Rabu, 14 Oktober 2026
07:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Tembok Atlantik

Tembok Atlantik

Bagikan:
Tembok Atlantik
Bagian dari Jerman Nazi
Pantai barat Eropa kontinental dan Skandinavia
250px-Atlantikwall.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi situs
JenisPertahanan dan benteng pesisir
Dikendalikan oleh Jerman Nazi
KondisiSebagian dibongkar; sebagian besar utuh
Lokasi
Panjang2687 km
Sejarah situs
Dibangun1942–1944
Dibangun olehPekerja paksa
Digunakan1942–1945
Bahan bangunan
  • Beton
  • Kayu
  • Baja
PeperanganPerang Dunia II
PeristiwaSerangan St Nazaire
Serangan Dieppe
Operasi Overlord
Operasi Undergo
Pertempuran Schelde
Informasi garnisun
Komandan sebelumnya
Erwin Rommel (1943–1944)
PenggunaWehrmacht

Tembok Atlantik (bahasa Jerman:Atlantikwall) adalah sistem pertahanan dan benteng pesisir berskala besar yang dibangun oleh Jerman Nazi antara tahun 1942 dan 1944 di sepanjang pesisir Eropa daratan dan Skandinavia. Pembangunan ini bertujuan sebagai pertahanan terhadap kemungkinan invasi Sekutu—yang diluncurkan dari Britania Raya—ke wilayah Eropa yang diduduki Nazi selama Perang Dunia II. Pengawakan dan operasional Tembok Atlantik diawasi secara administratif oleh Angkatan Darat Jerman, dengan dukungan dari pasukan darat Luftwaffe. Sementara itu, Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) mengelola jaringan pertahanan pesisir tersendiri yang terbagi ke dalam sejumlah zona pertahanan laut.[1]

Adolf Hitler memerintahkan pembangunan benteng pertahanan tersebut pada tahun 1942 melalui Arahan Führer No. 40. Lebih dari setengah juta pekerja Prancis dikerahkan untuk membangunnya. Tembok ini sering disebut-sebut dalam propaganda Nazi, yang biasanya melebih-lebihkan ukuran dan kekuatannya. Benteng pertahanan ini mencakup meriam pantai raksasa, baterai artileri, mortir, dan berbagai jenis artileri lainnya, dengan ribuan pucuk senjata artileri yang ditempatkan di sepanjang garis pertahanannya.[a] Saat ini, sisa-sisa tembok tersebut masih dapat ditemukan di negara-negara tempat ia dibangun, meskipun banyak strukturnya telah runtuh ke laut atau dibongkar seiring berjalannya waktu.

Latar belakang

Perang Dunia II di Eropa bermula pada 1 September 1939 dengan invasi Jerman Nazi ke Polandia. Dua hari kemudian, Britania Raya dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman.[3] Namun, letak geografis Polandia menghalangi Sekutu untuk melakukan intervensi secara langsung.[butuh rujukan] Empat minggu setelah serangan dimulai, Jerman telah berhasil menduduki Polandia.[3] Kurang dari sebulan setelah kemenangan tersebut, Adolf Hitler mengeluarkan arahan yang menyatakan bahwa Jerman harus bersiap melancarkan serangan melalui Prancis dan Negara-Negara Rendah (Low Countries).[3] Akan tetapi, Oberkommando der Wehrmacht (Komando Tinggi Jerman; OKW) meyakini bahwa persiapan tersebut setidaknya akan memakan waktu hingga tahun berikutnya. Setelah perdebatan sengit, Hitler dengan berat hati setuju untuk menunggu.[3] Pada bulan Mei 1940, tiga kelompok besar angkatan darat Jerman menyerbu dan menguasai Prancis serta Negara-Negara Rendah dalam waktu sedikit lebih dari enam minggu.[3]

Referensi

  1. ↑ Lohmann, Walter; Hildebrand, Hans H. (1956). Imagem da capa de Die deutsche Kriegsmarine, 1939–1945 : Gliederung, Einsatz, Stellenbesetzung. H.H Podzun, Bad Nauheim. OCLC 61588484.
  2. ↑ Kaufmann, J. E.; Kaufmann, H. W.; Jankovic-Potocnik, A.; Tonic, Vladimir (2012). The Atlantic Wall: History and Guide (dalam bahasa Inggris). Pen and Sword. ISBN 978-1-78337-838-8.
  3. 1 2 3 4 5 Lightning War 2009. sfn error: tanpa target: CITEREFLightning_War2009 (bantuan)
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Pertahanan pantai yang membentang dari North Cape hingga perbatasan Spanyol mencakup berbagai meriam artileri dan meriam angkatan laut berkaliber 105 mm hingga 406 mm, yang diorganisasikan ke dalam lebih dari 800 baterai. Selain itu, terdapat lebih dari 250 baterai meriam berkaliber 75 mm hingga 90 mm, termasuk artileri antipesawat.[2]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan