 2012, hlm. 33.
  372. ↑ Ziegler 2014, hlm. 133.
  373. ↑ Ziegler 2014, hlm. 131.
  374. ↑ Snyder 1994, hlm. 330.
  375. ↑ Laqueur & Baumel 2001, hlm. 609.
  376. ↑ Evans 2008, hlm. 724.
  377. ↑ Yerger 1997, hlm. 13–21.
  378. ↑ Stackelberg 2007, hlm. 302.
  379. ↑ Browder 1996, hlm. 205–206.
  380. ↑ Art 2006, hlm. 43.
  381. ↑ Gerwarth 2011, hlm. 120–121.
  382. ↑ Weale 2012, hlm. 107.
  383. ↑ Gerwarth 2011, hlm. 121.
  384. ↑ Anderson 2011.
  385. ↑ Mang 2003, hlm. 1–5.
  386. ↑ Höhne 2001, hlm. 580.
  387. ↑ Evans 2008, hlm. 739–741.
  388. ↑ Longerich 2012, hlm. 736.
  389. ↑ Weale 2012, hlm. 410.
  390. ↑ Burleigh 2000, hlm. 803–804.
  391. ↑ MacDonogh 2009, hlm. 3.
  392. ↑ Murray & Millett 2001, hlm. 565–568.
  393. ↑ Lowe 2012, hlm. 83–84.
  394. ↑ Lowe 2012, hlm. 84–87.
  395. ↑ Brzezinski 2005.
  396. 1 2 Evans 2008, hlm. 741.
  397. ↑ Evans 2008, hlm. 741–742.
  398. ↑ Evans 2008, hlm. 743.
  399. ↑ Burleigh 2000, hlm. 804.
  400. ↑ Ingrao 2013, hlm. 240–241.
  401. ↑ Evans 2008, hlm. 743–744.
  402. ↑ Burleigh 2010, hlm. 549.
  403. ↑ Bosacki, Uhlig & Wróblewski 2008.
  404. ↑ Zentner & Bedürftig 1991, hlm. 906.
  405. ↑ Levy 2006, hlm. 143–144.
  406. ↑ Cesarani 2005, hlm. 207.
  407. ↑ Arendt 2006, hlm. 46.
  408. ↑ Evans 2008, hlm. 746–747.
  409. ↑ Levy 2006, hlm. 263.
  410. ↑ Levy 2006, hlm. 264–265.
  411. ↑ Levy 2006, hlm. 269, 273.
  412. ↑ Levy 2006, hlm. 294–295.
  413. ↑ Lichtblau 2014, hlm. 2–3, 10–11.
  414. ↑ Lichtblau 2014, hlm. 29–30, 32–37, 67–68.
  415. ↑ Biddiscombe 2000, hlm. 131–143.
  416. ↑ Segev 2010, hlm. 106–108.
  417. ↑ Sereny 1974, hlm. 274.

Sumber

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai SS.
Artikel dan topik terkait SS
Pangkat militer dari Jerman Nazi
Pangkat militer
Pangkat militer Volkssturm
Pangkat non-militer
Pangkat partai Nazi
(NSDAP)
Pangkat pemerintahan
(NSDAP)
Reichsluftschutzbund (RLB)
Organisasi/Lembaga terkait
Berdasarkan wilayah
Daftar dan
garis waktu
Konsentrasi
Kamp pemusnahan
Transit
Metode
Unit Nazi
Ghetto
Polandia
Di lain tempat
Judenrat
Yahudi
Pembulatan
Pogrom
"Solusi Final"
Einsatzgruppen
Perlawanan
Penyelamat
Akhir Perang Dunia II
Lainnya
Organisasi
Unit
Kolaborator
Tokoh
  • Elemen awal
  • Akibat
  • Peringatan
Elemen awal
Akibat
Peringatan
Organisasi
Insignia of the Nazi Party
Sejarah
Ideologi
Ras
Kekejaman
Di luar Jerman
Daftar
Tokoh
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan