Minggu, 04 Oktober 2026
05:40 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Pemuasan

Pemuasan

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_Bild_146-1976-063-32%2C_Bad_Godesberg%2C_M%C3%BCnchener_Abkommen%2C_Vorbereitung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain disambut oleh Adolf Hitler pada awal pertemuan Bad Godesberg pada 24 September 1938, di mana Hitler menuntut pencaplokan wilayah perbatasan Ceko tanpa penundaan (lihat Memorandum Godesberg)

Pemuasan dalam konteks internasional adalah kebijakan diplomatik untuk membuat konsesi politik atau material yang menjadi kekuatan agresif untuk menghindari terjadinya konflik.[1] Istilah ini paling sering diterapkan pada kebijakan luar negeri pemerintah Inggris ketika Perdana Menteri Neville Chamberlain, Ramsay MacDonald, dan Stanley Baldwin menemui Jerman Nazi dan Italia Fasis[2] antara tahun 1935 dan 1939.

Pada awal 1930-an, konsesi semacam itu secara luas dipandang positif karena trauma pada Perang Dunia I, selain itu karena adanya keinginan untuk membalas dendam atas perlakuan Jerman seperti yang tersirat dalam Perjanjian Versailles, dan persepsi bahwa Fasisme adalah bentuk yang berguna bagi anti-komunisme. Namun ketika Pakta Munich antara Jerman, Inggris, Prancis, dan Italia berakhir pada 30 September 1938, kebijakan "Pemuasan" ditentang oleh Partai Buruh, oleh beberapa pembangkang Konservatif seperti Winston Churchill, Duff Cooper, dan bahkan oleh Anthony Eden, seorang mantan pendukung "pemuasan" itu sendiri. Kebijakan "pemuasan" sangat didukung oleh kelas atas Inggris, termasuk para bangsawan, perusahaan besar yang berbasis di kota London, anggota House of Lords, dan para pemimpin media seperti BBC dan The Times.[3]

Referensi

  1. ↑ Appeasement – World War 2 on History Diarsipkan 4 April 2013 di Wayback Machine.
  2. ↑ Robert Mallett, "The Anglo‐Italian war trade negotiations, contraband control and the failure to appease Mussolini, 1939–40." Diplomacy and Statecraft 8.1 (1997): 137–67.
  3. ↑ Andrew Roberts, "‘Appeasement’ Review: What Were They Thinking? Britain’s establishment coalesced around appeasement and bared its teeth at those who dared to oppose it," [https://www.wsj.com/articles/appeasement-review-what-were-they-thinking-11572619353 Wall Street Journal Nov. 1, 2019).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan