Minggu, 20 September 2026
22:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pakpahan

salah satu marga Batak Toba

Artikel ini berisi tentang salah satu marga Batak Toba. Untuk kegunaan lain, lihat Pakpahan (disambiguasi).

Pakpahan (Surat Batak: ᯇᯂ᯲ᯇᯂᯉ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Pakpahan, Onan Runggu, Samosir.[1] Pakpahan merupakan sub-marga dari marga Samosir, leluhur marga Pakpahan merupakan anak ke tiga dari Raja Sonang.

Pakpahan HutarajaPakpahan Lumbanbosi / Pakpahan SibosiPakpahan SigodangpohulPakpahan SimoraPakpahan Hutanamora

Pakpahan
Aksara Batakᯇᯂ᯲ᯇᯂᯉ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama margaPakpahan
Nama/penulisan alternatifSamosir Pakpahan
Artipakpak/h (k; h) + an
(paling puncak)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Guru Tatea Bulan
3Tuan Saribu Raja
4Siraja Lontung
5Toga Pandiangan
6Datu Ronggur
7Guru Solandason
8Raja Amparhutala
9Raja Sonang
10Toga Pakpahan
Nama lengkap tokohToga Pakpahan
Nama istriBunga Bulan Monang Boru Sitindaon
Nama anak (putra)
  1. Hutaraja
  2. Lumbanbosi
  3. Sigodangpohul
Kekerabatan
KlanRaja Sonang
Marga sekerabat
Turunan
  • Pakpahan Hutaraja
  • Pakpahan Lumbanbosi / Pakpahan Sibosi
  • Pakpahan Sigodangpohul
  • Pakpahan Simora
  • Pakpahan Hutanamora
Mataniari binsarSitindaon
PadanSitinjak
(Khusus Pakpahan Lumbanbosi)
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalPakpahan, Onan Runggu, Samosir
Persebaran dengan populasi signifikan
  1. Sirisirisi
  1. Buluduri
  2. Lae Parira
  3. Pandiangan
  1. Tapian Nauli
  2. Pargaulan
  3. Parulohan
  1. Pakpahan
  1. Pardamean Nainggolan
  2. Parsaoran Nainggolan
  3. Parsaoran Samosir
  4. Sigurunggurung
  5. Tordolok Nauli
  1. Lumban Garaga
  1. Banuarea
  1. Lobusunut
  2. Hutatinggi
  3. Manalu Purba
  1. Hutaraja
  2. Pakpahan
  3. Pansur Natolu
  4. Parsibarungan
  5. Parsorminan 1
  6. Sampagul
  7. Sibingke
  8. Silantom Jae
  9. Silantom Julu
  10. Silantom Tonga
  1. Batu Najagar
  1. Padang Matinggi
  2. Panggulangan
  1. Janji Raja
Monumen
Lokasi tuguSosor Batu, Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir
Lokasi tambak (makam)Huta Bolon, Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir
Paguyuban
Ketua Umum
  • Drs Kombes (Purn) Panusun Pakpahan SH, MH, MM
    (Ketua Umum: Punguan Pakpahan Hutaraja Dohot Boruna Sedunia)
  • St. Drs. Mauliate Pakpahan
    (Ketua Umum: Punguan Pomparan Raja Lumbanbosi Pakpahan dohot Boruna SeDunia)
  • Rianto Pakpahan
    (Ketua Umum: Punguan Pakpahan Sigodangpohul Sedunia)

Asal

Marga Pakpahan awalnya bermukim di desa Pakpahan, Onanrunggu, Samosir, kemudian menyebar dan membuka perkampungan ke daerah lain di sekitar Danau Toba. Populasi marga Pakpahan secara signifikan menyebar ke arah selatan Danau Toba, seperti Uluan, Laguboti, Siborongborong, Pangaribuan, Pahae, hingga ke Tanah Angkola. Di daerah Angkola, marga Pakpahan membuka perkampungan dan mengadopsi penuh adat Batak Angkola.

Populasi marga Pakpahan juga menyebar kedaerah barat Danau Toba seperti Janji Raja, Paranginan, Lintong Ni Huta, Dolok Sanggul, hingga ke Pakkat dan Sidikalang, Tetapi didaerah tersebut Keturunan Toga Pakpahan ini memakai marga persatuan leluhurnya, yaitu Samosir, sehingga disana mereka memakai marga Samosir Pakpahan.

Tarombo (Silsilah) dari Toga Pandiangan

250px-Marga-marga_Pandiangan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Toga Pandiangan yang menikah dengan Pinta Rantiti Boru Sagala dan memiliki seorang putra, yaitu:

  1. Datu Ronggur

Datu Ronggur (Guru Mombang Pilian) dengan Boru Sagala dan memiliki 2 orang putra dan 2 orang putri, yaitu:

  1. Guru Sarang Banua (keturunannya yang bermarga Solin, Sebayang, dan Selian)
  2. Guru Solandason
  3. Si Boru Bunga Tua yang dinikahi oleh Tuan Dilimang Simanullang
  4. Si Boru Bane Bulan yang dinikahi oleh Ompu Raja Aruan

Guru Solandason (Pinaungan) dengan Boru Naibaho yang memiliki seorang anak, yaitu:

  1. Raja Amparhutala

Raja Amparhutala dengan Boru Simbolon yang memiliki 2 orang putra dan 3 orang putri, yaitu:

  1. Raja Humirtap (Keturunannya yang tetap membawa marga Pandiangan)
  2. Toga Samosir
  3. Si Boru Saroding yang dinikahi oleh Guru Sodungdangon yang merupakan Sombaon di Ulu Darat
  4. Si Boru Nahumot yang dinikahi oleh Guru Mangiringaji yang merupakan Sombaon di Janji Raja
  5. Si Boru Menahenak yang dinikahi oleh Guru Saniang Naga Tunggal yang merupakan Sombaon di Pananggangan

Toga Samosir yang bergelar Siraja Nasonang menikah dengan Soloan Boru Sitindaon dan memiliki 4 orang putra, yaitu:

  1. Toga Gultom
  2. Toga Sidari
  3. Toga Pakpahan
  4. Toga Sitinjak

Tarombo (Silsilah) Toga Pakpahan

Versi Hutaraja, Lumbanbosi, dan Sigodangpohul

250px-Tarombo_Pakpahan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tarombo Pakpahan

Toga Pakpahan menikah dengan putri pamannya (pariban) yaitu Boru Sitindaon dan memiliki 3 orang putra, yaitu:

  1. Hutaraja
  2. Lumbanbosi
  3. Sigodangpohul

Tarombo (Silsilah) Hutaraja Pakpahan

Toga Pakpahan
Boru Sitindaon
Hutaraja
Boru Sitindaon
Lumbanbosi
Boru Manurung
Sigodangpohul
Boru Sitindaon
Baginda Mulana
Boru Sitindaon
Baginda Mora
(Simora)
Baginda Raja
Boru Sihotang
Datu Ramot
1. Boru Sihotang
2. Boru Simanjuntak
3. Boru Manalu
Boru Nainggolan
Guru Marsolam

Hutaraja menikah dengan Boru Sitindaon dan menetap di Huta Pakpahan serta memiliki 2 orang putra, yaitu:

  1. Baginda Mulana yang menikah dengan Boru Sitindaon serta memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Baginda Raja yang menikah dengan Boru Sihotang; (2) Datu Ramot yang menikah dengan Boru Sihotang; Boru Simanjuntak; Boru Simanjuntak dan Boru Nainggolan Hutabalian; dan (3) Guru Marsolam
  2. Baginda Mora Pakpahan menikah dengan Boru Simbolon dan memiliki keturunan, yaitu: (1) Ampanulampak (keturunannya bermarga Pakpahan Simora) yang menetap di Huta Pakpahan; (2) Datu Ronggur Diaji (keturunannya bermarga Pakpahan Simora) yang menetap di Pangaribuan; dan (3) Porhas Manjunging (keturunannya bermarga Pakpahan Simora) yang menetap di Pahae.
Tarombo (Silsilah) Baginda Raja Pakpahan Hutaraja
Baginda Raja
Boru Sihotang
Barita Raja
Boru Tamba
Timbo Raja
Boru Sihotang
Ompu Dumogor
Boru Sitindaon
Baginda Malim
1. Boru Sitindaon
2. Boru Manurung
3. Boru Sirait
Ompu Jarojak
Boru Simbolon
Ampanasar
Boru Tamba
Ompu BatuhongGuru Mangaramot
Boru Sitindaon
Ompu SioaGuru Pinajungjung
Boru Manurung
Guru Somalaing

Baginda Raja Pakpahan menikah dengan Boru Sihotang serta memperoleh seorang putra yaitu Barita Raja, lalu Barita Raja menikahi Boru Tamba serta memiliki seorang putra, yaitu: Timbo Raja, Kemudian Timbo Raja menikah dengan Boru Sihotang serta memiliki dua orang putra yaitu

  1. Ompu Dumogor yang menikah dengan Tapiomas Boru Sitindaon dan menetap di Huta Pakpahan kemudian memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Jarojak yang menikah dengan Boru Simbolon; (2) Ampanasar yang menikah dengan Boru Tamba; dan (3) Ompu Batuhong.
  2. Tuan Baginda Malim yang menikah dengan Boru Sitindaon, Boru Manurung, dan Boru Sirait dan menetap di Janji Raja Kemudian beliau memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Guru Mangaramot yang menikah dengan Boru Sitindaon; (2) Ompu Sioa, (3) Guru Pinajungjung yang menikah dengan Boru Manurung; dan (4) Guru Somalaing.
Tarombo (Silsilah) Datu Ramot Pakpahan Hutaraja
Datu Ramot
1. Boru Sihotang
2. Boru Simanjuntak
3. Boru Manalu
4. Boru Nainggolan
Partungkot BosiOmpu Mogot Laut
Boru Sihombing
Ompu Tumanggo Raja
Boru Manalu
Ompu TanggaOmpu Martulung AjiGuru Langgat Niaji
Boru Nababan
Ompu Leang Niaji
Sabungan MealealOmpu Pintu Sona
Boru Sihombing
Ompu Babiat
Boru Purba
Guru SalisiAma ni Raja ParholitPamora Raja
Ompu Harungguan
Boru Sipahutar
Ompu Raja NapudiOmpu Raja Huala
Boru Sihombing Lumbantoruan
Datu Galoga
Boru Purba
Ompu Tallaham
Boru Simamora Debataraja
Ompu Homosing
Boru Tarihoran
Ompu Niangka Raja
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Ujung Batu
Boru Sihombing
Ompu Dimpuan
Boru Silaban
Ompu Batu Onak
Boru Marbun
Ompu Taromar
Boru Manik
Ompu GugunOmpu Nimbalo
Boru Simanjuntak
Hatainuan
Ompu Bahonan
Boru Naibaho
Ompu AraponOmpu Toga HombingOmpu Batu SingaOmpu Bista
Ompu Begu Oloan
Boru Gultom
Ompu TaroseOmpu TotapOmpu Halani

Hutaraja menikah dengan Boru Sitindaon dan menetap di Huta Pakpahan serta memiliki 2 orang putra, yaitu:

  1. Baginda Mulana
  2. Baginda Mora

Baginda Mulana Pakpahan kemudian menikah Boru Sitindaon dan memiliki 3 putra dan 2 putri, yaitu:

  1. Baginda Raja keturunannya bermarga Pakpahan Hutaraja yang menikah dengan Boru Sihotang dan memiliki seorang putra dan seorang putri yaitu:
    1. Ompu Barita Raja yang menikah dan memiliki seorang putra yaitu:
      1. Ompu Timbo Raja yang menikah dengan Boru Sihotang dan memiliki 2 orang putra dan seorang putri, yaitu:
        1. Ompu Dumogor yang menikah dengan Tapiomas Boru Sitindaon dan menetap di Huta Pakpahan;
        2. Tuan Baginda Malim yang menikah dengan Boru Sitindaon, Boru Manurung, dan Boru Sirait dan menetap di Janji Raja;
        3. Seorang putri yang menikah dengan Ompu Padang Bolak Gultom Hutatoruan.
    2. Siboru Marbaung Omas yang menikah dengan Raja Baringin Samosir.
  2. Datu Ramot keturunannya bermarga Pakpahan Hutaraja yang menikah dengan Boru Sihotang, Boru Simanjuntak, Boru Manalu, dan Boru Nainggolan Hutabalian. Beliau menetap di Pangaribuan dan memiliki 8 putra yaitu:
    1. Partungkot Bosi yang keturunannya terbagi menjadi 4 yaitu Ompu Begu Oloan yang menikah dengan Boru Gultom, Ompu Tarose, Ompu Totap, dan Ompu Halani;
    2. Ompu Mogot Laut yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan, putri dari Ompu Bunga Sihombing Lumbantoruan dan menetap di Lintong Nihuta serta keturunannya terbagi menjadi tiga, yaitu: Ompu Toga Hombing, Ompu Batu Singa, dan Ompu Bista;
    3. Ompu Tumanggo Raja yang menikah dengan Boru Manalu Sigukguhi dan memiliki 2 putra, yaitu:
      1. Ompu Babiat yang menikah dengan Boru Purba dan memiliki 2 orang putra yaitu:
        1. Datu Galoga yang menikah dengan Boru Purba dan menetap di Sirisirisi;
        2. Datu Tallaham yang menikah dengan Boru Simamora Debataraja dan menetap di Batu Najagar serta memiliki 7 orang putra yaitu:
          1. Ompu Ujung Batu yang menetap di Batu Najagar;
          2. Ompu Dimpuan yang menetap di Bonan Dolok;
          3. Ompu Batu Onak yang menetap di Hutatua;
          4. Ompu Taromar yang menetap di Banuarea;
          5. Ompu Gugun yang menetap di Pangaribuan;
          6. Ompu Nimbalo yang menetap di Sidondamon;
          7. Hatainuan yang tidak berketurunan oleh karena beliau wafat ketika muda.
      2. Guru Salisi yang menurut pendapat beberapa pihak, beliau dinyatakan mago (hilang).
    4. Ompu Tangga;
    5. Ompu Martulung Aji yang menurut beberapa pihak juga dinyatakan hilang;
    6. Guru Langgat Niaji yang menikah dengan Boru Nababan dari Butar dan memiliki 2 putra, yaitu:
      1. Ama ni Raja Parholit;
      2. Pamora Raja.
    7. Ompu Leang Niaji yang bermukim di Janji Raja.
  3. Guru Marsolam yang keturunannya belum ditemukan sampai sekarang;
  4. Siboru Mardiring yang menikah dengan Bursok Ronggur Simanjuntak Hutabulu;
  5. Siboru Mardarang yang menikah dengan marga Sihombing Lumbantoruan yang berasal dari Bahal Batu.

Sedangkan, Baginda Mora Pakpahan menikah dengan Boru Simbolon dan memiliki keturunan, yaitu:

  1. Ampanulampak keturunannya bermarga Pakpahan Simora yang menetap di Huta Pakpahan;
  2. Datu Ronggur Diaji keturunannya bermarga Pakpahan Simora yang menetap di Pangaribuan;
  3. Porhas Manjunging keturunannya bermarga Pakpahan Simora yang menetap di Pahae.

Tarombo (Silsilah) Lumbanbosi Pakpahan

Toga Pakpahan
+
Boru Sitindaon
Hutaraja
+
Boru Sitindaon
Lumbanbosi
+
Boru Manurung
Sigodangpohul
+
Boru Sitindaon
Raja Bonaniaek
Boru Sirait
Raja Mobe
+
Boru Sitorus
Raja Jumollang
+
Boru Manurung
Raja Hinerean
+
Boru Manurung
Jori Batak
+
Boru Sitindaon
Raja Singal
+
Boru Gultom
Buntu Raja
+
Boru Purba
Raja Namora Soritaon
+
1. Boru Limbong
2. Boru Simanjuntak
Pulo Nagodang
+
Boru Panjaitan
Raja Parsuratan
(Sitinjak)
+
Boru Manurung
Portibi Raja
+
Boru Siagian
Ompu TalajonggiRaja UrikGuru ManguntalasOmpu HombungRaja SodangOmpu MangguruOmpu SoimbangonOmpu MarbonaSihoris Ulubalang NabeguSigontam DibanuaRaja LimbongOmpu SohutihonOmpu Demak
(Raja Ombuan)
Ompu Hatoguan

Lumbanbosi menikah dengan Boru Manurung dan memiliki seorang putra bernama Raja Bonaniaek. Raja Bonaniaek menikah dengan Boru Sirait dan memiliki seorang putra bernama Raja Mobe. Raja Mobe menikah dengan Boru Sitorus dan memiliki seorang putra bernama Raja Jumollang. Raja Jumollang menikah dengan Boru Manurung dan memiliki seorang putra bernama Raja Hinerean. Raja Hinerean menikah dengan putri dari pamannya (pariban) Siboru Patar Uluan boru Manurung dan memiliki 7 orang putra, yaitu: (1) Jori Batak (Keturunannya bermarga Pakpahan Lumbanbosi yang menikah dengan Pinta Omas Boru Sitindaon dan menetap di Huta Pakpahan; (2) Raja Singal (Keturunannya bermarga Pakpahan Lumbanbosi) yang menikah dengan Boru Gultom dan menetap di Huta Pakpahan; (3) Buntu Raja (Keturunannya bermarga Pakpahan Lumbanbosi) yang menikah dengan Boru Purba Sigulang Batu dan menetap di Lintong Nihuta; (4) Namora Soritaon (Keturunannya bermarga Pakpahan Lumbanbosi) yang menikah dengan Boru Limbong dan Boru Simanjuntak serta menetap di Parsorminan Pangaribuan; (5) Pulo Nagodang (Keturunannya bermarga Pakpahan Lumbanbosi) yang menikah dengan Sorta Malela Boru Panjaitan serta menetap di Huta Pakpahan; (6) Raja Parsuratan (Keturunannya bermarga Sitinjak) yang menikah dengan Boru Manurung dan menetap di Huta Sitinjak; (7) Portibi Raja (Keturunannya bermarga Pakpahan Lumbanbosi) yang menikah dengan Boru Siagian serta menetap di Huta Pakpahan. Sebagian keturunannya ada yang bermukim di Lumban Pakpahan Lintong Nihuta.

Sementara 5 boru (putri) dari Raja Hinerean yang salah satunya merupakan putri dari Ompu Sotindion Sitinjak yakni:

(1) Siboru Simoingoing yang merupakan putri dari Ompu Sotindion Sitinjak yang diberikan kepada Raja Hinerean dalam ketika mereka melakukan pertukaran anak, yang mana Raja Hinerean sendiri memberikan putranya yaitu Raja Parsuratan kepada Ompu Sotindion. Siboru Simoingoing sendiri menikah dengan Ompu Habinsaran Purba Parhorbo Parhoda-hoda; (2) Siboru Lean Panarusan yang menikah dengan Ompu Munjori Butarbutar Simananti, dari Marom Kecamatan Uluan; (3) Siboru Pinta Haomasan yang menikah dengan Ompu Binanga (Raja Natar) Simanjuntak Sitombuk dari Tampahan, Balige Toba; dan (4) Siboru Daeng Pasiding (Naomi) yang menikah dengan Raja Salim Sodungdangon (Ama Raja Naohot) Sitorus Dori dari Lumban Nabolon Porsea, Toba; dan (5) Siboru Pinta Ulina yang menikah dengan Ompu Bintatar Sinaga Uruk dari Palipi, Samosir.

Tarombo (Silsilah) Jori Batak Pakpahan Lumbanbosi
Jori Batak
Boru Sitindaon
TalajonggiRaja Urik
Ompu Horsik
Boru Sitindaon
Tuan Onggar
Hutarihit
Boru Siadari
Pasanglobuan
Ompu Jorahahu
Boru Siringoringo
Ompu Pintuholing
Boru Harianja
Ompu Rakit

Jori Batak menikah dengan Boru Sitindaon serta memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Ompu Talajonggi dan (2) Raja Urik. Adapun Raja Urik yang memiliki dua orang putra, yaitu: Ompu Horsik dan Tuan Onggar. Lalu Ompu Horsik Menikah dengan Boru Sitindaon serta memiliki dua orang putra yaitu Hutarihit dan Pasanglobuan. Adapun Hutarihit yang menikahi Boru Siadari serta memiliki seorang putra yang bernama Ompu Jorahahu yang menikahi Boru Siringoringo. Kemudian putra bungsu yang bernama Pasanglobuan dan memiliki dua orang putra, yaitu: Ompu Pintuholing yang menikah dengan Boru Harianja dan Ompu Rakit

Tarombo (Silsilah) Raja Singal Pakpahan Lumbanbosi
Raja Singal
Boru Gultom
Guru Manguntalas
Boru Gultom
Ompu Hombung
Boru Gultom
Ompu Tarturi
Boru Gultom
Raja Ampamanjar
Boru Simanjuntak
Ompu RumbiGuru NiudanganGuru Jolis
Ompu SodangOmpu SoagohanRaja SiahaanOmpu SangkunakGuru Bandaulu
Boru Siahaan
Pagar Nagugun

Raja Singal menikah dengan Boru Gultom serta memiliki dua orang putra yaitu Guru Manguntalas dan Ompu Hombung

  1. Guru Manguntalas menikah dengan Boru Gultom serta memperoleh dua orang putra, yaitu:
    1. Ompu Tarturi yang menikah dengam Boru Gultom serta memiliki dua orang putra, yaitu:
      1. Ompu Sodang
    2. Raja Ampamanjar yang menikahi Boru Simanjuntak serta memiliki empat orang putra, yaitu:
      1. Raja Siahahan
      2. Ompu Sangkunak
      3. Guru Bandaulu yang menikah dengan Boru Siahaan dan menetap di Balige serta memiliki seorang putra yang bernama Ompu Lambok yang menikah dengan Boru Tampubolon
      4. Pagar Nagugun
  2. Ompu Hombung menikah dengan Boru Gultom serta memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Rumbi, (2) Guru Niundangan, dan (3) Guru Jolis.

Raja Singal juga memiliki seorang putri yang menikah dengan Ompu Dorgak Manullang.

Tarombo (Silsilah) Buntu Raja Pakpahan Lumbanbosi
Buntu Raja
Boru Purba
Raja Sodang
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Runggu Malela
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Rubun
Boru Sihombing Lumbantoruan
Raja Pangkomat
Boru Siringoringo
Ompu Parjunjun
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Pargompul
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Manaritar
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Mangabahan
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Jebar
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ompu Batu Godang
Boru Sihombing Lumbantoruan

Buntu Raja yang menikah dengan Boru Purba Sigulang Batu serta menetap di Lintong Nihuta. Lalu beliau memiliki seorang putra yang bernama Raja Sodang, Kemudian Raja Sodang menikah dengan salah satu putri dari Tuan Guru Sinomba Sihombing Lumbantoruan serta memiliki seorang putra yaitu Ompu Runggu Malela, Lalu Ompu Runggu Malela menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan, putri dari Ampangapon Sihombing Lumbantoruan serta memiliki dua orang putra, yaitu:

  1. Ompu Rubun yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan serta memiliki dua orang putra yaitu (1) Ompu Parjunjun yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan; dan (2) Ompu Pargopul yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan.
  2. Raja Pangkomat yang menikah dengan Boru Siringoringo dan memiliki 4 orang putra, yaitu: (1) Ompu Manaritar yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan; (2) Ompu Mangabahan yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan; (3) Ompu Jebar yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan dan menetap di Lumban Samosir, Lae Parira; dan (4) Ompu Batu Godang yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan.
Tarombo (Silsilah) Namora Soritaon Pakpahan Lumbanbosi
Namora Soritaon
1. Boru Limbong
2. Boru Simanjuntak
Ompu Mangguru
Boru Nababan
Ompu Soimbangon
Boru Tanjung
Ompu Marbona
Boru Limbong
Sihoris Ulubalang Nabegu
Boru Simanjuntak
Sigontam Dibanua
Ompu BaritaOmpu Langge
Boru Nainggolan
Ompu Binur
Boru Limbong
Raja Binangkit
Boru Sihombing Lumbantoruan
Ama ni BaritaOmpu Joro Bosi
Boru Tambunan
Ompu Tanggul
Boru Simorangkir
Ompu Jumona
Boru Nainggolan
Ompu Jalang
Boru Tambunan
Ompu Jumongkas
Boru Lubis
Ompu TalaOmpu Ribur
Boru Harianja
Ompu HutabatuOmpu BalongguRaja Marlundu
Boru Rumaijuk
Raja Barita
Boru Rajagukguk
Tuan Naeat
Boru Siahaan
Ompu PamustaOmpu PuskaAmpabonaOmpu JelokOmpu Bala I
Boru Manalu
Ompu Somanagam
Boru Manalu Rumabutar

Namora Soritaon (Keturunannya bermarga Pakpahan Lumbanbosi yang menikah dengan Boru Limbong dan Boru Simanjuntak serta menetap di Parsorminan Pangaribuan. Beliau memiliki lima orang putra, yaitu:

  1. Ompu Manguru yang menetap di Pangaloan Pahae dan menikah dengan Boru Nababan serta keturunannya terbagi menjadi empat kelompok, yaitu: (1) Ompu Pamusta, (2) Ompu Puska, (3) Ampabona, dan (4) Ompu Jelok.
  2. Ompu Soimbangon yang dan keturunannya ada yang bermukim di Sidagal, Huta Godang Lumban Bosi, hingga ke Silantom, kemudian menikah dengan Boru Tanjung serta memiliki seorang putra yaitu Ompu Langge, lalu Ompu Langge menikah dengan Boru Nainggolan serta memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Ompu Joro Bosi yang menikah dengan Boru Tambunan; (2) Ompu Tanggul yang menikah dengan Boru Simorangkir; (3) Ompu Jumona yang menikahi Boru Nainggolan; dan (4) Ompu Jalang yang menikah dengan Boru Tambunan
  3. Ompu Marbona lalu beliau menikahi Boru Limbong serta memiliki seorang putra yaitu Ompu Binur, kemudian menikah dengan Boru Limbong serta memiliki lima orang putra, yaitu: (1) Ompu Jumongkas yang menikah dengan Tiurma Namora Boru Lubis serta menetap di Parsorminan dan sebagian keturunannya ada yang bermukim di Sipirok dan Sarulla; (2) Ompu Tala yang menetap di Parsorminan dan sebagian keturunannya ada yang bermukim di Pangaloan, Sipirok, dan Tarutung Dua; (3) Ompu Ribur yang menikahi Bulan Haomasan Boru Harianja serta menetap di Aek Sitapean; (4) Ompu Hutabatu yang dahulu berpindah ke daerah yang tidak diketahui secara pasti dan keturunannya belum ditemukan sampai sekarang; dan (5) Ompu Balonggu yang bermukim di Lobu Habinsaran dan sebagian keturunannya ada yang bermukim di Padang Sidimpuan dan Onan Hasang, Ompu Marbona juga memiliki seorang putri yang bernama Siboru Saulilin yang menikah dengan Ompu Tumonggung Tambunan dari Pantis Pahae.
  4. Sihoris Ulubalang Nabegu dan bermukim di Hutatinggi serta menikah dengan Boru Simanjuntak dan terbagi kedalam dua kelompok berdasarkan dua orang putra dari Tuan Naheat dengan istrinya Boru Siahaan, adapun kedua orang putra tersebut, yaitu: (1) Ompu Bala I menikah dengan Boru Manalu dan (2) Ompu Somanagam yang menikah dengan Boru Manalu Rumabutar
  5. Sigontam Dibanua yang kabarnya belum diketahui secara pasti sampai sekarang termasuk keberadaan dari keturunannya jika memang beliau berketurunan.[2]
Tarombo (Silsilah) Portibi Raja Pakpahan Lumbanbosi
Portibi Raja
Boru Siagian
Ompu Hatoguan
Boru Siagian
Ama ni Hatoguan
Boru Marpaung
Ama ni Ompon
Ompu Rohot
Boru Naibaho
Ama ni Rohot
Boru Sianipar
Ama ni Ontang
Boru Sipahutar
Ompu Pangaloan
Boru Gultom
Ama ni Salohot
Boru Sitindaon
Ompu GapsukAma ni Pangindangan
Boru Sijabat
Ompu Pangarongking
1. Boru Sihombing Lumbantoruan
2. Boru Simanullang
Ompu Jamot

Portibi Raja menikah dengan Boru Siagian dan bermukim di menetap di Huta Pakpahan. Sebagian keturunannya ada yang bermukim di Lumban Pakpahan Lintong Nihuta, lalu Ompu Portibi memperoleh seorang putra yaitu Ompu Hatoguan, lalu Ompu Hatoguan menikah dengan paribannya, Boru Siagian serta memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Ama ni Hatoguan dan (2) Ama ni Ompon. Adapun Ama ni Hatoguan menikah dengan Boru Marpaung serta memperoleh seorang putra yaitu Ompu Rohot kemudian Ompu Rohot menikah dengan Boru Naibaho serta memiliki dua orang putra yaitu

  1. Ama ni Rohot kemudian menikah dengan Boru Sianipar serta memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Pangaloan yang menikah dengan Boru Gultom; (2) Ama ni Salohot yang menikah dengan Boru Sitindaon; dan (3) Ompu Gaspuk
  2. Ama ni Ontang lalu menikah dengan Boru Sipahutar serta memiliki seorang putra yaitu Ama ni Pangindangan lalu menikahi Boru Sijabat serta memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Ompu Pangarongking yang menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan dan Boru Manullang dan (2) Ompu Jamot.[3]
  • Keturunan Pakpahan Lumbanbosi mengikat janji (marpadan) dengan keturunan Toga Sitinjak, sehingga antara marga Pakpahan Lumbanbosi dan marga Sitinjak tidak bisa saling menikahi.
  • Keturunan Buntu Raja Pakpahan mengikat janji (marpadan) dengan keturunan Alogolaut Sianturi, sehingga antara keturunan Buntu Raja Pakpahan Lumbanbosi dan keturunan Alogo Laut Sianturi Simataniari tidak boleh saling menikahi.

Tarombo (Silsilah) Sigodangpohul Pakpahan

Toga Pakpahan
Boru Sitindaon
Hutaraja
Boru Sitindaon
Lumbanbosi
Boru Manurung
Sigodangpohul
Boru Sitindaon
Parbona Raja
Ompu Aekrihit
Boru Sitindaon
Pangalilit
Ama ni AekrihitAma ni SahangAma ni Sorba
Ompu AnjurOmpu Sirman
Ama ni Anjur
Guru SobalosonOmpu Lahat

Sigodang Pohul Pakpahan menikah dengan Boru Sitindaon dan memiliki seorang putra bernama Parbona Raja. Parbona Raja menikah dan memiliki 2 orang putra yaitu:

  1. Ompu Aek Rihit yang menikah dengan Boru Sitindaon (Keturunannya bermarga Pakpahan Sigodangpohul);
  2. Pangalilit (Keturunannya bermarga Pakpahan Sigodangpohul).

Catatan:

Dalam silsilah versi ini, Hutaraja, Lumbanbosi, dan Sigodangpohul berada dalam satu generasi (sundut) silsilah (tarombo). Dalam versi ini, keturunan Hutaraja membentuk marga baru, yaitu Pakpahan Simora melalui keturunannya yang bernama Baginda Mora. Namun, sebagian keturunan Pakpahan Sigodangpohul bermarga Pakpahan Hutanamora.

Versi Hutanamora

Toga Pakpahan yang menikahi Boru Sitindaon dan Boru Tamba dan memiliki 4 orang putra yaitu:

  1. Hutaraja
  2. Hutanamora
  3. Lumbanbosi
  4. Sigodangpohul

Hutanamora yang menikahi wanita Boru Simbolon dan memiliki seorang putra yaitu: Parbona Raja, Kemudian Parbona Raja menikahi Boru Sigalingging dan memperoleh tiga orang putra yang kemudian ketiga orang putra ini mewakili ketiga kelompok marga Pakpahan Hutanamora. Adapun ketiga Putra tersebut yaitu:

  1. Ampanulampak
  2. Datu Ronggur Diaji
  3. Porhas Manjunging

Tarombo (Silsilah) Hutanamora Pakpahan

Hutanamora
Boru Simbolon
Parbona Raja
Boru Sigalingging
Ampanulampak
Boru Hutajulu
Datu Ronggur Diaji
1. Boru Sigalingging
2. Boru Nainggolan
Porhas Manjunging
Boru Sitompul
Ompu Hutasada
(Ompu Tiga Raja)
1. Boru Simanjuntak
2. Boru Sitorus Pane
Ompu Bait Silindung
Boru Hutabarat
Ompu Diharaja
Boru Sigalingging
Ompu Raja Moma
Boru Hutauruk
Ompu Martuling Aji
Boru Hasibuan
Ompu Raja Mian I
Boru Hutasoit
Ompu Soengganon
(Ama ni Tiga Raja)
Boru Simanjuntak
Ompu Garaga
Boru Sijabat
Ompu Sumombun
Boru Marbun
Ama ni Hutasada
Boru Marbun
Ompu Panatar
Boru Pasaribu
Ompu Randung
Boru Hutauruk
Ompu LabanOmpu GugunPorhas Diaji
Boru Hasibuan
Langgat Diaji
Boru Manullang
Ompu Rumintang
Boru Lumbantobing
Tiga Raja
Boru Nainggolan Sibatuara
Ompu SoripadaOmpu Hudorong
Boru Sitindaon
Ompu Bahal Batu
Boru Sihotang
Ompu Sahang Langit
Boru Sitindaon
Ompu Hutaomas
Boru Simbolon
Ompu Harinuan
1. Boru Butarbutar
2. Boru Sitanggang
Ompu Banggar Nihuta
Boru Sitinjak
Ompu Garantung
Boru Lubis
Ompu Jungjungan
(Ompu Goak)
Boru Sarumpaet
Raja Sahalana
1. Boru Simorangkir
2. Boru Silitonga
Ompu Sibadarbadar
Boru Simatupang Togatorop
Ompu Mangatur
Boru Gultom
Ompu Raja LubukDatu RajaTuan Pangutangan
Boru Siahaan
Guru SohatahutanPajoburRaja Mian II
Boru Togatorop
Datu PaksaOmpu Sisodong Bondar
Boru Sianturi
Ompu Sabungan
Boru Samosir
Ompu NianturOmpu Batu Guru
Boru Gultom
Ompu JimbarOmpu Batu Panal

Ampanulampak

Ampanulampak yang menikahi Boru Hutajulu dan memperoleh seorang putra yaitu: Ompu Hutasada (Ompu Tiga Raja), kemudian menikahi Boru Simanjuntak dan Boru Sitorus Pane dan mempunyai 4 orang putra dan seorang putri yaitu:

  1. Ompu Soengganon yang menikahi Boru Simanjuntak dan mempunyai dua orang putra, yaitu: (1) Tiga Raja yang menikahi Boru Nainggolan Sibatuara, putri dari Ama ni Pangangkap Nainggolan Sibatuara dan (2) Ompu Soripada; Ompu Soengganon juga mempunyai seorang putri yang menikah dengan paribannya sendiri yang bernama Ompu Marhuosong Nainggolan Lumbanraja.
  2. Ompu Garaga yang menikahi Boru Sijabat dan memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Hudorong yang menikah dengan Boru Sitindaon; (2) Ompu Bahal Batu yang menikah dengan Boru Sihotang; dan (3) Ompu Sahang Langit yang menikah dengan Boru Sitindaon
  3. Ompu Sumombun yang menikahi Boru Marbun dan keturunannya terbagi Menjadi empat kelompok, yaitu: (1) Ompu Niatur, (2) Ompu Batu Guru yang menikahi Boru Gultom; (3) Ompu Jimbar; dan (4) Ompu Batu Panal
  4. Ama ni Hutasada yang menetap di Humbang Hasundutan, dan menikahi Boru Marbun serta memperoleh dua orang putra dan juga mempunyai seorang putri, yaitu: (1) Ompu Harinuan yang menikahi Boru Sitanggang dan Boru Butarbutar dan (2) Ompu Banggar Nihuta yang menikahi Boru Sitinjak serta seorang putri dari Ama ni Hutasada yang bernama: Siboru Hutasada yang dinikahi oleh Raja Ompu Tumanggu Sitindaon. Ompu Hutasada (Ompu Tiga Raja) Pakpahan Hutanamora juga memperoleh seorang putri yang dinikahi oleh Ompu Batu Guru Nainggolan Lumbanraja, yang merupakan keturunan dari Toga Sahata Nainggolan Lumbanraja

Datu Ronggur Diaji

Datu Ronggur Diaji yang menikahi Boru Sigalingging dan Boru Nainggolan dan memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Ompu Bait Silindung,(2) Ompu Diharaja, (3) Ompu Raja Moma, dan (4) Martuling Aji, Datu Ronggur Diaji juga memiliki seorang putri yang menikah dengan marga Panggabean.

  1. Ompu Bait Silindung yang menikahi Boru Hutabarat serta memiliki seorang putra yaitu Ompu Panatar kemudian Ompu Panatar menikah dengan Boru Pasaribu dan memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Ompu Garantung yang menikah dengan Boru Lubis dan (2) Ompu Junjungan/Ompu Joak yang menikah dengan Boru Sarumpaet
  2. Ompu Diharaja yang menikahi Boru Sigalingging dan keturunannya terbagi menjadi empat kelompok berdasarkan nama keempat cicit dari Ompu Diharaja, yaitu: (1) Ompu Raja Lubuk, (2) Datu Raja, (3) Tuan Pangutangan yang menikahi Boru Siahaan, (4) Guru Sohatahutan, dan (5) Pajobur.
  3. Ompu Raja Moma yang menikahi Boru Hutauruk dan memiliki dua orang putra yaitu: (1) Ompu Laban, dan (2) Ompu Gugun
  4. Ompu Martuling Aji yang menikahi Boru Hasibuan dan memperoleh dua orang putra yaitu: (1) Ompu Porhas Diaji yang menikahi Paribannya Boru Hasibuan dan (2) Langgat Diaji yang menikahi Boru Simanullang.

Porhas Manjunging

Porhas Manjunging yang menikahi Boru Sitompul dan keturunannya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: (1) Raja Mian II yang menikah dengan Boru Togatorop, (2) Datu Paksa, dan (3) Ompu Sisondong Bondar yang menikah dengan Boru Sianturi

Mars Toga Pakpahan

Ciptaan: Yunus Pakpahan

Amang Raja dohot Inang Soripada, denggan ma tapaihut-ihut, i ma tarombo ni ompunta Toga Pakpahan i.

  • Di Onan Runggu do huta ni ompui da, huta nauli huta pamomparan i, nanigabehon ni boru ni rajai Raja Sitindaon i.
  • Toga Pakpahan 3(tolu) ma anakna, da siangkangan ma i da Hutaraja, sipaidua ma i si Lumbanbosi, Sigodangpohul ma siampudan na i.


Reff 1:

Godang do naung gabe uluan di tonga ni negaranta on, nang songon i angka pangula di huria na bolon i. Nang pangusaha tung torop do tarbarita di liat portibion.

Musik Interlude

  • Dibahen i tu hita angka pinomparna, ingot ma hita di tona ni ompu i da, sisada roha tu dolok tu toruan, marsianjuan di angka na humurang.
  • Sisada lulu jala sisada hata, sisada anak jala sisada boru, marsiurupan di angka na humurang, jala horas sama dihamu.


Reff 1

Reff 2:

Mauliate ma di Tuhan di Debata na sangap i, dipasupasu saluhut na pinompar ni Toga Pakpahan i, Mauliate ma Tuhan, Mauliate di sude denggan basaM.

Penyebaran

Penyebaran Pakpahan Hutaraja

Keturunan Hutaraja bermukim di Huta Pakpahan, Onan Runggu. Salah satu keturunannya dari Datu Ramot menetap di Janji Raja, kemudian hari menyebar ke Dolok Sanggul, Batunajagar Sijamapolang, Huta Ri, Jabijabi, Sihikkit, Bonan Dolok, Banuarea, Sidikalang, kemudian sebagian ke Pagaran hingga ke Pangaribuan.

Penyebaran Pakpahan Lumbanbosi

Jori Batak

Keturunan Jori Batak bermukim di Huta Pakpahan, Onan Runggu. Kemudian menyebar ke Dolok Sanggul hingga ke Pakkat.

Raja Singal

Keturunan Raja Singal bermukim di Huta Pakpahan, Onan Runggu. Kemudian menyebar ke Uluan, Laguboti, Balige, sebagian ke Siborongborong.

Buntu Raja

Suatu ketika berangkatlah Buntu Raja bersama adiknya Namora Soritaon meninggalkan orangtuanya dan para saudaranya meninggalkan Huta Pakpahan, Onan Runggu. Alasannya kerena mereka berdua kecewa dengan para saudara-saudaranya karena daging elang yang besar, di waktu itu mereka berdua sedang mengambil ikan di danau, setalah pulang ke rumah, dilihatlah para saudara-saudaranya yang lain sedang bersukacita dan bersenang-senang memakan daging elang tersebut, sakit hatilah mereka berdua.

Kemudian berangkatlah mereka berdua ke arah selatan menuju bukit Dolok Tolong yang di Balige, kemudian berkelana hingga ke bukit Dolok Matutung yang di Pangaribuan.

Di waktu perjalanan mereka sambil berburu rusa supaya ada makanan mereka, setelah mendapat tanah yang lembab berair, mereka tinggal di lereng gunung sambil membuka ladang persawahan yang bertangga-tangga. Karena sempitnya area tanah, sehingga kecil dibuat pematang sawah tersebut supaya bisa ditanam banyak padi, dan hanya kambing yg bisa berjalan di pematang sawah tersebut, oleh karena itu makanya kampung tersebut dinamai Taga Hambing.

Karena sempitnya lahan tersebut, kemudian Ompu Buntu Raja melanjutkan perjalanan lagi, hingga sampai ke Lintong Nihuta sambil menunjukan kedatuannya, di situ dia bertemu dengan Boru Purba dan kemudian menetap di kampung tersebut. Namun, kemudian hari keturunannya menyebar ke Dolok Sanggul, ada yang ke Pakkat, dan ada juga ke Dairi (Berampu, Lae Parira).

Raja Namora Soritaon

Seteleh menetap di Lobu Tangga Hambing, kemudian membuka perkampungan baru ke daerah sekitar bernama Sidagal, Parsorminan kemudian menyebar ke Pahae, hingga ke tanah Angkola yaitu dari Sipirok ke Panggulangan, Sitorbis, Aek Balangka hingga ke Padang Sidimpuan.

Pulo Nagodang

Keturunan Pulo Nagodang di Huta Pakpahan, Onan Runggu.Kemudian hari menyebar ke Pakkat dan ke Pangaribuan.

Parsuratan

Keturunan Parsuratan bermukim di Huta Sitinjak, Onan Runggu.

Portibi Raja

Keturunan Portibi Raja bermukim di Huta Pakpahan, Onan Runggu.

Penyebaran Pakpahan Sigodangpohul

Menetap di Huta Pakpahan, kemudian hari menyebar ke Janji Raja, Pakkat, Barus, hingga ke Sibolga.

Penyebaran Pakpahan Hutanamora

Keturunan Hutanamora bermukim di Huta Pakpahan, Onan Runggu. Akibat bencana kekeringan di Onan Runggu pada saat itu kemudian keturunan Hutanamora berkelana mencari permukiman baru, dimulai dari Sigaol, lalu ke Parsoburan, hingga ke Pangaribuan, di Pangaribuan mereka melawan penduduk asli bermarga Pangaribuan, dan dimenangkan oleh keturunan Hutanamora, sehingga penduduk bermarga Pangaribuan pergi dan kemudian keturunan Hutanamora menetap dan bermukim di daerah tersebut. Saat ini nama kampung tersebut dinamai desa Pakpahan, Pangaribuan.

Turunan Marga

Keturunan Pakpahan terdiri dari beberapa marga, yakni: Versi yang diterima secara umum:

  1. Pakpahan Hutaraja
  2. Pakpahan Lumbanbosi / Pakpahan Sibosi
  3. Pakpahan Sigodangpohul
  4. Pakpahan Simora
  5. Pakpahan Hutanamora

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Pakpahan, di antaranya adalah:

Ahli/Akademisi

Aktifis/Pejuang

Atlet

Artis/Seniman/Musisi

Tokoh Militer/Polisi

Pelaku Politik/Pejabat

Pahlawan Nasional

Referensi

  1. Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
  2. "Ompu Marbona Pakpahan - Sejarah Ompu Namorasoritaon". sites.google.com. Diakses tanggal 2023-05-19.
  3. "Ompu Marbona Pakpahan - Sejarah Ompu Namorasoritaon". sites.google.com. Diakses tanggal 2023-05-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan