Rabu, 04 November 2026
13:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Mucalinda

Mucalinda

Bagikan:
Makhluk seperti ular, yang melindungi Buddha Gautama dari berbagai kondisi cuaca setelah pencerahannyaTemplat:SHORTDESC:Makhluk seperti ular, yang melindungi Buddha Gautama dari berbagai kondisi cuaca setelah pencerahannya
250px-Pillar_with_Naga_Muchalinda_over_the_throne_of_the_Buddha._Pauni_%28Bhandara_District%29._Railing_pillar_from_Jagannath_Tekri._2nd-1st_century_BCE.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pilar dengan Naga Mucalinda melindungi singgasana Buddha. Pilar pagar dari Jagannath Tekri, Pauni (Distrik Bhandara). Abad ke-2—1 SM. Museum Nasional India.[1]
Patung perunggu Khmer abad ke-12, Buddha bermahkotakan Naga, dari Banteay Chhmar, Kamboja. Museum Seni Cleveland.

Mucalinda, Muchalinda, atau Mucilinda adalah nama sesosok nāga, makhluk mirip ular, yang melindungi Buddha Gautama dari berbagai kondisi cuaca setelah pencerahannya.[2]

Dikatakan bahwa enam minggu setelah Buddha Gautama mulai bermeditasi di bawah Pohon Bodhi, langit menjadi gelap selama tujuh hari, dan hujan lebat turun. Namun, Raja Ular yang perkasa, Mucalinda, muncul dari bawah bumi dan melindungi Buddha dengan tudungnya. Ketika badai besar telah reda, raja ular mengambil wujud manusianya, membungkuk di hadapan Buddha, dan kembali ke istananya dengan gembira.

Perkembangan

Mucalinda pertama kali muncul dalam Mucalinda Sutta, yang memerikan bahwa raja naga melindungi Buddha dari berbagai kondisi cuaca dengan melingkari tubuh Buddha tujuh kali dengan gulungannya dan berdiri dengan tudung terbuka. Setelah Buddha selesai bermeditasi dan langit cerah, Mucalinda mengambil wujud seorang pemuda dan membungkuk di hadapannya.[3]

Karya seni pertama yang menggambarkan Mucalinda berasal dari stupa abad ke-2 SM di Pauni, Maharashtra, dengan naga digambarkan berkepala lima dan menjaga tempat duduk kosong Buddha. Karya seni kontemporer dari Sanchi menggambarkannya dalam bentuk zoo-antropomorfik dan didampingi oleh serombongan nagini.[3]

Referensi

  1. ↑ "The bas-relief at Pauni or Bharhut in India, which dates back to about the second century B.C., represents a vacant throne protected by a naga with many heads. It also bears an inscription of the Naga Mucalinda (Fig. 3)" SPAFA Digest: Journal Of SEAMEO Project in Archaeology and Fine Arts (SPAFA) (dalam bahasa Inggris). SPAFA Co-ordinating Unit. 1987. hlm. 4.
  2. ↑ Thanissaro, Bhikkhu. "Muccalinda Sutta: About Muccalinda".
  3. 1 2 Jason Johns, Jyotsna Rani Nag, Muchalinda Buddha:- An Interdisciplinary approach to Reinterpret the Depiction of the Buddha with Muchalinda Naga, Journal of Archaeological Studies in India, Vol. 1, No. 1, 2021, pp. 140-157

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Mucilinda.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan