Selasa, 29 September 2026
09:14 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Tumanggor

salah satu marga Batak

Bagikan:
Tumanggor
Aksara Batak
Nama marga
  • Tumanggor
  • Tumangger
Nama/penulisan alternatif
Artitumang + gor/ger (tanggor)
(gema; gaung)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Raja Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Bolon Tua
(Simbolon)
7Suri Raja
8Tuan Nahoda Raja
9Tumanggor
Nama lengkap tokohSi Tanggor
(Raja Tumanggor)
Nama istri
Nama anak (putra)
  • 1. Ompu Gala
  • 2. Ompu Galung
Kekerabatan
Induk margaSimbolon
Klan
Marga sekerabat
Mataniari binsarSihotang
Padan
Asal
SukuBatak
Etnis
Suak asalSuak Kelasen
Daerah asalParlilitan, Humbang Hasundutan

Tumanggor atau Tumangger (Surat Batak: ᯖᯮᯔᯰᯎᯬᯒ᯲; ᯗᯮᯔᯰᯎᯨᯒ᯲) adalah salah satu marga Batak yang umumnya mewarisi dua ciri kebudayaan, yakni Batak Dairi dan Batak Toba. Marga Tumanggor termasuk ke dalam kelompok marga Sionom Hudon (bahasa Indonesia: Si enam periuk). Marga Tumanggor berasal dari Sionom Hudon Tonga, Parlilitan, Humbang Hasundutan.

Asal

Marga Tumanggor berasal dari Sionom Hudon Tonga, Parlilitan, Humbang Hasundutan.[1] Dalam silsilah Batak, Simbolon Tua memiliki dua keturunan, yakni Suri Raja (Tunggul Sibisa) dan Martua Raja. Anak sulung dari Suri Raja yang bernama Tuan Nahoda Raja mempunyai tiga orang istri, yakni Boru Naibaho, Boru Sihotang, dan Boru Limbong. Keturunan Tuan Nahoda Raja dari Boru Sihotang dan Boru Limbong (sebagai inang panoroni) sebanyak enam orang disebut sebagai marga-marga Sionom Hudon . Marga-marga inilah yang merupakan marga Batak Dairi Kalasan.[2]

Dari Boru Naibaho, Tuan Nahoda Raja memperanakkan Tuan Rading Nabolon, yang keturunannya menggunakan marga Simbolon.

Dari Boru Sihotang, Tuan Nahoda Raja memperanakkan Simbuyak-buyak (yang mengalami cacat fisik), Tambun (artinya gemuk, menurunkan marga Tinambunan), Tanggor (artinya kuat, bergema menurunkan marga Tumanggor), dan Radja (artinya berkuasa menurunkan marga Maharaja).

Dari Boru Limbong, Tuan Nahoda Raja memperanakkan Turut (yang menurunkan marga Turutan), Payung (yang menurunkan marga Pinayungan), Anak Ampun (yang menurunkan marga Nahampun), dan seorang putri bernama Nai Bintang Maria (yang kemudian dinikahi oleh Datu Parulas Parultop Nainggolan dan menurunkan marga Pusuk, Buaton, dan Mahulae).[3]

Julukan Sionom Hudon, berasal dari tradisi masyarakat Batak di wilayah Kalasan, di mana seorang pria yang sudah menikah akan diberikan periuk dan tanah sebagai bekal perantauan sebagai rumah tangga baru (panjaean). Marga Tumanggor memiliki padan dengan marga Bancin dan marga Boangmanalu.

Tarombo (Silsilah)

Bolon Tua
(Simbolon)

Boru Limbong
Suri Raja
(Tunggul Sibisa)
1. Boru Naibaho
2. Leang Nagurasta
3. Boru Manurung
Martua Raja
Boru Pasaribu Habeahan
Tuan Nahoda Raja I
1. Boru Sihotang
2. Boru Limbong
3. Boru Naibaho
Altong Nabegu
Boru Manurung
Pande Sahata
Boru Manurung
Tuan Juara Bulan
(Panihai)
Boru Siburian
Suhutnihuta
Boru Sagala
Sirimbang
Boru Pasaribu Habeahan
Hapotan
Boru Limbong
Tuan Rading NabolonSi MbuyakbuyakSi Tambun
(Tinambunan)
Si Tanggor
(Tumanggor)
Si Raja
(Maharaja)
Si Turut
(Turutan)
Si Payung
(Pinayungan)
Si Anak Ampun
(Nahampun)

Tumanggor merupakan salah satu marga yang tergabung dalam perkumpulan Parna atau Parsadaan Nai Ambaton. Dengan kata lain, marga Tumanggor merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Tuan Sorbadijulu atau Nai Ambaton.

Bolon Tua menikah dengan Boru Limbong, putri dari Ompu Langgat Limbong dan memperoleh dua orang putra, yaitu: Suri Raja (Tunggul Sibisa) dan Martua Raja.

Suri Raja menikah dengan Marsinta Dongan Boru Naibaho, putri dari Raja Siganjang Ulu Naibaho, Leang Nagurasta, dan Boru Manurung serta memperoleh empat orang putra, yaitu: (1) Tuan Nahoda Raja I, (2) Altong Nabegu, (3) Pande Sahata, dan (4) Tuan Juara Bulan (Panihai). Adapun Martua Raja menikah dengan Boru Pasaribu Habeahan dan memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Suhutnihuta, (2) Sirimbang, dan (3) Hapotan.

Tuan Nahoda Raja I menikah dengan Boru Sihotang, Boru Limbong, dan Boru Naibaho serta memperoleh delapan orang putra, yaitu: (1) Tuan Rading Nabolon; (2) Si Mbuyakbuyak yang tidak berketurunan; (3) Si Tambun yang menurunkan marga Tinambunan; (4) Si Tanggor (Raja Tumanggor) yang menjadi leluhur marga Tumanggor; (5) Si Raja yang menurunkan marga Maharaja; (6) Si Turut yang menurunkan marga Turutan; (7) Si Payung yang menurunkan marga Pinayungan; dan (8) Si Anak Ampun yang menurunkan marga Nahampun, Tuan Nahoda Raja Simbolon juga memperoleh seorang putri yang bernama Siboru Nai Bintang Maria yang dinikahi Datu Parulas Parultop Nainggolan, Leluhur dari Lumbanraja.

Silsilah marga Tumanggor[4]

Si Tanggor (Raja Tumanggor)
1. Boru Sihotang
2. Permeswari
Ompu Gala
Boru Berutu
Ompu Galung
Boru Sihotang
Siruncang
(Parunsang)
BayurCendekKomi
TunggungOnggalRintangJuisBuasPardungdang
JunjunganPugabahPagurantangPagurintingTogokPanjilBontar
JulagaPajunglengPusonangKandam
(Pulenggem)
PusampePagumuntarMokmokPusaringPuranting
MentelDeris

Si Tanggor (Raja Tumanggor) menikah dengan Boru Sihotang dan seorang wanita yang bernama Permeswari kemudian memperoleh dua orang putra, yaitu: Gala dan Galung.

Ompu Gala menikah dengan Boru Berutu dan memperoleh dua orang putra, yaitu Siruncang (Parunsang) dan Bayur. Siruncang (Parunsang) kemudian memperoleh dua orang putra, yaitu Tunggung dan Onggal.

Ompu Galung menikah dengan Boru Sihotang dan memperoleh dua orang putra, yaitu Cendek dan Komi. Cendek kemudian memperoleh seorang putra yang bernama Rintang dan juga 2 orang cucu laki-laki, yaitu: Togok dan Panjil. Adapun Komi memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Juis, (2) Buas, dan (3) Pardungdang.

Pembagian wilayah

Daerah persebaran awal marga Tumanggor berdasarkan dua keturunan Si Tanggor (Raja Tumanggor) adalah:

Keturunan Tumanggor Gala

Ompu Gala menikah dengan Boru Berutu kemudian mendiami daerah Alahan Pardomuan, Alahan Lebbuh, Silencang, Batu Gajah dan daerah lain di sekitar Sionom Hudon. Daerah persebaran lain adalah serta Pakpak Bharat, Sidikalang, Pakkat, Aceh, Manduamas.

Keturunan Tumanggor Galung

Ompu Galung menikah dengan Boru Sihotang dan mendiami daerah Hutagalung, Pasi, Uruk Pea, Mbrade, Ulu Balang, Lae Reden, Singa, Paharong, Gotting, Sindias, Pearaja, Ambalo, Sionom Hudon Utara, Tolong, Komi, dan daerah lainnya di sekitar Sionom Hudon.[5]

Tokoh

Beberapa tokoh bermarga Tumanggor, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ Situmorang, Bonar (2022). "Deskripsi Unsur-unsur Budaya Dari Desa Asal Mula Marga Tumanggor". Buletin Haba Karya Budaya di Propinsi Aceh dan Sumatera Utara. 102 (ISSN : 1410 - 3877): 12–17. doi:102 Th.XXVII.{{cite journal}}: |issue= memiliki teks tambahan; Periksa nilai |doi=[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ BARBIER MUELLER, JEAN PAUL (2011). [- In Nort Sumatera, An Unknown Group THE KALASAN BATAK]. Paris: Foundation Culturelle. hlm. 153–159. ISBN 9782754106177.{{cite book}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Group Penulis Tarombo, RAJA TANGGOR (1978). [- RAJA TANGGOR]. Kuta Male, Hutagalung, Sionom Hudon Tonga: Tarombo. hlm. 1–10. ISBN -.{{cite book}}: |last= memiliki nama generik; Periksa nilai |isbn=: panjang; Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Tumanggor, Raja Oloan (10 Oktober 2024). "Sejarah Marga (Tarombo) Tumanggor Sebagai Upaya Pengenalan Jati Diri". ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin. 2 (10): 881–890. doi:https://doi.org/10.55681/armada.v2i10.1.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  5. ↑ Situmorang, Bonar (2022). "Deskripsi Unsur-unsur Budaya Dari Desa Asal Mula Marga Tumanggor". Buletin Haba Karya Budaya di Propinsi Aceh dan Sumatera Utara. 102 (ISSN : 1410 - 3877): 12–17. doi:102 Th.XXVII.{{cite journal}}: |issue= memiliki teks tambahan; Periksa nilai |doi=[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan