Selasa, 29 September 2026
06:13 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Franz Stangl

Franz Stangl

250px-Franz_Stangl_Treblinka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Franz Stangl

Franz Paul Stangl (Jerman:[ˈʃtaŋl̩]; 26 Maret 1908 – 28 Juni 1971) adalah seorang komandan kamp pemusnahan Sobibor dan Treblinka. Pada tahun 1940, dengan perintah langsung dari Heinrich Himmler, Stangl menjadi pengawas Program T-4 Euthanasia di Institut Euthanasia di Schloss Hartheim, tempat orang-orang cacat mental dan fisik dikirim untuk dibunuh.

Saat diwawancarai oleh penulis Gitta Sereny pada tahun 1970, iwasudah terbiasa dengan pembunuhan orang-orang Yahudi, dan menganggap mereka bukan sebagai manusia melainkan hanya sebagai "kargo." Ia melarikan diri ke Amerika Latin setelah perang, dan akhirnya ditangkap di Brasil pada tahun 1967. Ia diadili atas kematian sekitar 900.000 orang.

Dia meninggal karena gagal jantung pada tahun 1971 saat menjalani hukuman seumur hidupnya.[1]

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan