Senin, 09 November 2026
02:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Napitu

salah satu marga Batak Toba

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Napitupulu. Keduanya merupakan marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Napitu
Aksara Batakᯉᯇᯪᯖᯮ
(Surat Batak Toba)
Nama marga
  • Napitu
  • Sinapitu
Nama/penulisan alternatif
Artisi + na + pitu
(yang ketujuh)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Tamba Tua
7Lumban Toruan
(Tamba Lumbantoruan)
8Tuan Rumahorbo
(Tuan Pinahorbo)
9Tuan Dihorbo
10Guru Sumundut
11Raja Napitu
Nama lengkap tokohRaja Napitu
Nama istriBoru Malau
Nama anak (putra)
  • 1. Ompu Bahal Batu
  • 2. Ompu Bunga Dapdap
Genealogi
Induk margaTamba
Klan
  • Parna
    (bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
Mataniari binsarMalau
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSimanindo, Samosir

Napitu (Surat Batak: ᯉᯇᯪᯖᯮ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Samosir. Leluhur dari marga Napitu adalah Raja Napitu, anak dari Guru Sumundut, keturunan dari Tamba Tua.[1]

Asal

Tamba Tua
Boru Malau
Sitonggor
Boru Sinaga
Lumban Tongatonga
Boru Pasaribu
Lumban Toruan
Boru Malau
Tuan Rumaroha
Boru Siringoringo
Tuan Rumahorbo
(Tuan Pinahorbo)
Boru Malau
Tuan Dihorbo
Boru Malau
Tuan Diuruk
Guru Sumundut
Boru Malau
Datu Upar
Ujung Raja
(Rumahorbo)
Raja Napitu
Boru Malau
Raja Sitio

Napitu merupakan salah satu marga yang tergabung dalam perkumpulan Parna atau Parsadaan Nai Ambaton. Dengan kata lain, marga Napitu merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Tuan Sorbadijulu atau Nai Ambaton.

Marga Napitu sendiri berasal dari keturunan Tamba Tua, yang mana Tamba Tua menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Sitonggor, (2) Lumban Tongatonga, dan (3) Lumban Toruan. Kemudian Lumban Toruan sendiri menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Tuan Rumaroha yang keturunannya tetap membawa marga Tamba dan Tuan Rumahorbo/Tuan Pinahorbo. Lalu Tuan Rumahorbo/Tuan Pinahorbo menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Tuan Dihorbo dan Tuan Diuruk.

Tuan Dihorbo menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Guru Sumundut dan Datu Upar yang keturunannya membawa marga Tamba Rumahorbo. Kemudian Guru Sumundut menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Ujung Raja yang membawa marga Rumahorbo; (2) Raja Napitu yang menjadi leluhur marga Napitu; dan (3) Raja Sitio yang membawa marga Sitio.

Terkait dengan marga Napitu dan Sitio, terdapat perbedaan pendapat sampai saat ini yang mana sebagian pihak menyatakan bahwa Napitu dan Sitio bukanlah keturunan dari Guru Sumundut bersama Rumahorbo, melainkan merupakan keturunan dari Guru Matio, cucu dari Tuan Rumaroha.

Tarombo (Silsilah)

Raja Napitu
(Pitu Raja)

Boru Malau
Ompu Bahal Batu
Boru Malau
Ompu Bunga Dapdap
Boru Malau
Raja Sinalin
(Sidabungke)
(diasingkan)
Ompu Sonti
Boru Gultom
Ompu Lait
Boru Nainggolan
Ompu Rumiri
Boru Manik
Ompu GirdoanOmpu BonanihutaOmpu Jait Raja
(Ompu Patar)
Ompu Mangalolo
(Ompu Paung)
Boru Sitohang
Ompu Dasalak
(Saragih Sidasalak)

Raja Napitu yang dikenal juga sebagai Pitu Raja. Raja Napitu menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu: Ompu Bahal Batu dan Ompu Bunga Dapdap.

Ompu Bahal Batu kemudian menikah dengan putri pamannya Boru Malau serta memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Ompu Sonti yang menikah dengan Boru Gultom, (2) Ompu Lait yang menikah dengan Boru Nainggolan Sibatuara, putri dari Ompu Solu Nainggolan Sibatuara, dan (3) Ompu Rumiri yang menikahi Boru Manik. Adapun Ompu Bunga Dapdap kemudian menikah dengan salah satu putri pamannya Boru Malau serta memiliki lima orang putra, yaitu (1) Ompu Girdoan, (2) Ompu Bonanihuta, (3) Ompu Jait Raja/Ompu Patar, (4) Ompu Mangalolo/Ompu Paung yang menikah dengan Boru Sitohang, dan (5) Ompu Dasalak yang keturunannya membawa marga Saragih Dasalak.

Terkait marga Sidabungke, sebagian besar sumber menyatakan bahwa marga Sidabungke merupakan turunan dari marga Napitu. Perlu diketahui bahwa marga Sidabungke merupakan salah satu marga keturunan Nai Ambaton yang dikeluarkan dari kelompok Parsadaan Nai Ambaton (Parna) karena leluhur mereka dahulu, yaitu Raja Sinalin yang melanggar perjanjian di antara keturunan Nai Ambaton, yang mana Raja Sinalin menikahi iboto-nya (saudara perempuannya) yang sama-sama keturunan Nai Ambaton. Hal ini membuat Raja Sinalin dan keturunannya yang bermarga Sidabungke terkena sanksi berupa diasingkan dari persatuan leluhurnya dan tidak dianggap lagi sebagai satu rumpun/keluarga/saudara.

Tokoh

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Beberapa tokoh bermarga Napitu/Sinapitu, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, Jacob Cornelis (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. Den Haag: Martinus Nijhoff.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan