Jumat, 30 Oktober 2026
04:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pogrom Jedwabne

Pogrom Jedwabne

Bagikan:
Pogrom Jedwabne
Bagian dari Perang Dunia II dan Holokaus
330px-A-438_Mogi%C5%82a-pomnik%2C_na_cmentarzu_%C5%BCydowskim%2C_1941_Jedwabne.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tugu peringatan di Jedwabne, Kabupaten Łomża, Polandia
osm-intl,6,53.288792,22.309542,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pogrom_Jedwabne&revid=29984567&groups=_cc189ae58281fec7264a7e771255e9e14cc1a6c0&parser=parsoid
Lokasi53°17′20″N 22°18′34″E / 53.288792°N 22.309542°E / 53.288792; 22.309542
Jedwabne, Pendudukan Polandia oleh Jerman
Tanggal10 Juli 1941 (1941-07-10)
Jenis serangan
Pogrom/pembantaian
TewasSekitar 340 Yahudi Polandia[1]
PelakuSekitar 40 etnis Polandia[1]
MotifAntisemitisme, perampokan, retribusi kolektif, kolaborasi[2]
PengadilanPengadilan 1949–1950, Republik Rakyat Polandia
Penyelidikan

Pogrom Jedwabne adalah sebuah pembantaian Yahudi Polandia di kota Jedwabne, pendudukan Polandia oleh Jerman pada 10 Juli 1941, dalam Perang Dunia II dan tahap-tahap awal Holocaust.[3] Sekitar 340 pria, wanita dan anak-anak dibunuh, sekitar 300 orang diantaranya dikunci di sebuah gudang yang disulut api. Sekitar 40 orang Polandia non-Yahudi melakukan pembantaian tersebut;[a]

Sumber

Catatan

  1. ↑ Radosław J. Ignatiew (Public Prosecutor, Białystok, 9 July 2002): "A group of Jewish men ... were forced to break up the Lenin monument [that had been erected by the Soviets] ... The group may have comprised 40 to 50 men ... The manner in which the victims from that group were killed is unknown ... Another, larger group of Jewish people ... included several hundred persons, probably about 300, as confirmed by the number of victims in both graves ... That group comprised victims of both sexes, of different ages, including children and infants. The people were led into a wooden thatched barn ... After the building had been closed, it was set on fire ... The crime's perpetrators sensu stricto were Polish inhabitants of Jedwabne and men from nearby places—at least some forty men."[1]

Kutipan

  1. 1 2 3 Ignatiew 2002.
  2. ↑ "All these acts had four elements in common: antisemitism prevalent in a significant part of the Polish population; looting Jewish property as one of the main motives for aggression; seeking retribution for real or imaginary Jewish cooperation with the Soviet occupant; German incitement – varying in different places, from direct organisation of pogroms to giving encouragement or condoning the behavior." "Pogrom in Jedwabne: Course of Events". POLIN, Museum of the History of Polish Jews. Diarsipkan dari asli tanggal 29 September 2019. Diakses tanggal 12 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Gross 2001, hlm. 14–20; Stola 2003; Persak 2011.

Karya yang dikutip

Bacaan tambahan

  • Darewicz, Krzysztof (10 March 2001). "We Trusted Each Other: Jedwabne Rabbi Jacob Baker". Trans. Peter K. Gessner. Rzeczpospolita.
  • Gross, Jan T. (2000). Sąsiedzi: Historia zagłady żydowskiego miasteczka (dalam bahasa Polski). Sejny: Pogranicze. ISBN 978-83-86872-13-8.
  • Gross, Jan T. (2003). Wokół Sąsiadów. Polemiki i wyjaśnienia (dalam bahasa Polski). Sejny: Pogranicze. ISBN 978-83-86872-48-0.
  • Gross, Jan T. (Musim gugur 2002). "A Response". Slavic Review. 61 (3): 483–489. doi:10.2307/3090298. JSTOR 3090298.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Grünberg, Slawomir (2005). The Legacy of Jedwabne. Spencer, New York: LogTV (documentary).
  • Materski, Wojciech; Szarota, Tomasz (2009). Polska 1939–1945. Straty osobowe i ofiary represji pod dwiema okupacjami [Poland 1939–1945: Casualties and the Victims of Repressions under the Nazi and the Soviet Occupations] (dalam bahasa Polski). Institute of National Remembrance. ISBN 978-83-7629-067-6.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan