Kamis, 24 September 2026
10:01 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Daulay

Artikel ini bukan mengenai Nainggolan Mahulae. Keduanya merupakan marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Daulay Daulae
Aksara Batakᯑᯥᯞᯤ
(Surat Batak Toba)
Nama marga
  • Daulay
  • Daulae
Nama/penulisan alternatif
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Nai Suanon)
5Raja Silahisabungan
6Raja Tambun
(Tambun Raja)
7Tambun Mulia
8Tambun Holing
9Tuan Pagaraji
(Tambunan Pagaraji)
10Raja Sijotang
11Daulay
Nama lengkap tokohOmpu Parmata Sapihak Daulay (Mata Sopiak)
Nama istriSigobuk Namora Pandapotan Boru Hasibuan
Nama anak (putra)
  • 1. Datu Bosar
  • 2. Datu Porkas
  • 3. Datu Lonca
  • 4. Datu Sulung
Kekerabatan
Induk margaRaja Silahisabungan
KlanSilahisabungan
Marga sekerabat
Mataniari binsarHasibuan
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSibuhuan, Padang Lawas

Daulay (Surat Batak: ᯑᯥᯞᯤ) atau Daulae (Surat Batak: ᯑᯥᯞᯀᯩ) adalah salah satu marga Batak Angkola, Batak Mandailing, dan Batak Toba. Marga Daulay berasal dari Sibuhuan, Padang Lawas. Leluhur marga Daulay adalah Ompu Parmata Sapihak yang merupakan keturunan dari Raja Tambun (Tambun Raja) melalui Tambunan Pagaraji, keturunan Raja Silahisabungan.[1]

Asal

Daulay atau Daulae merupakan salah satu marga yang berasal dari garis keturunan Raja Silahisabungan. Dengan kata lain, marga Daulay merupakan salah satu marga yang tergabung dalam persatuan Silahisabungan.

Adapun Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan Similing-iling (Nailing) dan menetap di Silalahi Nabolak. Raja Silahisabungan kemudian memiliki delapan orang putra dan seorang putri yang bernama Deang Namora. Adapun kedelapan putra tersebut antara lain adalah:

  1. Loho Raja
    (Sihaloho), (Haloko), (Kaloko), atau (Keloko)
  2. Tungkir Raja (Situngkir)
  3. Sondi Raja
    (Rumusondi) atau (Rumasingap)
  4. Butar Raja
    (Sinabutar), (Sidabutar), (Nabutar), (Dabutar)
  5. Dabariba Raja
    (Sinabariba) (Sidabariba)
  6. Debang Raja (Sidebang)
  7. Batu Raja (Pintubatu)
  8. Raja Tambun/Tambun Raja
    (Tambun) atau (Tambunan)

Marga Daulay sendiri berasal dari Raja Tambun (Tambun Raja) yang mana Raja Tambun (Tambun Raja) menikah dengan Pinta Haomasan Boru Manurung, putri dari Raja Toga Manurung dan bermukim di Sibisa. Kemudian Raja Tambun (Tambun Raja) memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Tambun Saribu, (2) Tambun Mulia, dan (3) Tambun Marbun. Kemudian Tambun Mulia menikahi Boru Manurung dan memperoleh dua orang putra, yaitu:

  1. Tambun Uluan yang membawa marga Tambun;
  2. Tambun Holing yang membawa marga Tambunan.

Kemudian Tambun Holing menikah dengan Boru Manurung dan bermukim di Balige. Kemudian ia memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Tuan Pagaraji, (2) Raja Ujung Sunge, dan (3) Datu Tambunan Toba. Lalu Tuan Pagaraji yang membawa marga Tambunan Pagaraji menikahi Tumoing Boru Tampubolon, putri dari Raja Siboro Tampubolon dan memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Raja Sijotang, (2) Pagar Burtak, dan (3) Pagar Madingin. Adapun Raja Sijotang menikahi Boru Manurung dan memperoleh empat orang putra, yaitu:

  1. Bursok Mangaraja yang tetap meneruskan marga Tambunan Pagaraji;
  2. Ompu Parmata Sapihak (Mata Sopiak) yang menjadi leluhur marga Daulay atau Daulae;
  3. Sipirdot;
  4. Sigargaji.

Tarombo/Stambok (Silsilah)
Versi lain

Adapun beberapa pihak menyatakan bahwa marga Daulay merupakan keturunan dari marga Sipahutar, keturunan Si Raja Borbor. Adapun Mata Sopiak Langit yang merupakan leluhur dari marga Sipahutar memiliki tiga orang putra, yaitu:

  1. Rahat Raja (Hutabalian) tidak berketurunan;
  2. Namora Sohataon yang meneruskan marga Sipahutar;
  3. Daulae yang menjadi leluhur marga Daulae atau Daulay.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Daulay/Daulae, di antaranya adalah:

Referensi

  1. Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan