| Ompusunggu | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Aksara Batak | ᯀᯬᯔ᯲ᯇᯮᯘᯮᯰᯎᯮ (Surat Batak Toba) | ||||||||||||
| Nama marga |
| ||||||||||||
| Nama/penulisan alternatif | Ompoesoenggoe (ejaan lama) | ||||||||||||
| Arti | ompu + sunggu (kakek/nenek + berkumpul) | ||||||||||||
| Silsilah | |||||||||||||
| Generasi dari Si Raja Batak |
| ||||||||||||
| Nama lengkap tokoh | Ompu Sunggu | ||||||||||||
| Nama istri | Boru Tamba | ||||||||||||
| Nama anak (putra) |
| ||||||||||||
| Genealogi | |||||||||||||
| Induk marga | Aritonang | ||||||||||||
| Klan | Toga Aritonang | ||||||||||||
| Marga sekerabat | |||||||||||||
| Mataniari binsar | Tamba | ||||||||||||
| Asal | |||||||||||||
| Suku | Batak | ||||||||||||
| Etnis | Batak Toba | ||||||||||||
| Lahir | Sabulan, Samosir | ||||||||||||
| Daerah asal | Aritonang, Muara, Tapanuli Utara | ||||||||||||
Ompusunggu (Surat Batak: ᯀᯬᯔ᯲ᯇᯮᯘᯮᯰᯎᯮ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Aritonang, Muara, Tapanuli Utara. Ompusunggu merupakan sub-marga dari marga Aritonang yang mana leluhur marga Ompusunggu adalah anak pertama dari Toga Aritonang.
Asal
Dalam garis keturunannya, Si Raja Lontung memiliki tujuh anak laki-laki dan dua anak perempuan. Sesuai urutan kelahirannya, ketujuh anak laki-lakinya tersebut adalah: Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar. Sedangkan anak perempuannya dinikahi oleh dua bersaudara dari anak Si Raja Sumba yakni Sihombing dan Simamora.
Dari perkawinannya, Aritonang memiliki tiga orang anak laki-laki yang tercatat hidup dan meneruskan keturunannya hingga saat ini. Ketiganya kini telah berkembang menjadi belahan marga Aritonang yang semi independen.
Sesuai urutan kelahirannya, ketiga anak laki-laki Aritonang ini adalah sebagai berikut:
- Ompu Sunggu
- Raja Gukguk
- Tuan Simare (Simaremare)
Konsentrasi marga Aritonang kebanyakan bermukim di daerah Muara yang terletak di pesisir Timur Danau Toba dan juga terdapat di Pulau Sibandang, Barus, dan Humbang Hasundutan, di Sumatera Utara. Namun di luar daerah-daerah itu banyak pula ditemukan keturunan Aritonang yang telah merantau dan berkembang sejak berabad yang lalu.
Desa Silando, Hutaginjang, Tapian Nauli adalah desa yang banyak didiami oleh marga Aritonang, yang walaupun jauh dari Muara tetapi hakikatnya marga Aritonang-lah yang menyatukan ketiga desa ini sehingga masuk dalam wilayah Kecamatan Muara.
Di daerah Muara yang mayoritas penduduknya adalah bermarga Aritonang, umumnya mereka sudah menggunakan nama marga sesuai alur percabangan dari ketiga anak laki-laki dari Aritonang tersebut. Namun untuk di luar Muara, para keturunan Marga Aritonang yang sudah merantau beberapa abad yang lalu, lebih suka menggunakan nama Marga Aritonang.
Karena itulah saat ini kerap ditemukan para keturunan Marga Aritonang dalam kesehariannya menggunakan nama marga yang bervariasi, yaitu:
- Marga Aritonang
- Marga Ompusunggu
- Marga Rajagukguk
- Marga Simaremare
Tokoh
Beberapa tokoh bermarga Aritonang Ompusunggu, di antaranya adalah:
Galeri
Referensi
| Si Raja Lontung |
| |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
