Senin, 28 September 2026
06:04 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Selada pepaya muda

Selada pepaya muda

Hidangan selada berbahan pepaya mentah khas Thailand dan Laos

Selada pepaya muda
250px-2013_Tam_Lao.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hidangan selada pepaya muda, kacang tanah, cabai, pla ra, kepiting, plum, dan limau
JenisSelada
Bahan utamaPepaya muda

Selada pepaya muda atau som tam adalah selada berbumbu agak pedas yang terbuat dari irisan tipis pepaya muda. Hidangan ini dipercaya berasal dari Laos,[1][2][3][4] akan tetapi dipopulerkan oleh kuliner Thailand, dan lazim disajikan di daratan Asia Tenggara. Di Kamboja disebut bok l'hong (bahasa Khmer:បុកល្ហុង, dibaca [ɓoklhoŋ]), di Laos disebut tam som (bahasa Lao:ຕໍາສົ້ມ) atau tepatnya tam maak hoong (bahasa Lao:ຕໍາໝາກຫຸ່ງ, Lao pronunciation: [tàm.ma᷆ːk.hūŋ]), di Thailand dikenal sebagai som tam (bahasa Thai:ส้มตำ, pengucapan [sôm tam]), dan di Vietnam disebut gỏi đu đủ. Som tam, varian Thai masuk dalam daftar nomor 46 dari daftar 50 Makanan Paling Lezat di Dunia oleh CNN Go pada 2011.[5]

Cara membuat

250px-Zubereitung_von_Som_Tam.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pepaya muda diiris tipis-tipis menjadi helai-helai pepaya muda.

Hidangan ini menggabungkan lima rasa dasar masakan setempat: asam limau, pedas cabai, asin, gurih dari kecap ikan, dan rasa manis dari gula jawa. bahan-bahan diaduk dan diulek dengan menggunakan cobek dan ulekan; Nama dalam bahasa Lao tam som secara harfiah berarti "asam tumbuk", akan tetapi nama khusus Lao lain tam maak hoong secara harfiah bermakna "pepaya tumbuk". Dalam bahasa Khmer, disebut bok l'hong juga bermakna "pepaya tumbuk". Dalam bahasa Thai, nama som tam, (kebalikan nama Lao), secara harfiah bermakna "asam tumbuk". Akan tetapi, jenis selada di Thailand juga konsisten dengan kelaziman nama Lao dengan kata tam ("tumbuk") disebutkan dahulu.

Meskipun menggunakan pepaya, banyak yang berpikir bahwa rasanya mungkin manis, padahal rasa sesungguhnya adalah asam gurih. Pepaya muda memiliki rasa sedikit asam yang agak tajam, dengan tekstur yang kuat dan renyah. Karena hal itulah buah pepaya muda tahan ditumbuk atau diulek dengan cobek dan ulekan.

Di Laos, selada pepaya adalah makanan tradisional sehari-hari rakyat Lao. Semua selada tumbuk di Laos dikategorikan sebagai tam som, yang mungkin atau mungkin tidak mengandung pepaya hijau, tetapi, ketika tidak ada jenis tertentu tam som disebutkan, umumnya dipahami untuk merujuk pada selada pepaya hijau. Namun, untuk kejelasan mutlak, sebutan tam maak Hoong dapat digunakan, karena nama ini berarti "pepaya ditumbuk".

Di Thailand, adalah kebiasaan bahwa pelanggan meminta penjaja untuk membuat hidangan sesuai dengan seleranya. Istilah yang secara khusus mengacu pada gaya selada pepaya asli gaya Laos atau Isan, dikenal sebagai ส้มตำลาว atau som tam Lao atau singkatnya tam Lao, sementara hidangan gaya Thailand disebut som tam Thai.[6]

Secara tradisional, selada pepaya muda yang dijajakan di jalan-jalan Bangkok memiliki rasa pedas karena penambahan sejumput cabai rawit iris. Akan tetapi seiring dengan popularitasnya yang meningkat di kalangan wisatawan, hidangan ini sering disajikan tidak pedas.

Bahan tambahan

250px-Pounding_somtam213.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penjaja kakilima asal Isan menjajakan selada pepaya muda tumbuk di Bangkok.
250px-Som_tam_khao_niao_kai_yang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Selada pepaya muda, ayam panggang dan nasi ketan adalah kombinasi hidangan yang populer di Thailand.

Beberapa atau sebagian besar bahan tambahan berikut ditambahkan bersama pepaya muda untuk ditumbuk dalam cobek dan ulekan, yaitu Cabai, Gula (secara tradisional gula jawa), Bawang putih,Limau, Kecap ikan, Ebi, Kepiting asin. Bukan kepiting laut, melainkan kepiting hitam air tawar lokal yang diasinkan,[7] kepiting sawah ini lazim ditemukan di sawah dan saluran air. Orang Isan memakan semua bagian kepiting termasuk cangkangnya. Kemudian ada Terasi, Pla ra/padaek, Tomat, Kacang panjang, Kedondong,Terung, dan Siam muda

Selada pepaya muda biasanya disajikan dengan ketan dan kai yang/ping gai (ayam panggang). Dapat pula dimakan dengan sejenis bihun (Lao: sen khao poon / Thai: khanom chin) atau digado begitu saja sebagai kudapan segar, atau kadang dicampur kerupuk kulit babi yang renyah. Hidangan ini biasanya juga disajikan dengan sayuran segar di sampingnya untuk membantu meredakan rasa pedas hidangan ini.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Thailand". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 11 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Stokes, Daniel. 2003. Low language in high places: social and political perspectives on grammar in the prose of 'Rong Wongsawan'. Thesis (M.A.)--University of Wisconsin--Madison, 2003. P.38
  3. ↑ Burke, Andrew, and Austin Bush. "Eating." Bangkok: city guide. 9th ed. Footscray, Vic.: Lonely Planet, 2010. 157. Print
  4. ↑ "About Thai food". tourismthailand.org. Diakses tanggal 11 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  5. ↑ CNN Go World's 50 most delicious foods: place 46 Som tam, Thailand Diarsipkan 2011-10-08 di Wayback Machine. 21 July 2011. Retrieved 2011-10-11
  6. ↑ Maitreya. "Lord of Suvarnabhumi". lordofgoldenland.blogspot.ca. Diakses tanggal 11 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Species identification of Thai Rice Field Crab" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-03-28. Diakses tanggal 2015-10-18.
Hidangan perorangan
Makanan ukuran besar
Makanan Isan
Masakan Thailand Utara
Masakan Thailand Selatan
Jajanan
Makanan penutup
Aneka rupa
Minuman
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan