Rabu, 23 September 2026
04:49 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Pusuk

Artikel ini bukan mengenai Pusuk Buhit.
Pusuk
Nama marga
  • Nainggolan
  • Pusuk
  • Nainggolan Pusuk
Nama/penulisan alternatif
Artipusuk
(puncak; pucuk)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Guru Tatea Bulan
3Tuan Saribu Raja
4Si Raja Lontung
5Toga Nainggolan
6Sihombar
7Tungkup Raja
8Sindarniari
9Sindarnihuta
10Mogot Pinaungan
11Datu Parulas Parultop
(Lumbanraja)
12Tuan Panalingan Sarmahata
(Pusuk)
Nama lengkap tokohTuan Panalingan Sarmahata Pusuk
Nama istriBoru Sihotang Simarsoit
Nama anak (putra)Tuan Nagari
Kekerabatan
Induk margaNainggolan
KlanToga Nainggolan
Marga sekerabat
Turunan
  • 1. Datu Ronggur
  • 2. Datu Manorgang
Mataniari binsar
PadanSiregar
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Toba
Daerah asalPusuk, Parlilitan

Pusuk adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Pusuk, Parlilitan dan merupakan sub-marga dari marga Nainggolan. Leluhur marga Pusuk adalah Tuan Panalingan Sarmahata, anak pertama dari Datu Parulas Parultop, keturunan dari Tungkup Raja, cucu keempat dari Toga Nainggolan yang berasal dari Nainggolan, Samosir.[1]

Asal

Pusuk sendiri merupakan salah satu sub-marga dari marga Nainggolan yang mana silsilahnya adalah sebagai berikut:

Toga Nainggolan memiliki dua orang putra yaitu Sibatu dan Sihombar. Kemudian Sihombar memiliki tiga orang putra yaitu (1) Raja Nahor, (2) Tungkup Raja, dan (3) Raja Padot. Lalu Tungkup Raja memiliki seorang putra yang bernama Sindarniari, kemudian Sindarniari memiliki seorang putra yang bernama Sindarnihuta. Adapun Sindarnihuta memiliki seorang putra yang bernama Mogot Pinaungan. Kemudian Mogot Pinaungan menikahi Boru Sitindaon dan memiliki dua orang putra yaitu Tanjabau (Lumbantungkup) dan Datu Parulas Parultop yang menjadi leluhur marga Lumbanraja.

Datu Parulas Parultop memiliki empat belas orang putra dari keenam istrinya, yang mana keenam istri tersebut antara lain adalah:

  1. Nai Bintang Maria Boru Simbolon, putri dari Tuan Nahodaraja Simbolon yang melahirkan tiga orang putra yaitu Tuan Panalingan, Mogot Hualu, dan Tuan Ampir. Nai Bintang Maria juga melahirkan dua orang putri yaitu Siboru Sumangge dan Siboru Nahunik;
  2. Boru (?) yang melahirkan Anak Gajut/Tuan Rangga;
  3. Boru Sagala yang melahirkan Siboro;
  4. Siboru Parmudaan Boru Manurung, putri dari Raja Sijambang Manurung yang melahirkan tiga orang putra yaitu Sitalutuk, Toga Sahata, dan Sabungan Raja. Siboru Parmudaan juga melahirkan seorang putri yang bernama Siboru Marsanea Bulan;
  5. Siboru Pura Nienet Haomasan Boru Manurung, yang juga putri dari Raja Sijambang Manurung yang melahirkan empat putra yaitu Guru Tinandangan, Guru Tinunjungan, Toga Dipasir, dan Tuan Dibaringin. Siboru Pura Nienet Haomasan juga melahirkan seorang putri yang tidak diketahui namanya;
  6. Boru (?) yang melahirkan dua orang putra yaitu Raja Tomuan dan Raja Bonandolok.

Berdasarkan uraian tadi, jadi berikut adalah urutan putra-putra dari Datu Parulas Parultop:

  1. Tuan Panalingan/Sarmahata (Marga Pusuk) yang bermukim di Pusuk Parlilitan;
  2. Mogot Hualu/Darmahasi (Marga Buaton) yang bermukim di Pusuk Parlilitan;
  3. Tuan Ampir/Guru Panuju (Marga Mahulae) yang bermukim di Pusuk Parlilitan;
  4. Anak Gajut/Tuan Rangga yang bermukim di Siarsam-arsam Sibisa (Keberadaan keturunannya tidak diketahui sekarang);
  5. Siboro yang bermukim di Rianiate Pangururan (Diangkat menjadi keturunan Purba);
  6. Sitalutuk yang bermukim di Harian;
  7. Toga Sahata yang bermukim di Harian;
  8. Sabungan Raja yang bermukim di Harian;
  9. Guru Tinandangan yang bermukim di Pahae;
  10. Guru Tinunjungan yang bermukim di Negeri Sihotang;
  11. Toga Dipasir yang bermukim di Negeri Nainggolan (Keturunannya bermarga Lumbantungkup);
  12. Tuan Dibaringin yang bermukim di Pusuk Parlilitan (Keberadaan keturunannya tidak diketahui sekarang);
  13. Raja Tomuan yang bermukim di Pardagangan Simalungun (Keberadaan keturunannya tidak diketahui sekarang);
  14. Raja Bonandolok yang bermukim di Pardagangan Simalungun (Keberadaan keturunannya tidak diketahui sekarang).

Berikut adalah urutan putri-putri dari Datu Parulas Parultop:

  1. Si Boru Sumangge, yang dinikahi oleh Raja Tunggal Hasugian dan bermukim di Parlilitan;
  2. Si Boru Nahunik;
  3. Si Boru Marsanea Bulan, yang dinikahi oleh Datu Arimo Manurung Simanoroni dari Sirungkungon Ajibata;
  4. Seorang putri (?) yang dinikahi oleh Marhati Ulubalang Tamba dari Tamba.

Tokoh

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Referensi

  1. Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan