Senin, 28 September 2026
17:26 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Natal di Jerman Nazi

Natal di Jerman Nazi

250px-Bundesarchiv_Bild_102-17313%2C_Berlin%2C_Weihnachtspakete_f%C3%BCr_das_Winterhilfswerk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemberian sumbangan kepada orang miskin pada Natal 1935

Di Jerman Nazi, sebuah upaya dibuat untuk merayakan Natal yang sejalan dengan ideologi Nazi. Yesus yang berasal dari bangsa Yahudi dan perayaan kelahirannya sebagai Mesias Yahudi berlawanan dengan kepercayaan rasial Nazi. Antara 1933 dan 1945, para pejabat pemerintahan berupaya untuk menghapus aspek-aspek Natal dari perayaan sipil dan lebih berkonsentrasi pada aspek-aspek perayaan pra-Kristen. Lagu-lagu dan dekorasi disekularisasikan. Namun perayaan-perayaan di gereja dan perayaan-perayaan pribadi tetap berunsur Kristen secara alami.

Latar belakang

Agama Kristen telah lama menjadi kepercayaan utama bangsa Jerman, terhitung dari karya misionaris Columbanus dan St. Bonifasius pada abad ke-6 sampai abad ke-8.[1]

Natal dibawah Kediktatoran Nazi

Ideolog-ideolog Nazi mengklaim bahwa unsur-unsur Kristen pada hari perayaan tersebut memiliki banyak pengaruh dari tradisi-tradisi Jerman kuno.[2] Mereka berpendapat bahwa Malam natal aslinya tidak ada hubungannya dengan kelahiran Yesus Kristus, tetapi sebenarnya merupakan perayaan titik balik musim dingin dan 'kelahiran kembali matahari',[2] bahwa swastika adalah simbol kuno dari matahari, dan bahwa Sinterklas adalah sebuah reinvensi Kristen dari dewa Jerman Odin. Karena itu, poster-poster hari perayaan tersebut dibuat untuk menggambarkan Odin sebagai "Natal atau pria titik balik musim dingin"

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Encyclopædia Britannica Online - Germany: Religion; web 23 Mei 2013
  2. 1 2 Paterson, Tony (21 Desember 2009). "How the Nazis stole Christmas". London: The Independent. Diakses tanggal 21 Desember 2009.{{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Natal
Kelahiran Yesus
Kekristenan
Cerita rakyat
Tradisi
Media
Portal: Kristen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan