Jumat, 06 November 2026
14:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Parna

Parna

salah satu kelompok marga Batak

Bagikan:

Parsadaan Pomparan Raja Nai Ambaton (Surat Batak: ᯇᯔᯬ᯲ᯇᯒᯉ᯲ᯉᯪᯒᯐᯉᯤᯀᯔ᯲ᯅᯖᯉᯬ᯲; terjemahan: Persatuan Keturunan Raja Nai Ambaton, yang dikenal dengan akronim 'Parna'), [1] adalah sebuah kelompok marga Batak yang terdiri dari marga-marga keturunan Tuan Sorbadijulu. Daerah penyebaran awal marga-marga Parna adalah Samosir bagian barat hingga utara dan tersebar ke berbagai daerah.[2]

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gezicht_over_het_Tobameer_bij_Pangoeroeran_TMnr_10018205.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Samosir bagian barat hingga utara merupakan wilayah awal persebaran marga-marga Parna.

Silsilah

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Toba-Batak-paarden_te_Pangoeroean_TMnr_10013532.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pangururan sebagai salah satu pusat perdagangan.

Ada dua cabang utama leluhur marga-marga Batak, yakni Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Raja Isumbaon merupakan penguasa awal daerah Pangururan, yang dahulu disebut sebagai Tano Sumba (bahasa Indonesia: Tanah Sumba).

Raja Isumbaon memiliki keturunan bernama Tuan Sorimangaraja. Tuan Sorimangaraja memperistri Si Boru Anting Sabungan yang berasal dari keturunan Guru Tatea Bulan. Dari Si Boru Anting Sabungan, Tuan Sorimangaraja memperanakkan Tuan Sorbadijulu yang bergelar Nai Ambaton. Tuan Sorbadijulu merupakan induk dari kelompok marga yang kemudian dikenal sebagai Parna. Tuan Sorbadijulu juga digelari menjadi Raja Nai Ambaton atau Datu Sindar Mataniari.

Daftar marga

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Si_gale_gale_dans_met_op_de_achtergrond_de_rajawoning_te_Simanindo_TMnr_20000340.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertunjukan tortor Sigalegale yang dilestarikan oleh populasi marga-marga Parna di Simanindo.

Beberapa marga-marga Batak yang termasuk ke dalam rumpun marga Parna, yaitu:

  1. Bancin (melalui Bolon Tua)
  2. Banurea (melalui Raja Sitempang)
  3. Berasa (melalui Raja Sitempang)
  4. Boangmanalu (melalui Bolon Tua)
  5. Beringin (melalui Raja Sitempang)
  6. Dabuhit (melalui Bolon Tua)
  7. Dasalak (melalui Tamba Tua)
  8. Dajawak (melalui Tamba Tua)
  9. Dalimunte (melalui Munte Tua)
  10. Damuntei (melalui Munte Tua)
  11. Gajah (melalui Raja Sitempang)
  12. Garingging
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Saragi Tua)
  13. Parmata
    (Versi I: melalui Saragi Tua)
    (Versi II: melalui Tamba Tua)
  14. Maharaja (melalui Bolon Tua)
  15. Manik Kecupak (melalui Raja Sitempang)
  16. Munte (melalui Raja Nabolon)
  17. Nadeak (melalui Saragi Tua)
  18. Nahampun (melalui Bolon Tua)
  19. Napitu (melalui Tamba Tua)
  20. Pinayungan (melalui Bolon Tua)
  21. Rumahorbo (melalui Tamba Tua)
  22. Saing (melalui Saragi Tua)
  23. Saragi (melalui Raja Nabolon)
  24. Sumbayak (melalui Saragi Tua)
  25. Siadari (melalui Tamba Tua)
  26. Siallagan (melalui Tamba Tua)
  27. Siambaton (melalui Tamba Tua)
  28. Sidabalok (melalui Tamba Tua)
  29. Sidabutar (melalui Tamba Tua)
  30. Sidauruk
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Tamba Tua)
    (Versi III: melalui Munte Tua)
  31. Sigalingging
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Munte Tua)
  32. Sijabat (melalui Tamba Tua)
  33. Simalango (melalui Saragi Tua)
  34. Simanihuruk
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Munte Tua)
  35. Simarmata
    (Versi I: melalui Saragi Tua)
    (Versi II: melalui Tamba Tua)
  36. Nadeak (melalui Saragi Tua)
  37. Simbolon (melalui Raja Nabolon)
  38. Sitanggang
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Munte Tua)
  39. Sitio (melalui Tamba Tua)
  40. Tamba (melalui Raja Nabolon)
  41. Tendang (melalui Raja Sitempang)
  42. Tinambunan (melalui Bolon Tua)
  43. Tumanggor (melalui Bolon Tua)
  44. Turnip (melalui Tamba Tua)
  45. Turutan (melalui Bolon Tua)

Berikut adalah marga yang secara resmi bukan lagi bagian dari kelompok Parna:

Referensi

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan