Senin, 21 September 2026
02:28 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Historisisme

Historisisme

Artikel ini berisi tentang Teori filsafat yang dikenal secara kolektif sebagai "historisisme". Untuk aliran historiografi yang dikenal sebagai "historisisme" atau "historisme", lihat Historisme. Untuk aliran seni dan arsitektur, lihat Historisisme (seni). Untuk metode interpretasi Kitab Wahyu, lihat Historisisme (Kekristenan). Untuk historisisme dalam musik, lihat Historisisme musik.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Historisisme"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juli 2017)
250px-Frans_Hals_-_Portret_van_Ren%C3%A9_Descartes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejak abad 17, filsafat yang berkiblat pada pemikiran Descartes kurang memberi perhatian pada porsi ilmu sejarah dalam membentuk ilmu pengetahuan, yang menyebabkan krisis identitas keilmuan menjadi salah satu faktor penting lahirnya historisisme.[1]

Historisisme adalah sebuah aliran pemikiran dalam filsafat yang menggunakan pendekatan historis (mempelajari proses sejarah) dalam menjelaskan sebuah fenomena sosial atau memahami kenyataan.[2] Historisisme cenderung untuk bersifat hermeneutis, karena menilai interpretasi yang hati-hati, ketat, dan terkontekstualisasi; atau relativis, karena menolak gagasan universal, fundamental dan yang tidak terubahkan.[3] Pendekatan ini bervariasi dari teori pengetahuan individualis seperti empirisme dan rasionalisme, yang mengabaikan peran tradisi.

Istilah "historisisme" (Historismus) diperkenalkan oleh filsuf Jerman, Karl Wilhelm Friedrich Schlegel.[4] Seiring waktu istilah ini berkembang menjadi makna yang berbeda. Elemen historisisme muncul dalam tulisan esais Prancis, Michael de Montaigne (1533-1592) dan filsuf Italia Giambattista Vico (1668-1744), dan menjadi lebih berkembang dengan dialektika Georg Hegel (1770–1831), yang berpengaruh di Eropa abad ke-19. Tulisan Karl Marx, dipengaruhi oleh Hegel, juga termasuk historisisme. Istilah ini juga diasosiasikan dengan ilmu sosial empirik dan karya Franz Boas.

Historisisme dapat dibedakan dengan teori reduksionis—yang mengasumsikan bahwa semua perkembangan dapat dijelaskan dengan prinsip fundamental (seperti dalam determinisme ekonomi)—atau dengan teori yang memberi kesan bahwa perubahan sejarah terjadi sebagai akibat dari kesempatan acak.

Filsuf Austria-Inggris, Karl Popper mengutuk historisisme bersamaan dengan determinisme dan holisme yang dia nyatakan membentuk dasarnya. Dalam karyanya, Poverty of Historicism, dia mengidentifikasi historisisme dengan pendapat bahwa ada "hukum tak tertentu dari takdir sejarah", yang dia peringatkan. Hal ini kontras dengan interpretasi relatif secara kontekstual dari historisisme menurut para pendukung pendekatan ini nyatakan. Talcott Parsons mengkritisi historisisme sebagai kasus kekeliruan idealistik dalam The Structure of Social Action (1937).

Pascastrukturalisme menggunakan istilah "Historisisme Baru", yang memiliki beberapa keterkaitan dengan antropologi dan Hegelianisme.

Penggunaan teologis dari kata ini menunjuk pada interpretasi nubuatan Alkitab yang terkait dengan sejarah gereja.

Lihat pula

Referensi

  1. Purwanta, Hieronymus (April 2011). "Historisisme dan Neo Historisisme" (PDF). HISTORIA VITAE. 25: 35. ISSN 0215-8809.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Purwanto, Bambang (2001). "HISTORISISME BARU DAN KESADARAN DEKONSTRUKTIF: KAJIAN KRITIS TERHADAP HISTORIOGRAFI INDONESIASENTRIS" (PDF). Humaniora. XIII (1).
  3. Kahan, Jeffrey. "Historicism." Renaissance Quarterly, vol. 50, no. 4 December 22, 1997, p. 1202
  4. Brian Leiter, Michael Rosen (eds.), The Oxford Handbook of Continental Philosophy, Oxford University Press, 2007, p. 175: "[The word 'historicism'] appears as early as the late eighteenth century in the writings of the German romantics, who used it in a neutral sense. In 1797 Friedrich Schlegel used 'historicism' to refer to a philosophy that stresses the importance of history..."; Katherine Harloe, Neville Morley (eds.), Thucydides and the Modern World: Reception, Reinterpretation and Influence from the Renaissance to the Present, Cambridge University Press, 2012, p. 81: "Already in Friedrich Schlegel's Fragments about Poetry and Literature (a collection of notes attributed to 1797), the word Historismus occurs five times."

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Historisisme.
Perspektif
Deklinasi
Konsep utama
Antitesis
Pergeseran paradigma terkait
dalam sejarah ilmu
Topik terkait
Perdebatan positivis
Metode
Kontribusi
Pendukung
Kritik
Kritikus
Konsep
Sumber sejarah
Jenis
Sumber
Organisasi, Institusi
Konsep (pilihan)
Metodologi, Aliran (pilihan)
Negara
Lainnya
Terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan