Kamis, 05 November 2026
00:12 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Kriminalpolizei (Jerman Nazi)

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Kriminalpolizei.
Kripo
Kriminalpolizei
60px-Schutzstaffel_Abzeichen.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,10,52.507222222222,13.3825,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kriminalpolizei_%28Jerman_Nazi%29&revid=29591759&groups=_8fe859059946b9024513a027ee063fca13231cfc&parser=parsoid
Informasi lembaga
Lembaga pengganti
JenisPolisi kriminal
Wilayah hukum Jerman
Eropa di bawah pendudukan Jerman
Kantor pusatRSHA, Prinz-Albrecht-Straße, Berlin
52°30′26″N 13°22′57″E / 52.50722°N 13.38250°E / 52.50722; 13.38250
Pegawai12.792 ca Februari 1944[1]
Menteri
Pejabat eksekutif
Lembaga indukSicherheitspolizei (SiPo)
Reichssicherheitshauptamt (RSHA)

Kriminalpolizei (bahasa Indonesia: Polisi Kriminal), atau sering disingkat menjadi Kripo, adalah nama dalam bahasa Jerman untuk departemen investigasi kriminal. Di Jerman Nazi, Kripo terdiri dari Departemen Polisi Kriminal Reich (RKPA), yang pada tahun 1939 menjadi Departemen V dari Kantor Utama Keamanan Reich (RSHA). Terdapat pusat-pusat penyidikan kriminal yang berada langsung di bawah RKPA, serta divisi penyidikan kriminal dari departemen kepolisian negara bagian lokal dan kotamadya. Pada tahun 1943, kedua divisi terakhir tersebut ditempatkan langsung di bawah pusat-pusat penyidikan kriminal. Personelnya terdiri dari detektif pada jenjang karier junior, eksekutif, dan wanita, serta karyawan penyidikan kriminal.

Organisasi

Setelah Adolf Hitler menjabat pada bulan Januari 1933, Nazi memulai program "penyelarasan" terhadap seluruh aspek kehidupan Jerman guna memperkuat cengkeraman kekuasaan Partai Nazi.[2] Pada bulan Juli 1936, departemen penyidikan kriminal pusat Prusia (Landeskriminalpolizeiamt) menjadi departemen penyidikan kriminal pusat untuk Jerman, yaitu Reichskriminalpolizeiamt (RKPA). Lembaga ini digabungkan bersama polisi rahasia negara, Geheime Staatspolizei atau Gestapo, menjadi dua subdepartemen dari Sicherheitspolizei (SiPo), yang memiliki kantor komando pusat yang dikenal sebagai Hauptamt Sicherheitspolizei.[3] Reinhard Heydrich memegang komando tertinggi atas SiPo, termasuk kantor komando pusatnya.[3][4] Arthur Nebe diangkat sebagai kepala Reichskriminalpolizeiamt dan melapor langsung kepada Heydrich.[5]

Pada bulan September 1939, Reichssicherheitshauptamt (Kantor Utama Keamanan Reich; RSHA) dibentuk sebagai organisasi komando tertinggi bagi berbagai badan penyidikan dan keamanan negara.[6] Hauptamt Sicherheitspolizei secara resmi dibubarkan dan departemen-departemennya digabungkan ke dalam Kantor Utama Keamanan Reich. Reichskriminalpolizeiamt menjadi Amt V (Departemen 5), yaitu Kriminalpolizei (Polisi Kriminal) di RSHA.[6] Departemen ini dikomandani oleh Nebe hingga musim panas tahun 1944, ketika ia didakwa dan dieksekusi menyusul kegagalan Plot 20 Juli untuk membunuh Hitler. Pada tahun terakhir keberadaannya, Amt V dikomandani oleh Friedrich Panzinger yang bertanggung jawab langsung kepada Ernst Kaltenbrunner, kepala RSHA setelah pembunuhan Heydrich pada tahun 1942.[5][7]

Kriminalpolizei sebagian besar terdiri dari detektif dan agen berpakaian sipil, serta bekerja sama dengan Gestapo, Ordnungspolizei (Orpo; polisi berseragam), dan Geheime Feldpolizei.[3][8] Arahan kebijakan berasal dari SS-Hauptamt (Kantor Utama SS) dan setelah tahun 1940, SS Führungshauptamt (Kantor Utama Kepemimpinan SS). Kripo diorganisasi dalam sistem hierarkis, dengan kantor pusat di seluruh kota kecil dan kotamadya. Kantor-kantor ini bertanggung jawab kepada kantor markas besar di kota-kota Jerman yang lebih besar, yang pada gilirannya bermuara kepada Amt V di Berlin.[9]

250px-Bundesarchiv_Bild_146-1989-110-32%2C_Eva_Justin_---_und_Dr._Adolf_W%C3%BCrth_bei_Sch%C3%A4delmessung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peneliti Kripo mengukur kepala seorang anak laki-laki Sinti dalam studi antropologi mengenai pelaku kriminal, Stuttgart pada tahun 1938

Kriminalpolizei utamanya menangani kejahatan berat seperti pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran disengaja. Fokus utama kelompok ini juga tertuju pada "pencurian saat pemadaman lampu", yang dianggap sebagai masalah serius selama serangan pengeboman ketika para penjahat menjarah rumah, toko, dan pabrik yang ditinggalkan untuk mengambil barang berharga yang ada. Kripo merupakan salah satu sumber tenaga kerja yang digunakan untuk mengisi jajaran Einsatzgruppen ketika unit-unit tersebut dibentuk kembali sebelum invasi ke Uni Soviet pada tahun 1941.[10] Beberapa komandan senior Kripo, di antaranya Arthur Nebe, ditugaskan sebagai komandan Einsatzgruppen. Unit pasukan kematian seluler Einsatzgruppen melakukan berbagai kekejaman di Uni Soviet yang diduduki, termasuk pembunuhan massal terhadap orang Yahudi, komunis, tawanan perang, dan sandera, serta memainkan peran kunci dalam Holokaus.[11]

Sebagai bagian dari doktrin Nazi mengenai kejahatan dan ras, Rassenhygienische und Bevölkerungsbiologische Forschungsstelle (Pusat Penelitian Higiene Ras dan Biologi Kependudukan) yang dipimpin oleh psikiater dan dokter medis Robert Ritter, ditempatkan di bawah Kripo. Perannya adalah membuat profil rasial dari orang-orang non-Aria, khususnya orang Romani. Baik Gestapo maupun Kripo menyerahkan kebijakan dan pedoman mereka kepada departemen biologi kriminal mengenai cara menangani "orang Gipsi".[12] Kripo membantu dalam penangkapan massal orang Roma dan deportasi mereka ke kamp konsentrasi dan kamp pemusnahan.

Kepemimpinan

№ Potrert NamaMulai jabatanAkhir jabatanLama menjabatPartai
1
Arthur Nebe
Nebe, ArthurSS-Gruppenführer
Arthur Nebe
(1894–1945)
29 September 193920 Juli 19447003175600000000000♠4 tahun, 295 hariNSDAP
2
Friedrich Panzinger
Panzinger, FriedrichSS-Oberführer
Friedrich Panzinger
(1903–1959)
21 Juli 19442 Mei 19457002285000000000000♠285 hariNSDAP

Referensi

  1. ↑ Robert Gellately (1991). The Gestapo and German Society. Clarendon Press. ISBN 9780198202974. Diakses tanggal 2009-06-02.
  2. ↑ McNab 2009, hlm. 14.
  3. 1 2 3 Williams 2001, hlm. 77.
  4. ↑ Weale 2010, hlm. 134, 135.
  5. 1 2 Friedlander 1995, hlm. 55.
  6. 1 2 Weale 2012, hlm. 140–144.
  7. ↑ Weale 2012, hlm. 149.
  8. ↑ Weale 2012, hlm. 133, 134, 140–144.
  9. ↑ Gerwarth 2011, hlm. 163.
  10. ↑ Longerich 2010, hlm. 185.
  11. ↑ McNab 2009, hlm. 113, 122–131.
  12. ↑ Samuel Totten; William S. Parsons; Israel W. Charny (2006-06-30). Century of genocide. Psychology Press. ISBN 9780415944304.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan