Minggu, 04 Oktober 2026
15:42 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Rumahorbo

salah satu marga Batak Toba

Bagikan:
Rumahorbo
Aksara Batakᯒᯮᯔᯂᯬᯒ᯲ᯅᯬ
(Surat Batak Toba)
Nama margaRumahorbo
Nama/penulisan alternatifRoemahorbo (ejaan lama)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Tamba Tua
7Lumban Toruan
8Tuan Rumahorbo
(Tuan Pinahorbo)
9Tuan Dihorbo
10Guru Sumundut
11Ujung Raja
(Rumahorbo)
Nama lengkap tokohUjung Raja
(Raja Rumahorbo)
Nama istriBoru Malau
Nama anak (putra)
  • 1. Ompu Jaoma
  • 2. Datu Ujung
Kekerabatan
Induk margaTamba
Klan
  • Parna
    (bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
Turunan
  • Rumahorbo Garoga
  • Rumahorbo Lumban Nabolak
  • Rumahorbo Pangaloan
Mataniari binsarMalau
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalGaroga, Samosir

Rumahorbo (Surat Batak: ᯒᯮᯔᯂᯬᯒ᯲ᯅᯬ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Samosir. Leluhur dari marga Rumahorbo adalah Ujung Raja, anak dari Guru Sumundut, keturunan dari Tamba Tua.[1]

Asal

Tamba Tua
Boru Malau
Sitonggor
Boru Sinaga
Lumban Tongatonga
Boru Pasaribu
Lumban Toruan
Boru Malau
Tuan Rumaroha
Boru Siringoringo
Tuan Rumahorbo
(Tuan Pinahorbo)
Boru Malau
Tuan Dihorbo
Boru Malau
Tuan Diuruk
Guru Sumundut
Boru Malau
Datu Upar
Ujung Raja
(Rumahorbo)

Boru Malau
Napitu Raja
(Napitu)
Sitio Raja
(Sitio)

Marga Rumahorbo sendiri berasal dari keturunan Tamba Tua, yang mana Tamba Tua menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra yaitu (1) Sitonggor, (2) Lumban Tongatonga, dan (3) Lumban Toruan. Kemudian Lumban Toruan sendiri menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Tuan Rumaroha yang keturunannya tetap membawa marga Tamba dan Tuan Rumahorbo/Tuan Pinahorbo. lalu Tuan Rumahorbo/Tuan Pinahorbo menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Tuan Dihorbo dan Tuan Diuruk yang keturunannya membawa marga Sidauruk dan Tamba Sidauruk.

Tuan Dihorbo menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Guru Sumundut dan Datu Upar yang keturunannya membawa marga Tamba Rumahorbo. Lalu Guru Sumundut menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Ujung Raja (Rumahorbo) yang menjadi leluhur marga Rumahorbo; (2) Napitu Raja yang membawa marga Napitu; dan (3) Sitio Raja yang membawa marga Sitio.

Terkait dengan marga Napitu dan Sitio, terdapat perbedaan pendapat sampai saat ini yang mana sebagian pihak menyatakan bahwa Napitu dan Sitio bukanlah keturunan dari Guru Sumundut bersama Rumahorbo, melainkan merupakan keturunan dari Guru Matio, cucu dari Tuan Rumaroha.

Tarombo (Silsilah)

Ujung Raja
(Raja Rumahorbo)

Boru Malau
Ompu JaomaDatu Ujung
Boru Malau
Ompu Jaharo/
Ompu Partungkoan
(Garoga)
Boru Malau
Ompu Ronggur
(Lumban Nabolak)
Boru Purba
Pangaloan/Lumban Tapian
Ompu Biak Raja
(Raja Jolo)
Boru Ambarita
Ompu Banak
Boru Limbong
Ompu Manorbang
Boru Ambarita
Ompu Batu
Boru Pandiangan
Datu Ronggur
Boru Limbong
Ompu Tagor
Boru Pandiangan
Ompu Hurlang
Boru Gurning
Ompu Manarsar
Boru Manik
Ompu Manaluksuk
Boru Marpaung
Ompu Habonaran
Boru Limbong
Ompu Debata Oloan
Boru Gultom
Ompu Humala
Boru Tampubolon

Ujung Raja (Raja Rumahorbo) menikah dengan Boru Malau dan memperoleh dua orang putra, yaitu Ompu Jaoma dan Datu Ujung. Kemudian Datu Ujung menikah dengan Boru Malau dan memperoleh tiga orang putra, yang masing-masing menjadi leluhur marga Rumahorbo di Garoga, Lumban Nabolak, dan Pangaloan/Lumban Tapian. Ompu Jaharo/Ompu Partungkoan yang merupakan leluhur dari Rumahorbo Garoga dalam garis keturunannya sendiri terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu antara lain Ompu Biak Raja/Raja Jolo yang menikah dengan Boru Ambarita, Ompu Habonaran yang menikah dengan Boru Limbong Sihole, Ompu Debata Oloan yang menikah dengan Boru Gultom, Ompu Humala yang menikah dengan Boru Tampubolon, Ompu Manorbang yang menikahi Boru Ambarita, dan Ompu Batu yang menikah dengan Boru Pandiangan.

Ompu Ronggur yang merupakan leluhur dari Rumahorbo Lumban Nabolak menikah dengan Boru Purba dan memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Datu Ronggur, (2) Ompu Tagor, dan (3) Ompu Hurlang.

Adapun Datu Ronggur kemudian menikah dengan Boru Limbong Sihole serta memiliki dua orang putra yaitu Ompu Raja Ihutan yang menikah dengan Boru Manik dan Ompu Sunggu yang menikah dengan Boru Naibaho. Lalu Ompu Raja Ihutan sendiri menikah dengan Boru Manik dan keturunannya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Ompu Sangga Batu yang menikah dengan Boru Malau dan Ompu Bahuan yang menikah dengan Boru Sinurat; dan kemudian Ompu Sunggu menikah dengan Boru Naibaho dan sendiri keturunannya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Ompu Batu Porhas yang kemudian menikah dengan Boru Nainggolan Sibatuara dan Raja Gumontam yang kemudian menikah dengan Boru Nainggolan Lumbantungkup. Kemudian putra kedua Ompu Ronggur yaitu Ompu Tagor sendiri menikah dengan Boru Pandiangan dan keturunannya kemudian terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu Ompu Soliapon yang menikah dengan Boru Limbong Sihole, Ompu Tondihuta yang menikah dengan Boru Nainggolan Lumbanraja, dan Ompu Nihotnihuta yang menikah dengan Boru Sagala. Kemudian putra ketiga yaitu Ompu Hurlang sendiri menikah dengan Boru Gurning dan keturunannya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Ompu Sondi Raja yang menikah dengan Boru Sihotang dan Ompu Niambang yang kemudian menikah dengan Boru Pasaribu.

Rumahorbo Pangaloan/Lumban Tapian kemudian terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Ompu Manarsar yang menikah dengan Boru Manik dan Ompu Manaluksuk yang menikah dengan Boru Marpaung.

Untuk tarombo dari kelompok Rumahorbo Garoga dan Rumahorbo Pangaloan/Lumban Tapian, sampai saat ini masih marpillitan atau belum memiliki silsilah yang sah dan rampung karena masih terdapat perbedaan tarombo (silsilah) di antara keturunannya.

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, Jacob Cornelis (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. Den Haag: Martinus Nijhoff.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan