Minggu, 01 November 2026
03:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Khao kan chin

Khao kan chin

Bagikan:
Khao kan chin
250px-2013_Khao_kan_chin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Khao kan chin
Nama lainKhao ngiao, chin som ngiao
JenisNasi kukus
Tempat asalThailand Utara (diadaptasi dari resep Tai Yai asli)
Suhu penyajianHot
Bahan utamaBeras, daging babi, dan darah babi

Khao kan chin (bahasa Thai:ข้าวกั๊นจิ๊น, pelafalan[kʰâːwkánt͡ɕín]), khao ngiao (ข้าวเงี้ยว), atau chin som ngiao (จิ๊นส้มเงี้ยว), juga dikenal sebagai puding kukus dengan nasi, merupakan hidangan dari Thailand Utara. Makanan ini berupa beras yang dicampur dengan daging babi cincang dan darah babi, dibumbui dengan garam, gula, sedikit bawang putih, bawang merah, minyak sayur, lalu dikukus di dalam daun pisang. Makanan ini biasanya disajikan dengan bawang putih cincang goreng, cabai kering goreng, dan mentimun.[1]

Referensi

  1. ↑ "Khao Kanchin". Lanna Food. Chiang Mai University. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-17. Diakses tanggal 2016-03-14.
Hidangan perorangan
Makanan ukuran besar
Makanan Isan
Masakan Thailand Utara
Masakan Thailand Selatan
Jajanan
Makanan penutup
Aneka rupa
Minuman
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan