Minggu, 20 September 2026
22:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Simbolon

salah satu marga Batak Toba

Artikel ini bukan mengenai Tampubolon. Keduanya merupakan marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Untuk kegunaan lain, lihat Simbolon (disambiguasi).
Marga Simbolon berasal dari Samosir menurunkan Si Pitu SoheTemplat:SHORTDESC:Marga Simbolon berasal dari Samosir menurunkan Si Pitu Sohe
Simbolon
Aksara Batakᯘᯔᯪ᯲ᯅᯬᯞᯉᯬ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama margaSimbolon
Artisi + (m)bolon
(si besar)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Bolon Tua
(Simbolon)
Nama lengkap tokohRaja Bolon Tua
Nama istriBoru Limbong
Nama anak (putra)
  • 1. Suri Raja (Tunggul Sibisa)
  • 2. Martua Raja
Kekerabatan
Induk margaRaja Nabolon
KlanParna
(bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
Turunan
  • Sipitu Sohe:
    • 1. Tuan Nahoda Raja I
    • 2. Altong Nabegu
    • 3. Pande Sahata
    • 4. Tuan Juara Bulan
    • 5. Suhut Nihuta
    • 6. Sirimbang
    • 7. Hapotan
Mataniari binsarLimbong
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Toba
LahirPangururan, Samosir
Daerah asal
Paguyuban
Organisasi paguyubanPSBI (Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia)

Simbolon (Surat Batak: ᯘᯔᯪ᯲ᯅᯬᯞᯉᯬ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Samosir. Marga ini merupakan salah satu keturunan dari Nai Ambaton yang menyebar dari wilayah Samosir bagian barat hingga utara,[1] seperti Pangururan, Palipi, dan Ronggur Nihuta.

Latar belakang

Menurut literatur Batak Toba yang diterima secara umum, Raja Isumbaon memiliki tiga anak, yaitu Tuan Sorimangaraja, Raja Asiasi, dan Sangkar Somalindang. Tuan Sorimangaraja juga mempunyai tiga anak, yakni Tuan Sorbadijulu, Tuan Sorbadijae, dan Tuan Sorbadibanua.

Tuan Sorbadijulu yang bergelar Nai Ambaton memiliki dua keturunan, yakni Raja Nabolon dan Raja Sitempang. Beberapa literatur bertentangan tentang urutan keturunan Tuan Sorbadijulu. Namun, semua sepakat bahwa baik Simbolon maupun Sitanggang merupakan keturunan Tuan Sorbadijulu melalui anak yang berbeda. Raja Nabolon menurunkan lima orang anak, yaitu Bolon Tua, Tamba Tua, Saragi Tua, Munte Tua, dan Nahampun Tua. Marga Simbolon dimulai dari Bolon Tua yang memperistri perempuan Boru Limbong, putri dari Ompu Langgat Limbong. Bolon Tua dan Boru Limbong memiliki dua orang anak, yakni Suri Raja (dikenal juga sebagai Tunggul Sibisa) dan Martua Raja. Kedua keturunan Simbolon ini diakui oleh PSBI (Punguan Simbolon) sebagai pokok Sipitu Sohe.

Dari Marsinta Dongan Boru Naibaho, Suri Raja menurunkan Simbolon Tuan Nahoda Raja I. Keturunan Tuan Nahoda Raja I yang bermukim di daerah Kalasan menurunkan kelompok marga baru yang disebut sebagai Sionom Hudon (enam periuk), yakni (Si Tambun Tinambunan), (Si Tanggor Tumanggor), (Si Raja Maharaja), (Si Turut Turutan), (Si Payung Pinayungan), dan (Si Anak Ampun Nahampun). Dari Leang Nagurasta, Suri Raja menurunkan Simbolon Tuan Juara Bulan. Beberapa literatur menyebut Simbolon Tuan Juara Bulan sebagai Simbolon Panihai. Namun, namanya yang disepakati oleh PSBI (Punguan Simbolon) sebagai bagian Sipitu Sohe adalah Simbolon Tuan Juara Bulan. Baik Tuan Nahoda Raja I maupun Tuan Juara Bulan saling menggunakan nama "Tuan" dan keturunannya terkadang tidak ingin dipisahkan antara keduanya. Dari Boru Manurung, Suri Raja menurunkan Simbolon Pande Sahata dan Simbolon Altong Nabegu. Sementara, Martua Raja menikahi Boru Pasaribu dan menurunkan Simbolon Suhut Ni Huta, Simbolon Sirimbang, dan Simbolon Hapotan.

Hubungan dengan marga lain

Secara tradisional, marga Simbolon bersama dengan Sitanggang menjalin hubungan yang kuat dengan marga Naibaho di Pangururan.[2] Ketiganya berbagi batas tanah ulayat di Pangururan. Ketika banjir besar melanda Sabulan, marga-marga keturunan Raja Lontung yang mendiami tempat itu memilih untuk berpindah ke Urat. Dari Urat, empat kelompok marga tertua Lontung, yaitu Situmorang, Sinaga, Pandiangan, dan Nainggolan, mencoba untuk menyebar ke utara Samosir. Namun, mereka diusir oleh marga Simbolon dan Sitanggang. Sebagai bentuk perjanjian damai di antara kedua kelompok marga tersebut (keturunan Sumba dan keturunan Lontung), ditetapkan garis imajiner sebagai batas wilayah yang ditarik dari sebuah aliran air di pesisir barat Samosir hingga bongkah di tanjung pesisir timur pulau itu, tepat di bagian selatan Tomok. Garis imajiner ini diterima sebagai batas antara wilayah marga-marga keturunan Sumba dan Lontung di Pulau Samosir.[3]

Tokoh

250px-PRRI_colorized_by_colorbykevin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolonel Maludin Simbolon (kedua dari kanan) merupakan tokoh militer Sumatera Utara yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri PRRI.

Beberapa tokoh yang bermarga Simbolon, di antaranya adalah:

Referensi

  1. Vergouwen 2013, hlm. 10.
  2. Vergouwen 2013, hlm. 22.
  3. Vergouwen 2013, hlm. 23.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan