Sabtu, 26 September 2026
19:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Simanjuntak

salah satu marga Batak Toba

Simanjuntak
Aksara Batakᯘᯪᯔᯉ᯲ᯐᯮᯉ᯲ᯖᯂ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama margaSimanjuntak
Nama/penulisan alternatif
JulukanJuntak
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Raja Nai Suanon)
5Sibagot ni Pohan
6Tuan Somanimbil
7Raja Marsundung
(Simanjuntak)
Nama lengkap tokohRaja Marsundung Simanjuntak
Nama istri
Nama anak (putra)
  • (dari Boru Hasibuan)
    • 1. Raja Parsuratan
  • (dari Boru Sihotang)
    • 2. Raja Mardaup
    • 3. Raja Sitombuk
    • 4. Raja Hutabulu
Nama boru (putri)
  • (dari Boru Hasibuan)
    • 1. Si Boru Pareme
  • (dari Boru Sihotang)
    • 2. Si Boru Hagohan Naindo
    • 3. Si Boru Naompon
Kekerabatan
Induk margaTuan Somanimbil
KlanTuan Somanimbil
Marga sekerabat
Turunan
  • Parsuratan
  • Mardaup
  • Sitombuk
  • Hutabulu
Mataniari binsar
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalBalige, Toba
Persebaran dengan populasi signifikan

Simanjuntak (Surat Batak: ᯘᯪᯔᯉ᯲ᯐᯮᯉ᯲ᯖᯂ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.[1]

Asal

Menurut silsilah garis keturunan orang Batak tarombo (silsilah), Raja Marsundung Simanjuntak adalah generasi ketujuh dari Si Raja Batak dan anak kedua dari Tuan Somanimbil.[2]

Raja Marsundung Simanjuntak memiliki dua istri, yaitu:

Melalui kedua istri tersebut, Raja Marsundung Simanjuntak memiliki empat orang putra dan tiga orang putri, yaitu:

  • Raja Parsuratan (dari istri pertama: keturunannya disebut sebagai Simanjuntak Parsuratan)
  • Pareme Boru Simanjuntak
    (dari istri pertama: Boru Hasibuan)
  • Raja Mardaup (dari istri kedua: keturunannya disebut sebagai Simanjuntak Mardaup)
  • Raja Sitombuk (dari istri kedua: keturunannya disebut sebagai Simanjuntak Sitombuk)
  • Raja Hutabulu (dari istri kedua: keturunannya disebut sebagai Simanjuntak Hutabulu)
  • Hagohan Naindo Boru Simanjuntak
    (dari istri kedua: Boru Sihotang)
  • Naompon Boru Simanjuntak
    (dari istri kedua: Boru Sihotang)

Kekerabatan

Keturunan Raja Marsundung memiliki hubungan erat dengan marga-marga keturunan Tuan Somanimbil lainnya; ketiga marga tersebut (Siahaan, Simanjuntak, dan Hutagaol) memegang teguh ikatan persaudaraan untuk tidak menikah antar satu dengan yang lain. Dikarenakan Raja Marsundung (Simanjuntak) merupakan anak kedua dari Tuan Somanimbil, maka seluruh marga Simanjuntak dianggap lebih muda oleh marga Siahaan, dan juga dituakan oleh marga Hutagaol. Oleh sebab itu setiap keturunan dari marga Simanjuntak harus memanggil abang/kakak ketika bertemu dengan marga Siahaan dan memanggil adik ketika bertemu dengan marga Hutagaol tanpa memperhatikan usia.

Raja Marsundung menikah dengan Taripar Laut Boru Hasibuan dan Sobosihon Boru Sihotang, oleh sebab itu hula-hula (mataniari binsar) dari marga Simanjuntak turunan Parsuratan adalah marga Hasibuan, sedang bagi Marga Simanjuntak turunan Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu adalah marga Sihotang.

Raja Marsundung menikah dengan Taripar Laut Boru Hasibuan, lalu melahirkan dua orang anak, yakni Raja Parsuratan dan Si Boru Pareme. Raja Marsundung lalu menikah lagi ke Sobosihon Boru Sihotang karena istrinya yang pertama meninggal. Lalu Boru Sihotang melahirkan lima anak, yakni Raja Mardaup, Raja Sitombuk, Raja Hutabulu, Si Boru Hagohan Naindo, dan Si Boru Naompon. Tulangnya Parsuratan (saudara laki-laki dari ibu) melihat bahwa Parsuratan tidak diperlakukan sama oleh si boru Sihotang, maka dibawanyalah Parsuratan oleh Tulangnya ke tempat Tulangnya. Boru Sihotang pun mengajarkan ke Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu supaya jangan pernah mau bergabung dengan Parsuratan. Hal ini mengakibatkan munculnya istilah "Simanjuntak Parjolo" (Parsuratan) dan "Simanjuntak Parpudi" (Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu), serta terdapat juga masalah tentang kerbau ("horbo jolo" dan "horbo pudi"). Perkumpulan Parsuratan dinamakan Parsadaan Simanjuntak Parsuratan, sedangkan perkumpulan Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu dinamakan Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina (PSSSI).

Sampai sekarang, perkataan boru Sihotang masih dikatakan/dibicarakan dari generasi ke generasi Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu. Namun, sekarang sudah ada beberapa Simanjuntak Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu yang tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena mau bagaimanapun, Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu tetaplah saudara kandung yang tidak bisa dipisahkan.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Simanjuntak, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ C., Vergouwen, J. (2013). The Social Organisation and Customary Law of the Toba-Batak of Northern Sumatra. Springer Netherlands. ISBN 978-94-015-1035-6. OCLC 1066180715.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Hutagalung, W. M. (1991). Pustaha Batak: Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak (dalam bahasa Batak). Medan: Tulus Jaya. hlm. 235–239. OCLC 33133368.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Sumber

  • Hutagalung, W.M. (1991), Pustaha Batak Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak, hlm. 235–239{{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  • Siahaan, Amanihut N.; Pardede, H. (1957), Sejarah perkembangan Marga - Marga Batak{{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=

Pranala luar

  • (Indonesia)

Tarombo Simanjuntak Sitolu Sada Ina Diarsipkan 2024-05-25 di Wayback Machine. Tarombo Simanjuntak Sitolu Sada Ina Diarsipkan 2018-07-30 di Wayback Machine.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan