Selasa, 22 September 2026
02:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Gultom

salah satu marga Batak Toba

Artikel ini bukan mengenai Hutatoruan, Hutapea, atau Nainggolan Hutabalian. Kelimanya merupakan marga yang berbeda.
Gultom
Aksara Batakᯎᯮᯞ᯲ᯖᯬᯔ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama margaGultom
Nama/penulisan alternatif
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Siraja Batak
2Guru Tatea Bulan
3Tuan Saribu Raja
4Si Raja Lontung
5Toga Pandiangan
6Datu Ronggur
7Guru Solandason
8Raja Amparhutala
9Raja Sonang
10Toga Gultom
Nama lengkap tokohToga Gultom
Nama istriBoru Sitindaon
Nama anak (putra)
  • 1. Hutatoruan (Tujuanlaut)
  • 2. Hutapea
  • 3. Hutabagot
  • 4. Hutabalian
Kekerabatan
KlanRaja Sonang
Marga sekerabat
Turunan
  • 1. Gultom Hutatoruan (Tujuanlaut)
  • 2. Gultom Hutapea
  • 3. Gultom Hutabagot
  • 4. Gultom Hutabalian
Mataniari binsarSitindaon
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalOnan Runggu, Samosir

Gultom (Surat Batak: ᯎᯮᯞ᯲ᯖᯬᯔ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Onan Runggu, Samosir. Gultom merupakan sub-marga dari marga Samosir, leluhur marga Gultom merupakan anak pertama dari Raja Sonang.[1]

Asal

Marga Gultom awalnya bermukim di Tujuanlaut, Onan Runggu, Samosir, kemudian menyebar dan membuka perkampungan ke daerah lain di sekitar Danau Toba

Tarombo (Silsilah) dari Toga Pandiangan

Raja Lontung
Toga SinagaTuan SitumorangToga Pandiangan
Boru Sagala
Toga NainggolanToga SimatupangToga AritonangToga Siregar
Datu Ronggur
Boru Sagala
Guru Sarangbanua
Boru Sagala
Guru Solandason
Boru Naibaho
Raja Amparhutala
Boru Simbolon
Raja Humirtap
(Pandiangan)

Boru Simbolon
Raja Sonang
Boru Sitindaon
Raja PandeTuan Suhut
(Suhutnihuta)
Toga Gultom
Boru Sitindaon
Toga Samosir
Boru Sitindaon
Toga Pakpahan
Boru Sitindaon
Toga Sitinjak
Boru Sitindaon
SiturangkeSitangkubangHutatoruan
(Tujuanlaut)
HutapeaHutabagotHutabalianRaja Bolon
(Rumabolon)
Raja Surung
(Rumasurung)
Raja Sidari
(Rumasidari)
Tampuk NabolonSidebata
Raja MinarRaja NapoduRaja Parhoris
(Harianja)

Tarombo (Silsilah) Toga Gultom

Silsilah Gultom Hutatoruan (Tujuanlaut)

Hutatoruan (Tujuanlaut)
Boru Tamba
Guru Sinaingan
Boru Pangaribuan
Ompu Sohutihon
Boru Panjaitan
Ompu Marpodang
Boru Sitindaon
Ama ni Marpodang
Boru Sitindaon
Raja Martabu
Boru Lumbantungkup
Ompu Sonar
Boru Sinurat
Ompu Ratus
Boru Sipahutar
Ompu Morsa
Boru Tamba
Raja Botul
Boru Sitohang
Ompu MangumbinGuru Tumindi
1. Boru Sitindaon
2. Boru Pasaribu
Ama ni Ratus
Boru Siburian
Raja Pangindingan
(Amparhudogam)
Boru Pangaribuan
Ompu NatanangOmpu Lomak DihutaTuan Narabingan
Boru Sitindaon
Ompu Raja GansipRaja Oloan
Boru Sitindaon
Ompu Padang Bolak
Boru Pakpahan
Guru Mandatas
1. Boru Sirait
2. Boru Pangaribuan
Ompu Pintu Bahal
Boru Sianipar
Raja Maksi
Guru Mangaraja
Boru Sihotang
Guru HatudunganOmpu Surung Barita
Boru Pangaribuan
Ampanganar

Hutatoruan (Tujuanlaut) yang menikah dengan Boru Tamba dan memiliki seorang putra, yaitu: Guru Sinaingan, kemudian menikahi Boru Pangaribuan dan memperoleh seorang putra, yaitu: Ompu Sohutihon, kemudian Ompu Sohutihon menikah dengan Boru Panjaitan dan memperoleh seorang putra, yaitu: Ompu Raja Marpodang, kemudian Ompu Raja Marpodang menikahi Boru Sitindaon dan memperoleh tiga orang putra yang kemudian ketiga orang putra ini mewakili ketiga kelompok marga Gultom Hutatoruan. Adapun ketiga orang Putra tersebut, yaitu:

  1. Ama ni Raja Marpodang
  2. Raja Martabu
  3. Ompu Sonar

Ama ni Raja Marpodang yang menikahi Nai Minar Boru Sitindaon, paribannya dan memiliki dua orang putra, yaitu:

  1. Ompu Ratus, kemudian beliau menikahi Boru Sipahutar serta memiliki seorang putra yaitu: Ama ni Ratus, kemudian Ama ni Ratus menikah dengan Boru Siburian serta memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Guru Mangaraja yang menikah dengan Boru Sihotang; (2) Guru Hatundungan
  2. Ompu Morsa yang menikahi Boru Tamba dan memperoleh seorang putra yaitu: Raja Pangindingan (Amparhudogam), kemudian menikahi Boru Pangaribuan dan memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Ompu Surung Barita yang menikahi Paribannya, Boru Pangaribuan; dan (2) Ampanganar.

Raja Martabu yang menikah dengan Pinta Omas Boru Nainggolan Lumbantungkup dan memiliki dua orang putra, yaitu:

  1. Raja Botul, lalu menikah dengan Boru Sitohang dan memiliki empat orang putra, yaitu: (1) Ompu Natanang; (2) Ompu Lomak Dihuta; (3) Ompu Tuan Narabingan yang menikah dengan Boru Sitinjak; (4) Ompu Raja Gansip
  2. Ompu Mangumbin.

Ompu Sonar yang menikah dengan Sinta Uli Boru Sinurat dan memiliki seorang putra yang Bernama Guru Tumindi, kemudian Guru Tumindi menikahi Boru Sitindaon dan Boru Pasaribu serta memiliki lima orang putra, yaitu: Raja Oloan, Ompu Padang Bolak, Guru Mandatas, Pintu Bahal, dan Manarsik, Guru Tumindi juga memiliki seorang putri yang menikah dengan Tuan Arak Samosir Rumasidari.

  1. Raja Oloan yang menikah dengan Boru Sitindaon serta memiliki seorang putra yaitu Ompu Dori kemudian Ompu Dori menikahi Boru Doloksaribu serta memiliki seorang putra, yaitu: Ompu Tahuan lalu Ompu Tahuan menikah dengan Boru Nainggolan dari Sipira serta memiliki empat orang putra, yaitu: Toga Raja, Ompu Alhit, Ompu Pegeng, dan Ompu Tao.
    1. Ompu Toga Raja yang menikah dengan Boru Sitindaon serta memperoleh dua orang putra, yaitu: (1) Ama Toga Raja yang menikahi Boru Pakpahan Hutanamora; dan (2) Ompu Beta.
    2. Ompu Alhit yang kemudian menikah dengan Boru Sipahutar serta memperoleh seorang putra yaitu Ama Alhit yang menikahi Boru Sianturi serta memiliki seorang putra yaitu Raja Alhit.
    3. Ompu Pegeng
    4. Ompu Tao
  2. Ompu Padang Bolak menikah dengan Boru Pakpahan, putri dari Ompu Timbo Raja Pakpahan Hutaraja serta memperoleh seorang putra yaitu Ompu Torpuan kemudian menikahi Boru Sinurat serta memperoleh lima orang putra, yaitu: Ompu Mual Nihuta, Ompu Padan Nihuta, Ompu Dori Huta yang menikahi Boru Siringoringo, Ompu Pungga, dan Ompu Ronang.
  3. Guru Mandatas yang menikahi Pareme Boru Sirait dan Boru Pangaribuan serta memperoleh empat orang putra, dari pernikahan pertamanya dengan Pareme Boru Sirait mempunyai tiga orang putra, yaitu: (1) Ama ni Panggalang yang menikahi Sahat Boru Manurung, (2) Ama ni Pangandosan, dan (3) Ama ni Panganas, sedangkan dari Boru Pangaribuan Guru Mandatas mempunyai seorang putra yaitu Pangonbis.
  4. Pintu Bahal kemudian menikahi Boru Sianipar serta bermukim di Pangaribuan.
  5. Raja Manarsik yang juga bermukim di Pangaribuan.

Silsilah Gultom Hutapea

Hutapea
Boru Sitindaon
Ompu SumorongSipalang Namora
Boru Sirait
Hutapunjung
Ama ni SumorongTumonggo PuloNamora LontungNamora SendeRaja Urang Pardosi
(Datu Tambun)
Boru Pasaribu
Ompu Totar SabunganOmpu DolokRaja PinajingjingOmpu Jait OloanNamora SosuharonBaginda Raja
Boru Sirait
Saribu Raja
Boru Silalahi
Pati Sabungan
Boru Simanjuntak
Ama ni Totar SabunganTuan SorgaAma ni DolokOmpu GinjangOmpu GalanggangOmpu Raja DompakParuma RajaOmpu MoraOmpu PangindinganNamora SotambingonDatu SoholungonTunggar Nageduk
(Batu Malela)
Ompu PagarDebata RajaRaja Panopa
Boru Silitonga
Mula SiantarNamora Soaloon
Boru Sigalingging
Babiat Galemun
Boru Hutasuhut
Datu MarrayarBarita RajaSipoya NabeguOmpu Nihutana
(Sibuat Narurus)
Ompu Leanon
Raja HutagalungOmpu SumodungOmpu Raja
Ama ni Raja
Ompu SangangaOmpu Mandidang

Hutapea sendiri menikah dengan paribannya, Boru Sitindaon serta memiliki tiga orang putra, yaitu: Ompu Sumorong, Sipalang Namora, dan Hutapunjung.

Ompu Sumorong sendiri menikah dan keturunannya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu: (1) Ama ni Totar Sabungan, (2) Tuan Sorga. Adapun Sipalang Namora yang menikah dengan Talagan Pinta Omas Boru Sirait, putri sulung dari Sirait Sianggian serta memiliki empat orang putra yaitu: adapun anak pertama yang bernama Tumonggo Pulo yang menikah dan mempunyai seorang putra yaitu Ompu Dolok, kemudian menikah serta memiliki dua orang putra yaitu: Ama ni Dolok dan Ompu Ginjang. Adapun anak kedua yang bernama Namora Lontung yang keturunannya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu: Ompu Sanganga dan Ompu Mandidang. Putra ketiga dari Palang Namora yang bernama Namora Sende memiliki seorang putra yang bernama Ompu Jait Oloan lalu Ompu Jait Oloan memiliki empat orang putra, yaitu: Ompu Raja Dompak, Ompu Raja Paruma, Ompu Mora, dan Ompu Pandinginan. Adapun putra keempat yang bernama Raja Urang Pardosi yang bergelar Datu Tambun yang menikahi Boru Pasaribu serta memiliki empat orang putra, yaitu: Namora Sosuharon, Baginda Raja, Saribu Raja, dan Pati Sabungan.

Namora Sosuharon memiliki empat orang putra yaitu: Namora Sotambingon, Datu Soholungan, Tunggar Nageduk (Batu Malela), dan Ompu Pagar. Baginda Raja sendiri menikah dengan Boru Sirait serta memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Debata Raja, (2) Panopa Raja yang menikahi Boru Silitonga; (3) Mula Siantar. Saribu Raja sendiri menikahi putri dari Guru Pandiam Silalahi Rumasondi serta memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Namora Soaloon yang menikah dengan Boru Sigalingging; (2) Babiat Galemun yang menikah dengan Boru Hutasuhut. Pati Sabungan yang menikah dengan Boru Simanjuntak serta memiliki lima orang putra, yaitu: (1) Datu Marrayar, (2) Barita Raja, (3) Sipoya Nabegu, (4) Ompu Nihutana (Sibuat Narurus), (5) Ompu Leanon.

Sipalang Namora juga memiliki beberapa orang putri dari istrinya Talagan Pinta Omas Boru Sirait yaitu (1) Tiur Sihol Haulahan yang menikah dengan Raja Nioloan Nadapdap dari Lumban Padang Sibisa; (2) Tonggor Nalungun Mangulahi tidak menikah karena meninggal di usia muda; dan (3) Siboru Butet yang meninggal saat usianya masih anak-anak.

Silsilah Gultom Hutabagot

Hutabagot
Boru Sihotang
Raja HutariRaja Sada Nahurang
Boru Hutapea
Ompu Gihontan
Boru Hutagaol
Ompu Manara
Boru Nadeak
Ompu Sotarduat
Boru Tampubolon
Ompu Baringin
Boru Malau
Ompu Ambar Bolak
Boru Sitindaon
Ompu Batak
Boru Lumbantungkup
Ompu Bohang
Boru Tampubolon
Ompu Altong
Boru Sitinjak

Hutabagot menikah dengan Boru Sihotang serta memiliki dua orang putra yaitu Raja Hutari dan Raja Sada Nahurang. Lalu Raja Sada Nahurang menikah dengan Boru Hutapea dan memperoleh seorang putra yang bernama Ompu Gihontan, kemudian Ompu Gihontan menikahi Boru Hutagaol serta memiliki seorang putra, yaitu: Ompu Manara kemudian menikah dengan Boru Nadeak dan memiliki seorang putra, yaitu: Ompu Sotarduat, lalu Ompu Sotarduat menikah dengan Boru Tampubolon serta memiliki seorang putra, yaitu: Ompu Baringin kemudian menikah dengan Boru Malau serta memiliki seorang putra yaitu Ompu Ambar Bolak, lalu Ompu Ambar Bolak menikah dengan Boru Sitindaon serta memiliki tiga orang putra, kemudian dari tiga orang putra ini yang menjadi penerus keturunan dari Gultom Hutabagot, adapun ketiga orang putra tersebut, yaitu: (1) Ompu Batak yang menikah dengan Boru Nainggolan Lumbantungkup; (2) Ompu Bohang yang menikah dengan Boru Tampubolon; dan (3) Ompu Altong yang menikah dengan Boru Sitinjak.

Silsilah Gultom Hutabalian

Hutabalian
Boru Sitindaon
Ompu Raja Nadong
Ompu Pagar Sombaon
Boru Sitohang
Ompu Malangat Ari
Boru Panjaitan
Ompu Tarupun
(?)
Ama ni Pamontang Laut
Boru Sihombing
Ompu ManggalangOmpu ManahamRaja UlungAmpenosilAma ni Paruhum
Ama ni Manggalang
Boru Hutabalian
Ompu SinainganGuru LumiapOmpu PartungkoanOmpu RuhunSimangam BelautOmpu Gumbol
Boru Siregar
Ompu ManganarOmpu ManguhirOmpu Marulak Huta
Boru Hutabalian
Ompu SinanggapangOmpu Jumotang

Hutabalian menikah dengan salah satu putri pamannya Boru Sitindaon serta memiliki seorang putra yaitu: Ompu Raja Nadong lalu menikah serta memperoleh seorang putra, yaitu: Ompu Pagar Sombaon kemudian menikah dengan Boru Sitohang dan memiliki tiga orang putra yaitu: Ompu Malangat Ari, Ompu Tarupun, dan Ama ni Pamontang Laut.

Ompu Malangat Ari lalu menikah dengan Boru Panjaitan serta memperoleh dua orang putra, yaitu:

  1. Ompu Manggalang yang kemudian memiliki seorang putra, yaitu: Ama ni Manggalang kemudian menikah dengan Boru Hutabalian serta memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Manganar, (2) Ompu Manguhir, dan (3) Ompu Marulak Huta yang menikahi Boru Nainggolan Hutabalian.
  2. Ompu Manaham memiliki seorang putra yaitu: Ompu Sinaingan lalu Ompu Sinaingan mempunyai dua orang putra, yaitu: (1) Ompu Sinanggapang dan (2) Ompu Jumotang.

Amani Pamontang Laut menikah dengan Boru Sihombing Lumbantoruan serta memperoleh tiga orang putra, yaitu:

  1. Raja Ulung kemudian memiliki dua orang putra, yaitu: Guru Lumiap dan Ompu Partungkoan
  2. Ampenosil mempunyai seorang putra yaitu: Ompu Ruhun
  3. Ama ni Paruhum, kemudian memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Simangam Belaut dan (2) Ompu Gumbol yang menikah dengan Boru Siregar Silali

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Gultom, di antaranya adalah:

Referensi

  1. Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.

• "Tarombo marga Gultom - Sipalang Namora | PDF" https://id.scribd.com/document/422531521/SIPALANGNAMORA

Pranala luar

  • (Indonesia)

https://youtu.be/msqpeayTaRs?si=xno_63sDZWH0hSMl

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan