Minggu, 27 September 2026
01:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Sibatuara

salah satu marga Batak Toba

Artikel ini bukan mengenai Batubara. Keduanya adalah marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Sibatuara
Aksara Batakᯘᯪᯅᯖᯮᯀᯒ
(Surat Batak Toba)
Nama marga
  • Nainggolan
  • Sibatuara
  • Batuara
  • Nainggolan Sibatuara
  • Nainggolan Batuara
Nama/penulisan alternatifSibatoeara (ejaan lama)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Guru Tatea Bulan
3Tuan Saribu Raja
4Si Raja Lontung
5Toga Nainggolan
6Sibatu
7Sibatuara
Nama lengkap tokohSibatuara
Nama istriBoru Malau
Nama anak (putra)Ompu Lopian
Kekerabatan
Induk margaNainggolan
KlanToga Nainggolan
Marga sekerabat
Turunan
Mataniari binsarPanjaitan (Dari Pangulu Raja)
PadanSiregar
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Toba
Daerah asalNainggolan, Samosir

Sibatuara (Surat Batak: ᯘᯪᯅᯖᯮᯀᯒ) ditulis atau disebut juga sebagai Batuara) adalah salah satu marga Batak Toba dan merupakan sub-marga dari marga Nainggolan yang berasal dari daerah Nainggolan, Samosir. Marga ini merupakan keturunan dari Sibatuara, cucu pertama dari Toga Nainggolan dan merupakan sub-marga yang tersulung dan paling tua dari seluruh sub-marga dari marga Nainggolan.[1]

Asal

Sibatuara dipercaya lahir di Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio namun dibesarkan di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. Sibatuara merupakan anak pertama ayahnya yaitu Sibatu serta merupakan cucu pertama Toga Nainggolan.

Cicit dari Sibatuara yaitu Pangulu Raja menikah dengan dengan Sampulu Nauli Boru Panjaitan, yang merupakan adik dari adik iparnya sendiri yaitu Pinta Omas Boru Panjaitan, istri dari Lindi Niaek, keturunan Parhusip, yang mana mereka berdua sama-sama menikahi putri dari Raja Sijorat Paraliman Sihotang Parlabuan Panjaitan. Hal ini mengakibatkan perdebatan antara Sibatuara dan adiknya Parhusip,[2] untuk merebut hak kesulungan masing-masing. Parhusip mengklaim bahwa mereka berhak menjadi "abang" karena isterinya adalah anak pertama, sedangkan adiknya yang menikah dengan Sibatuara adalah anak bungsu. Namun pada hakikatnya Sibatuara tetap menjadi anak sulung karena Sibatuara lahir lebih dahulu.[3]

Tarombo (Silsilah)

250px-TOGA_SIBATUARA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tarombo/Silsilah Nainggolan Sibatuara
Toga Nainggolan
Sibatu
Boru Limbong
Sihombar
Sibatuara
Boru Malau
ParhusipRaja Nahor
(Lumbannahor)
Tungkup RajaRaja Padot
(Lumbansiantar)
Ompu Lopian
Boru Simbolon
SindarniariOmpu Sotembalon
Ama ni Lopian
Boru Simbolon
SindarnihutaAma ni Sotembalon
Lopian
(Ompu Humorna)
Boru Lumbansiantar
Mogot PinaunganDatu RajinRaja Mardungdung
(Hutabalian)
Pangulu Raja
Boru Panjaitan
Tanja Bau
(Lumbantungkup)
Datu Parulas Parultop
(Lumbanraja)
Tuanamora
Boru Tamba
Siampapaga
Boru Lumbannahor

Sibatuara sendiri merupakan salah satu sub-marga dari marga Nainggolan yang mana silsilahnya adalah sebagai berikut:

Toga Nainggolan memiliki dua orang putra yaitu Sibatu dan Sihombar. Kemudian Sibatu menikah dengan Boru Limbong dan memiliki dua orang putra, yaitu Sibatuara yang menjadi leluhur marga Sibatuara dan Parhusip. Sibatuara menikah dengan Boru Malau dan memiliki seorang putra yang bernama Ompu Lopian, kemudian Ompu Lopian menikah dengan Boru Simbolon dan memiliki seorang putra yang bernama Ama ni Lopian. Ama ni Lopian sendiri menikah dengan Boru Simbolon Sirimbang dan memiliki seorang putra yang bernama Lopian/Ompu Humorna, kemudian Lopian/Ompu Humorna menikah dengan Boru Lumbansiantar dan memiliki seorang putra yang bernama Pangulu Raja. Adapun terdapat kemungkinan bahwasanya Lopian/Ompu Humorna yang menjadi orang pertama yang menikahi sesama keturunan Toga Nainggolan atau yang pertama kali memulai kebiasaan marsibuatan di antara keturunan Toga Nainggolan.

Pangulu Raja menikah dengan Sampulu Nauli Boru Panjaitan yang merupakan putri bungsu dari Raja Sijorat Paraliman Sihotang Parlabuan Panjaitan dan memiliki dua orang putra, yaitu:

  1. Tuanamora yang tetap membawa marga Sibatuara;
  2. Siampapaga yang sebagian keturunannya membawa marga Siampapaga.

Penyebaran

Marga Sibatuara merupakan 30 persen dari seluruh Nainggolan yang ada. Hal ini dikarenakan oleh Sibatuara adalah cucu pertama dan pewaris pertama marga Nainggolan. Sebagian besar dari mereka lebih memilih menggunakan marga "Nainggolan" karena garis pewaris marga tersebut. Namun di daerah Kecamatan Nainggolan, Samosir, kelompok keturunan Sibatuara ini lebih memilih menggunakan marga "Sibatuara" daripada marga Nainggolan. Dalam artian, marga Nainggolan pada umumnya dipakai oleh para keturunan Toga Nainggolan yang bermukim di parserahan atau di luar Kecamatan Nainggolan, sedangkan yang menetap di daerah Kecamatan Nainggolan lebih memilih menggunakan sub-marga masing-masing.

Tokoh

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Referensi

  1. ↑ "SILSILAH TOGA NAINGGOLAN". OBATAK. Diakses tanggal 2023-06-10.
  2. ↑ ""TAROMBO" : Silsilah Keluarga dalam adat Batak » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2023-06-10.
  3. ↑ Panjaitan, Isran (2011-08-16). "BAGAIMANAKAH HUBUNGAN MARGA PANJAITAN DENGAN MARGA NAINGGOLAN PARHUSIP". ISRAN PANJAITAN. Diakses tanggal 2023-06-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan