Senin, 26 Oktober 2026
19:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Phat kaphrao

Phat kaphrao

Bagikan:
Phat kaphrao
330px-Basil_fried_crispy_pork_with_rice_-_Chiang_Mai_-_2017-07-11_%28002%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepiring phat kaphrao mu krop dengan nasi
JenisHidangan nasi
Sajianhidangan pembuka atau utama
Tempat asalThailand
DaerahPhak Klang
Hidangan nasional terkaitThai
Suhu penyajianhangat
Bahan utama

Phat kaphrao (bahasa Thai:ผัดกะเพรา, pʰàtkà.pʰrāw; terjemahan: tumis kemangi hutan), juga dieja pad kaprow, pad kaprao, atau pad gaprao, adalah salah satu hidangan Thai yang populer.[1]

Sejarah

Phat kaphrao berasal dari masa pemerintahan Raja Rama VII (memerintah 1925–1935 M), ketika imigran Tionghoa-Thailand mulai menjualnya di rumah-rumah makan. Sebelum phat kaphrao ditemukan, hidangan yang paling mirip adalah phat bai horapha (tumis daging sapi dan selasih).[2] Hidangan-hidangan ini kemungkinan merupakan adaptasi dari hidangan Tionghoa xiāngcài chǎo niúròu (Hanzi:香菜炒牛肉; harfiah: 'daging sapi tumis dan ketumbar').[3]

Phat kaphrao dianggap sebagai hidangan nasional Thailand, tetapi baru populer di sana setelah tahun 1957.[3] Phat kaphrao dimasukkan ke dalam buku resep masakan pada akhir tahun 1970-an, dengan metode penyajian yang agak berbeda. Proses ini melibatkan marinasi daging cincang dengan minuman keras terlebih dahulu, kemudian membumbui hidangan dengan kecap ikan dan gula aren.[2]

Bahan-bahan

250px-Kraphao_mu_khai_dao.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Phat kaphrao mu sap dengan nasi dan telur goreng

Phat kaphrao terdiri dari daging seperti daging babi, ayam, sapi, atau makanan laut yang ditumis bersama daun kemangi hutan dan bawang putih. Makanan ini disajikan dengan nasi dan, jika diinginkan, ditambah telur goreng. Bumbu utamanya adalah kecap asin, kecap ikan, saus tiram (opsional), gula tebu, dan cabai rawit.

Seiring waktu, phat kaphrao telah berevolusi dengan penambahan bahan-bahan lain seperti telur bitan, dan aneka sayuran lokal Thailand seperti kacang panjang, putren, bawang bombai, wortel, cabai pisang, jamur, rebung, dan tunas kelapa. Namun, penambahan jenis sayuran ke dalam phat kaphrao dinilai sebagai upaya untuk mengurangi porsi daging sehingga meningkatkan keuntungan bagi penjaja makanan.[4][5]

Popularitas

Thailand

Phat kaphrao murah, mudah dibuat, bergizi, dan cepat disantap bersama nasi.[6] Phed Mark adalah restoran terkenal di Bangkok yang dimiliki oleh naravlog kuliner Mark Wiens. Restoran ini berspesialisasi secara eksklusif dengan hanya menyajikan phat kaphrao.[7]

Jepang

Phat kaphrao dan khao man kai (bahasa Thai:ข้าวมันไก่) populer di Jepang sebagai masakan rumahan.[8]

Taiwan

Di Taiwan, hidangan ini biasanya dibuat dengan daging babi dan disebut 打拋豬 (Dǎ pāo zhū). Resep umumnya menggunakan tomat.[9]

Referensi

  1. ↑ Thuan, Willy. "Thuan, W. (n.d.). Top 10 Thai Food - Most Popular Thai Foods".
  2. 1 2 "รู้ที่มา "ผัดกะเพรา" เมนูสุดฮิต ซอฟต์พาวเวอร์อาหารไทยที่ทั่วโลกยกนิ้วให้" (dalam bahasa Thai). 2024-05-13.
  3. 1 2 "คอลัมน์ออนไลน์ - กะเพราแมวอ้วน ผัดกะเพราด้วยการตลาดยุคใหม่". naewna (dalam bahasa Thai). 2019-06-15.
  4. ↑ Rao, Tejal (25 Januari 2018). "A Garlicky Stir-Fry With Basil Leaves From Bangkok". The New York Times.
  5. ↑ "Why Phat Kaphrao needs cowpea". 30 Maret 2016.
  6. ↑ "ตำนาน "ผัดกะเพรา" เฉลยที่มาเมนูสิ้นคิด". 18 Desember 2020.
  7. ↑ "Phat Kaprao". Phed Mark.
  8. ↑ "'ผัดกระเพรา-ข้าวมันไก่' เมนูฮิตแดนอาทิตย์อุทัย". 12 Mei 2017.
  9. ↑ "'ผัดกะเพรามะเขือเทศ' และการเดินทางของกองพล 93". 19 Februari 2023.
Hidangan perorangan
Makanan ukuran besar
Makanan Isan
Masakan Thailand Utara
Masakan Thailand Selatan
Jajanan
Makanan penutup
Aneka rupa
Minuman
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan