Minggu, 11 Oktober 2026
05:40 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Parna

Parna

salah satu kelompok marga Batak

Bagikan:

Parsadaan Pomparan Raja Nai Ambaton (Surat Batak: ᯇᯔᯬ᯲ᯇᯒᯉ᯲ᯉᯪᯒᯐᯉᯤᯀᯔ᯲ᯅᯖᯉᯬ᯲; terjemahan: Persatuan Keturunan Raja Nai Ambaton, yang dikenal dengan akronim Parna), [1] adalah sebuah kelompok marga Batak yang terdiri dari marga-marga keturunan Tuan Sorbadijulu. Daerah penyebaran awal marga-marga keturunan Tuan Sorbadijulu adalah Samosir bagian barat hingga utara dan tersebar ke berbagai daerah.[2]

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gezicht_over_het_Tobameer_bij_Pangoeroeran_TMnr_10018205.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Samosir bagian barat hingga utara merupakan wilayah awal persebaran marga-marga Parna.

Silsilah

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Toba-Batak-paarden_te_Pangoeroean_TMnr_10013532.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pangururan sebagai salah satu pusat perniagaan.

Ada dua cabang utama leluhur marga-marga Batak, yakni Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Raja Isumbaon merupakan penguasa awal daerah Pangururan, yang dahulu disebut sebagai Tano Sumba (bahasa Indonesia: Tanah Sumba).

Raja Isumbaon memiliki keturunan bernama Tuan Sorimangaraja. Tuan Sorimangaraja memperistri Si Boru Anting Sabungan yang berasal dari keturunan Guru Tatea Bulan. Dari Si Boru Anting Sabungan, Tuan Sorimangaraja memperanakkan Tuan Sorbadijulu yang bergelar Nai Ambaton. Tuan Sorbadijulu merupakan induk dari kelompok marga yang kemudian dikenal sebagai Parna. Tuan Sorbadijulu juga digelari menjadi Raja Nai Ambaton atau Datu Sindar Mataniari.

Daftar marga

Daftar ini belum tentu lengkap. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Si_gale_gale_dans_met_op_de_achtergrond_de_rajawoning_te_Simanindo_TMnr_20000340.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertunjukan Sigalegale yang dilestarikan oleh populasi marga-marga Parna di Simanindo, Samosir.

Beberapa marga-marga Batak yang termasuk ke dalam rumpun marga Parna, yaitu:

  1. Garingging
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Saragi Tua)
  2. Banurea (melalui Raja Sitempang)
  3. Berasa (melalui Raja Sitempang)
  4. Beringin (melalui Raja Sitempang)
  5. Dabuhit (melalui Bolon Tua)
  6. Dasalak (melalui Tamba Tua)
  7. Dajawak (melalui Tamba Tua)
  8. Dalimunte (melalui Munte Tua)
  9. Damuntei (melalui Munte Tua)
  10. Gajah (melalui Raja Sitempang)
  11. Parmata (melalui Saragi Tua)
  12. Maharaja (melalui Bolon Tua)
  13. Manik Kecupak (melalui Raja Sitempang)
  14. Munte (melalui Raja Nabolon)
  15. Nadeak (melalui Saragi Tua)
  16. Nahampun (melalui Bolon Tua)
  17. Napitu (melalui Tamba Tua)
  18. Pinayungan (melalui Bolon Tua)
  19. Rumahorbo (melalui Tamba Tua)
  20. Saing (melalui Saragi Tua)
  21. Saragi (melalui Raja Nabolon)
  22. Sumbayak (melalui Saragi Tua)
  23. Siadari (melalui Tamba Tua)
  24. Siallagan (melalui Tamba Tua)
  25. Siambaton (melalui Tamba Tua)
  26. Sidabalok (melalui Tamba Tua)
  27. Sidabutar (melalui Tamba Tua)
  28. Sidauruk
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Tamba Tua)
  29. Sigalingging
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Munte Tua)
  30. Sijabat (melalui Tamba Tua)
  31. Simalango (melalui Saragi Tua)
  32. Simanihuruk
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Munte Tua)
  33. Simarmata (melalui Saragi Tua)
  34. Nadeak (melalui Saragi Tua)
  35. Simbolon (melalui Raja Nabolon)
  36. Sitanggang
    (Versi I: melalui Raja Sitempang)
    (Versi II: melalui Munte Tua)
  37. Sitio (melalui Tamba Tua)
  38. Tamba (melalui Raja Nabolon)
  39. Tendang (melalui Raja Sitempang)
  40. Tinambunan (melalui Bolon Tua)
  41. Tumanggor (melalui Bolon Tua)
  42. Turnip (melalui Tamba Tua)
  43. Turutan (melalui Bolon Tua)

Berikut adalah marga yang secara resmi bukan lagi bagian dari kelompok Parna:

Referensi

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan