Kamis, 05 November 2026
14:24 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Turnip

Turnip

salah satu marga Batak Toba

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang salah satu marga Batak Toba. Untuk kegunaan lain, lihat Turnip (disambiguasi).
Turnip
250px-Tugu_Marga_Turnip.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tugu persatuan marga Turnip di Simanindo, Samosir.
Aksara Batak
Nama margaTurnip
Nama/penulisan alternatif
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Tamba Tua
7Sitonggor
(Tamba Sitonggor)
8Maria Raja
9Rea Raja
(Turnip)
Nama lengkap tokohRea Raja
(Raja Turnip)
Nama istriBoru Limbong Sihole
Nama anak (putra)
  • Ompu Raja Manase
Genealogi
Induk margaTamba
Klan
  • Parna
    (bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
Turunan
  • Lumban Toguan
  • Lumban Turnip
Mataniari binsarLimbong
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSimanindo, Samosir
Monumen
Lokasi tugu
osm-intl,10,2.7520075,98.7430348,200x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Turnip&revid=30142357&groups=_a1ed225704074562ccc023308901ff45320d09a9&parser=parsoid
Map

Turnip (Surat Batak: ᯖᯮᯒ᯲ᯉᯪᯇ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Samosir. Leluhur dari marga Turnip adalah Rea Raja, cucu dari Sitonggor, keturunan dari Tamba Tua.[1]

Asal

Tamba Tua
Boru Malau
Sitonggor
Boru Sinaga
Lumban Tongatonga
Boru Pasaribu
Lumban Toruan
Boru Malau
Pande RajaSimanggohi RajaSimata RajaMaria Raja
Batu MandiriPandiri Raja
(Siallagan)
Rea Raja
(Turnip)
Lumban Pea

Turnip merupakan salah satu marga yang tergabung dalam perkumpulan Parna atau Parsadaan Nai Ambaton. Dengan kata lain, marga Turnip merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Tuan Sorbadijulu atau Nai Ambaton.

Marga Turnip sendiri berasal dari keturunan Tamba Tua, yang mana Tamba Tua menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra yaitu (1) Sitonggor, (2) Lumban Tongatonga, dan (3) Lumban Toruan. Kemudian Sitonggor menikah dengan Boru Sinaga dan memiliki empat orang putra, yaitu (1) Pande Raja, yang tetap membawa marga Tamba; (2) Simanggohi Raja, yang tetap membawa marga Tamba; (3) Simataraja; dan (4) Maria Raja

Maria Raja memiliki empat orang putra, yaitu (1) Batu Mandiri yang tetap membawa marga Tamba; (2) Pandiri Raja yang membawa marga Siallagan; (3) Rea Raja yang merupakan leluhur dari marga Turnip; (4) Lumban Pea yang tetap membawa marga Tamba.

Terdapat versi lain yang menyatakan bahwa marga Turnip merupakan keturunan dari Guru Saoan, salah satu anak dari Datu Parngongo, keturunan Tamba Lumban Tongatonga. Namun mayoritas marga Turnip sendiri mengaku bahwa mereka merupakan keturunan dari Rea Raja, cucu dari Tamba Sitonggor.

Tarombo (Silsilah)

Rea Raja
(Raja Turnip)

Boru Limbong Sihole
Ompu Raja Manase
Raja Oloan
(Toga Turnip)
Boru Ambarita
Raja Banua
(Turnip Tua)
Boru Sitindaon
Guru Mangata Manuk
Boru Limbong Sihole
Ompu Marhilap
Boru Pandiangan
Ompu Mual Nihuta
Boru Malau
Ompu Sotardugur
1. Boru Nainggolan Sibatuara
2. Boru Sihaloho
Ompu Raja Mamatik
Boru Siringoringo
Ompu Tagor
(Pagoraja)
Boru Pasaribu
Ompu Balaborngin
Boru Limbong Sihole
Ompu Sahat Raja
Boru Sinaga
Guru SobalosonOmpu Ogung
Boru Malau
Ompu Sait Nihuta
Boru Gultom
Ompu Sohaliapan
Boru Sihaloho
Ama ni Sotardugur
Boru Tampubolon
Ompu Leangleang Mangebas
Boru Pandiangan
Ompu Saragitua Sondiraja
Boru Purba
Raja Ihutan
Boru Siringoringo
Ompu Bagonda
Boru Simamora Debataraja

Rea Raja (Raja Turnip) yang dikenal juga dengan nama-nama lain seperti Guru Sojouon, Guru Saoan, Toga Datu Turnip, Ompu Bane Toba. Raja Turnip merantau dari Negeri Tamba menuju Simanindo dan membuka kampung pertamanya yang dinamai "Hatoguan", yang mana nama kampung ini diambil dari nama kampung dari tulang-nya (paman) yang bermarga Sinaga. Raja Turnip menikah dengan Boru Limbong Sihole dari Huta Limbong dan memperoleh seorang putra, yaitu: Ompu Raja Manase. Kemudian Ompu Raja Manase menikah dan memperoleh dua orang putra, yaitu: Raja Oloan dan Raja Banua yang mana kedua orang putra ini yang mewakili dua kelompok marga Turnip.

Raja Oloan yang dikenal juga sebagai Toga Turnip, beliau bermukim di Lumban Toguan dan oleh karena hal ini keturunannya dikenal sebagai Turnip Lumban Toguan. Ia menikah dengan Boru Ambarita serta memperoleh seorang putra, yaitu: Guru Mangata Manuk. Kemudian Guru Mangata Manuk menikah dengan Boru Limbong Sihole memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Ompu Balaborngin yang menikah dengan putri pamannya, Boru Limbong Sihole bermukim di Lumban Toguan; (2) Ompu Sahat Raja yang menikah dengan Boru Sinaga serta bermukim di Siulok; (3) Guru Sobaloson; dan (4) Ompu Ogung yang menikah dengan Boru Malau.

Raja Banua yang dikenal juga sebagai Turnip Tua, beliau bermukim di Lumban Turnip dan oleh karena hal ini keturunannya dikenal sebagai Turnip Lumban Turnip. Ia menikah dengan Boru Sitindaon serta memperoleh lima orang putra, yaitu: (1) Ompu Marhilap yang menikah dengan Boru Pandiangan, putri dari Raja Oloan (Pande Toruan) Pandiangan serta keturunannya bermukim di Lumban Turnip dan (2) Ompu Mual Nihuta yang menikah dengan Boru Malau serta memiliki dua orang putra, yaitu: (1) Ompu Sait Nihuta yang kemudian menikah dengan Boru Gultom, (2) Ompu Sohalipian yang kemudian menikahi Boru Sihaloho, adapun keturunan dari Ompu Mual Nihuta yang bermukim di daerah Peajolo dan daerah Huta Ginjang, dan (3) Ompu Sotardugur yang menikah dengan Boru Nainggolan Sibatuara dan Boru Sihaloho dan bermukim di Rautbosi serta memperoleh tiga orang putra, yaitu: Ama ni Sotardugur yang menikahi Boru Tampubolon serta tetap tinggal di Rautbosi; Ompu Leangleang Mangebas yang menikah dengan Boru Pandiangan, putri dari Gaja Bontar Pandiangan serta menetap di daerah Janjimaria Toruan, dan Ompu Saragitua Sondiraja yang menikahi Boru Purba, adapun keturunan dari Ompu Sotardugur menyebar di daerah Haranggaol, Janjimaria, dan Lumban Saragi Parbaba. Keturunan dari Ompu Saragitua Sondiraja sendiri mayoritas membawa marga Saragi Turnip atau Saragih Turnip; adapun putra Raja Banua yang keempat, yaitu: Ompu Raja Mamatik sendiri keturunannya tersebar di Hutaginjang dan Lintong. Ia kemudian menikah dengan Boru Siringoringo serta memperoleh dua orang putra, yaitu: Raja Ihutan yang menikah dengan Boru Siringoringo; dan Ompu Bagonda yang kemudian menikah dengan Boru Simamora Debataraja; dan (5) Ompu Tagor (Pagoraja) yang kemudian Ompu Tagor (Pagoraja) menikah dengan Boru Pasaribu dan keturunannya bermukim di Lumban Turnip dan Lintong.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Turnip, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, Jacob Cornelis (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. Den Haag: Martinus Nijhoff.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan