Senin, 21 September 2026
02:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Simarmata

Simarmata

salah satu marga Batak Toba

Simarmata
Aksara Batak
Nama margaSimarmata
Nama/penulisan alternatif
  • Saragi Simarmata
  • Saragih Simarmata
Artisi + marmata
(yang bermata)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Raja Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Saragi Tua
7Tuan Binur
8Simata Raja
(Simarmata)
Nama lengkap tokohSimata Raja
(Raja Simarmata)
Nama istriLahatma boru Limbong Sihole
Nama anak (putra)
  • 1. Halihi Raja
  • 2. Dosi Raja
  • 3. Datuktuk Raja
Nama boru (putri)
  • 1. Boru Simarmata
    (Dinikahi oleh marga Sihotang)
  • 2. Boru Simarmata
    (Dinikahi oleh marga Limbong)
Kekerabatan
Induk margaSaragi
KlanParna
(bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
Mataniari binsarLimbong Sihole
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSimarmata, Samosir
250px-Kepala_Negeri_Lumban_Suhi_Suhi.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala Negeri Lumban Suhi Suhi berpose di depan salah satu dari lima sarkofagus marga Simarmata di Huta Raja, Samosir.

Simarmata (Surat Batak: ᯘᯪᯔᯒ᯲ᯔᯖ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Samosir. Dalam masyarakat Batak Simalungun, marga Simarmata merupakan bagian dari marga Saragih.

Latar belakang

Marga Simarmata merupakan keturunan Tuan Sorbadijulu bergelar Raja Nai Ambaton dari putranya, Saragi Tua.[1] Saragi Tua memiliki dua orang putra, yaitu Tuan Binur dan Tuan Saragi (Tampak Bulan). Tuan Binur menikah dengan Bunga Ria boru Manurung dan memiliki empat orang putra, yang masing-masing menurunkan marga baru, yaitu Lango Raja yang menjadi leluhur marga Simalango, Saing Raja leluhur marga Saing, Simata Raja leluhur marga Simarmata, dan Deak Raja leluhur marga Nadeak. Ompu Tuan Binur juga memiliki dua orang putri, masing-masing menikah dengan marga Sihotang Simarsoit dan Limbong Naopatpulu.

Simata Raja (Raja Simarmata) menikah dengan Lahatma Boru Limbong Sihole, putri dari Raja Saudakkal Limbong Sihole dari Huta Limbong dan membuka perkampungan baru di tempat yang kemudian dikenal sebagai Simarmata. Simata Raja memiliki tiga orang putra, yaitu Halihi Raja yang kemudian menikahi Naolo boru Sihaloho dan bermukim di Huta Uruk, Simarmata, Dosi Raja menikahi Bungahom boru Malau dan bermukim di Huta Toguan Simarmata, serta Datuktuk Raja yang menikahi Tiarma boru Sinaga Uruk dan bermukim di Huta Balian, Simarmata.

250px-Simarmata%2C_Samosir_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan pantai di Simarmata, Simanindo, Samosir. Simarmata merupakan daerah asal marga Simarmata.

Marga Simarmata sendiri berasal dari keturunan Saragi Tua, yang mana Saragi Tua memiliki 2 orang putra yaitu:

  1. Tuan Binur
  2. Tuan Saragi (Tampak Bulan) yang tetap membawa marga Saragi

Tuan Binur menikah dengan Bunga Ria Br. Manurung dan memiliki 4 orang putra yang masing-masing membawa marga baru, yaitu:

  1. Lango Raja yang membawa marga Simalango
  2. Saing Raja yang membawa marga Saing
  3. Simata Raja yang membawa marga Simarmata
  4. Deak Raja yang membawa marga Nadeak

Beberapa pendapat menyatakan bahwa Simata Raja, leluhur marga Simarmata merupakan anak dari Sitonggor dan cucu dari Tamba Tua, dan pendapat lainnya juga menyatakan bahwa Simata Raja merupakan anak dari Datu Parngongo, cucu dari Lumban Tongatonga, dan cicit dari Tamba Tua. Namun keturunan marga Simarmata tidak mengakui versi-versi tersebut dan menyatakan diri sebagai keturunan dari Saragi Tua.

Simarmata di Simalungun dan Karo

Pada perkembangannya, populasi marga Simarmata yang menyebar di Tanah Simalungun meleburkan dirinya dengan marga Saragih, yang merupakan marga penguasa di tempat itu, dan mengenakan nama "Saragih Simarmata" atau "Saragih" sebagai nama marga. Belakangan, setelah kekuasaan raja-raja berkurang, keturunan mereka kembali mengenakan marga Simarmata saja. Kebanyakan dari mereka menempati pesisir pantai yang mengarah ke Pulau Samosir, seperti Tigaras, Haranggaol, dan desa-desa di sepanjang pantai tersebut. Sebagian populasi marga Simarmata yang menyebar ke Taneh Karo, meleburkan diri dengan marga Ginting dan mengenakan marga Ginting Sigaramata. Leluhur mereka datang ke Tanah Karo melalui Dairi. Awalnya, Leluhur mereka membuka perkampungan di Lau Lingga, yang sekarang merupakan bagian Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo.[2]

Hubungan tradisional dengan marga lain

Peran di Partuanan Purba

Secara historis, terdapat populasi marga Simarmata yang menyebar dari Samosir ke Haranggaol. Daerah Haranggaol merupakan wilayah kekuasaan Raja Parultopultop Purba yang berpusat di Tiga Langgiung. Raja Parultopultop memiliki dua hulubalang, yakni Si Bantenangnang (Parhole Bolak) Saragih Simarmata dan Parhole Nasa Anduri Saragih Simarmata. Keduanya merupakan keturunan marga Simarmata yang menyebar dari Samosir ke Haranggaol.[3]

Si Bantenangnang dan Parhole Nasa Anduri menyarankan kepada Raja Parultopultop Purba untuk memperluas wilayah kekuasaannya hingga meliputi Siboro, Sipinggan, Purba Saribu, Huta Raja, dan Bongguron. Perluasan wilayah tersebut sekaligus menandai berdirinya Partuanan Purba dengan Raja Parultopultop sebagai penguasa pertama. Partuanan Purba ini meliputi wilayah yang sekarang bernama Haranggaol Horison dan Purba.[4] Keduanya merupakan kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Peran di negeri Sihotang

Selain di Simanindo dan Pangururan, wilayah tradisional marga Simarmata juga ditemukan di Harian. Perkampungan tersebut bernama Lumban Pangaloan atau Huta Simarmata. Perkampungan ini termasuk ke dalam tanah ulayat (bahasa Batak Toba: [turpuk] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) marga Sihotang. Kehadiran marga Simarmata di negeri Sihotang adalah sebagai marga boru (marga yang menikahi perempuan dari marga penguasa). Selain Simarmata, Sitanggang, Sigalingging, Simbolon, Nadeak, Sinaga, Silalahi, Sinabang, Sinaga, Habeahan, dan Manurung juga berperan sebagai marga boru di negeri Sihotang.[5]

Peninggalan

Sarkofagus

Terdapat beberapa peninggalan leluhur marga Simarmata yang masih bertahan di daerah asalnya, Simarmata, Samosir. Salah satunya adalah sarkofagus yang bagian penutup dan isinya telah lama hilang. Sarkofagus yang dipahat dan diukir dari satu batuan utuh ini tidak pernah selesai dikerjakan. Sarkofagus tersebut berasal dari Dosi Raja, putra dari Mata Raja yang merupakan leluhur seluruh marga Simarmata. Menurut arkeolog Belanda, Frederic Martin Schnitger (1912–1945), sarkofagus tersebut telah berusia 14 generasi pada saat kunjungannya.[6]

Selain itu, terdapat pula lima sarkofagus peninggalan leluhur marga Simarmata di Huta Raja, Samosir. Salah satu sarkofagus tersebut diidentifikasi sebagai milik seseorang bernama Ompu Bontor Simarmata. Menurut penuturan penduduk sekitar sarkofagus, isi dalam sarkofagus tersebut telah dipindahkan atas perintah penguasa pada saat itu. Pada saat kunjungan G.L. Tichelman, kelima sarkofagus tersebut diperkirakan berusia enam generasi. [6]

lossy-page1-250px-Graftombe_te_Pangaloan_bij_Taroetoeng%2C_KITLV_405666.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sarkofagus marga Simarmata di Lumban Pangaloan, Samosir.

Sarkofagus lainnya ditemukan di Lumban Pangaloan, Samosir. Sarkofagus milik raja-raja marga Simarmata ini berada di wilayah kenegerian Sihotang. Bentuknya identik dengan sarkofagus dari marga Simbolon. Pada 1982, usianya diperkirakan sudah 10 generasi. Raja-raja marga Simarmata yang tulangnya disimpan dalam sarkofagus ini antara lain adalah Ompu Niatas Laut Simarmata, Ompu Jaisori Simarmata, dan Ompu Parmual Simarmata. Sekitar 15 meter dari sarkofagus ini, terdapat lesung batu yang dulu masih digunakan untuk ritual menurut kesaksian P. Voorhoeve saat kunjungannya ke tempat itu pada 1940.[7] Lesung batu dan sarkofagus tersebut dipahat pada masa pemerintahan Raja Ompu Bulhap Simarmata.[8]

Tugu

Pada 27 Juni 1990, persatuan marga Simarmata mengadakan pesta peresmian tugu marga di Simarmata, Samosir. Tugu ini berbentuk mercusuar berwarna putih. Di depan tugu tersebut, terdapat patung Simataraja Simarmata dan istrinya, Lahatma boru Limbong Sihole, dengan sebuah plakat di bawah patung yang berisi pesan untuk merawat nilai-nilai budaya bagi keturunan marga Simarmata.[9] Pendirian tugu setinggi 17 meter ini telah dirintis sejak 1972 oleh sekelompok tokoh marga Simarmata di Medan. Namun, pembentukan panitia dan peletakan batu pertamanya baru berlangsung setahun kemudian. Setelah itu, proses pembangunan sempat tertunda hingga hampir 17 tahun dengan tiga kali pergantian panitia. Pada saat peresmiannya, beberapa tokoh daerah Sumatera Utara tercatat sebagai panitia, di antaranya Kenan Saragih Simarmata (residen dan mantan Bupati Nias), Laurimba Saragih Simarmata (mantan Walikota Pematangsiantar), dan Tholib Sanina Marjan Saragih Simarmata.[10]

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Simarmata, di antaranya:

Referensi

  1. Vergouwen & Scott-Kemball 2013, hlm. 30.
  2. Simanjuntak 1978, hlm. 127.
  3. Tideman 1922, hlm. 80.
  4. Tideman 1922, hlm. 81.
  5. Korn, V.E. (1953). "Batakse Offerande". Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. 109 (1): 35. ISSN 0006-2294.
  6. 1 2 Tichelman 1942, hlm. 252.
  7. Barbier-Mueller 1983, hlm. 140.
  8. Barbier-Mueller 1983, hlm. 47.
  9. Reid, Anthony (20 Agustus 2020). The Potent Dead: Ancestors, Saints and Heroes in Contemporary Indonesia (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-000-24710-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. "Bag 1: Sejarah Berdirinya Tugu Ompu Simataraja Simarmata dan Pembentukan Punguan Simarmata". Simarmata Portal. Diakses tanggal 19 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan