Senin, 09 November 2026
00:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Nadapdap

Nadapdap

salah satu marga Batak Toba

Bagikan:
Nadapdap
250px-Prasasti_Tarombo_Raja_Parmahan_Silahi_Sabungan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tarombo keturunan Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi.
Aksara Batakᯉᯑᯇ᯲ᯑᯇ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama margaNadapdap
Artina + dapdap
(merujuk pada pohon dadap)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
5Raja Silahisabungan
6Sondi Raja
7Rumasondi
8Raja Bungabunga
(Raja Parmahan Silalahi)
9Sinabutar
10Toga Nadapdap
Nama lengkap tokohRaja Toga Nadapdap
Nama istriManiar boru Manurung
Nama anak (putra)
  • 1. Ompu Raja Nioloan
  • 2. Ompu Padang Bolak
  • 3. Ompu Dokdak
Genealogi
Induk margaRaja Silahisabungan
KlanSilahisabungan
Marga sekerabat
Mataniari binsarManurung
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Toba
Daerah asalParsaoran Sibisa, Toba

Nadapdap (Surat Batak: ᯉᯑᯇ᯲ᯑᯇ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Desa Parsaoran Sibisa. Leluhur marga Nadapdap adalah Toga Nadapdap, salah satu cucu dari Raja Bungabunga/Raja Parmahan Silalahi, keturunan Raja Silahisabungan.[1]

Asal

Raja Silahisabungan
1. Boru Padang Batanghari
2. Similing-iling (Nailing)
Loho Raja
(Sihaloho)
Tungkir Raja
(Situngkir)
Sondi Raja
Boru Siboro
Butar Raja
(Sinabutar)
Dabariba Raja
(Sinabariba)
Debang Raja
(Sidebang)
Batu Raja
(Pintubatu)
Tambun Raja
Rumasondi
Boru Siboro
Rumasingap
Bolon RajaRaja Bungabunga
(Raja Parmahan Silalahi)
Boru Pasaribu
SinalohoSinagiroSinabangSinabutar
Boru Manurung
DoloksaribuSinuratNadapdap
Boru Manurung

Nadapdap merupakan salah satu marga yang dibawa oleh keturunan Raja Bungabunga yang bergelar Raja Parmahan Silalahi, keturunan dari Raja Silahisabungan. Dengan kata lain, marga Nadapdap merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Silahisabungan.

Adapun Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan Similing-iling (Nailing). Raja Silahisabungan kemudian memiliki delapan orang putra dan seorang putri yang bernama Deang Namora. Adapun kedelapan putra tersebut antara lain adalah:

  1. Loho Raja (Sihaloho)
  2. Tungkir Raja (Situngkir)
  3. Sondi Raja
    (Rumasondi) atau (Rumasingap)
  4. Butar Raja
    (Sinabutar) • (Sidabutar)
  5. Dabariba Raja
    (Sinabariba) • (Sidabariba)
  6. Debang Raja (Sidebang)
  7. Batu Raja (Pintubatu)
  8. Tambun Raja
    (Tambun) • Tambunan)

Marga Nadapdap sendiri berasal dari Sondi Raja yang mana Sondi Raja menikah dengan Nagok Boru Siboro dan memiliki dua orang putra, yaitu Rumasondi dan Rumasingap. Kemudian Rumasondi menikah dengan Boru Siboro dan memiliki dua orang putra, yaitu Bolon Raja dan Raja Bungabunga yang bergelar Raja Parmahan Silalahi.

Raja Bungabunga/Raja Parmahan Silalahi kemudian diculik oleh Tuan Sihubil dan dibawa ke Balige, lalu kemudian di sana ia mengadakan perjanjian dengan Tuan Sihubil dan diangkat menjadi anak angkat dari Tuan Sihubil. Raja Bungabunga/Raja Parmahan Silalahi kemudian menikah dengan Antar Mangatur Boru Pasaribu dan menetap di Balige. Kemudian ia memperoleh empat orang putra yang mana nama dari keempat putranya tersebut terinspirasi dari nama-nama keturunan Silahisabungan yang merupakan generasi di atas Raja Parmahan. Adapun nama dari keempat putra tersebut di antaranya adalah (1) Sinaloho, (2) Sinagiro, (3) Sinabang, dan (4) Sinabutar. Raja Bungabunga/Raja Parmahan juga memiliki seorang putri yang bernama Tiurma Uli yang dinikahi oleh marga Panjaitan.

Adapun Sinabutar kemudian menikahi Pintaomas Boru Manurung, putri dari Ompu Niunggul Manurung Hutagurgur dan memiliki tiga orang putra, yaitu:

  1. Doloksaribu
  2. Sinurat
  3. Nadapdap

Raja Toga Nadapdap menikah dengan Maniar boru Manurung, putri dari Guru Manduppas Manurung Hutagurgur dan menetap di Parsaoran Sibisa. Kemudian ia memperoleh tiga orang putra, yaitu:

  1. Ompu Raja Nioloan, yang menikahi Tiur Sihol Haulahan boru Gultom Hutapea
  2. Ompu Padang Bolak, yang menikahi Boru Manurung
  3. Ompu Dokdak, yang menikahi Boru Manurung

Tokoh

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Beberapa tokoh yang bermarga Nadapdap, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan