Senin, 28 September 2026
11:41 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Cho muang

Cho muang

Cho muang
250px-Cho_muang_-_2013-08-09_-_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lainChor muang
JenisMakanan ringan
Tempat asalThailand
DaerahThailand Tengah
Dibuat olehDapur Kerajaan Thailand
Suhu penyajianHangat
Bahan utamaBawang putih, merica, akar ketumbar, sayuran, ayam, daging babi

Cho muang atau chor muang (bahasa Thai:ช่อม่วง, diucapkan [t͡ɕʰɔ̂ː mûa̯ŋ]), terkadang disebut sebagai "pangsit bunga Thailand", adalah camilan gurih tradisional Thailand. Keberadaannya telah didokumentasikan sejak masa pemerintahan Raja Rama II, yang disebutkan dalam puisi Kap He Chom Khrueang Khao Wan. Cho muang dianggap sebagai hidangan kerajaan kuno dan sering dikenali dari ukirannya yang berbentuk bunga dan warna nila dari bunga anchan (telang ternate). Pangsit kukus dibentuk menjadi bentuk bunga dan berisi isian asin atau manis. Kemudian disajikan dengan selada, ketumbar, dan cabai. Resep asli cho muang berisi isian manis dan kemudian dikembangkan dengan isian gurih. Nama cho muang berarti 'buket ungu' dalam bahasa Thailand. Nama tersebut berasal dari kemunculan beberapa bunga dalam susunan piring tradisional.

Latar belakang

Cho muang pertama kali didokumentasikan pada masa pemerintahan Raja Rama II. Penampilannya yang unik mewakili bunga mawar, yang merupakan identitas cho muang yang sangat umum dikenali. Bagian tengah jajanan ini biasanya berisi bumbu seperti bawang putih, merica, dan akar ketumbar. Campuran bumbu ini biasa menjadi bumbu utama makanan Thailand dan jajanan Thailand pada umumnya.[1]

Referensi

  1. ↑ "อร่อยทั่วไทย" (dalam bahasa Thai). 20 Mei 2013. Diakses tanggal 5 Mei 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Hidangan perorangan
Makanan ukuran besar
Makanan Isan
Masakan Thailand Utara
Masakan Thailand Selatan
Jajanan
Makanan penutup
Aneka rupa
Minuman
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan