Jumat, 06 November 2026
00:46 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Historisisme

Historisisme

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang Teori filsafat yang dikenal secara kolektif sebagai "historisisme". Untuk aliran historiografi yang dikenal sebagai "historisisme" atau "historisme", lihat Historisme. Untuk aliran seni dan arsitektur, lihat Historisisme (seni). Untuk metode interpretasi Kitab Wahyu, lihat Historisisme (Kekristenan). Untuk historisisme dalam musik, lihat Historisisme musik.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Historisisme" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juli 2017)
250px-Frans_Hals_-_Portret_van_Ren%C3%A9_Descartes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejak abad 17, filsafat yang berkiblat pada pemikiran Descartes kurang memberi perhatian pada porsi ilmu sejarah dalam membentuk ilmu pengetahuan, yang menyebabkan krisis identitas keilmuan menjadi salah satu faktor penting lahirnya historisisme.[1]

Historisisme adalah sebuah aliran pemikiran dalam filsafat yang menggunakan pendekatan historis (mempelajari proses sejarah) dalam menjelaskan sebuah fenomena sosial atau memahami kenyataan.[2] Historisisme cenderung untuk bersifat hermeneutis, karena menilai interpretasi yang hati-hati, ketat, dan terkontekstualisasi; atau relativis, karena menolak gagasan universal, fundamental dan yang tidak terubahkan.[3] Pendekatan ini bervariasi dari teori pengetahuan individualis seperti empirisme dan rasionalisme, yang mengabaikan peran tradisi.

Istilah "historisisme" (Historismus) diperkenalkan oleh filsuf Jerman, Karl Wilhelm Friedrich Schlegel.[4] Seiring waktu istilah ini berkembang menjadi makna yang berbeda. Elemen historisisme muncul dalam tulisan esais Prancis, Michael de Montaigne (1533-1592) dan filsuf Italia Giambattista Vico (1668-1744), dan menjadi lebih berkembang dengan dialektika Georg Hegel (1770–1831), yang berpengaruh di Eropa abad ke-19. Tulisan Karl Marx, dipengaruhi oleh Hegel, juga termasuk historisisme. Istilah ini juga diasosiasikan dengan ilmu sosial empirik dan karya Franz Boas.

Historisisme dapat dibedakan dengan teori reduksionis—yang mengasumsikan bahwa semua perkembangan dapat dijelaskan dengan prinsip fundamental (seperti dalam determinisme ekonomi)—atau dengan teori yang memberi kesan bahwa perubahan sejarah terjadi sebagai akibat dari kesempatan acak.

Filsuf Austria-Inggris, Karl Popper mengutuk historisisme bersamaan dengan determinisme dan holisme yang dia nyatakan membentuk dasarnya. Dalam karyanya, Poverty of Historicism, dia mengidentifikasi historisisme dengan pendapat bahwa ada "hukum tak tertentu dari takdir sejarah", yang dia peringatkan. Hal ini kontras dengan interpretasi relatif secara kontekstual dari historisisme menurut para pendukung pendekatan ini nyatakan. Talcott Parsons mengkritisi historisisme sebagai kasus kekeliruan idealistik dalam The Structure of Social Action (1937).

Pascastrukturalisme menggunakan istilah "Historisisme Baru", yang memiliki beberapa keterkaitan dengan antropologi dan Hegelianisme.

Penggunaan teologis dari kata ini menunjuk pada interpretasi nubuatan Alkitab yang terkait dengan sejarah gereja.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Purwanta, Hieronymus (April 2011). "Historisisme dan Neo Historisisme" (PDF). HISTORIA VITAE. 25: 35. ISSN 0215-8809.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Purwanto, Bambang (2001). "HISTORISISME BARU DAN KESADARAN DEKONSTRUKTIF: KAJIAN KRITIS TERHADAP HISTORIOGRAFI INDONESIASENTRIS" (PDF). Humaniora. XIII (1).
  3. ↑ Kahan, Jeffrey. "Historicism." Renaissance Quarterly, vol. 50, no. 4 December 22, 1997, p. 1202
  4. ↑ Brian Leiter, Michael Rosen (eds.), The Oxford Handbook of Continental Philosophy, Oxford University Press, 2007, p. 175: "[The word 'historicism'] appears as early as the late eighteenth century in the writings of the German romantics, who used it in a neutral sense. In 1797 Friedrich Schlegel used 'historicism' to refer to a philosophy that stresses the importance of history..."; Katherine Harloe, Neville Morley (eds.), Thucydides and the Modern World: Reception, Reinterpretation and Influence from the Renaissance to the Present, Cambridge University Press, 2012, p. 81: "Already in Friedrich Schlegel's Fragments about Poetry and Literature (a collection of notes attributed to 1797), the word Historismus occurs five times."

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Historisisme.
Perspektif
Deklinasi
Konsep utama
Antitesis
Pergeseran paradigma terkait
dalam sejarah ilmu
Topik terkait
Perdebatan positivis
Metode
Kontribusi
Pendukung
Kritik
Kritikus
Konsep
Sumber sejarah
Jenis
Sumber
Organisasi, Institusi
Konsep (pilihan)
Metodologi, Aliran (pilihan)
Negara
Lainnya
Terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan