| Sinurat | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tarombo keturunan Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi. | |||||||||||||||||||||
| Aksara Batak | ᯘᯪᯉᯮᯒᯖ᯲ (Surat Batak Toba) | ||||||||||||||||||||
| Nama marga | Sinurat | ||||||||||||||||||||
| Nama/penulisan alternatif | Sinoerat (ejaan lama) | ||||||||||||||||||||
| Arti | si + nurat (yang ditulis; yang tersurat) | ||||||||||||||||||||
| Silsilah | |||||||||||||||||||||
| Generasi dari Si Raja Batak |
| ||||||||||||||||||||
| Nama lengkap tokoh | Raja Sinurat | ||||||||||||||||||||
| Nama istri | Tapian Nauli Boru Manurung | ||||||||||||||||||||
| Nama anak (putra) |
| ||||||||||||||||||||
| Kekerabatan | |||||||||||||||||||||
| Induk marga | Raja Silahisabungan | ||||||||||||||||||||
| Klan | Silahisabungan | ||||||||||||||||||||
| Marga sekerabat | |||||||||||||||||||||
| Mataniari binsar | Manurung | ||||||||||||||||||||
| Asal | |||||||||||||||||||||
| Suku | Batak | ||||||||||||||||||||
| Etnis | |||||||||||||||||||||
| Daerah asal | Sionggang Tengah, Lumban Julu, Toba | ||||||||||||||||||||
| Monumen | |||||||||||||||||||||
| Lokasi tugu | Sinar Sabungan 2°31′38.8″N 99°06′45.2″E / 2.527444°N 99.112556°E / 2.527444; 99.112556 | ||||||||||||||||||||
Sinurat (Surat Batak Toba: ᯘᯪᯉᯮᯒᯖ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Sionggang Tengah, Lumban Julu, Toba. Leluhur marga Sinurat adalah Raja Sinurat, salah satu cucu dari Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi, keturunan Silahisabungan.[1][2]
Asal
| Raja Silahisabungan 1. Boru Padang Batanghari 2. Similing-iling (Nailing) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Loho Raja (Sihaloho) | Tungkir Raja (Situngkir) | Sondi Raja Boru Siboro | Butar Raja (Sinabutar) | Dabariba Raja (Sinabariba) | Debang Raja (Sidebang) | Batu Raja (Pintubatu) | Raja Tambun (Tambun Raja) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Rumasondi Boru Siboro | Rumasingap | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Bolon Raja | Raja Bungabunga (Raja Parmahan Silalahi) Boru Pasaribu | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sinaloho | Sinagiro | Sinabang | Sinabutar Boru Manurung | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Doloksaribu | Sinurat Boru Manurung | Nadapdap | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sinurat merupakan salah satu marga yang dibawa oleh keturunan Raja Bungabunga yang bergelar Raja Parmahan Silalahi, keturunan dari Raja Silahisabungan. Dengan kata lain, marga Sinurat merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Silahisabungan.
Adapun Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan Similing-iling (Nailing) dan menetap di Silalahi Nabolak. Raja Silahisabungan kemudian memiliki delapan orang putra dan seorang putri yang bernama Deang Namora. Adapun kedelapan putra tersebut antara lain adalah:
- Loho Raja (Sihaloho)
- Tungkir Raja (Situngkir)
- Sondi Raja
- Butar Raja (Sinabutar)
- Dabariba Raja (Sidabariba)
- Debang Raja (Sidebang)
- Batu Raja (Pintubatu)
- Raja Tambun/Tambun Raja (Tambunan)
Marga Sinurat sendiri berasal dari Sondi Raja yang mana Sondi Raja menikah dengan Nagok Boru Siboro dan memiliki dua orang putra, yaitu Rumasondi dan Rumasingap. Kemudian Rumasondi menikah dengan Boru Siboro dan memiliki dua orang putra, yaitu Bolon Raja dan Raja Bungabunga yang kemudian dikenal juga sebagai Raja Parmahan Silalahi.
Raja Bungabunga/Raja Parmahan Silalahi kemudian diculik oleh Tuan Sihubil dan dibawa ke Balige, lalu kemudian di sana ia mengadakan perjanjian dengan Tuan Sihubil dan diangkat menjadi anak angkat dari Tuan Sihubil. Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi kemudian menikah dengan Antar Mangatur Boru Pasaribu dan menetap di Balige. Kemudian ia memperoleh empat orang putra yang mana nama dari keempat putranya tersebut terinspirasi dari nama-nama keturunan Silahisabungan yang merupakan generasi di atas Raja Parmahan. Adapun nama dari keempat putra tersebut di antaranya adalah (1) Sinaloho, (2) Sinagiro, (3) Sinabang, dan (4) Sinabutar. Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi juga memiliki seorang putri yang bernama Tiurma Uli yang dinikahi oleh marga Panjaitan.
Adapun Sinabutar kemudian menikahi Pintaomas Boru Manurung, putri dari Ompu Niunggul Manurung dan memiliki tiga orang putra, namun urutan dari ketiga putra ini sampai sekarang masih diperdebatkan dan memicu polemik di antara keturunannya hingga saat ini. Adapun ketiga putra tersebut antara lain adalah:
- Doloksaribu
- Sinurat
- Nadapdap
Keturunan dari Raja Sinurat sendiri mengklaim bahwa leluhur mereka merupakan putra sulung dari Sinabutar, yang mana urutan yang benar menurut keturunan Raja Sinurat adalah: (1) Sinurat, (2) Nadapdap, dan (3) Doloksaribu.
Tarombo (Silsilah)
| Sinurat Boru Manurung | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Raja Tano Boru Manurung | Raja Pagi Boru Hutahaean | Ompu Gumbok Nabolon Boru Sitanggang | Raja Muha | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ompu Tabar Boru Manurung | Ompu Gumantar Boru Manurung | Raja Mangatur Boru Manurung | Somba Nailing Boru Manurung | Raja Baringin | Ompu Tahombang | Si Batu Mamak Boru Sitanggang | Si Bahul | Si Bajar | Si Lonsing | Manorus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ompu Pagar Silaon | Ompu Pulo Batu | Ompu Sorgo | Ompu Sondang | Raja Ujung Boru Hutahaean | Raja Pansadian | Ompu Majid | Ompu Tapak | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Raja Sinurat menikah dengan Tapian Nauli Boru Manurung, putri dari Ompu Mandumpas Manurung Hutagurgur yang berasal dari Sionggang Tengah. Raja Sinurat kemudian bermukim di Harangan Parik Sionggang dan di sana ia memperoleh keempat putra, yaitu:
- Raja Tano
- Raja Pagi
- Ompu Gumbok Nabolon
- Raja Muha
Silsilah Raja Tano
Raja Tano menikahi Boru Manurung dan kemudian berpindah dan serta bermukim di Huta Joring Lumban Pea. Raja Tano kemudian memperoleh dua orang putra, yaitu Ompu Tabar dan Ompu Gumantar. Ompu Tabar kemudian menikahi Boru Manurung, putri dari Ompu Parik Manurung Hutagurgur memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Pagar Silaon, (2) Ompu Pulo Batu, dan (3) Ompu Sorgo. Kemudian Ompu Gumantar menikah dengan Boru Manurung, putri dari Ompu Batu Porhas Manurung Hutagurgur memiliki seorang putra yang bernama Ama ni Gumantar, dan Ama ni Gumantar kemudian menikah dengan Boru Hutapea memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Gumantar, (2) Ama ni Juluan, dan (3) Humombang. Adapun keturunan dari Raja Tano menyebar ke berbagai daerah seperti Lumban Pea, Simarbane, Lumban Julu, Lumban Gorat, dan sampai ke daerah Mandoge.
Silsilah Raja Pagi
Raja Pagi pergi dan menetap di Lumban Lobu dan kemudian ia menikah dengan Hinsa Uluan Boru Hutahaean, putri dari Puraja Hutahaean dari Laguboti. Raja Pagi kemudian memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Raja Mangatur, (2) Somba Nailing, (3) Raja Baringin, dan (4) Ompu Tahombang. Raja Mangatur kemudian menikah dengan Boru Manurung serta memperoleh lima orang putra, yaitu: (1) Ompu Sondang yang menetap di Lumban Lobu; (2) Raja Ujung yang menikahi Boru Hutahaean menetap di Laguboti; (3) Raja Pansadian yang menetap di Janjimatogu; (4) Ompu Majid yang pergi ke Simalungun; dan (5) Ompu Tapak yang pergi ke Simalungun. Kemudian Somba Nailing menikah dengan Boru Manurung serta memperoleh lima orang putra, yaitu: (1) Ompu Biduan, (2) Ompu Garaga Julu, (3) Ompu Toholan, (4) Ompu Panggual, dan (5) Ompu Raja Silepe yang menikah dengan Boru Hutajulu, putri dari Ampartambus Hutajulu.
Adapun keturunan dari Raja Baringin dan Ompu Tahombang tidak ditemukan hingga saat ini. Keturunan dari Raja Pagi pada umumnya menyebar di berbagai daerah seperti Lumban Lobu, Lumban Garaga, Janji Matogu, Porsea, Laguboti, hingga ke Simalungun dan Asahan.
Silsilah Ompu Gumbok Nabolon
Ompu Gumbok Nabolon pergi merantau ke arah Samosir dan kemudian ia pergi dan menetap di Buhit Pangururan. Kemudian di sana ia menikah dengan Boru Sitanggang Bau, putri dari Raja bius setempat dan kemudian ia memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Si Batu Mamak, (2) Si Bahul, (3) Si Bajar, dan (4) Si Lonsing.
Adapun Si Batu Mamak menikahi Boru Sitanggang dan memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Hariara yang menikahi Boru Sitanggang dan menetap di Lumban Sinurat; (2) Ompu Partahi Sagala yang menikahi Boru Sitanggang dan menetap di Lumban Binanga; dan (3) Barita Lobi atau yang juga dikenal sebagai Raja Guru Mangolat Niusul yang menikah dengan Boru Sitanggang dan Boru Sinaga serta menetap di Salaon.
Barita Lobi yang bergelar Guru Mangolat Niusul menikah dengan Boru Sitanggang serta Boru Sinaga memperoleh seorang putra yaitu Ompu Bumbunan, adapun Ompu Bumbunan menikahi Boru Sinaga serta memiliki 2 orang putra yaitu Guru Marsait dan Ompu Habiaran. Kemudian Ompu Habiaran menikahi Boru Sitanggang dan Boru Sinaga memperoleh tujuh orang putra yaitu, dari Boru Sitanggang memiliki lima orang putra serta 3 orang putri yaitu (1) Ompu Dapot Tahimarma menikah dengan putri pamannya, Boru Sitanggang; (2) Ompu Parjaho menikahi Boru Sitohang; (3) Ompu Ginjang Raja menikahi Boru Gultom; (4) Ompu Tinumpahan menikahi Parluhutan Boru Nainggolan, putri dari Ompu Andaliman Nainggolan Lumbantungkup dari Nainggolan; (5) Ompu Manghiut Raja menikah dengan Boru Sihotang; Ompu Habiaran juga memiliki tiga orang putri dari Boru Sitanggang yaitu (1) Siboru Manampang dinikahi oleh marga Rumapea; (2) Siboru Sondulon menikah dengan marga Limbong Sihole; (3) Siboru Sanggul Barita menilah dengan Pandiangan; dari Istri kedua Boru Sinaga Barita Lobi (Guru Mangolat Niusul) memperoleh dua orang putra dan lima orang putri yaitu: (6) Ompu Lidding menikah dengan Boru Sinaga; (7) Ompu Patuhojang menikahi Boru Sitanggang; adapun lima putri yang dilahirkan Boru Sinaga sebagai berikut (1) Siboru Songkar menikah dengan marga Pandiangan; (2) Siboru Sinta Mauli menikah dengan marga Siadari; (3) Sonar menikah dengan marga Naibaho; (4) Saneang Ari menikah dengan marga Situmorang; (5) Siboru Somatahut menikah dengan marga Sitinjak.
Si Bahul kemudian memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Bona Huta, (2) Ompu Burju, dan (3) Raja Parultop. Lalu Si Bajar memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Sintong Raja, (2) Olo Raja, dan (3) Mangihut Raja. Adapun untuk keturunan dari Si Lonsing sendiri, sampai saat ini masih dalam penelusuran.
Adapun keturunan dari Ompu Gumbok Nabolon sendiri tersebar di berbagai daerah di Samosir seperti Lumban Sinurat, Lumban Binanga, Pamodilan, Sigil Lombu, Salaon, Tiga Bolon, Sijambur, Urat, Tanjung Bunga, Pangururan, Ronggur Nihuta, dan daerah lainnya.
Silsilah Raja Muha
Raja Muha menurut ceritanya tetap tinggal bersama orang tuanya, yakni Raja Sinurat dan Boru Manurung di Harangan Parik Sionggang. Kemudian ia memperoleh seorang putra yang dikenal dengan nama Manorus dan Manorus ini selanjutnya pergi merantau ke Simalungun, lebih tepatnya ke arah Mandoge Tanah Jawa. Kemudian ia disana diangkat oleh Raja Mandoge menjadi anaknya dan secara otomatis masuk ke dalam keluarga keturunan Raja Mandoge yang bermarga Sinaga. Keturunan dari Manorus diperkirakan menggunakan marga Sinaga hingga saat ini dan tidak menggunakan marga Sinurat lagi pada identitas pribadinya.
Tokoh
{(Kembangkan bagian}} Beberapa tokoh yang bermarga Sinurat, di antaranya adalah:
Referensi
- ↑ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
- ↑ Sinurat, Lusius. "RAJA SINURAT - Lusius Sinurat". Lusius Sinurat. Diakses tanggal 2025-10-06.
- Adat Batak Toba: TAROMBO ni Richat Hutajulu" http://pakenos.blogspot.com/2016/04/tarombo-ni-richat-hutajulu.html?m=1