Minggu, 27 September 2026
05:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Siallagan

Siallagan

salah satu marga Batak Toba

Untuk kawasan cagar budaya di Samosir yang merupakan peninggalan leluhur marga Siallagan, lihat Huta Siallagan.
Siallagan
250px-Huta_Siallagan_Batak_Village.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perkampungan Huta Siallagan, peninggalan leluhur marga Siallagan di Simanindo, Samosir.
Aksara Batakᯘᯪᯀᯞ᯲ᯞᯎᯉ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama margaSiallagan
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Tamba Tua
7Sitonggor
8Maria Raja
9Pandiri Raja
(Siallagan)
Nama lengkap tokohPandiri Raja Siallagan
(Raja Laga)
Nama istriTuahma Boru Marbun
Nama anak (putra)
  • 1. Ompu Sodungdangon
  • 2. Ompu Bajongga
Kekerabatan
Induk margaTamba
KlanParna
(bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
Turunan
  • Siallagan Rumabolon
  • Siallagan Parhapuran
Mataniari binsarMarbun
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSimanindo, Samosir

Siallagan (Surat Batak: ᯘᯪᯀᯞ᯲ᯞᯎᯉ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Simanindo, Samosir. Leluhur dari marga Siallagan adalah Pandiri Raja, cucu dari Sitonggor, keturunan dari Tamba Tua.[1]

Asal

Tamba Tua
Boru Malau
Sitonggor
Boru Sinaga
Lumban Tongatonga
Boru Pasaribu
Lumban Toruan
Boru Malau
Pande RajaSimanggohi RajaSimata RajaMaria Raja
Batu MandiriPandiri Raja
(Siallagan)
Rea Raja
(Turnip)
Lumban Pea

Siallagan merupakan salah satu marga yang tergabung dalam perkumpulan Parna atau Parsadaan Nai Ambaton. Dengan kata lain, marga Siallagan merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Tuan Sorbadijulu atau Nai Ambaton.

Marga Siallagan sendiri berasal dari keturunan Tamba Tua, yang mana Tamba Tua menikah dengan Boru Malau Pase dan memiliki tiga orang putra yaitu (1) Sitonggor, (2) Lumban Tongatonga, dan (3) Lumban Toruan. Kemudian Sitonggor menikah dengan Boru Sinaga dan memiliki empat orang putra, yaitu (1) Pande Raja, yang tetap membawa marga Tamba; (2) Simanggohi Raja, yang tetap membawa marga Tamba; (3) Simata Raja; dan (4) Maria Raja.

Kemudian Maria Raja memiliki empat orang putra, yaitu (1) Batu Mandiri yang tetap membawa marga Tamba; (2) Pandiri Raja (Siallagan) yang merupakan leluhur dari marga Siallagan; (3) Rea Raja yang membawa marga Turnip; dan (4) Lumban Pea yang tetap membawa marga Tamba.

Tarombo (Silsilah)

Pandiri Raja Siallagan
(Raja Laga)

Boru Marbun
Ompu Sodungdangon
(Rumabolon)
Boru Manik
Ompu Bajongga
(Parhapuran)
Boru Simanjorang
Ompu BolonOmpu BatuaraAma ni Bajongga
Boru Pasaribu
Ama ni BolonRaja Bajongga
Boru Sitohang
Raja BolonOmpu Batu Dolok
Boru Sitohang
Ompu Jaisopo
Boru Limbong Sihole
Ompu Dori Bulan
Boru Nainggolan Lumbanraja
Ompu Marsantabi
Boru Malau
Ompu Sojuaon
Ompu Sotaronggal
Boru Purba
Ompu Sotarombang
Boru Gurning
Ompu Solilingon
Boru Ambarita
Ompu Jauhur
Boru Pandiangan
Ompu Sinur
Boru Limbong Sihole

Pandiri Raja Siallagan yang dikenal juga dengan nama lain seperti Raja Laga. Pandiri Raja Siallagan menikah dengan putri tunggal dari Toga Marbun, yaitu Tuahma Boru Marbun dan memperoleh dua orang putra, yaitu: Ompu Sodungdangon dan Ompu Bajongga. Ompu Sodungdangon (Siallagan Rumabolon) menikah dengan Romaida Boru Manik dan memperoleh dua orang putra, yaitu Ompu Bolon yang kemudian keturunannya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Ompu Jauhur dan Ompu Sinur; dan Ompu Batuara.

Adapun putra pertama dari Solilingon yang bernama Ompu Jauhar menikah dengan Boru Pandiangan serta memiliki enam orang putra yaitu (1) Ompu Anggara yang menikah dengan Boru Gultom; (2) Ompu Angka yang menikah dengan salah satu paribannya, Boru Pandiangan; (3) Ompu jaholong yang menikah dengan Boru Manik; (4) Ompu Duadoli yang menikah dengan Boru Sinaga; (5) Ompu Nalim yang menikah dengan Boru Nainggolan Batuara; dan (6) Ompu Umbak yang menikah dengan Boru Tampubolon. Sedangkan putra bungsu dari Ompu Solilingon yang bernama Ompu Sinur menikah dengan Boru Limbong Sihole serta memiliki tiga orang putra yaitu Ompu Manarhap, Ompu Nonggo, dan Ompu Buhulan. Adapun putra pertama dari Ompu Sinur yang bernama Ompu Manarhap kemudian Ompu Manarhap menikah dengan Boru Sagala serta memiliki dua orang putra yaitu (1) Ompu Sumanggeduk yang menikah dengan Boru Nainggolan, putri dari Ompu Marhandang Aji Nainggolan Lumbantungkup dari daerah Riniate Pangururan; dan (2) Ompu Marnangkok yang menikah dengan Boru Pasaribu.

Ompu Bajongga (Siallagan Parhapuran) menikah dengan Sinta Boru Simanjorang dan kemudian keturunannya terbagi menjadi empat kelompok, yaitu (1) Ompu Batu Dolok yang menikah dengan Boru Sitohang; (2) Ompu Jaisopo yang menikah dengan Boru Limbong Sihole; (3) Ompu Dori Bulan yang menikah dengan Boru Nainggolan Lumbanraja; dan (4) Ompu Marsantabi yang menikah dengan Boru Malau.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Siallagan, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, Jacob Cornelis (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. Den Haag: Martinus Nijhoff.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan