Sabtu, 17 Oktober 2026
22:52 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kaeng phet

Kaeng phet

salah satu jenis sup

Bagikan:
Kaeng phet
250px-Kaeng_phet_mu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaeng phet mu kari merah babi
Nama lainKari merah
JenisKari
Tempat asalThailand
Bahan utamaBumbu kari merah (bawang merah, bawang putih, cabai merah kering, lengkuas, terasi, garam, kulit jeruk purut, ketumbar, biji ketumbar, jintan putih, lada, sereh), santan
250px-Vatch_kaeng_phet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bahan bumbu kari merah sebelum dihaluskan

Kaeng phet atau kari merah (bahasa Thai:แกงเผ็ด; RTGS: kaeng phet, IPA: [kɛːŋ pʰèt], terjemahan: sup pedas) adalah masakan Thailand populer yang dibuat dari campuran bumbu kari merah, santan, dan daging; biasanya daging ayam, babi, atau sapi.

Bumbu halus kari merah

Bumbu dasar kari merah (bahasa Thai:พริกแกงเผ็ด RTGS: prik gaeng ped) secara tradisional dibuat dari bahan segar yang dihaluskan atau dilumat dengan menggunakan cobek dan ulekan. Bumbu ini tergolong bumbu basah, tetapi biasanya bumbu kering dahulu yang dihaluskan. Warna merah berasal dari cabai merah kering besar (bahasa Thai:พริกแห้งเม็ดใหญ่ RTGS: prik haeng met yai) – yang merupakan cabai merah prik chee fa yang dikeringkan.

Bumbu kari merah terdiri atas campuran cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, lengkuas, terasi, garam, kulit jeruk purut, ketumbar, biji ketumbar, jintan putih, lada, dan sereh.[1] Di pasar tradisional Thailand, bumbu kari merah segar produksi massal siap pakai dijual, biasanya dalam tumpukan pasta bumbu berwarna merah. Kini bumbu kari merah Thai dalam botol atau toples juga tersedia di pasar swalayan dengan merek-merek tertentu.

Bahan dan cara penyiapan

Bumbu kari merah halus tadi dimasak dalam wajan dengan minyak goreng, kemudian ditambahkan santan kelapa.[1] Kemudian, irisan daging sebagai lauk sumber protein, dimasukkan ke dalam campuran kari merah berkuah ini. Beragam jenis daging dapat digunakan untuk membuat kari merah, antara lain daging ayam, babi, sapi, udang, bahkan daging eksotik seperti daging paha kodok atau daging ular. Resep paling lazim menggunakan daging ayam, babi, atau sapi. Bumbu tambahan lainnya kemudian ditambahkan, antara lain kecap ikan, gula, irisan daun jeruk purut, terong sayur bulat, rebung, daun kemangi Thailand (bai horapha).[2]

Tahu, daging tiruan vegetarian, atau sayur-sayuran seperti labu dan blewah dapat juga digunakan sebagai pengganti daging, untuk membuat versi vegetarian kaeng phet. Akan tetapi karena adanya kandungan terasi udang dalam bumbu kari, maka hidangan ini tidak sepenuhnya vegetarian. Hidangan ini biasanya disajikan berkuah dengan kekentalan seperti sup, dan disajikan dengan nasi putih.

Bumbu kari merah sendiri kerap kali dijadikan bumbu tambahan untuk menambah citarasa makanan lainnya, seperti thot man pla (semacam perkedel ikan) and sai ua (sosis Chiang Mai panggang).

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Mark Wiens (Juni 20, 2014). "Authentic Thai Red Curry Paste Recipe (พริกแกงเผ็ด)". Eating Thaifood. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-24. Diakses tanggal 20 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ surfin' chef. "Scrumptious Thai Coconut Red Curry". Food.com. Diakses tanggal 20 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Hidangan perorangan
Makanan ukuran besar
Makanan Isan
Masakan Thailand Utara
Masakan Thailand Selatan
Jajanan
Makanan penutup
Aneka rupa
Minuman
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan