Minggu, 04 Oktober 2026
08:46 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Pandiangan

Pandiangan

salah satu marga Batak Toba

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Sembiring Pandia. Keduanya merupakan marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
"Pandiangan" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Pandiangan (disambiguasi).
Pandiangan
Aksara Batakᯇᯉ᯲ᯑᯪᯀᯝᯉ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama margaPandiangan
Artipan + diang (deang) + an
(merujuk pada dayang atau gadis)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Guru Tatea Bulan
3Tuan Saribu Raja
4Si Raja Lontung
5Toga Pandiangan
6Datu Ronggur
7Guru Solandason
8Raja Amparhutala
9Raja Humirtap
(Pandiangan)
Nama lengkap tokohToga Pandiangan
Nama istriPinta Rantiti Boru Sagala
Nama anak (putra)(Anak dari Raja Amparhutala)
Raja Humirtap Pandiangan
(Menikah dengan Boru Simbolon)
Kekerabatan
Induk margaSiraja Lontung
Marga sekerabat
Turunan
250px-Marga-marga_Pandiangan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mataniari binsar
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Toba
LahirSabulan, Samosir
Daerah asalUrat, Samosir

Pandiangan (Surat Batak: ᯇᯉ᯲ᯑᯪᯀᯝᯉ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba. Leluhur marga Pandiangan adalah Raja Humirtap, keturunan dari Toga Pandiangan, anak ketiga dari Raja Lontung yang berasal dari Urat, Samosir.

Asal

Menurut tarombo (Silsilah) Suku Batak, Toga Pandiangan merupakan anak ketiga dari Siraja Lontung dengan Siboru Pareme. Pandiangan lahir dan dibesarkan di Sabulan, daerah tepian Danau Toba di Samosir.

Kemudian salah satu keturunannya bernama Raja Humirtap pindah ke Urat, di bagian barat Pulau Samosir, Hanya dari keturunan Raja Humirtap inilah yang kemudian bermarga Pandiangan.

Tarombo (Silsilah)

Siraja Lontung
Toga SinagaTuan SitumorangToga Pandiangan
Boru Sagala
Toga NainggolanToga SimatupangToga AritonangToga Siregar
Datu Ronggur
Boru Sagala
Guru Sarangbanua
Boru Sagala
Guru Solandason
Boru Naibaho
Punguten Sori
Boru Kombih
Raja Amparhutala
Boru Simbolon
Solin
Boru Maharaja
Raja Humirtap
(Pandiangan)

Boru Simbolon
Raja Sonang
Boru Sitindaon
Kubu
Boru Tumanggor
Raja Pande
Boru Simbolon
Tuan Suhut
(Suhutnihuta)

Boru Simbolon
Toga Gultom
Boru Sitindaon
Toga Samosir
Boru Sitindaon
Toga Pakpahan
Boru Sitindaon
Toga Sitinjak
Boru Sitindaon
Raja Hembar
Boru Nahampun
Siturangke (Suhutnihuta) Sitangkubang
Boru Simbolon
Raja Bolon
(Rumabolon)
Boru Sitindaon
Raja Surung
(Rumasurung)
Boru Sitindaon
Raja Sidari
(Rumasidari)
Boru Sitindaon
Miskar Dipamiskaran
Boru Maharaja
Tumpak Bolon]]
Boru Sibarani
Sidebata
Boru Simbolon
Kulit NipaneRahat NipaneRaja Minar
Boru Simbolon
Raja Napodu
Boru Tambunan
Raja Parhoris
(Harianja)

Boru Sirait
SebayangMahalaMajanggut
Macendeh DidellengMacendeh NinangkaMacermin Dilai Mayang
Patobing
(Raja Enggang)
Raja Lambing
PinemSebayangRaja Lele
(Selian)
Raja Adeh
(Selian)
Raja Kaye
(Selian)

Versi II

Siraja Lontung
Toga SinagaTuan SitumorangRaja AmparhutalaToga NainggolanToga SimatupangToga AritonangToga Siregar
PandianganRaja Sonang
Raja PandeTuan SuhutGultomSamosirPakpahanSitinjak
SuhutnihutaSitangkubangSiturangkeRaja Bolon (Rumabolon)Raja Surung (Rumasurung)Raja Sidari II (Rumasidari)
Pungutan SoriTumpak NabolonSidebata
SolinRaja MinarRaja NapoduRaja Parhoris (Harianja)
Kubu
Raja Hembar
Miskar Dipamiskaran
Kulit NipaneRahat Nipane
MahalaMajanggut
Macendeh DidelengMacendeh NinangkaMacermin Dilai Mayang
Raja EnggangRaja Lambing
PinemSebayangRaja Lele (Selian)Raja Adeh (Selian)Raja Kaye (Selian)

Kekerabatan

Hubungan kekerabatan

Marga Pandiangan tercatat memiliki beberapa boru sihabolonan/namatua, adapun beberapa boru sihabolonan/namatua tersebut, yaitu: Sidabutar (Parna), Sijabat, Siadari, Sidabalok, dan Aruan.

Tanah Pakpak - Tanah Dairi

Menurut Tarombo (Silsilah) Suku Batak, salah seorang keturunan Toga Pandiangan bernama Guru Sarang Banua pindah ke wilayah Tanah Pakpak, yakni di Siempat Rube. Kemudian menikah dengan boru Sagala lalu melahirkan seorang putra bernama Punguten Sori.

Menurut cerita rakyat Pakpak Simsim, Pungeten Sori menikah dengan beru Kombih yang merupakan seorang perempuan yang sudah dua kali menikah dan dua kali ditinggal mati oleh suaminya (janda) dan sudah memiliki 2 (dua) orang putra yang bernama Padang dan Berutu.

Dari hasil hubungan Punguten Sori dengan beru Kombih tersebut kemudian mempunyai seorang putra yang dinamai Solin, keturunannya tersebut kemudian hari menjadi marga Solin.

Tanah Singkil

Sebagian keturunan Solin yang berpindah ke Tanah Singkil menurunkan marga Sulin

Tanah Karo

Salah satu keturunan Solin yang bernama Macendeh Ninangka berkelana ke Tanah Karo kemudian memiliki 2 anak yakni, Patobing dijuluki Raja Enggang dan Raja Lambing.

Raja Enggang mempunyai seorang putra yang bernama Pinem, Keturunannya bermarga Pinem Jaren. Raja Lambing juga mempunyai seorang putra bernama Sebayang, keturunannya bermarga Sebayang.

Tanah Alas

Raja Lambing kemudian hari berkelana ke Tanah Alas. Menurut sejarah Alas, Raja Lambing bermukim di Batubulan lalu mempunyai tiga putra yang bernama Raja Lele, Raja Adeh, dan Raja Kaye. Ketiga putranya inilah, yang menjadi Raja di di Tanah Alas. Keturunan Raja Lele, Raja Adeh dan Raja Kaye bermarga Selian.

Sebagian keturunan Pinem yang berpindah ke Tanah Alas menurunkan marga Pinim.

Tanah Kluet

Sebagian keturunan Raja Lambing yang berpindah ke Tanah Kluet mengenakan marga Selian.

Sebagian Keturunan Raja Enggang yang berpindah ke Tanah Kluet tetap mengenakan marga Pinem.

Tokoh

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Beberapa tokoh yang bermarga Pandiangan, di antaranya adalah:

Referensi

Pranala luar

  • (Indonesia)

https://www.obatak.id/2015/03/sejarah-toga-pandiangan.html?m=1

https://www.obatak.id/2015/03/tugu-toga-pandiangan.html?m=1

https://www.sigotom.com/2020/01/silsilah-marga-pandiangan-dan-sejarah.html?m=1 Diarsipkan 2022-04-22 di Wayback Machine.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan