Senin, 28 September 2026
15:55 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Penyebab Perang Dunia II

Penyebab Perang Dunia II

Penyebab perang dunia II

500px-Schleswig_Holstein_firing_Westerplatte_September_1939.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dalam Pertempuran Westerplatte, kapal perang Jerman Schleswig-Holstein menyerang Westerplatte pada awal perang, 1 September 1939
500px-USS_SHAW_exploding_Pearl_Harbor_Nara_80-G-16871_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal perusak USS Shaw meledak saat serangan terhadap Pearl Harbor, 7 Desember 1941
Perang Dunia II
Indeks alfabetis
Navigasi
KategoriBibliografi
Urutan waktu Perang Dunia II
Kronologis
Berdasarkan topik
Berdasarkan teater

Penyebab Perang Dunia II telah mendapat banyak perhatian dari para sejarawan. Peristiwa yang secara langsung memicu pecahnya perang adalah invasi Jerman Nazi ke Polandia pada tanggal 1 September 1939, yang diikuti dengan pernyataan perang terhadap Jerman oleh Britania Raya dan Prancis. Protokol rahasia dalam Pakta Molotov–Ribbentrop bulan Agustus 1939 turut memuluskan jalan bagi invasi ke Polandia dengan menetapkan wilayah pengaruh Jerman dan Uni Soviet di Eropa Timur serta mengatur pembagian wilayah Polandia; Uni Soviet kemudian menginvasi wilayah timur Polandia pada tanggal 17 September.[1] Banyak peristiwa lain yang terjadi sebelumnya juga disebut-sebut sebagai penyebab mendasar perang ini. Tema-tema utama dalam analisis sejarah mengenai asal-usul perang tersebut mencakup pengambilalihan kekuasaan politik di Jerman pada tahun 1933 oleh Adolf Hitler dan Partai Nazi; militerisme Jepang terhadap Tiongkok yang berujung pada invasi Jepang ke Manchuria dan Perang Tiongkok-Jepang Kedua; agresi Italia terhadap Etiopia yang memicu Perang Italia-Etiopia Kedua; atau pemberontakan militer di Spanyol yang berujung pada Perang Saudara Spanyol.

Pada masa antarperang, kemarahan mendalam muncul di Republik Weimar akibat ketentuan Perjanjian Versailles tahun 1919; perjanjian ini menghukum Jerman atas perannya dalam Perang Dunia I melalui kewajiban pembayaran ganti rugi finansial yang sangat besar serta pembatasan militer yang ketat—yang dimaksudkan untuk mencegah Jerman bangkit kembali sebagai kekuatan militer. Demiliterisasi wilayah Rhineland, larangan penyatuan Jerman dengan Austria, serta hilangnya wilayah jajahan seberang laut beserta sekitar 12% wilayah daratan dan populasi Jerman dari masa sebelum perang, semuanya memicu sentimen revanchisme yang kuat dalam kancah politik Jerman.

Selama krisis ekonomi global pada masa Depresi Besar di tahun 1930-an, banyak orang kehilangan kepercayaan terhadap demokrasi liberal, dan berbagai negara di seluruh dunia beralih ke rezim otoriter.[2] Di Jerman, rasa ketidakpuasan terhadap ketentuan Perjanjian Versailles diperparah oleh ketidakstabilan sistem politik negara tersebut; sistem ini terpecah ke dalam banyak partai, sehingga semakin menyulitkan pembentukan koalisi pemerintahan yang langgeng. Tokoh politik yang paling berhasil muncul dari situasi tersebut adalah Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi. Nazi memegang kekuasaan totaliter di Jerman sejak tahun 1933 dan menuntut pembatalan ketentuan-ketentuan Versailles. Kebijakan dalam dan luar negeri mereka yang ambisius serta agresif mencerminkan ideologi antisemitisme, penyatuan seluruh bangsa Jerman, perolehan "ruang hidup" (Lebensraum) bagi para pemukim agraris, penghapusan Bolshevisme, serta hegemoni ras unggul "Arya"/"Nordik" atas kaum "submanusia" (Untermenschen) seperti orang Yahudi dan Slavia. Faktor-faktor lain yang memicu perang tersebut meliputi agresi Italia Fasis terhadap Etiopia, militerisme Kekaisaran Jepang terhadap Tiongkok, serta konflik antara kaum Nasionalis dan Republikan untuk memperebutkan kendali atas Spanyol.

Pada awalnya, langkah-langkah agresif tersebut hanya ditanggapi dengan kebijakan peredaan (appeasement) yang lemah dan tidak efektif dari kekuatan-kekuatan besar dunia lainnya. Liga Bangsa-Bangsa terbukti tidak berdaya, khususnya terkait masalah Tiongkok dan Etiopia. Salah satu peristiwa penting yang menjadi pemicu langsung adalah Konferensi München tahun 1938, yang secara resmi menyetujui aneksasi Jerman atas wilayah Sudetenland dari Cekoslowakia. Hitler berjanji bahwa itu adalah tuntutan wilayah terakhirnya; namun, pada awal tahun 1939, ia justru bertindak semakin agresif. Pemerintah-pemerintah Eropa akhirnya menyadari bahwa kebijakan peredaan tidak akan menjamin perdamaian, tetapi saat itu segalanya sudah terlambat.

Inggris dan Prancis menolak upaya diplomatik untuk membentuk aliansi militer dengan Uni Soviet, dan sebagai gantinya, Hitler menawarkan kesepakatan yang lebih menguntungkan kepada Stalin melalui Pakta Molotov–Ribbentrop pada bulan Agustus 1939. Aliansi yang dibentuk oleh Jerman, Italia, dan Jepang melalui Pakta Tripartit yang ditandatangani pada tahun 1940 berujung pada terbentuknya Blok Poros.

Penyebab umum

Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II antara lain:

Penyebab khusus

Eropa

Serangan terhadap Polandia

Artikel utama: Invasi Polandia (1939)
250px-Invasion_of_Poland-1939.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uni Soviet bergabung dengan Jerman dalam Invasi Polandia.

Antara tahun 1919 dan 1939 Polandia mengupayakan kebijakan keseimbangan antara Uni Soviet dan Jerman dengan mengadakan perjanjian non-agresi bersama keduanya.[3] Pada awal tahun 1939 Jerman menuntut Polandia untuk masuk ke dalam Pakta Anti-Komintern sebagai negara satelit Jerman.[4] Karena kuatir kehilangan kemerdekaannya, Polandia menolak kalimat jorok, dan Hitler mengatakan kepada para jenderalnya pada tanggal 23 Mei 1939 bahwa alasan untuk menyerangan Polandia adalah "Danzig bukanlah objek yang dituju. Untuk kita, ia merupakan pelebaran dari ruang hidup (Lebensraum) di Timur."[5] Untuk menakut-nakuti Hitler, Britania dan Prancis mengumumkan bahwa invasi terhadap Polandia berarti perang, serta berusaha meyakinkan Uni Soviet untuk bersama-sama dalam tindakan ini. Moskow tampaknya sepakat tetapi menyadari bahwa ia dapat menguasai negara-negara Baltik serta bagian-bagian Polandia jika bersekutu dengan Jerman, sehingga Uni Soviet melakukan perjanjian pada bulan Agustus 1939. Upaya London gagal, karena Hitler tidak memperkirakan perang yang melebar. Jerman menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939 serta menolak tuntutan Britania dan Prancis untuk mundur, sehingga kedua negara itu menyatakan perang terhadap Jerman pada tanggal 3 September 1939 sesuai perjanjian pertahanan yang mereka tanda tangani bersama Polandia dan telah diumumkan secara publik.[6][7]

Serangan terhadap Uni Soviet

Artikel utama: Operasi Barbarossa

Jerman menyerang Uni Soviet pada bulan Juni 1941. Hitler percaya Uni Soviet dapat dikalahkan dalam suatu serangan kilat dan terus menerus mengingat keadaan Uni Soviet yang tidak siap perang, serta berharap kemenangan itu akan memaksa Britania mengadakan negosiasi dan mengakhiri peperangan. Hitler juga ingin mendahului menyerang Uni Soviet saat Uni Soviet lengah.[8]

Asia Pasifik

Perang Dunia di Pasifik disebabkan oleh serbuan Jepang tanpa peringatan terhadap pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawaii, pada tanggal 7 Desember 1941.[9] Pada saat yang sama, pasukan Jepang menyerang Persemakmuran Filipina yang dikuasai oleh Amerika Serikat, serta Malaya, Singapura, dan Hong Kong yang dikuasai oleh Kekaisaran Britania. Serangan-serangan ini menyebabkan Amerika Serikat dan Britania Raya menyatakan perang terhadap Jepang pada hari berikutnya.

Empat hari kemudian Amerika Serikat terbawa dalam perang Eropa ketika pada tanggal 11 Desember 1941, Jerman dan Italia menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Hitler memilih untuk mengumumkan bahwa en:Tripartite Pact:Pakta Tripartit mengharuskan Jerman mengikuti pernyataan perang Jepang; meskipun sesungguhnya kapal-kapal perusak Amerika Serikat yang mengawal konvoi sudah berperang melawan kapal selam ("U-boat) Jerman dalam Perang Atlantik. Pernyataan ini secara efektif mengakhiri sentimen isolasionis di Amerika Serikat, di mana Amerika Serikat segera membalas dengan secara resmi memasuki perang di Eropa.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "German-Soviet Pact". Holocaust Encyclopedia. United States Holocaust Memorial Museum. Diakses tanggal 6 Juni 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Dahl, Robert (1989). Democracy and Its Critics. Yale UP. hlm. 239–40. ISBN 0300153554.
  3. ↑ Białe plamy-czarne plamy: sprawy trudne w polsko-rosyjskich - Page 191 Polsko-Rosyjska Grupa do Spraw Trudnych, Adam Daniel Rotfeld, Anatoliĭ Vasilʹevich Torkunov - 2010
  4. ↑ John Lukacs, The Last European War: September 1939 - December 1941 p 31
  5. ↑ "Bericht über eine Besprechung (Schmundt-Mitschrift)".
  6. ↑ Halik Kochanski, The Eagle Unbowed: Poland and the Poles in the Second World War (2012) pp 34–93
  7. ↑ Zara Steiner, The Triumph of the Dark: European International History, 1933–1939 (2011) pp 690–92, 738-41
  8. ↑ Bradley, John; Buell, Thomas (2002). Why Was Barbarossa Delayed? The Second World War: Europe and the Mediterranean. Square One Publishing. ISBN 0-7570-0160-2.
  9. ↑ Howard W. French (Desember 9, 1999). "Pearl Harbor Truly a Sneak Attack, Papers Show". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Lihat Pernyataan perang Amerika Serikat terhadap Italia dan Pernyataan perang Amerika Serikat terhadap Jerman (1941)

Pustaka tambahan

  • Bell, P. M. H. The Origins of the Second World War in Europe. (1986). 326 pp.
  • Boyce, Robert, and Joseph A. Maiolo. The Origins of World War Two: The Debate Continues (2003) excerpt and text search
  • Eubank, Keith. The Origins of World War II (2004), short survey
  • Carley, Michael Jabara 1939: the Alliance that never was and the coming of World War II, Chicago: I.R. Dee, 1999 ISBN 1-56663-252-8.
  • Dallek, Robert. Franklin D. Roosevelt and American Foreign Policy, 1932–1945 (1995).
  • Deist, Wilhelm et al., ed. Germany and the Second World War. Vol. 1: The Build-up of German Aggression. (1991). 799 pp., official German history
  • Dutton, David Neville Chamberlain, ( Oxford University Press, 2001) ISBN 0-340-70627-9.
  • Evans, Richard J. The Third Reich in Power (2006)
  • Feis, Herbert. The Road to Pearl Harbor: The coming of the war between the United States and Japan. classic history by senior American official.
  • Finney, Patrick. The Origins of the Second World War (1998), 480pp
  • Goldstein, Erik & Lukes, Igor (editors) The Munich crisis, 1938: Prelude to World War II, (London: Frank Cass, 1999) ISBN 0-7146-8056-7.
  • Hildebrand, Klaus The Foreign Policy of the Third Reich, translated by Anthony Fothergill, London, Batsford 1973.
  • Hillgruber, Andreas Germany and the Two World Wars, translated by William C. Kirby, Cambridge, Mass.: Harvard University Press, 1981 ISBN 0-674-35321-8.
  • Lamb, Margaret and Tarling, Nicholas. From Versailles to Pearl Harbor: The Origins of the Second World War in Europe and Asia. (2001). 238 pp.
  • Langer, William L. and S Everett Gleason. The Challenge to Isolation: The World Crisis of 1937–1940 and American Foreign Policy (1952); The Undelcared War: 1940–1941: The World Crisis and American Foreign Policy (1953)
  • Mallett, Robert. Mussolini and the Origins of the Second World War, 1933–1940 (2003) excerpt and text search
  • Overy, Richard and Wheatcroft, Andrew. The Road to War. (1990). 364 pp.
  • Overy, Richard & Mason, Timothy "Debate: Germany, "Domestic Crisis" and War in 1939" pages 200–240 from Past and Present, Number 122, February 1989.
  • Steiner, Zara. The Triumph of the Dark: European International History, 1933–1939 (Oxford History of Modern Europe) (2011) 1236pp
  • Strang, G. Bruce On The Fiery March: Mussolini Prepares For War, (Praeger Publishers, 2003) ISBN 0-275-97937-7.
  • Thorne, Christopher G. The Issue of War: States, Societies, and the Coming of the Far Eastern Conflict of 1941–1945 (1985) sophisticated analysis of each major power.
  • Tohmatsu, Haruo and H. P. Willmott. A Gathering Darkness: The Coming of War to the Far East and the Pacific (2004), short overview.
  • Watt, Donald Cameron How war came: the immediate origins of the Second World War, 1938–1939, New York: Pantheon, 1989 ISBN 0-394-57916-X.
  • Weinberg, Gerhard.The Foreign Policy of Hitler's Germany: Diplomatic Revolution in Europe, 1933-36 (v. 1) (1971); The Foreign Policy of Hitler's Germany: Starting World War II, 1937–1939 (vol 2) (University of Chicago Press, 1980) ISBN 0-226-88511-9.
  • Young, Robert France and the Origins of the Second World War, New York: St. Martin's Press, 1996 ISBN 0-312-16185-9.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan