Senin, 19 Oktober 2026
06:44 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kaeng hang le

Kaeng hang le

Bagikan:
Kaeng hang le
250px-%E0%B9%81%E0%B8%81%E0%B8%87%E0%B8%AE%E0%B8%B1%E0%B8%87%E0%B9%80%E0%B8%A5_%E0%B8%97%E0%B8%B5%E0%B9%88_%E0%B8%AB%E0%B8%A5%E0%B8%B9%E0%B9%89%E0%B8%A5%E0%B8%B3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hang Le di Chiang Rai
Tempat asalThailand
DaerahThailand Utara
Bahan utamaDaging babi, campuran rempah-rempah masala
Energi makanan
(per porsi )
540 kalori kkal
Hidangan serupaKari babi Burman

Kaeng hang le (bahasa Thai:แกงฮังเล, pelafalan[kɛ̄ːŋhāŋlēː]) adalah kari babi Thailand Utara yang lezat. Kaeng hang le sangat populer di Thailand Utara, dikenal sebagai makanan khas daerah tersebut.[1] Kari ini berbeda dari kari tradisional Thailand utara dalam beberapa hal: kari ini biasanya dimakan dengan nasi berbulir panjang, bukan nasi ketan, dan menggunakan rempah-rempah kering, yang umumnya digunakan dalam kari Burma, tetapi tidak pada kari Thailand utara.[1] Hidangan ini umumnya disajikan sebagai hidangan perayaan di Thailand utara.[2]

Referensi

  1. 1 2 Bush, Austin (2018-10-23). The Food of Northern Thailand: A Cookbook (dalam bahasa Inggris). Clarkson Potter/Ten Speed. hlm. 210–212, 164–167. ISBN 978-0-451-49749-9.
  2. ↑ "How To Make: Kaeng hang lay". Austin Bush (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-05-13.
Hidangan perorangan
Makanan ukuran besar
Makanan Isan
Masakan Thailand Utara
Masakan Thailand Selatan
Jajanan
Makanan penutup
Aneka rupa
Minuman
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan